Puasa Melahirkan Pancaran Jiwa
KOPI, Aura adalah sebuah pancaran suasana qolbu dari dalam diri seseorang. Semua manusia mempunyai aura masing-masing. Aura yang dicari oleh umat muslim sebenarnya ialah aura kedamaian dan ketentraman yang bersumber dari Allah.
Ketika Ramadhan kita merasakan aura yang begitu damai, tentram dan bersahabat, ingin rasanya kita hidup selamanya di bulan itu. Tak jarang kebanyakan muslimin di penghujung bulan maghfirah ini sangat sedih berpisah dengan karunia Sang Pencipta.
Sebenarnya, untuk mendapatkan aura yang baik itu sangat gampang, cukup dengan patuh menjalankan perintah dan meninggalkan larangan Allah. Aura baik, akan muncul dari akhlak yang mulia. Bersyukur di bulan Ramadhan adalah salah satu acara agar banyak kesempatan mendapatkannya. Orang mukmin tak susah bagi mereka pergi ke dukun atau paranormal demi sebuah kehormatan atau kharisma, cukup dengan lima taat enam sempurna. Yaitu taat dengan kelima rukun islam dan meyakini enam rukun islam.
Inti awal semua itu bisa kita lakukan adalah dengan adanya kondinsi kesehatan kita yang baik. Bersyukur dengan kondisi kita sekarang merupakan suatu kewajiban yang tak boleh terlupakan. Kalau dilihat kehidupan bagian lain, ada orang yang dicangkok ginjalnya, dicangkok jantungnya, ada yang cuci darah sekali sebulan, bahkan ada orang yang hidupnya dengan bantuan tabung oksigen yang dirumah sakit karena tak sanggup tubuhnya menghirup sendiri butu alat pembantu.
Kesehatan adalah makhkota kehidupan, kita sering terkecoh dengan hal ini. Sadar akan nikmat sehat itu setelah berada dirumah sakit, tidak berharga lagi segala kenikmatan dunia, uang, harta, pangkat, kedudukan. Satu-satunya hanya diinginkan adalah normal seperti semula itulah dia sehat. Namun tidak perlu khawatir semua itu sudah diparsel dalam satu paket yaitu ibadah dan puasa. Kenapa demikian? Dengan ibadah kita akan teratur dalam segala hal, puasa menjadikan kita pribadi yang sabar, mau menahan dan menunggu sampai waktunya datang. Disanalah kunci pancaran jiwa yang akan lahir dalam diri manusia.
Ada beberapa arti penting dari puasa:
· Mengajarkan keikhlasan
· Puasa untuk mempersiapakan umat, baik secara fisik maupun secara mental
· Melatih jiwa untuk meninggalkan hal-hal yang mubah
· Puasa merupakan separuh dari kesabaran
· Puasa sebenarnya adalah suatu kondisi, intinya kita bersedia menerima kenyataan yang terjadi
Satu lagi yang terpenting masalah bangsa kita dalam penanganan pendidikan, yaitu pendidikan berkarakter. Cukup dilakukan dengan puasa, puasa dapat menahan hawa nafsu dan mampu menahan diri dari segala hal-hal yang akan merusak puasa. Hal yang merusak puasa adalah hal negatif yang akan membawa kemudaratan bagi kita. Itulah beberapa pelajaran yang dapat kita petik dari puasa, semoga kita dapat mengambil hikmahnya dan terus melakukan perbaikan diri kedepannya. (Isi oleh Ustad Zulmahamdi).
| Comments |
|
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
| < Prev | Next > |
|---|
- Bahaya Ibadah Tanpa Ilmu
- Fikih Puasa
- Welcome to Ramadhan
- Trend Bergama yang Aneh (2)
- Ramadhan Penuh Berkah
- LDII Bersilaturrahmi dengan Ulama
- Sifat-Sifat Tak Terpuji: Ananiyah (Bag.1)
- 8 Tanda-tanda Allah Mencintai Hamba-Nya
- Waisak dan Keselarasan Alam
- 10 Ciri Wanita Idaman
- Dalam Hal Apa Sabar Dibutuhkan?
- Pembinaan Rohani Islam di Mabes TNI
- Kemenangan
- Beragama Ala Komunitas Musik Cadas
- Ust Anwari Hambali Berikan Tauziah di Mesjid Al-Ikhsan Bitung


























