Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai

Login & Kirim Warta



Komentar Warga

Kolom Pewarta
Kriteria Calon Presiden Masa Depan (142/.....
20/05/2012 | Muhammad Haries

KOPI - Seperti yang kita ketahui pemilu capres dan cawapres semakin waktu semakin dekat. Seluruh ele [ ... ]



Yang Terpinggirkan
Penertiban PETI di Tanah Bumbu; Iya Kand.....
22/04/2012 | Imi Suryaputera

Sangat keterlaluan saya kira bila pengawasan terhadap aktivitas pertambangan batubara ataupun jenis  [ ... ]


Foto Pewarta
RatancaPisah Sambut Camat CibitungTour de Singkarak 2011
Gelora Sepeda
TelkomVision Gandeng Kemensos Gelar INDO.....
21/05/2012 | Yeni Herliani
article thumbnail

KOPI - TelkomVision dalam usianya yang ke-15 kian menunjukkan komitmen dan kepeduliannya terhadap masyarakat dengan memberikan kualitas produk yang baik, kemudahan layanan, dan kepedulian terhadap k [ ... ]



  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
Statistik
Anggota : 5026
Isi : 8250
Content View Hits : 1862444
mod_vvisit_counterPengunjung Hari ini2914
mod_vvisit_counterPengunjung Kemarin4119

Warga Online : 61
IP Kamu : 38.107.179.216













Inspirasi Rohani Puasa Melahirkan Pancaran Jiwa
Pemberitahuan: Bagi Peserta Lomba Lomba Menulis Artikel Tingkat Nasional tentang RI-Maroko yang belum mendapatkan kiriman Piagamnya hingga saat ini, mohon beritahukan ke Panitia melalui SMS/Call ke 081371051875 (Mbak Wina), PPWI akan mengirimkan soft-copy Piagam dimaksud melalui email yang bersangkutan. Untuk itu, kirim SMS ke nomor HP 081371051875 dengan format: NAMA LENGKAP spasi (NOMOR ARTIKEL) spasi ALAMAT EMAIL. Contoh: ALVIN TRI DANDY (598/S) noirescence@yahoo.com. Mohon segera dan beritahukan kepada rekan lainnya yang belum mendapatkan paigamnya juga. Terima kasih.

Puasa Melahirkan Pancaran Jiwa

KOPI, Aura adalah sebuah pancaran suasana qolbu dari dalam diri seseorang. Semua manusia mempunyai aura masing-masing. Aura yang dicari oleh umat muslim sebenarnya ialah aura kedamaian dan ketentraman yang bersumber dari Allah.

Ketika Ramadhan kita merasakan aura yang begitu damai, tentram dan bersahabat, ingin rasanya kita hidup selamanya di bulan itu. Tak jarang kebanyakan muslimin di penghujung bulan maghfirah ini sangat sedih berpisah dengan karunia Sang Pencipta.

Sebenarnya, untuk mendapatkan aura yang baik itu sangat gampang, cukup dengan patuh menjalankan perintah dan meninggalkan larangan Allah. Aura baik, akan muncul dari akhlak yang mulia. Bersyukur di bulan Ramadhan adalah salah satu acara agar banyak kesempatan mendapatkannya. Orang mukmin tak susah bagi mereka pergi ke dukun atau paranormal demi sebuah kehormatan atau kharisma, cukup dengan lima taat enam sempurna. Yaitu taat dengan kelima rukun islam dan meyakini enam rukun islam.

Inti awal semua itu bisa kita lakukan adalah dengan adanya kondinsi kesehatan kita yang baik. Bersyukur dengan kondisi kita sekarang merupakan suatu kewajiban yang tak boleh terlupakan. Kalau dilihat kehidupan bagian lain, ada orang yang dicangkok ginjalnya, dicangkok jantungnya, ada yang cuci darah sekali sebulan, bahkan ada orang yang hidupnya dengan bantuan tabung oksigen yang dirumah sakit karena tak sanggup tubuhnya menghirup sendiri butu alat pembantu.

Kesehatan adalah makhkota kehidupan, kita sering terkecoh dengan hal ini. Sadar akan nikmat sehat itu setelah berada dirumah sakit, tidak berharga lagi segala kenikmatan dunia, uang, harta, pangkat, kedudukan. Satu-satunya hanya diinginkan adalah normal seperti semula itulah dia sehat. Namun tidak perlu khawatir semua itu sudah diparsel dalam satu paket yaitu ibadah dan puasa. Kenapa demikian? Dengan ibadah kita akan teratur dalam segala hal, puasa menjadikan kita pribadi yang sabar, mau menahan dan menunggu sampai waktunya datang. Disanalah kunci pancaran jiwa yang akan lahir dalam diri manusia.

Ada beberapa arti penting dari puasa:

· Mengajarkan keikhlasan

· Puasa untuk mempersiapakan umat, baik secara fisik maupun secara mental

· Melatih jiwa untuk meninggalkan hal-hal yang mubah

· Puasa merupakan separuh dari kesabaran

· Puasa sebenarnya adalah suatu kondisi, intinya kita bersedia menerima kenyataan yang terjadi

Satu lagi yang terpenting masalah bangsa kita dalam penanganan pendidikan, yaitu pendidikan berkarakter. Cukup dilakukan dengan puasa, puasa dapat menahan hawa nafsu dan mampu menahan diri dari segala hal-hal yang akan merusak puasa. Hal yang merusak puasa adalah hal negatif yang akan membawa kemudaratan bagi kita. Itulah beberapa pelajaran yang dapat kita petik dari puasa, semoga kita dapat mengambil hikmahnya dan terus melakukan perbaikan diri kedepannya. (Isi oleh Ustad Zulmahamdi).

Comments
Add New
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
 

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."