Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
Silahkan Login & Kirim Warta

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?

Yang Terpinggirkan
Gaji Pensiun yang belum Terealisasi Juga.....
21/02/2013 | Husaeni Mabruri

KOPI - Mimpi manis untuk masa depan gaji pegawai pensiunan sipil hidupnya belum dirasakan oleh Bpk. [ ... ]


Gelora Sepeda
Fun Bike Meriahkan HUT Ke-69 TNI di Aceh.....
29/09/2014 | Syamsul Kamal
article thumbnail

KOPI, Aceh Jaya - Dalam rangka memperingati hari ulang tahun Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang ke 69, Komando Distrik Militer (Kodim) 0114 Aceh Jaya, mengegelar acara sepeda santai (fun Bike)  [ ... ]



Polling Warga
Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
 

Inspirasi Rohani Bupati Hadiri Isra Mi'raj di Komplek Pemakaman Datu Syekh Abdussamad Marabahan
DIRGAHAYU PERSATUAN PEWARTA WARGA INDONESIA (PPWI), 11 NOVEMBER 2007 - 11 NOVEMBER 2014, SENANTIASA TEKUN BELAJAR DAN BERKARYA BAGI PENCERDASAN BANGSA-BANGSA DI NUSANTARA DAN SEANTERO BUMI BRAVO PPWI... BRAVO INDONESIA... BRAVO PEWARTA WARGA...!!!

Bupati Hadiri Isra Mi'raj di Komplek Pemakaman Datu Syekh Abdussamad Marabahan

alt

KOPI, MARABAHAN - Bupati H Hasanuddin Murad menyatakan masyarakat Kabupaten Barito Kuala (Batola) merupakan masyarakat agamis yang dibuktikan setiap datangnya bulan keagamaan selalu semarak melaksanakan kegiatan keagamaan seperti yang terjadi pada bulan Rajab ini.

Sehubungan dengan itu, Hasan (panggilan Hasanuddin Murad) merasa sangat bersyukur, sebab dengan kentalnya nilai-nilai keagamaan masyarakat tentunya akan membuat situasi daerah semakin kondusif. “Dengan kondusifnya situasi daerah maka akan semakin menunjang pemerintah dalam menjalankan roda pemerintahan, pembangunan, dan sosial kemasyarakatan,” papar Hasan saat menghadiri Peringatan Isra Miraj 1433 Hijriyah yang dilaksanakan ratusan jemaah pengajian Majelis Ta’lim Nurun Alannur di Komplek Pemakaman Datu Syekh Abdussamad Marabahan, Sabtu.

Mantan Dosen Fakultas Hukum Unlam ini menilai, kentalnya nilai keagamaan yang merasuki masyarakat Batola ini tentunya berkat peran para ulama, tokoh agama, para guru agama, dan para habaib yang telah memberikan penyadaran melalui bimbingan keagamaan sehingga pola kehidupan masyarakat selalu dibingkai kaidah dan nilai-nilai keagamaan. Untuk itu, melalui lubuk hatinya yang dalam baik atas nama pemerintah maupun pribadi Hasan mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para ulama, pemuka agama, guru-guru agama, dan para habaib yang telah berpartisipasi dan berperan serta membangun mental spiritual masyarakat.

Selain menyinggung masalah keagamaan, Hasanuddin dihadapan ratusan jemaah laki-laki dan perempuan memaparkan, dirinya memimpin Bumi Ije Jela Batola sudah memasuki 4 tahun 7 bulan. Selama kurun waktu itu, diakui Hasan, tentu terdapat berbagai keberhasilan maupun kekurangan dirinya dalam memimpin. Terhadap keberhasilan yang telah dilaksanakan tersebut Hasan menyatakan tentunya berkat, bantuan, dukungan, dan partisipasi seluruh lapisan masyarakat. Sementara terhadap kekurangan merupakan tanggung jawabnya pribadi selaku manusia biasa yang memiliki keterbatasan dan kekurangan. Untuk itu, dalam kesempatan yang baik tersebut putra asli Batola ini menyampaikan permohonan maaf sedalam-dalamnya.

“Mudah-mudahan dalam kesempatan mendatang masih diberi kepercayaan dan kesempatan oleh masyarakat sehingga dapat kembali bersama-sama memperbaiki dan meningkatkan pembangunan Batola menuju kesempurnaan,” harap Bupati yang kembali mencalonkan diri sebagai Bupati Batola periode 2012-2017 mendatang.

Sementara itu, Drs KH Asqalani Lc mengakui banyak kemajuan yang telah dilaksanakan Hasanuddin Murad selama memimpin Batola, bukan saja menyangkut pembangunan bidang lainnya tetapi juga pembangunan di bidang keagamaan. Pengasuh sekaligus penceramah di Majelis Ta’lim Nurun Alannur tersebut mencontohkan selama kepemimpinan H Hasanuddin Murad kompleks pemakaman Syekh Datu Abdussamad Marabahan termasuk di dalamnya kubah dan tempat pengajian majelis ta’lim mendapat pembangunan cukup refresintatif.

Contoh pembangunan lainnya di Marabahan dengan dipugarnya Mesjid Agung Al-Anwar yang dulunya masih sederhana menjadi permanen. “Dulu sebelum mesjid itu dipugar teman saya pernah menyinggung bahwa Marabahan saja yang belum memiliki mesjid yang megah. Tapi setelah kepemimpinan Hasanuddin Murad mesjid tersebut tengah dalam proses pembangunan,” papar KH Asqalani yang akrab disapa H Iwad tersebut. ( Hairun Noor – Mrb )

 

Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.