Belajar Toleransi dari Kelenteng, Kenapa Mesti Malu?

0
24

Pewarta-Indonesia, Ibarat pepatah gurun berujar ‘lihatlah apa yang dikatakannya, tapi jangan lihat siapa yang berkata. Kata ini harus kita simak baik-baik. Pasalnya, ungkapan ini memberikan kita makna, lihatlah apa yang telah diperbuat seseorang, tapi jangan melihat siapa yang berujarnya.

Begitu pun dalam hal belajar toleransi, mestinya kita belajar dari agama lain dalam bidang kerukunan supaya hidup kita aman, damai, sentosa. Sudah tentu semuanya taat dan patuh terhadap aturannya guna menghargai segala perbedaan yang ada di masyarakat.

Lagi-lagi kita jangan merasa minder berguru dari rumah ibadah kelenteng. Kita ketahui setiap tempat ibadah itu selalu dipakai ritual agama Budha, tao, kong hucu. Bila kita tak mau becermin pada mereka berarti kita mengabaikan pesan Rasul untuk selalu belajar kepada siapa pun, walaupun harus ke negeri china (shin) [Ibn Ghifarie]