Lintas Agama ikut Halal Bihalal Bupati Lutim

0
20

Pewarta-Indonesia, Bupati Luwu Timur Andi Hatta Marakarma tidak pernah sepi dari kegiatan kemasyarakatan. Setiap harinya ada saja kegiatan yang digelar oleh masyarakat dan mengundang Bupati untuk hadir. Seperti Kamis (08/10) kemarin, Bupati Luwu Timur menghadiri acara Halal Bihalal pada dua kecamatan terpisah, masing-masing Kecamatan Kalaena, pukul 09.00 wita dan kecamatan Burau pukul 16.00 wita.

Halal bihalal tingkat kecamatan Kalaena dilaksanakan di lapangan sepak bola Kalaena dan hadiri oleh kurang lebih seribuan orang masyarakat dari berbagai komponen dan lintas agama yang ada di kecamatan Kalaena baik Islam, Kristen, Katolik maupun agama Hindu. Bertindak selaku pembawa hikma halal bihalal adalah ketua DPP Hidayatullah, Ust. Sumadiana.

Sementara di kecamatan Burau, Halal Bihalal dilaksanakan di gedung serba guna Kecamatan Burau. Sama seperti Kalaena, Halal Bihalal di Burau juga dihadiri oleh tokoh- tokoh lintas agama dan tokoh masyarakat kecamatan Burau. Sebagai pembawa hikma Halal Bihalal adalah Pembantu Ketua III STAIN Palopo, Abbas Langaji.

Yang berbeda dari Halal Bihalal kedua kecamatan ini adalah tema kegiatan. Di Kecamatan Kalaena, tema yang diangkat adalah “Dengan hikma halal bihalal kita tingkatkan hubungan persaudaraan demi persatuan serta satukan tekad kebersamaan membangun Lutim”. Sementara di Kecamatan Burau, temanya adalah “Dengan hikmah halal bihalal kita tingkat tingkatkan iman dan taqwa melalui silaturahmi untuk menyatukan hati membangun Lutim”.

Dalam sambutannya, Bupati Luwu Timur Andi Hatta, mengungkapkan rasa gembiranya karena dapat bersilaturahmi dengan masyarakat Kalaena dan Kecamatan Burau, meskipun ditengah kesibukannya sebagai Bupati yang setiap hari padat dengan berbagai kegiatan kedinasan. Menurutnya, halal bihalal ini sangat penting, karena selain menjadi ajang untuk saling memaafkan antara pemerintah dan masyarakat, juga yang paling penting adalah pemerintah akan mendapat masukan bahkan perintah dari masyarakat mengenai kebijakan-kebijakan pemerintah daerah di masa yang akan datang.

Berkaitan dengan pemerintahan dan pembangunan di Luwu Timur, Bupati Andi Hatta menyampaikan, dalam kurun waktu enam tahun Luwu Timur, banyak yang sudah dikerjakan, tetapi ternyata masih banyak pula yang belum dikerjakan. Sedangkan yang sudah dikerjakan masih banyak kekurangan disana-sini. Dan keberhasilan tersebut sudah bisa dilihat hasilnya, dimana pembangunan luar biasa dilakukan baik di ibukota kabupaten maupun di kecamatan. Itulah sebabnya, Pemkab. Luwu Timur, dalam melaksanakan pembangunan tidak hanya terfokus di Ibu Kota Kabupaten, Malili, tetapi merata di seluruh kecamatan.

“Kalau di Malili ada lampu jalan, maka di Kalaena dan Burau serta kecamatan lainnya juga harus ada,” urai Hatta. Demikian juga pembangunan sarana kesehatan sepeti Puskesmas maupun pemberian kendaraan roda dua untuk bidan-bidan desa, termasuk pembangunan rumah sakit daerah Luwu Timur di Wotu, yang saat ini sudah beroperasi dengan baik.

Untuk itu, kepada aparat Pemerintah utamanya para petugas Medis dan Paramedis, supaya bisa melayani masyarakat dengan senyum. Hatta juga menyampaikan terima kasihnya kepada warga masayarakat Kalaena dan Burau, yang selama ini sangat mendukung seluruh program pemerintah daerah. Ini menunjukan ada kerjasama dan kekompakkan antara pemerintah dan masayarakat. Olehnya itu, Bupati meminta agar masyarakat tetap memelihara kebersamaan, kebersatuan dan kekompakkan, meskipun masyarakat Luwu Timur sangat majemuk dari segi Suku dan Agama, tetapi kebersamaan adalah sesuatu yang mutlak harus kita pertahankan.

“Perbedaan bukanlah sesuatu yang harus kita persoalkan, karena sesungguhnya hal itu adalah rahmat dari Tuhan, namun yang perlu kita pelihara adalah kebersamaan dan kekompakkan antara warga masyarakat,” jelas Hatta. (yulius)