Natal adalah Momentum Pembaharuan

0
19

Pewarta-Indoensia, Jakarta (13/01) – Kelahiran Yesus Kristus yang dirayakan dan dimuliakan sebagai hari Natal, pada hakekatnya merupakan simbol perjuangan yang membawa pesan damai dan sejahtera untuk mewujudkan perdamaian dan kesejahteraan umat manusia. Damai dan perdamaian adalah inti dari kesejahteraan yang diidam-idamkan oleh semua umat manusia. Kesejahteraan hidup akan kehilangan makna hakikinya apabila kita kehilangan rasa damai di dalamnya. Damai dan perdamaian akan tumbuh subur dalam bingkai hidup yang penuh kesetaraan dan kesetiakawanan yang tinggi, saling menghormati dan tenggangrasa atau toleransi yang sejati.

Demikian sambutan Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso yang dibacakan oleh Kasum TNI Laksdya TNI Y. Didik Heru Purnomo pada acara perayaan Natal bersama Mabes TNI Tahun 2009 yang dilaksanakan di GOR Ahmad Yani Mabes TNI Cilangkap Jakarta, Rabu (13/01). Perayaan Natal bersama tersebut diikuti oleh segenap personel Kristiani di lingkungan Mabes TNI, perwakilan dari Mabes AD, Mabes AL serta Mabes AU dengan mengambil tema “Jadikan Semangat Natal Tahun 2009 untuk Meningkatkan Kemampuan Prajurit TNI sebagai Alat Pertahanan Negara yang Dilandasi Kekuatan Moral dan Kultural Bangsa”

Menurut Panglima TNI, tema tersebut sangatlah tepat untuk dijadikan sebagai sumber inspirasi dan semangat bagi umat Kristiani di lingkungan TNI dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara. Masih dalam amanatnya, Panglima TNI menyampaikan rasa syukur karena perayaan Natal tahun 2009 pada umumnya dapat berlangsung dengan aman, damai dan hikmat tanpa hambatan dan gangguan yang berarti. Hal ini, menurut Panglima, menandakan bahwa masyarakat kita yang majemuk telah mampu hidup berdampingan dengan semangat toleransi, saling menerima dan menghargai bahkan saling mengasihi.

Sementara Pendeta Weimena Sairin, M.Th dalam pesan Natal menyampaikan bahwa perayaan kelahiran Yesus Kristus adalah sebuah momentum pembaharuan sehingga Natal bukan hari raya keagamaan biasa yang tidak terpaut erat dengan kehidupan manusia. Natal adalah tonggak sejarah baru yang menghadirkan komitmen baru, tekad dan semangat baru untuk hidup dalam atmosfer yang sejalan dengan kehendak Tuhan.Lebih lanjut, Pendeta Weinata menegaskan bahwa Natal adalah momentum untuk memperbaharui tekad dan komitmen untuk mewujudkan moral yang mulia, untuk memahami nilai-nilai kultural bangsa karena Yesus Kristus telah mewujudkan kasih-Nya yang agung yang dipersembahkan-Nya bagi umat manusia.

Dalam rangkaian perayaan Natal kali ini, pada bulan Desember lalu telah dilaksanakan Bakti Sosial berupa kunjungan dan pemberian tali kasih ke beberapa tempat yaitu Rutan Pondok Bambu dan Rutan Militer Cimanggis Depok, Panti Asuhan Pondok Kasih di Jaka Sampurna Bekasi, Panti Asuhan Taman Fiorreti di Kampung Sawah Bekasi, Panti Asuhan Fii Sabilillah di Pondok Ranggon serta Donor Darah di PMI Jakarta.

Sumber iomage: google.co.uk