Seputar Nabi

0
20

Ya Allah, berikanlah kami pemahaman yang benar tentang sirah Nabi-Mu

Pewarta-Indonesia, Manusia pada kodratnya adalah milik Tuhan, segala yang dilakukan olehnya merupakan kehendak Tuhan, Tuhan yang maha kuasa atas segala sesuatu yang telah dan akan terjadi pada alam semesta ini. Tuhan berhak menentukkan siapa yang akan menjadi wakilnya, menyampaikan wahyunya pada umat manusia yang pada dasarnya memiliki berbagai kekurangan akan tetapi sebagian besar dari mereka adalah umat yang merasa ia adalah yang paling hebat dan tak ada lagi yang di atas mereka, memuja segala yang dimiliki sebagai umat yang miskin tercermin pada kehidupan Nabi Musa pada masa Fir’aun.

Manusia pilihan yang dirahmati tuhan dengan diampuni segala dosanya yang telah dilakukan dan akan dilakukannya di masa yang akan datang dan diberikan berbagai keistimewaan, u’thitu jawami al-kalam (artinya bahwa Tuhan memberikan pada mereka kemampuan untuk menyampaikan tema-tema seluas dunia dalam wadah kata-kata yang singkat), sebagai manusia, dinamakan seorang Nabi atau Rasul. Sebagai manusia yang berpedoman pada agama semitik maka sudah seharusnya ia mengimani manusia pilihan Tuhan tersebut. Manusia yang membawakan kasih sayang bagi umat manusia dimana hati mereka telah kusam dan kaku pada aturan yang membuat mereka menjadi Clumsy, susah untuk bergerak dan menerima aturan yang lebih baik, maka diutuslah Isa pada masa itu, yang mendekati umatnya dengan penuh kasih sayang.

Muhammad SAW, seperti yang banyak diyakini oleh umat Islam, merupakan Nabi terakhir, lebih tepatnya penerus Nabi sebelumnya, membawa karunia Tuhan dengan membawakan kabar baik dan buruk untuk semua umat manusia yang sebelumnya sama sekali buta akan pengetahuan dan mengagungkan kehidupan duniawi, tanpa budaya dan tatanan kehidupan bermasyarakat yang antah berantah. Ia diutus Tuhan bah penyejuk di bawah terik mentari yang membara membakar kulit yang kian usang dan kusam entah seperti apa bentuk dan rupanya pada masa itu pada masyarakat yang kita kenal Jahiliyah.

Kehidupan Muhammad yang sampai saat ini menjadi perbincangan hangat umat manusia, bahkan salah satu media menyebutkan beliau adalah anak manusia yang paling sukses di dunia walaupun beliau telah tiada ribuan tahun lalu. Beliau merupakan orang yang banyak dijadikan suri tauladan, setiap sudut dan sendi kehidupannya tak lepas dari perbincangan manusia yang memiliki keterbatasan pada pola pikirnya, memiliki kelemahan dalam menyimpulkan, sehingga tak heran jika pada saat ini banyak perbedaan dalam penerjemahan siapa dan seperti apa beliau, oleh umatnya Beliau diletakkan di kursi yang istimewa sampai untuk menggambarkan rupanya saja dapat dijadikan tindakkan pidana, dimana umat manusia terdapat kekhawatiran akan terjadinya pengakuan Nabi oleh manusia lain yang di mata mereka tidak mampu memepertanggungjawabkan perbuatan mereka.

Pada dasarnya jika kita mengimani Nabi dan Rasul maka sudah seharusnya kita menjadi umat yang merasa lemah dan menghargai setiap orang dengan cara memberikan kebebasan orang lain untuk memilih apa yang mereka yakini benar, karena disebutkan dalam buku Sirah Sang Nabi bahwa “umat ini tidak akan mencapai kesuciannya selama belum bisa mengembalikan hak orang yang lemah dari tangan yang kuat dengan kata yang tidak terpatah-patah”.

Sumber image: google.co.uk

BAGIKAN
Berita sebelumyaGumulan Lornie
Berita berikutnyaBlitar Waspada Terorisme