Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai

Login & Kirim Warta



Kolom Pewarta
Kriteria Calon Presiden Masa Depan (142/.....
20/05/2012 | Muhammad Haries

KOPI - Seperti yang kita ketahui pemilu capres dan cawapres semakin waktu semakin dekat. Seluruh ele [ ... ]



Yang Terpinggirkan
Penertiban PETI di Tanah Bumbu; Iya Kand.....
22/04/2012 | Imi Suryaputera

Sangat keterlaluan saya kira bila pengawasan terhadap aktivitas pertambangan batubara ataupun jenis  [ ... ]


Foto Pewarta
Pengecekan KWHPesan Kesehatan Lifebuoy
Gelora Sepeda
TelkomVision Gandeng Kemensos Gelar INDO.....
21/05/2012 | Yeni Herliani
article thumbnail

KOPI - TelkomVision dalam usianya yang ke-15 kian menunjukkan komitmen dan kepeduliannya terhadap masyarakat dengan memberikan kualitas produk yang baik, kemudahan layanan, dan kepedulian terhadap k [ ... ]



  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
Statistik
Anggota : 5033
Isi : 8259
Content View Hits : 1863749
mod_vvisit_counterPengunjung Hari ini112
mod_vvisit_counterPengunjung Kemarin4310

Warga Online : 54
IP Kamu : 38.107.179.217
Pewarta Online













Inspirasi Serba-Serbi 8 Strategi Jitu Mengatasi Kebosanan
Pemberitahuan: Bagi Peserta Lomba Lomba Menulis Artikel Tingkat Nasional tentang RI-Maroko yang belum mendapatkan kiriman Piagamnya hingga saat ini, mohon beritahukan ke Panitia melalui SMS/Call ke 081371051875 (Mbak Wina), PPWI akan mengirimkan soft-copy Piagam dimaksud melalui email yang bersangkutan. Untuk itu, kirim SMS ke nomor HP 081371051875 dengan format: NAMA LENGKAP spasi (NOMOR ARTIKEL) spasi ALAMAT EMAIL. Contoh: ALVIN TRI DANDY (598/S) noirescence@yahoo.com. Mohon segera dan beritahukan kepada rekan lainnya yang belum mendapatkan paigamnya juga. Terima kasih.

8 Strategi Jitu Mengatasi Kebosanan

KOPI, Setiap individu pasti pernah mengalami kebosanan. Jenuh, bosan, malas dan muak bisa terjadi kepada siapaun juga. Kebosanan yang terjadi oleh beberapa aspek seperti timbulnya kebosanan dalam sebuah pekerjaan, sekolah, bahkan kebosanan dalam perkawinan.

Biasanya tanda-tanda bosan bisa lirasakan dengan adanya kelelahan, miskinnya keativitas, hilangnya minat atau ketertarikkan yang dahulu di sukai dan sekarang tidak diminati sedikitpun, bahkan timbulnya kemalasan yang bisa mengalahkan keingianan dalam diri, lesu, malas dan apapun bentuk perasaan saat itu tidak mencerminkan perubahan pada diri terlihat stress dan depresi. Dalam dunia kerja, kebosanan terhadap suatu pekerjaan merupakan hal yang sangat penting sekali untuk di perhatikan dan di tindak lanjuti dengan baik, mengingat apabila hal ini di biarkan saja maka akan berdampak buruk pada kinerja dan prestasi kerja.

Kebosanan ini tidak hanya bisa menginggapi karyawan menengah kebawah, bahkan akan cepat mempengaruhi pekerja tingkat atas, seperti Manager, Direktur atau sejenisnya. Agar rasa bosan ini tidak mewabah cari apa penyebabnya, dan temui solusinya dengan (delapan) 8 Cara Jitu Mengatasi Jenuh:

1. Niat
Lecut hati anda dengan Niat yang dulu pernah anda pertahankan, semuanya kembali kepada niat, jika landasan atau niat  untuk bekerja dan membantu masyarakat sebanyak mungkin, maka secara spontanitas anda tersadarkan, dan dengan niat itulah anda termotivasi untuk selalu bangkit dan bangkit.

2. Briefing Pagi
Briefing Pagi yang kita lakukan menciptakan energizing dalam suatu team, menciptakan komunikasi dua arah, membiasakan diri selalu terbuka dari hal-hal yang kecil sampai kehal yang besar, itu semuanya di siasati agar setelah briefing pagi bisa menanmkan semangat dan motivasi yang tinggi.


3. Suggestion System
Nuansa kerja yang kreatif mampu menggali ide-ide yang luar biasa, semuanya bisa tercipta dengan adanya support dari diri pribadi dan semua karyawan terhadap ide yang di tuangkan. Caranya dengan melalui sistim usulan-usulan yang berharga, sehingga apabila ada karyawan yang berprestasi maka dapat di berikan hadiah sesuai dengan prestasinya tadi.

4. Site-Tour
Ajaklah karyawan bagian keuangan untuk mengunjungi departemen produksi untuk memahami tugas-tugas di bagian produkisi, dengan tujuan agar karyawan tersebut dapat memahami tugas-tugas di bagian yang lain. Agar kerjasama antara yang satu dengan yang lain bisa berjalan dengan baik agar dapat menekankan kejenuhan yang terjadi saat bekerja.

5. Internal Trainer
Setiap kita bisa dikatakan sebagai trainer, itu terlihat adanya motivasi dalam diri sendiri. Beri kesempatan kepada karyawan yang lama dalam membagi pengalaman kepada yang baru, dengan tujuan agar karyawan yang baru bisa memetik semangat yang tinggi terhadap perjuangan karyawan yang lama, untuk belajar menyemangati diri pribadi. Jika ada karyawan baru yang niali prestasinya melebihi karyawan lama maka jangan segan jadikan ia sebagai internal trainer, hal ini akan membuat karyawan tersebut merasa di hargai dan di hormati, dengan cara itu maka ia akan bekerja dengan sungguh-sungguh dan mengajak semua yang ada dalam satu perusahaan itu untuk mengikuti semangatnya untuk raih prestasi

6.  Kontes Produktivitas
Ransang karyawan untuk berlomba-lomba berkreasi untuk meningkatkan produktivitas perusahaan/lembaga.

7. Musik
Bila memungkinkan, putar musik-musik intrumen dilingkungan kerja. Musik ini dapat mengatifkan otak kanan (imajinasi dan kreatifitas), musik juga berfungsi untuk relaksasi otak dari rutinitas dan kebosanan. Jangan sampai pilih musik ayang akan di putar, musik yang terbaik adalah musik tanpa narasi.


8. Motivasional Session
Tentukan jadwal motifasi pertiap minggu dengan tujuan mengatasi kebosanan, seperti adanya jadwal rihlah bareng, nyanyi bareng, nonton bareng yang menimbulkan semangat yang di petik dari film tersebut, makan bareng.

Semoga  8 cara  untuk  mengatasi kejenuhan dalam bekerja bisa kita praktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Semoga Bermanfaat!

(dari berbagai sumber)

Comments
Add New
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
 

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."


Artikel Lainnya: