Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
Silahkan Login & Kirim Warta

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?
Pewarta Online

Yang Terpinggirkan
Gaji Pensiun yang belum Terealisasi Juga.....
21/02/2013 | Husaeni Mabruri

KOPI - Mimpi manis untuk masa depan gaji pegawai pensiunan sipil hidupnya belum dirasakan oleh Bpk. [ ... ]


Gelora Sepeda
“Nongkrong di Haus Berbonus” Raih MU.....
30/06/2013 | Arifin

KOPI - PT ABC President Indonesia menggelar serangkaian kegiatan “Nongkrong di Haus Berbonus”, Minggu pagi (30/6) di Plaza Utara Senayan, Jakarta. Event tersebut diselenggarakan serentak di tiga K [ ... ]



Polling Warga
Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
 

Inspirasi Sosial & Budaya Kartu Nama untuk Sahabat-sahabat dari Turki
Redaksi Koran Online Pewarta Indonesia (KOPI) bersama segenap pengurus dan anggota PPWI se-Indonesia menyampaikan Selamat Menjalankan Ibadah Puasa di bulan Ramadhan 1435 H, kepada seluruh umat Muslim dan Muslimat sebangsa dan setanah air dan di seluruh dunia. Semoga senantiasa dilimpahkan rahmat dan pahala yang berlimpah di bulan suci penuh rahmat ini bagi setiap anak negeri di segenap penjuru nusantara... Amin...

Kartu Nama untuk Sahabat-sahabat dari Turki

KOPI, JAKARTA - Persahabatan itu memang penting bagi kita semuanya. Dengan persahabatan dapat terjalin ikatan emosional antara Kita dengan orang lain. Bila kita bertemu dengan seseorang alangkah baiknya bila Kita berkenalan dan saling bertukar kartu nama. Beberapa waktu yang lalu, ketika Saya (Rachmad Yuliadi Nasir) menghadiri acara Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 1434 H, dimana Saya hadir dalam kegiatan berskala internasional di Jakarta ini, yaitu Konferensi Internasional Nabi Muhammad SAW dalam Literatur & puisi Persia dan Melayu pada tanggal 18-19 Februari 2013 atau tanggal 8-9 Rabiul Akhir 1434 H.

Di sana ketika itu Saya bertemu banyak sekali tamu-tamu dari Dalam Negeri dan tamu dari Luar Negeri seperti dari Iran, Turki, Afganistan, Malaysia, Pakistan. Mereka tentu saja senang bertemu dengan saudara dari Indonesia karena bagi Mereka Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk Islam terbesar di dunia.

Sudah seharusnya dipikirkan kembali Bahasa Indonesia digunakan sebagai bahasa resmi utama negara-negara OKI (negara-negara Islam yang tergabung dalam Organisasi Konferensi Islam dunia) di samping Bahasa Arab karena pengguna Bahasa Indonesia sebesar 240 Juta orang.

Negara OKI atau Organisasi Kerja Sama Islam (dahulu Organisasi Konferensi Islam) sekarang terdiri atas 57 negara dan berpusat di Jeddah, Arab Saudi. Salah satu sahabat Saya yang berasal dari negara Malaysia mengatakan bahwa Bahasa Indonesia itu lebih baik dari Bahasa Melayu dan mudah dipelajari dan dihayati dan sudah sepantasnya digunakan sebagai Bahasa Internasional baik di lingkungan negara-negara OKI dan di forum-forum resmi PBB.

Pada hari kedua Konferensi Internasional Nabi Muhammad SAW dalam Literatur & puisi Persia dan Melayu pada tanggal 19 Februari 2013. Saya bertemu dengan sahabat-sahabat dari Negara Turki.

Hal ini tentu saja menyenangkan karena Kakek Rachmad berasal dari kerajaan Turki Usmani (Tengku H.Muhammad Abu Djuned bin Tengku H. Abdul Aziz) cucu dari Tengku DI Bitay, salah satu kerajaan yang terbesar di dunia pada masa abad pertengahan sampai dihapuskan Kekhalifan Turki Usmani pada tahun 1924.

Setelah makan siang dan mau istirahat, Saya berjalan ke arah jalan disisi parkiran ada beberapa mobil kedutaan Besar Asing. Dari benderanya dapat diketahui ini adalah mobil Kedubes Iran CD-45-01, Mereka membawa beberapa mobil sedan. Disamping itu ada juga mobil berbendera Turki, CD-48-01. Wah berarti Duta Besar Turki datang juga ke acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1434 H.

Sebelum acara sesi selanjutnya dimulai, Saya mencari dimana rombongan kedutaan Besar Turki berada. Mereka rupanya berada di sisi kiri tempat acara sedangkan Saya disisi kanan. Setelah melihat dengan teliti, benar ada Duta Besar Turki sedang berbicara dengan orang Turki lainnya.

Saya mendekati rombongan ini dan berkata denga salah satu penerjemahannya dan saling berkenalan dan memberi sebuah kartu nama. Duta Besar Turki bangkit dari kursinya dan mau berjalan keluar ruangan. Rachmad menghampirinya dan berkenalan bahwa Saya adalah keturunan dari Turki karena kakek Saya berasal dari kerajaan Turki Usmani dan memberi sebuah kartu nama untuk sang Duta besar.

Saya menjelaskan pula bahwa hari itu di awal bulan Desember 2012 pernah datang ke kedutaan Besar Turki di Kuningan dan bertemu dengan Mr.Ersin salah satu staff di bidang budaya Turki. Saat itu Mr.Ersin belum datang, lagi dalam perjalanan ke tempat acara.

Saya kembali lagi ke tempat duduk dan berkenalan dengan dua orang Turki lainnya dan memberi masing-masing satu kartu nama. Setelah berbicara sejenak mereka pindah ke kursi depan barisan tengah. Masih ada 3 orang Turki lainnya, berhubung acara sudah dimulai maka perbincangan Saya dengan sahabat-sahabat Turki ini terhenti sejenak untuk mengikuti acara selanjutnya.

Sang Duta Besar Turki Mr.Zekeriya Akcam menyampaikan sambutannya. Beliau berkata bahwa undangan yang datang dari panitia sangat mendadak dan baru semalam dipersiapkan para penyair dari Turki untuk tampil para acara konferensi Internasional Nabi Muhammad SAW dalam Literatur & puisi Persia dan Melayu.

Ketika sang Duta Besar Turki selesai menyampaikan sambutannya, Mr.Ersin staf kebudayaan Kedutaan Besar Turki datang. Beliau duduk di kursi paling belakang bersama Duta Besar Turki dan berbicara bersama dalam Bahasa Turki dan keduanya melihat kearah Saya yang duduk disisi kiri kursi paling ujung lebih kurang 3 meter jaraknya.

Pada akhir acara, baru penyair dari Negara Turki tampil membacakan syair dan salawat Nabi Muhammad SAW dan disambut meriah oleh seluruh hadirin. Akhirnya acara selesai, Saya menemui Mr.Ersin, ” Hallo, apa khabar, baru tiba,” ujar Saya. ” Khabar baik, terima kasih sudah bergabung bersama Saya di facebook,” ujar Mr.Ersin.

Kemudian Mr.Ersin berkata kepada para orang-orang Turki lainnya dalam Bahasa Turki sambil serius menatap kearah Saya. Sahabat-sahabat Turki lainnya bergembira mendengar penuturan Mr.Ersin terkait diri Saya.

Mereka berkata,”Jadi kakek kamu berasal dari Turki Usmani,” Saya menyerahkan kartu nama untuk masing-masing dari mereka, ” Terima kasih banyak Rachmad, sampai jumpa lagi,” kata Orang-orang Turki itu.

Sampai bertemu lagi Kita bersama di lain kesempatan, pada waktu masa kedepan Kita bisa bersama-sama berkunjung ke Aceh menuju makam keturunan Tengku DI Bitay.


Artikel Lainnya:
Artikel Lainnya:

 

Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.