Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
LOGIN & KIRIM WARTA

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?
PEWARTA ONLINE
None

GELORA SEPEDAJatuh Bangun Nadine Go wes Bersepeda den.....
20/06/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Jakarta – Aktris Nadine Chandrawinata menyukai olahraga seperti  Renang, Menyelam, Senam serta olahraga baru yang kini Ia geluti yakni bersepeda. Ditemui di acara Polygon Follow Your Own P [ ... ]



POLLING WARGA
Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
 

Pameran Seni “Run For Manhattan” by Made Wianata Digelar 24 November hingga 8 Desember 2017

KOPI, Jakarta - Ciptadana Art Program kembali digelar dengan tujuan untuk berbagi dengan klien, dengan mengapresiasi seni kontemporer unik Indonesia. Tahun ini, Ciptadana menghadirkan salah satu seniman inspiratif Indonesia, Made Wianta lewat pameran seni bertajuk “Run for Manhattan”.

 

Lewat karyanya, Wianta mengajak para penikmat seni untuk turut hanyut dalam permainan kata-kata sekaligus mantra misterius.  Seni, sebagaimana sihir simpatik, bekerja dengan menarik garis penghubung antara berbagai titik yang sebelumnya tak terlihat.

Pembukaan Pameran Seni “Run For Manhattan” digelar Kamis, 23 November 2017, di Ciptadana Center, Lantai 5 - Plaza Asia Office Park, Jl. Jend. Sudirman, Jakarta Selatan. Dalam “Run for Manhattan” yang digelar hingga 8 Desember 2017, Wianta merangkul seluruh periode karya kreatifnya dan memamerkan jangkauan bakat dan visi artistiknya yang sangat luas.

”Run for Manhattan” yang merupakan bagian dari Ciptadana Art Program merupakan bentuk dari pemikiran, gagasan, dan impian Made Wianta. Tahun ini merupakan tahun ke-350 dari Perjanjian Breda, dan seniman cenayang Made Wianta memutuskan untuk merayakan event ini dengan keajaiban visual.

Perjanjian ini, yang disepakati pada tahun 1667, mengakhiri sengketa jangka panjang antara Belanda dan Inggris seputar Pulau Run, satu-satunya bagian dari Kepulauan Rempah-Rempah legendaris yang tidak dikuasai oleh Belanda. Dalam Perjanjian tersebut, Inggris menukar Pulau Run di Laut Banda dengan Pulau Manhattan di Pantai Timur Amerika Utara.

Bagi Wianta, keseluruhan transaksi ini ibarat lelucon kosmik surealis, karena Manhattan selalu merupakan fokus yang luar biasa penting untuk kekayaan dan kekuasaan, sedangkan Run, yang pernah menjadi kepingan berharga dalam permainan poker raksasa internasional, hanyalah sebuah kolam kecil yang ditinggalkan dan dilupakan.

Wianta pecinta permainan kata-kata, dan judul dari pameran baru yang disponsori oleh Ciptadana, "Run for Manhattan", merupakan sebuah permainan kata-kata sekaligus mantra misterius, seni, sebagaimana sihir simpatik, bekerja dengan menarik garis penghubung antara berbagai titik yang sebelumnya tak terlihat.

Namun pameran ini lebih dari sekadar pernyataan getir tentang absurditas politik kekuasaan internasional dalam realita Semesta yang kita huni dan sekaligus eksis dalam diri kita. "Run for Manhattan" merangkul seluruh periode karya kreatif Wianta, memamerkan jangkauan bakat dan visi artistiknya yang sangat luas.

Penuh gairah, multi-dimensional, dan tak terbendung, seniman Bali Made Wianta pertama kali menembus blantika seni kontemporer Indonesia pada dekade 1970-an di Yogyakarta. Memiliki sosok mengagumkan dan energik dengan rambut keriting, senyum lebar, dan karya yang subur, ia dengan cepat mengukuhkan reputasinya sebagai kekuatan kreatif besar.

Meskipun ia mempelajari seni lukis Bali tradisional, kekagumannya terhadap seni modern dan western mendorongnya hingga pada tahun 1975 iapun pergi ke Eropa, dan menyaksikan sendiri kekayaan ragam gaya seni Eropa. Dia menyerap pelajaran tentang Surealisme dan mengembangkan surealisme versinya sendiri, yang merefleksikan sendiri, dan menggabungkan penampakan imajiner dengan sensibilitas etnis.

Dengan mempertahankan sejumlah elemen lukisan tradisional Bali, Wianta menciptakan ruang piktorial baru yang sama sekali berbeda dari fitur figuratif lukisan tradisional Bali. Dia sangat dikenal dengan penggunaan tematis dari ekspresi geometris, yaitu menggunakan dan memanipulasi berbagai bentuk untuk mengekspresikan pandangannya tentang masyarakat.

Fleksibilitasnya sebagai seorang seniman sangat mengagumkan. Selain melukis, iapun terlibat aktif dalam seni batik, teater, tari, musik, puisi dan kaligrafi. Dan kesemuanya itu memengaruhi pendekatannya pada setiap karya seninya.

Wianta mengklasifikasikan lukisannya ke dalam berbagai periode, antara lain: Periode Karangasem: Periode Titik, Periode Segi Empat, Periode Segi Tiga: Periode Perakitan: Periode Kaligrafi, Periode Kalender, dan Periode Media Campuran

Bagi Wianta, waktu merupakan esensi, "Yang penting bagi saya adalah waktu, waktu yang saya jalani sejak lahir, yang saya jalani saat ini, dan di masa depan, waktu yang saya jalani untuk hidup. Beberapa atribut dari diri saya pada akhirnya akan tetap berbentuk lukisan atau karya seni yang akan berkomunikasi dengan orang lain," ungkap Wianta.

Kemampuan Made Wanta untuk menciptakan kosa kata visual yang unik, dengan gaya Balinya sendiri serta gaya modern, memungkinkan pirsawan dari seluruh dunia untuk berbagi bahasanya yang universal

“Run for Manhattan", yang disajikan sebagai bagian dari Ciptadana Art Program, memberikan peluang unik kepada pecinta seni di Indonesia untuk berbagi pemikiran, gagasan, dan impian Made Wianta.

Pameran ini dibuka untuk disaksikan publik dari Jumat 24 November hingga Jumat 8 Desember, dari jam 9 pagi hingga 5 sore, di Ciptadana Art Space di Ciptadana Center lantai 5.

Tentang Ciptadana Art Program

Ciptadana Art Program hadir guna mempromosikan dialog mendalam antara komunitas bisnis dan dunia seni yang dinamis di Indonesia. Ciptadana percaya akan terciptanya hasil yang positif jika pelaku bisnis secara aktif terlibat dengan seniman dalam mengapresiasi budaya, dan seni.

Hal tersebut tentunya dapat memberikan inspirasi, wawasan, dan sinergi antar kedua belah pihak. Melalui kerja sama dengan seniman ternama dalam memberikan apresiasi terhadap karya seni yang memukau, Ciptadana mencoba memberikan perspektif baru dalam melihat dan berinteraksi dengan para pemangku kepentingan lingkungan bisnis dan juga semerta-merta untuk lebih meningkatkan citra perusahaan.

Program ini pertama kali diinisiasikan oleh Emmo Italiaander, creative director yang juga merupakan kurator dan produser acara ini selama 7 tahun. Tujuan utama dari Ciptadana Art Program adalah memperkenalkan karya seni yang indah dan menyegarkan namun menginspirasi dan mendidik.

Ciptadana Art Program merupakan acara tahunan, dimana seniman atau sekelompok seniman dibawah arahan kurator melaksanakan pameran tunggal maupun kelompok di Clptadana Art Space, lantai 5 Gedung Ciptadana.

Program ini meliputi pameran yang berlangsung selama dua minggu: meet the artist' talk bersama seniman, dan satu hari penuh media tour dengan seniman yang karyanya sedang ditampilkan. Sebuah kelender seni yang menampilkan 12 karya terbaik yang tengah ditampilkan di Pameran akan didistribusikan pada saat pembukaan acara.

Berikut adalah nama-nama para seniman yang telah berpartisipasi dalam pameran di Ciptadana Art tahun-tahun sebelumnya;

- 2011/2012: Hanafi (pameran solo)

- 2012/2013: Sunaryo (pameran solo)

- 2013/2014: Pande Ketut Taman (pameran solo)

- 2014/2015: Filippo Sciascia (pameran solo)

- 2015/2016: Ichwan Noor, Anusapati, Hedi Haryanto, A. Simatupang, T. Supriyono (pameran kelompok)

- 2016/2017: Made Wianta (Calendar only)

- 2017/2018: Made Wianta (pameran solo)

 

Sumber: Ciptadana

http://www.ciptadana.com/

https://www.facebook.com/made.wianta.bali/

 

 

 

 

 


Artikel Lainnya:

 

Cucu Pahlawan Nasional Bra Koosmariam Tersiram Air Panas oleh Pramugari Garuda
Minggu, 15 April 2018

KOPI, Jakarta – Cucu pahlawan nasional Pakubuwono X yakni B.R.A Koosmariam Djatikusumo (69) mengalami cacat payudara akibat tersiram air panas di kabin pesawat oleh oknum pramugari. Insiden terjadi saat penerbangan dari Bandara Soekarno Hatta menuju Banyuwangi pada 29 Desember 2017 lalu. Saat itu, pramugari Garuda sedang melayani para penumpang atau serving. Tak disangka, teh panas tumpah dan mengenai tubuh korban. Cucu pahlawan nasional... Baca selengkapnya...

Wartawan Dimeja-hijaukan, Dewan Pers Mutlak Dibubarkan
Sabtu, 14 April 2018

KOPI, Jakarta – Ketua Umum PPWI Nasional, Wilson Lalengke, S.Pd, M.Sc, MA kembali bersuara keras atas tindakan kriminalisasi terhadap wartawan yang terjadi di berbagai wilayah di Indonesia. Kali ini, Wilson merasa sangat prihatin atas perlakuan sewenang-wenang aparat kepolisian di Polda Sumatera Barat yang menyeret Ismail Novendra, pimpinan redaksi Koran Jejak News yang terbit di Padang, Sumatera Barat, ke meja hijau. Laporan terkini yang... Baca selengkapnya...

Ada Apa Dengan KPK ? Tak Berani Mengusut Kasus Izin Kehutanan Melibatkan Zulkifli Hasan
Jumat, 13 April 2018

KOPI, Jakarta - Keterlibatan mantan Mentri Kehutanan Zulkifli Hasan memberikan izin pembebasan lahan hutan di Propinsi Riau dan Banten. Hampir semua kasus korupsi alih fungsi lahan berawal dari keputusan menteri yang berwenang dan saat itu Zulkifli Hasan sebagai Menteri Kehutanan melalui SK No. 673/ 2014 menyetujui alih lahan sebesar 30.000 ha yang berujung pada pemberian suap oleh mantan Gubernur Annas Makmun . Dalam persidangan terdakwa... Baca selengkapnya...

Erasmus Huis Hadirkan Konser Alexander Ullman di Jakarta
Kamis, 12 April 2018

KOPI, Jakarta – Lembaga Kebudayaan Belanda, Erasmus Huis, mengadakan acara konser tunggal menghadirkan Alexander Ullman, bertempat di The Erasmus Huis, Kedubes Belanda, Jl. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu, 11 April 2018. Alexander Ullman adalah pemenang pertama Franz Liszt Piano Competition ke-11 yang berlangsung di Utrecht, Belanda, tahun 2017 lalu. Tidak kurang dari 300 penonton menyaksikan konser anak muda berkebangsaan Inggris... Baca selengkapnya...

Mendes PDTT Eko Putro Ingatkan Kades Tak Selewengkan Dana Desa , Telpon Satgas Bila Ada Kendala
Kamis, 12 April 2018

KOPI, Jakarta – Masa pemerintahan Presiden Joko Widodo dengan Jusuf Kalla, Selama Tiga tahun ini dana desa mampu membangun lebih dari 121.000 kilometer jalan desa. Ini belum pernah ada dalam sejarah Indonesia. Desa mampu membangun 1.960 kilometer jembatan, tambatan perahu, embung air (sumur resapan air), sarana olahraga, irigasi, serta Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro... Baca selengkapnya...

Inilah Puisi “Ibu Indonesia” Dibacakan oleh Sukmawati Bikin Heboh Umat Islam
Sabtu, 07 April 2018

KOPI, Jakarta - Putri Presiden pertama Indonesia Soekarno yakni Sukmawati Soekarnoputri membacakan puisi berjudul “Ibu Indonesia” di acara Pagelaran peragaan busana “Anne Avantie Berkarya di Indonesia Fashion Week ke 29” bertempat di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Selatan, pada Kamis, 29 Maret 2018. Ibu Indonesia Aku tak tahu Syariat Islam Yang kutahu sari konde ibu Indonesia sangatlah indah Lebih cantik dari... Baca selengkapnya...

Ini Alasan Kenapa Jual Pulsa Itu Menguntungkan
Sabtu, 31 Maret 2018

Sumber foto: suarapawan.com KOPI, Jakarta - Di antara semua kebutuhan hidup manusia zaman sekarang, pulsa adalah bagian dari sandang, pangan dan papan. Pulsa bukan lagi kebutuhan tersier, namun bagi beberapa orang sudah masuk ke dalam kebutuhan primer. Pasti sering nemuin kan, banyak orang yang rela tidak makan asal bisa beli pulsa. Kejadian seperti ini tidak hanya sekali atau dua kali saja terjadi pada pemilik ponsel. Terlebih para pengguna... Baca selengkapnya...

PENDIDIKANSMPN 1 Gisting Diduga Sarat Pungli dan P.....
19/04/2018 | Redaksi KOPI

KOPI, Tanggamus - Upaya pemerintah Republik Indonesia meningkatkan mutu pendidikan beberapa tahun ini selalu menjadi sektor skala prioritas. Terbukti, [ ... ]



EKONOMIRealisasi Program OBOR, Kemenperin Fokus.....
20/04/2018 | Yeni Muezza
article thumbnail

KOPI, JAKARTA -Indonesia dan China terus berupaya menguatkan kerja sama ekonomi yang komprehensif. Apalagi, kedua negara telah sepakat mengembangkan [ ... ]



HANKAMPanggung Persiapan Deklarasi Kemerdekaan.....
04/04/2018 | Wawan Setiawan
article thumbnail

KOPI, Abepura - Kapolres Jayapura Kota AKBP. Gustav R.Urbinas memimpin pelaksanakan pembongkaran panggung Panitia Persiapan Deklarasi Kemerdekaan N [ ... ]



OLAHRAGAViral Medsos Rekaman Video Paspampres Ha.....
25/02/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Jakarta – Sebenarnya kegiatan ini bukan kegiatan kenegaraan. Kegiatan tersebut seremonial menyaksikan pertandingan Final antar dua kubu grup [ ... ]



PARIWISATAAston Luncurkan Minuman Anyar “Cocore.....
27/03/2018 | Buddy Wirawan
article thumbnail

KOPI, Bandung – Trend “nongkrong” atau berkumpul sudah menjadi gaya hidup anak muda maupun dewasa saat ini, mulai dari makan dan minum hingga  [ ... ]



POLITIKPembangunan Berbasis Budaya - Cegah Koru.....
21/04/2018 | Wahyono Yono

KOPI, Jakarta - Bertempat di Galeri Cipta II Taman Ismail Marzuki Cikini Jakarta. Di gelar kegiatan diskusi SATU FORUM Jakarta -Sumatera Utara, Disku [ ... ]



OPINIMemperkuat Peran Tiga Pilar Utama Pendid.....
21/04/2018 | Harjoni Desky

“Pendidikan merupakan alat yang memiliki tenaga untuk mengubah dunia” ini salah satu mutiara terkait dengan pentingnya pendidikan. Dari kata muti [ ... ]



PROFILBrigjen Pol. Drs. H. Faisal Abdul Naser,.....
02/03/2018 | Rachmad Yuliadi Nasir

KOPI-Jakarta,Bila Kita perhatikan bahwa Bumi Aceh sangat subur sekali. Bahkan tanaman ganja tumbuh seperti rumput hijau di tanah. Bumi Aceh sangat sub [ ... ]



SOSIAL & BUDAYAMenaker M. Hanif Dhakiri : Angkatan Ke.....
12/04/2018 | Didi Rinaldo
article thumbnail

KOPI, Jakarta - Dalam acara Diskusi public ditaja oleh Forum Kebijakan Ketenagakerjaan (FKK) di Auditorium CSIS, Jakarta, Rabu (11/4/2018).
sebagai  [ ... ]



ROHANIGerakan Belajar dan Mengajar Al-Qur'an.....
04/04/2018 | Rachmad Yuliadi Nasir
article thumbnail

KOPI, Jakarta - Sebagai daerah yang menganut sistem syariat Islam maka daerah Aceh banyak sekali terdapat tempat-tempat pendidikan belajar Alquran. U [ ... ]



RESENSIHeboh Buku Fire and Furry Ungkap “ D.....
05/01/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Washington DC- Heboh buku Fire and Fury ungkap “Dapur Gedung Putih” Menjelang Pemilu Pilres Amerika Serikat . Dilansir dari The Guardian, R [ ... ]



CERPEN & CERBUNGKetika Gunung Juga Punya Cara.....
22/03/2016 | Anjrah Lelono Broto
article thumbnail

KOPI - Gunung memiliki cara sendiri untuk menunjukkan kediriannya. Gunung juga memiliki mulut dan lidah tersendiri untuk berbicara. Gunung adalah gunu [ ... ]



PUISIMenatap Rasa.....
07/06/2017 | Mas Ade

Masih di bulan Juni Angin mendatangi jendelaku Bisikkan rindu yang basah Oleh hujan bulan Mei Meski embun tetap nyenyak dalam tidurnya Mendekap s [ ... ]



CURAHAN HATIAnggota DPRD Riau Suhardiman Amby Di-OTT.....
09/04/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Pekanbaru – Operasi Tangkap Tangan (OTT) bukan milik Institusi KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) saja. Para istripun melakukan aksi serupa,  [ ... ]



SERBA-SERBIKonsul Amerika Serikat Tertarik Lingkun.....
12/04/2018 | Rachmad Yuliadi Nasir

KOPI-Jakarta, Kawasan lingkungan alam perlu dilestarikan. Apalagi kawasan lingkungan hidup seperti di Gunung Leuser merupakan paru-paru dunia. Pad [ ... ]



Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.