Basarang Balinya Kalimantan Tengah

0
28

Pewarta-Indonesia, Kuala Kapuas – Nuansa pulau Dewata Bali begitu terasa, saat menikmati ritual upacara adat yang digelar warga keturunan Bali di Kecamatan Basarang Kuala Kapuas, moment itu berlangsung pada 12 Agustus 2008 lalu saat komunitas warga Bali Basarang menggelar upacara Fitra Nyadnya atau yang populer disebut Ngaben.

Bagi Penganut Hindu Dharma Ngaben merupakan puncak Sakramen bagi roh-roh orang yang telah meninggal dunia  dengan pembakaran mayat-mayat, upacara Ngaben dilaksanakan di KM 9 Basarang tersebut bukan Cuma membutuhkan biaya besar tapi juga dengan persiapan yang cukup lama hingga dua bulan.

Basarang merupakan Kecamatan Di Kabupaten Kapuas  dan saat ini dipimpin oleh Bupatinya M. Mawardi daerah itu yang berbatasan dengan Kabupaten Pulang Pisau dan dihubungkan oleh jalur Trans Kalimantan, disana terdapat ribuan komunitas warga keturunan Bali, empat dari sembilan Desanya dihuni mayoritas warga keturunan Bali yaitu Desa Lunuk Ramba, Bunga Jaya, Basarang Jaya, serta Desa Batu Nindan dengan 500 lebih kepala keluarga . Komunitas ini sudah terbentuk puluhan tahun yang lalu berawal dari migrasi warga Nusa Penida Bali yang membuka lahan disana sekitar 1960-an saat daerah itu masih hutan belukar dan terpencil yang hanya dapat dijangkau lewat transportasi air.

Hindu Dharma di Basarang berkembang pesat terbukti dengan banyaknya pura atau tempat persembahan yang berdiri.

Ngaben yang digelar saat itu adalah yang ketiga kalinya, ini menggambarkan budaya Bali tumbuh pesat disana hingga Basarang sering mendapat julukan Bali-nya Kalimantan Tengah.

Seperti kehidupan masyarakat Bali, warga Basarang juga terbagi atas kelompok-kelompok tertentu atau yang lazim disebut ”Banjar” dan masing-masing memiliki Pura Persembahan selain Pura Jagad Nata yang merupakan pusat peribadatan komunitas warga yang terkenal tinggi semangat gotong royongnya ini.

Di Kecamatan ini selain warga keturunan Bali juga terdapat komunitas Jawa, Melayu Banjar dan tentunya warga lokal (Dayak) mereka hidup  rukun berdampingan dan menghormati satu sama lainnya walaupun terdiri dari latar belakang Suku, Budaya, dan Agama yang berbeda-beda sungguh suatu kehidupan kemasyarakatan yang menggambarkan ke Bhineka Tunggal Ika-an yang indah.

Daerah ini juga merupakan kawasan agropolitan, Kecamatan yang memiliki potensi peternakan sapi dan ayam potong yang sekarang menjadi komunitas unggulan, sedangkan untuk sektor perkebunan budidaya Nenas, salak, dan Cempedak berkembang begitu potensial, bahkan saat ini juga terdapat beberapa lokasi area perkebunan Kelapa sawit milik beberapa perusahaan.

Jika anda melakukan perjalanan jalur darat dari Banjarmasin menuju Palangka Raya ataupun sebaliknya maka anda akan melewati Kecamatan Basarang dengan berpaut jarak  kurang lebih 65 KM dari Banjarmasin dan kurang lebih 117 KM timur kota Palangka Raya ibukota Kalimantan Tengah,  mau lihat Bali-nya Kalteng kunjungi Basarang sebuah desa yang menggambarkan kemajemukan ragam kehidupan sosial budaya yang unik dan indah.(zul)**