Masa Kini dan Masa Mendatang

0
26

Pewarta-Indonesia, Suatu saat karena ingin kurusan sedikit, saya berpuasa selama beberapa hari. Tidak hanya itu, saya juga melakukan olah raga bersepeda bahkan threadmill. Akhirnya setelah 10 hari, saya akhiri dengan makan siang yang istimewa. Saya pesan makanan yang banyak. Terus makan yang banyak, ceritanya balas dendam he.. he.. he.. Nah ini adalah tipe manusia yang mencoba sengsara dahulu. Saya sengsara dulu untuk mencapai sebuah kenikmatan, yang enak sekali. Ini adalah tipe manusia yang sekarang sengsara, besok mau enak.

Tapi ada tipe sebaliknya. Sekarang mau enak, tidak peduli apapun, seperti mau ngedrug, mau pesta pora. Tidak mau memikirkan nanti, apakah nanti sengsara, uang habis, hutang di mana-mana, bayarnya bagaimana, yang penting sekarang senang. Ini adalah tipe orang hedonisme, yakni mau nikmat sekarang, tidak mau mempedulikan masa depannya.

Tapi ada tipe orang yang tidak mempedulikan keduanya, masa sekarang dan masa nanti. Ini adalah tipe orang-orang nihilisme. Orang yang tidak peduli apapun. Seperti yang diceritakan Pak Tanadi Santoso ada sebuah percobaan menarik yang melibatkan anjing. Anjing ini distrom. Ketika dia distrom dia melompat, maka stromnya tidak menyentuh badannya lagi. Dia normal, sembuh. Dia tidak merasa sakit. Lalu ada anjing lain yang diberi sabuk yang nyetrom. Jadi biarpun dia tetap melompat tetap kesetrom terus. Apapun dia lakukan tetap terstrom. Maka lama-lama anjing ini tidak peduli lagi. Distrom lagipun di masa mendatang, dia tidak akan bergerak. Dia malah tetap saja tidur. Karena dia merasa bergerak kemanapun percuma. Sedangkan anjing yang pertama, bila kena strom, dia akan berusaha melompat, melepaskan diri supaya tidak terstrom. Anjing yang kedua ini, demikian juga manusia, sudah tidak peduli lagi. Dia sudah frustasi. Dia tidak memikirkan masa sekarang dan masa depan. Semuanya tidak ada harapan sama sekali. Dia tidak peduli masa sekarang dan masa depan. Tentu hal ini tidak bagus.

Yang bagus adalah orang-orang yang berbahagia, yang bisa menyatukan masa sekarang dan masa depan. Dia tetap menikmati masa sekarang untuk menuju kebahagiaan di masa yang akan datang. Ini adalah tipe orang yang berbahagia (happiness). Seperti seorang pengajar. Dia senang dan menikmati kebahagiaan mengajar. Sekarang dia senang mengajar, nanti ketika gajian dia juga senang. Ngajarnya senang, gajian senang.

Beberapa pebisnis yang mencintai pekerjaannya, bekerja dengan giat, bukan karena dipaksa. Tapi memang karena dia menikmati kebahagiaannya dalam bekerja. Meski begitu dia juga mendapatkan kebahagiaan ketika mendapatkan kesuksesan ketika pekerjaannya berhasil. Ini adalah tipe orang yang paling baik. Coba sekarang renungkan, apakah segala tindakan anda menyenangkan sekarang dan menyenangkan masa depan. Ini yang seharusnya dilakukan. Atau justru sengsara, tidak enak dulu baru nanti enak kemudian. Ini berbahaya, karena ada sebuah tendensi. Orang seperti ini akan memaksa sekarang sengsara, untuk mencapai sesuatu yang enak kemudian. Tapi dia tidak bisa menikmati kenikmatan yang berkepanjangan yang terus menerus.

Dalam buku ‘Happier’, tipe orang yang terbaik adalah orang yang mampu merasakan kenikmatan sekarang ketika dia melakukan sekarang. Juga mengharapkan sebuah kenikmatan di masa mendatang. Maka marilah kita memilik aktivitas yang bisa menyenangkan baik di masa sekarang ataupun masa mendatang. Dikutip dari tulisan Direktur CGIS – Bpk. Sumiharso (Gifted Specialist-Assessment Consultant – Bandung)

Anda punya berita, artikel, foto, atau video? Publikasikan di sini
Kontak Redaksi di [email protected]