Museum Berperang dengan Zaman Milenium

0
18

Pewarta-Indonesia – Masih ada anggapan dari sebagian masyarakat bahwa museum adalah tempat menyimpan benda-benda yang sudah berusia tua (rongsokan), gelap dan kotor. Anggapan yang demikian tentu tidaklah benar, karena benda-benda yang tersimpan di museum pasti mempunyai nilai, yang berguna bagi kepentingan ilmu pengetahuan maupun kebudayaan.

Jika berpedoman terhadap definisi museum secara internasional yang telah disepakati dan dirumuskan bersama dalam konggres ICOM (The International Council Of Museum) tahun 1974 di Kopenhagen, maka definisi museum sebagai berikut.

Museum adalah sebuah lembaga (badan) yang tetap, tidak mencari keuntungan, melayani masyarakat, perkembangannya terbuka untuk umum, yang memperoleh, merawat, meneliti dan menyajikan, untuk kepentingan studi (pendidikan), kesenangan, barang-barang atau benda pembuktian material manusia dan lingkungannya.

Pengertian museum dipertegas dengan Peraturan Pemerintah No 19 tahun 1995 tentang pemeliharaan dan pemanfaatan Benda Cagar Budaya di Museum, sebagai berikut:

Museum adalah sebuah lembaga tempat menyimpan, perawatan, pengamanan dan pemanfaatan benda bukti materil hasil budaya manusia serta alam dan lingkungannya guna menunjang upaya perlindungan dan pelestarian kebudayaan bangsa.

Dengan berdasarkan definisi tersebut, jelas bahwa museum adalah institusi yang permanen, merawat dan mengelola koleksi secara sistematik, untuk keperluan budaya, pendidikan dan keilmuan, bersifat publik, bukan merupakan badan usaha yang diharapkan dapat mendatangkan keuntungan materi, melainkan sebagai suatu badan tetap yang bersifat sosial serta sebagai tempat pendidikan non formal dan sebagai salah satu obyek wisata. (sumber : Museum Negeri Provinsi Sumater Utara).

Pada masa era modern (mileniium) ini tentunya seluruh masyarakat berlomba untuk memiliki dan menciptakan berbagai teknologi yang sangat canggih yang tentunya bertolak belakang dengan benda-benda purbakala yang dianggap membosankan dan kuno.

Untuk mengantisipai hal ini tentunya dibutuhkan orang-orang yang memiliki kemampuan tinggi untuk mengelola Museum agar dapat bersaing dengan zaman teknologi. Hal ini dapat dilakukan dengan penataan museum yang modern dan dilengkapi dengan fasilitas yang canggih pula yang sangat memadai untuk menarik minat masyarakat terhadap museum.

Saya pernah berpikir, bagaimana kalau museum dilengkapi dengan teknologi Digital agar dapat bersaing dengan teknologi modern dan mampu mengikuti perkembangan zaman yang semakin canggih. Dapat kita lihat museum yang ada di negara-negara maju, bahwa pengemasan museum yang dilakukan sangat canggih dan bernuansa teknologi dan modern. Mau tidak mau kita juga harus dapat membuat hal yang sama demi terjaganya dan lestarinya benda budaya yang ada di Negara kita, tentunya ini dapat terwujud dengan adanya sumber daya manusia yang potesnial yang memiliki kesadaran/kecintaan terhadap sejarah budaya untuk mendukung untuk hal tersebut. (**)