Ngabuburit di Museum Prabu Geusan Ulun Pasca Gempa Tasikmalaya

0
28

Pewarta-Indonesia, Sesuatu hal yang menakjubkan ketika kekuatan Gempa 7,3SR yang bertitik di Tasikmalaya dengan kedalaman gempa 30km, pusaka-pusaka di Gedung Pusaka Museum Prabu Geusan Ulun Sumedang, tidak berjatuhan bahkan berubah posisi pun tidak. Padahal menurut salah seorang Petugas Museum Prabu Geusan Ulun yang mendamping PPWI (3/9), kemarin, benda-benda pusaka tersebut hanya ditempelkan di atas paku. Secara logika seharusnya pusaka-pusaka tersebut minimalnya harus berjatuhan.

Museum yang dikelola oleh Yayasan Pangeran Sumedang (YPS) ini semula merupakan Museum Keluarga yang berdiri tanggal 11 November 1973 dengan Nama Museum Yayasan Pangeran Sumedang. Enam buah gedung berada di Lokasi Museum Prabu Geusan Ulun. Keenam gedung tersebut memiliki nama dan fungsi masing-masing.

GEDUNG SRIMANGANTI (1706) kala itu berfungsi sebagai gedung tempat tinggal para dalem bupati berserta keluarganya.

GEDUNG BUMI KALER (1850), dibangun pada masa pemerintahan Bupati Pangeran Soeria Koesoemah Adinata/Pangeran Sugih yang memerintah Sumedang tahun 1836 – 1882. Gedung Bumi Kaler menjadi gedung Museum Prabu Geusan Ulun pada tahun 1982.

GEDUNG PUSAKA, sesuai namanya gedung ini memiliki fungsi sebagai tempat khusus menyimpan benda-benda pusaka peninggalan para leluhur Sumedang. Gedung ini dibangun karena Gedung Gendeng sebagai tempat menyimpan pusaka sudah penuh.

GEDUNG GENDENG (1850), Sebagai tempat menyimpan benda-benda pusaka dan senjata para leluhur didirikan pada masa pemerintahan Pangeran Soeria Koesoemah Adinata atau Pangeran Sugih.

GEDUNG GAMELAN (1973), dibangun oleh Pemda Sumedang atas sumbangan dari Gubernur DKI Jakarta Bapak Ali Sadikin, berfungsi untuk menyimpan Gamelan-Gamelan Pusaka.

GEDUNG KERETA (1990), fungsi gedung ini menyimpan replika kereta Naga Barong yang menggambarkan Kereta Naga Paksi.

Petugas Museum Prabu Geusan Ulun pun membantah tentang adanya rumor di masyarakat mengenai seringnya pusaka-pusaka yang berada di Museum tersebut melakukan hal-hal yang aneh.

“Saya, yang menjaga museum ini, jadi mengetahui betul tentang apa yang terjadi di dalam museum. Jadi, jika ingin mendapatkan keterangan mengenai apa yang terjadi di museum ini silakan kontak kami,” ujarnya.

Museum Prabu Geusan Ulun terletak di tengah kota Sumedang, hanya sekitar 50 hingga 100 meter sebelah selatan alun-alun Kota Sumedang, berdampingan dengan Gedung Pemerintahan Kabupaten Sumedang. Dalam perencanaan dimasa mendatang, Yayasan Pangeran Sumedang mendapat suntikan dana untuk membangun sebuah bangunan keraton. Dana yang diberikan sekitar Rp 10 M.

Pada saat PPWI berkunjung, ada beberapa wisatawan manca negara yang berkunjung ke museum ini. Sementara itu kunjungan lainnya menurut Petugas Museum adalah dari kunjungan para pelajar.