Prajurit TNI Gelar Reog Ponorogo dan Tari Kecak

0
25

Pewarta-Indonesia, Lebanon (8/10) – Prajurit TNI yang tergabung dalam Kontingen Garuda di Lebanon Selatan selain bertugas sebagai peace keeper (penjaga perdamaian) juga bertindak sebagai duta budaya dalam mempopulerkan kesenian daerah seperti Reog Ponorogo dan Tari Kecak. Demonstrasi digelar di Lapangan Garuda, Soekarno Base UN POSN 7-1, Adshit al Qusayr-Lebanon Selatan, Rabu (7/10) dalam rangka Indonesian Medal Parade (IMP) 2009, dimana prajurit TNI telah dianugerahkan medali PBB beberapa waktu lalu.

Demonstrasi masal yang dimainkan oleh para prajurit TNI yang sedang bertugas di Lebanon mendapatkan banyak pujian dari tamu dan undangan yang hadir, baik sipil maupun militer termasuk masyarakat setempat. Bertindak selaku koreografer tari dan sekaligus pelatih adalah Maulana Muhammad, seorang staf Kedutaan Besar RI di Beirut, yang telah melatih para anggota satgas selama lebih kurang dua minggu.

Kolaborasi antara Reog Ponorogo dan Tari Kecak ini dimaksudkan untuk menambah kolosalnya peragaan dihadapan para tamu dan undangan yang berasal dari berbagai negara kontingen dengan tetap tidak merubah cerita dan keaslian tari kecak itu sendiri. Meskipun disajikan secara singkat, prajurit-prajurit TNI tetap dapat memperagakan tokoh-tokoh utama dalam sendratari Ramayana tersebut dengan apik, seperti Rama, Shinta, Rahwana dan Hanuman.

Demikian halnya dengan Reog Ponorogo yang disertai dengan tampilan para Warok, semakin menambah semarak acara tersebut. Apalagi yel-yel yang dilontarkan ketika mereka meninggalkan lapangan dengan teriakan “homesick-homesick” semakin menambah semangat para prajurit TNI yang memang akan segera kembali ke tanah air, digantikan oleh satgas berikutnya.

Selain Reog Ponorogo dan Tari Kecak, Satgas TNI juga menampilkan peragaan karate secara masal yang dibawakan oleh gabungan anggota satgas. Mereka memperagakan gerakan dasar perorangan hingga kata beregu dan diakhiri demonstrasi pemecahan besi baja. Meskipun menampilkan peragaan karate, namun tampilan anggota Konga ini lebih menonjolkan seni beladiri yang indah diiringi musik Kitaro dengan background rampak Kendang dan Angklung yang semakin memancing decak kagum para penonton.