Tomas dan Toga Orientasi Pelayanan KIE

0
66

Pewarta-Indonesia, Dalam rangka meningkatkan pelayanan Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) terhadap program Keluarga Berencana (KB) dan Keluarga Sejahtera (KS) melalui jalur kegiatan informal di tengah–tengah masyarakat serta untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan tentang program KB Nasional yang saat ini juga sedang berjalan di Luwu Timur, maka ratusan tokoh agama (Toga) dan Toko Masyarakat (Tomas) di 11 kecamatan se-Luwu Timur mengikuti orientasi pelayanan advokasi, Komunikasi Informasi Edukasi program KB yang diselenggarakan oleh Badan KB dan Keluarga Sejahtera Kab. Luwu Timur, Rabu (11/6) di Gedung pertemuan masyarakat Mangkutana.

Kegiatan ini mendapat dukungan sepenuhnya dari Forum Komunikasi Umat Beragama Kabupaten Luwu Timur. Acara yang dibuka langsung oleh Bupati Luwu Timur, Andi Hatta Marakarma, ini diisi oleh beberapa materi yang berkaitan dengan program kesehatan dan Keluarga berencana. Yakni, kebijakan program KB di Kabupaten Luwu Timur, Strategi penanggulangan HIV/AIDS di Luwu Timur serta Reproduksi sehat dan pengetahuan kontrasepsi. Bupati Luwu Timur Andi Hatta, mengatakan mengharapkan agar program Keluarga Berencana di Luwu Timur bisa semakin baik, olehnya itu keterlibatan seluruh elemen utamanya tokoh agama dan tokoh masyarakat dalam upaya mendukung keberhasilan program KB tersebut.

“Cara-cara pemaksaan kepada warga untuk menjadi peserta KB seperti zaman dahulu sudah waktunya dihilangkan dan digantikan dengan cara yang lebih persuasif supaya program KB yang dijalankan dapat berhasil sehingga pada akhirnya masyarakat bisa lebih sejahter,“ katanya. Berkaitan dengan kegiatan orientasi yang dilaksanakan, Bupati berpesan agar kegiatan tersebut dapat memberi nilai tambah, dalam artian masyarakat dapat mengerti dan memahami program KB Nasional yang sedang berjalan sehingga dapat mensosialisasikannya kepada masyarakat, dengan demikian program KB ini berjalan dengan sukses yang dengan sendirinya angka kelahiran di Luwu Timur dapat ditekan.

 Sedangkan kepada tokoh masyarakat dan tokoh agama, Bupati meminta agar mereka bisa mengkritisi setiap program pemerintah yang sedang dilaksanakan termasuk program KB nasional yang sedang berjalan. “Masukan maupun kritikan kepada pemerintah merupakan salah satu bentuk kemitraan antara pemerintah dan masyarakat, dengan demikian tidak ada kesan bahwa pemerintah lebih utama dari masyarakat atau sebaliknya,“ jelas Hatta. (*)