Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
Silahkan Login & Kirim Warta

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?
Pewarta Online

 

Yang Terpinggirkan
Gaji Pensiun yang belum Terealisasi Juga.....
21/02/2013 | Husaeni Mabruri

KOPI - Mimpi manis untuk masa depan gaji pegawai pensiunan sipil hidupnya belum dirasakan oleh Bpk. [ ... ]


Gelora Sepeda
“Nongkrong di Haus Berbonus” Raih MU.....
30/06/2013 | Arifin

KOPI - PT ABC President Indonesia menggelar serangkaian kegiatan “Nongkrong di Haus Berbonus”, Minggu pagi (30/6) di Plaza Utara Senayan, Jakarta. Event tersebut diselenggarakan serentak di tiga K [ ... ]



Polling Warga
Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
 

Kolom Pewarta Imi Suryaputera “Ijazah Penting, Menguasai Ilmu Teramat Penting”
Redaksi Koran Online Pewarta Indonesia (KOPI) bersama segenap pengurus dan anggota PPWI se-Indonesia menyampaikan Selamat Menjalankan Ibadah Puasa di bulan Ramadhan 1435 H, kepada seluruh umat Muslim dan Muslimat sebangsa dan setanah air dan di seluruh dunia. Semoga senantiasa dilimpahkan rahmat dan pahala yang berlimpah di bulan suci penuh rahmat ini bagi setiap anak negeri di segenap penjuru nusantara... Amin...

“Ijazah Penting, Menguasai Ilmu Teramat Penting”

KOPI, Sebut saja namanya Sukma. Ia menduduki posisi sebagai Supervisor Quality Control di sebuah perusahaan tambang batubara yang cukup besar dan punya nama di Kalimantan.

Sukma sudah bekerja sejak perusahaan di bidang pertambangan itu mulai melakukan survey dan eksplorasi menjelang akhir tahun 1980-an. Siapa yang menyangka seorang Sukma yang hanya drop out SMP Kelas 1 (lulusan SD) itu bisa menduduki posisi sangat bagus dan strategis di perusahaan yang juga memperkerjakan tenaga kerja asing itu. Padahal posisi Sukma tersebut paling tidak dijabat oleh seorang lulusan Strata Satu bidang teknik.

Menurut Sukma yang berasal dari etnis Bugis ini, ia memutuskan berhenti sekolah dari SMP di sebuah kampung di bagian tenggara pula Kalimantan. Mencoba mengadu nasib dengan melamar ke perusahaan yang saat itu sedang banyak memerlukan tenaga kerja non skill. Alhasil ia diterima sebagai tenaga kerja kasar sebagai tukang tebas dan rintis semak belukar di lokasi yang akan dijadikan pertambangan. Pekerjaan ini ia jalani lebih dari 2 tahun sebelum kemudian dipindahkan sebagai tenaga penjaga dan pengisian air untuk truk tangki penyiram jalan di perusahaan itu. Pekerjaan inipun ia lakoni cukup lama hingga akhirnya ia dipindahkan ke Bagian Quality Control sebagai tenaga pengambil sampel batubara untuk keperluan penelitian di laboratorium perusahaan.

Di Bagian Quality Control inilah Sukma mempelajari seluk beluk dan ilmu mengenai batubara. Berkat kamauannya yang keras dan ulet serta disiplin tinggi, pihak perusahaan kemudian memberinya kesempatan untuk meningkatkan pengetahuannya ke beberapa lembaga di pulau Jawa, bahkan ke Australia. Seiring dengan makin meningkatnya pengetahuan Sukma terkait bidang pekerjaannya, ia pun meningkatkan pengetahuannya dalam berbahasa. Karena sudah menjadi kebiasaan di perusahaan tempatnya bekerja itu para karyawan sering berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris. Pelan tapi pasti perusahaan pun menaikkan jenjang posisi Sukma menjadi Leadhand, Foreman, hingga ke Supervisor.

Sukma yang cuma lulusan SD, seorang Supervisor yang membawahi para anak buah semua tingkat pendidikannya diatas Bos-nya, tak kurang terdapat pula para lulusan sarjana yang menjadi bawahan Sukma, sungguh luar biasa.

Ini cerita mengenai seorang Sukma yang sangat beruntung meski sempat mengenyam pendidikan formal seadanya. “Kesempatan saya untuk sekolah sudah tersita dengan bekerja. Maka di tempat kerja lah saya jadikan tempat menuntut ilmu dan meningkatkan pengetahuan. Menurut pendapat banyak orang, ijazah sangat lah penting, namun bagi saya menguasai ilmu itulah yang teramat penting,” ungkap Sukma.

 

Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.