Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
Silahkan Login & Kirim Warta

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?
Pewarta Online

Yang Terpinggirkan
Gaji Pensiun yang belum Terealisasi Juga.....
21/02/2013 | Husaeni Mabruri

KOPI - Mimpi manis untuk masa depan gaji pegawai pensiunan sipil hidupnya belum dirasakan oleh Bpk. [ ... ]


Gelora Sepeda
“Nongkrong di Haus Berbonus” Raih MU.....
30/06/2013 | Arifin

KOPI - PT ABC President Indonesia menggelar serangkaian kegiatan “Nongkrong di Haus Berbonus”, Minggu pagi (30/6) di Plaza Utara Senayan, Jakarta. Event tersebut diselenggarakan serentak di tiga K [ ... ]



Polling Warga
Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
 

Kolom Pewarta Imi Suryaputera Mari Mengenal dan Berbahasa Banjar (II)
Redaksi Koran Online Pewarta Indonesia (KOPI) bersama segenap pengurus dan anggota PPWI se-Indonesia menyampaikan Selamat Menjalankan Ibadah Puasa di bulan Ramadhan 1435 H, kepada seluruh umat Muslim dan Muslimat sebangsa dan setanah air dan di seluruh dunia. Semoga senantiasa dilimpahkan rahmat dan pahala yang berlimpah di bulan suci penuh rahmat ini bagi setiap anak negeri di segenap penjuru nusantara... Amin...

Mari Mengenal dan Berbahasa Banjar (II)

- Berhitung dalam Bahasa Banjar

KOPI, Berhitung dalam Bahasa Banjar juga terdiri dari 2 dialek. Untuk dialek Banjar Hulu berhitung adalah ; satu, dua, talu (tiga), ampat, lima, anam, pitung (tujuh), dalapan, sanga (sembilan), sapuluh, sawalas (sebelas), duawalas (duabelas), dan seterusnya, kemudian, duapuluh, duapuluh satu atau salikur, duapuluh dua, duapuluh talu, duapuluh ampat, salawi (duapuluh lima), dan seterusnya, talungpuluh (tigapuluh), patangpuluh (empatpuluh), pitungpuluh (tujuhpuluh), dan seterusnya, saratus, taluratus, patangratus, pitungratus, saribu, taluribu, pitungribu, sajuta, dan seterusnya.

 

Adapun berhitung dalam dialek Banjar Kuala, sama halnya dengan berhitung dalam penyebutan Bahasa Indonesia.

Contoh : (1) “Kami bagana di Banjarmasin ini sudah talu hari” (dialek Banjar Hulu) (2) “Kami bagana di Banjarmasin ini sudah tiga hari” (dialek Banjar Kuala) Artinya : Kami tinggal di Banjarmasin sudah tiga hari

(3) “Haraga salawar ini pitungpuluh ribu” (dialek Banjar Hulu) (4) “Haraga salawar ini tujuhpuluh ribu” (dialek Banjar Kuala) Artinya : Harga celana ini tujuhpuluh ribu

-Penyebutan jumlah Untuk penyebuatan jumlah suatu benda atau orang dalam Bahasa Banjar, baik dialek Banjar Hulu maupun Banjar Kuala hampir tak ada bedanya, yakni ; untuk jumlah orang menggunakan artikel “urang” dan “ikung”. Namun artikel “ikung” ini dapat juga dipergunakan untuk menyebut jumlah hewan atau binatang.

Contoh : “Ada barapa urang nang handak tulakan ?” Artinya : Ada berapa orang yang akan berangkat ?

“Haraga talu ikung hayam ini pitungpuluh lima ribu” Artinya : Harga tiga ekor ayam ini tujuhpuluh lima ribu.

Adapun untuk penyebutan jumlah benda lainnya menggunakan artikel ; “bungkus” (bila berupa bungkusan), “biji atau bigi” (berupa biji atau buah), “lambar” (jika bentuknya lembaran), selanjutnya melihat kepada bentuk benda yang akan disebut.

Contoh : “Tulung pang tukar akan nasi lima bungkus” Artinya : Tolong belikan nasi lima bungkus. “Barapa haraganya nyiur anum ini sabiji (sabigi) ?” Artinya : Berapa harga kelapa muda ini satu biji ?

“Abahku manukar akan baju gasan aku 2 lambar” Artinya : Ayahku membelikan baju untukku 2 helai.

-Kata kepunyaan (kepemilikan) Untuk menunjukkan atau mengungkapkan kepunyaan atau kepemilikan dalam Bahasa Banjar yakni dengan mencantumkan kata “ampun” yang berarti milik.

Contoh : ampunku atau ampun unda atau ampun ulun (milikku), ampun ikam atau ampun nyawa atau ampun pian (milikmu), ampunnya, ampun inya, atau ampun sidin (miliknya), ampun kita (milik kita), ampun bubuhannya (milik mereka).

Contoh kalimat : “Sapida mutur itu ampunku” Artinya : sepeda motor itu milikku.

“Ulun handak ba-ilang ka rumah sidin” Artinya : Saya mau bertamu ke rumahnya (sopan).

“Kamana ma-andak ampun bubuhannya tadi ?” Artinya : Kemana meletakkan milik mereka tadi ?

 

Nah, sampai disini dulu perjumpaan kita, akan disambung kembali pada tulisan berikutnya.

 

Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.