Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
Silahkan Login & Kirim Warta

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?
Pewarta Online

 

Yang Terpinggirkan
Gaji Pensiun yang belum Terealisasi Juga.....
21/02/2013 | Husaeni Mabruri

KOPI - Mimpi manis untuk masa depan gaji pegawai pensiunan sipil hidupnya belum dirasakan oleh Bpk. [ ... ]


Gelora Sepeda
“Nongkrong di Haus Berbonus” Raih MU.....
30/06/2013 | Arifin

KOPI - PT ABC President Indonesia menggelar serangkaian kegiatan “Nongkrong di Haus Berbonus”, Minggu pagi (30/6) di Plaza Utara Senayan, Jakarta. Event tersebut diselenggarakan serentak di tiga K [ ... ]



Polling Warga
Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
 

Kolom Pewarta Imi Suryaputera SMS dari Nomor 222 Telkomsel yang Menipu
Redaksi Koran Online Pewarta Indonesia (KOPI) bersama segenap pengurus dan anggota PPWI se-Indonesia menyampaikan Selamat Menjalankan Ibadah Puasa di bulan Ramadhan 1435 H, kepada seluruh umat Muslim dan Muslimat sebangsa dan setanah air dan di seluruh dunia. Semoga senantiasa dilimpahkan rahmat dan pahala yang berlimpah di bulan suci penuh rahmat ini bagi setiap anak negeri di segenap penjuru nusantara... Amin...

SMS dari Nomor 222 Telkomsel yang Menipu

KOPI, Sering saya mendapat SMS dari nomor 222 yang bunyinya, Selamat, Anda mendapatkan bonus Opr 1 sebesar 100 SMS. Utk Cek Bonus tekan *889#. Saya pun tiap kali sehabis mendapat bunyi SMS tersebut, mengecek sesuai petunjuk. Dan hasilnya setiap kali berbunyi, “Anda tidak memiliki account gratis”. Setahu saya nomor 222 tersebut berasal dari operator seluler Telkomsel, karena kartu SIM yang saya pergunakan adalah kartu Simpati dari Telkomsel.

Ini membuat saya jengkel tentunya. Apakah saya yang goblok, atau Telkomsel yang menipu saya ? Gobloknya saya dikarenakan mungkin saya terlalu berharap terhadap bonus yang diberitahukan itu, dan mau-maunya tetap menggunakan kartu SIM produk dari Telkomsel. Ibarat seorang pembeli, saya adalah raja. Karena saya mendapatkan kartu Simpati itu bukan hasil dari mencomot milik orang lain alias mencuri, saya membelinya, lalu kemudian saya pun selalu aktif mengisi pulsanya agar tetap dapat digunakan untuk berkomunikasi.

Memang yang saya alami ini merupakan hal kecil, jika diuangkan pun nilainya tak seberapa. Tapi berapa banyak pengguna dan pelanggan Telkomsel yang diperlakukan sama seperti saya. Dan saya yakin mereka sama pula seperti saya, kecewa, dan merasa ditipu.

Keluhan saya ini saya pikir sah-sah saja. Mungkin bagi orang lain paling-paling bilang, “gitu aja kok repot, pakai aja kartu selain produk Telkomsel.” Atau “pindah saja ke layanan seluler produk lain.” Namun bila kita mau berpikir sejenak, 1 kali SMS gratis saat pulsa kita tak lagi bisa digunakan untuk menelpon seseorang, adalah sangat terasa sekali pentingnya.

 

Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.