Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
Silahkan Login & Kirim Warta

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?
Pewarta Online

Yang Terpinggirkan
Gaji Pensiun yang belum Terealisasi Juga.....
21/02/2013 | Husaeni Mabruri

KOPI - Mimpi manis untuk masa depan gaji pegawai pensiunan sipil hidupnya belum dirasakan oleh Bpk. [ ... ]


Gelora Sepeda
“Nongkrong di Haus Berbonus” Raih MU.....
30/06/2013 | Arifin

KOPI - PT ABC President Indonesia menggelar serangkaian kegiatan “Nongkrong di Haus Berbonus”, Minggu pagi (30/6) di Plaza Utara Senayan, Jakarta. Event tersebut diselenggarakan serentak di tiga K [ ... ]



Polling Warga
Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
 

Kolom Pewarta Imi Suryaputera Nunun, Nazarudin, Ruhut, Mereka Orang Hebat
Redaksi Koran Online Pewarta Indonesia (KOPI) bersama segenap pengurus dan anggota PPWI se-Indonesia menyampaikan Selamat Menjalankan Ibadah Puasa di bulan Ramadhan 1435 H, kepada seluruh umat Muslim dan Muslimat sebangsa dan setanah air dan di seluruh dunia. Semoga senantiasa dilimpahkan rahmat dan pahala yang berlimpah di bulan suci penuh rahmat ini bagi setiap anak negeri di segenap penjuru nusantara... Amin...

Nunun, Nazarudin, Ruhut, Mereka Orang Hebat

alt

Sering kali setelah meninggalkan rumah untuk pergi kerja kelupaan sesuatu yang saya perlukan. Ada-ada saja benda kecil yang kelupaan membawanya; notes, pulpen, korek api, rokok, kamera, bahkan dompet. Dan ini terjadi pada saya bukan karena saya mengidap penyakit lupa atau amnesia seperti kebanyakan para koruptor di negeri ini.

Saya heran terhadap Nunun Nurbaeti. Dia pasti manusia yang hebat sekali, meski mengidap penyakit lupa, tapi ia bisa pelesiran ke luar negeri. Sampai sekarang Nunun tak pulang-pulang seperti syair sebuah lagu dangdut “Bang Toyib”, yang nggak pulang-pulang. Tidak pulangnya Nunun ke tanah air tempat ia dia dilahirkan, kemungkinan adalah bagian dari penyakit lupanya juga (?)

Satu lagi, si Nazarudin. Kemungkinan ia pun terjangkit penyakit lupa pulang ke tanah airnya. Tapi hebatnya si Nazarudin ini, meski ia tak diketahui keberadaannya oleh orang-orang dekatnya, ia masih sempat-sempatnya menyebar pesan kemana-mana. Dan celakanya lagi mereka yang menerima pesan-pesan dari Nazarudin bisa percaya tanpa sempat berpikir apakah pesan-pesan itu benar-benar dari Nazarudin.

Yang lainnya lagi, Ruhut Sitompul. Si pemeran Raja Minyak Dari Medan pada sebuah sinetron ini, agaknya ia pun mengidap penyakit lupa pula. Ia lupa kalau memiliki istri dan anak, sehingga ia menikahi wanita lain. Si Ruhut lupa pernah nikah di sebuah gereja yang kemudian dilanjutkan ke Kantor Catatan Sipil. Ia lupa terhadap ikrar pernikahannya dengan Anna Rudhiantiana Legawati.

Mereka itu orang-orang yang hebat. Kehebatan mereka adalah sanggup melupakan penderitaan orang lain atas perbuatan yang telah mereka lakukan. Tapi saya kira kita semua rakyat Indonesia pun tak kalah hebatnya dari mereka. Kita juga selalu lupa, lupa, dan kembali lupa terhadap banyak hal yang terjadi di negeri ini. Kebayakan kita sudah melupakan kasus Bank Century, kita juga kebanyakan lupa dengan kasus Gayus Tambunan, besok-besok kita juga pasti dengan cepat melupakan Nunun, Nazarudin dan Ruhut. Ah, kita semua memang bangsa pelupa.

 

Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.