Budaya Kita Sama! (172/M)
KOPI, Hubungan persahabatan antara Indonesia dan Maroko merupakan hubungan bilateral yang tidak terpisahkan. Kedua negara tersebut memiliki satu kebudayaan yang sama yaitu kebudayaan Islam. Mengapa kebudayaan Islam? Hal ini dikarenakan kedua negara tersebut mayoritas penduduknya beragama Islam. Sehingga secara tidak langsung dengan adanya satu kebudayaan yang sama menjadikan kedua negara tersebut terikat dalam satu hubungan persahabatan bilateral yang kuat.
Kebudayaan secara umum dapat diartikan sebagai
“keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar.”
dan salah satu unsur yang terdapat di dalamnya adalah sistem kepercayaan. Dalam kaitannya dengan hubungan Indonesia dan Maroko sistem kepercayaan tersebut diwujudkan dalam bentuk satu agama yang dianut oleh mayoritas penduduk mereka yaitu agama Islam. Agama ini muncul sebagai akibat dari interaksi antar penduduk Maroko dan Indonesia sendiri dengan para pembawa agama tersebut yang berasal dari Timur Tengah, yang notabene adalah asal dari agama ini muncul. Interaksi tersebut berlangsung berabad-abad sehingga menimbulkan minat bagi penduduk di kedua negara tersebut untuk memeluknya.
Disamping itu, selain sistem kepercayaan masih ada unsur kebudayaan lain yang setidaknya saling mempengaruhi yaitu kesenian. Kesenian yang berhubungan dengan agama Islam sangat mudah untuk diterima oleh penduduk di kedua negara tersebut, misalnya kesenian marawis dengan alat musik berupa rebana, tambur dan sebagainya. Nuansa musik khas Timur Tengah yang didendangkan bersama dengan alunan syair berbahasa Arab yang tidak hanya menghibur tetapi juga bisa membawa pesan moral didalamnya. Kesenian macam ini mulai dipertontonkan di kedua negara, sebagai lambang persahabatan bilateral diantara mereka, melalui beberapa festival yang diadakan oleh kedua negara tersebut.
Universalitas Budaya
Kebudayaan merupakan sebuah hal yang universal. Semua orang di seluruh dunia mengamini itu sebagai sebuah pengakuan akan keanekaragaman budaya yang mereka terima sebagai wujud dari keberadaan manusia yang mengisi dunia ini. Universalitas budaya sungguh terbukti dengan adanya hubungan bilateral antara Indonesia dan Maroko. Indonesia dan Maroko sama-sama menerima keberadaan budaya mereka yang secara kasat mata itu berbeda, tetapi melalui gagasan-gagasan dan tindakan-tindakan yang muncul dari sebuah kebudayaan Islam menjadikan sebuah kebudayaan yang berbeda menjadi satu, dan yang lebih penting lagi mendapat sebuah pengakuan secara universal di mata dunia bahwa Indonesia dan Maroko satu kebudayaan, namun universal adanya.
Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa budaya memang merupakan sebuah jati diri bangsa yang khas. Namun kebudayaan selalu mengingat pada akarnya, dimana sumbernya berasal, walaupun pada akhirnya ketika kembali pada keberadaan bangsa itu. Bertempat tinggal secara geografi yang berbeda jauh antara Maroko di jazirah Afrika Utara sedangkan Indonesia berada di Asia Tenggara sudah terpisahkan oleh jarak yang begitu jauh. Disamping itu iklim yang sudah berbeda Indonesia di wilayah khatulistiwa yang tropis sementara Maroko di wilayah yang memiliki kekhasan iklim Afrika yang terkenal dengan suhu ekstrimnya. Secara garis besar budaya jelas berbeda bila dilihat dari letak geografi dan iklim yang ada di masing-masing negara. Namun melalui hubungan diplomatik bilateral yang dilakukan oleh kedua negara hambatan perbedaan geografi dan iklim itu dapat teratasi. Ditambah lagi dengan persahabatan dua negara yang sama-sama mayoritas penduduknya beragama Islam menciptakan sebuah ikatan kuat yang tidak terpisahkan.
Keberadaan penduduk di kedua negara yang mayoritas beragama Islam, menjadi sebuah daya tarik kuat dalam sebuah kebudayaan. Hal ini disebabkan karena kebudayaan tersebut akan terbentuk dari hasil karya ciptaan manusia. Dengan kata lain keberadaan manusia dalam hal ini penduduk di kedua negara jelas sangat penting. Merekalah yang mengembangkan kebudayaan tersebut melalui ide-ide mereka, melalui tindakan-tindakan mereka, dan juga melalui sebuah sistem yang diikat oleh sebuah agama besar yaitu Islam. Penduduk di kedua negara tersebut sadar betul bagaimana menempatkan diri mereka dalam sebuah hubungan internasional yang utuh. Indonesia dan Maroko menunjukkan itu semua, melalui jalan hubungan diplomatik yang berlanjut dengan beberapa festival budaya di kedua negara. Mungkin jika kedua penduduk di negara tersebut tidak diikat oleh satu budaya yang secara akarnya berbeda, bisa dipastikan hubungan bilateral tetap akan diadakan dan budaya masing-masing negara tetap akan dipertunjukan sebagai wujud universalitas dalam lingkup global. Namun ikatan yang lebih personal dalam masing-masing pribadi penduduk di kedua negara kurang terasa “menggigit”. Sungguh sangat berbeda bila penduduk di kedua negara tersebut memiliki satu budaya yang sama pasti jauh lebih dekat dalam berhubungan.
Satu Budaya
Indonesia dan Maroko juga menunjukkan kepada dunia internasional bahwa perbedaan letak geografi dan iklim bukan menjadi penghalang bagi kedua negara tersebut untuk saling berhubungan. Keinginan bersama untuk berbagi dan bertukar satu kebudayaan yang sama yang diikat oleh Islam menjadikan hubungan kedua negara tersebut semakin kuat. Ditambah lagi dengan bergabungnya mereka dalam organisasi negara-negara Islam di dunia (OKI) semakin menguatkan mereka menjadi sahabat yang tidak terpisahkan. Selain itu hubungan Indonesia dan Maroko dapat dijadikan contoh bahwa melalui budaya yang mereka bawa dapat membawa sebuah perdamaian bagi dunia. Hal ini disebabkan sifat universal dari sebuah kebudayaan itu menjadikan dunia ini damai karena semua manusia di dunia memberikan apresiasinya pada budaya yang beraneka ragam tersebut.
Di sini peran budaya Islam menjadi terasa sangat kuat sekali sebagai pengikat sekaligus penguat hubungan kedua negara tersebut. Islam sebagai sebuah agama besar di dunia sudah menunjukkan keuniversalitasannya melalui budaya yang dia bawa keseluruh penjuru dunia. Secara khusus budaya Islam menjadi pengantar kedua negara tersebut untuk bersatu walupun berbeda letak geografi dan iklim. Tetapi karena sama-sama penduduk mereka mayoritas beragama Islam dan selalu kita ingat bahwa manusialah yang mengembangkan kebudayaan itu sendiri. Sehingga hubungan Indonesia dan Maroko yang sudah terjalin dengan kuat merupakan suatu hal yang wajar demi terciptanya sebuah masyarakat dunia yang penuh dengan kedamaian, melalui satu budaya yang sama.
Sumber:
Koentjaraningrat. 1990. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.
Biodata Penulis:
Nama : JOSEPH ARMY SADHYOKO
Tempat/Tanggal Lahir : Semarang, 16 Maret 1992
Nama Universitas : UNIVERSITAS DIPONEGORO
Alamat Universitas : Jl. Soedarto, S.H., Tembalang, Semarang
Alamat Rumah : Jl. Galar II No. 53 Perumnas Tlogosari Semarang
No. HP / Telp : 085 326 866 016 / (024) 6725245
Alamat E-Mail : This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it , This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it
Akun Facebook : joseph sadhyoko
| < Prev | Next > |
|---|
- Morocco and Indonesia’s Culture Goes 2 Campus and School (171/M)
- Menanamkan Rasa Kebersamaan dalam Sebuah Persahabatan antara RI-Maroko (170/M)
- Memperkokoh Kerjasama Lewat Pernikahan Silang RI - Maroko (169/M)
- Maju Bersama Pendidikan RI Maroko (168/S)
- Orientasi Hubungan Indonesia Maroko di Masa Depan (167/M)
- Popularitas Maroko di Indonesia (166/S)
- Pesona Ilmu di Negeri Matahari Terbenam (165/M)
- Persahabatan Sepertiga Lingkaran Bumi, Indonesia – Maroko (164/M)
- Membangun Sinergitas di Berbagai Bidang antara Indonesia dan Maroko (163/M)
- Surat Indonesia Perangko Maroko (162/S)
- Liku-Liku Hubungan Indonesia dan Maroko (161/M)
- RI-Maroko: Tingkatkan Kerjasama melalui Penelitian Tenaga Surya demi Mencari Energi Terbarukan (160/M)
- Sang “Laskar Pelangi” yang Dibentuk dari Visi yang Sama (159/M)
- Kerjasama Bidang Pendidikan RI-Maroko (158/M)
- Bersahabat melalui Budaya (157/S)


























