Filosofi Kaizen sebagai Penjaminan Mutu Kualitas Hubungan Diplomatik Indonesia - Maroko di Bidang Pertanian (173/M)
KOPI, Dalam hubungan diplomatik antar suatu negara tentunya banyak sekali harapan yang diinginkan antara negara tersebut, terutama dalam kemajuan pembangunan negara dan kesejahteraan masyarakat dalam suatu negara. Kualitas hubungan kerjasama yang terbentuk dapat menciptakan suatu keharmonisan dan kepercayaan dalam berkontribusi untuk pengembangan negara ke arah yang lebih baik terutama dalam hal pemenuhan kebutuhan non migas suatu negara khususnya di bidang pertanian.
Bidang petanian sebagai peluang dalam perkembangan pembangunan negeri dan merupakan suatu hal pokok yang krusial dalam pemenuhannya, mengingat jumlah permintaan dan kebutuhan akan pangan semakin meningkat seiring pertumbuhan masyarakat. Indonesia merupakan negara yang memiliki potensi bergerak dibidang pertanian, yang merupakan daerah tropis yang memiliki banyak komoditi yang dapat diunggulkan dalam bidang pertanian khususnya untuk pengembangan ekspor, demikian halnya dengan Maroko yang juga memiliki potensi perkembangan di bidang pertanian. Hal ini akan semakin membuka peluang kedua negara untuk meningkatkan ekspor-import yang telah dilakukan selama ini. Seperti yang sampaikan oleh Rohman (dalam Pewarta Indonesia. 2011) bahwa pada tahun 2009 tercatat ekspor RI ke Maroko sekitar 55.081 ribu US Dollar dan import RI dari Maroko 19,37 ribu US Dollar. Dalam hal ini ekspor Indonesia meliputi migas dan nonmigas sedangkan ekspor Maroko meliputi asam fosfat dalam skala besar. Produk Indonesia yang berpotensi untuk merebut pasar di Maroko antara lain rempah, kopi, mete, minyak sawit dan teh hijau sedangkan potensi Maroko yang dapat dimanfaatkan Indonesia adalah jeruk yang mutunya cukup bagus. Untuk mengoptimalkan potensinya, kerjasama antar negara dapat menjadi salah satu alternatif inovasi atau konsep yang didasarkan pada pertimbangan efisiensi dan efektivitas, sinergis dan saling menguntungkan terutama dalam bidang pertanian yang menyangkut kepentingan lintas negara.
Untuk menjamin peningkatan kualitas mutu kerjasama di bidang pertanian maka perlunya suatu pedoman penjaminan mutu kualitas hubungan diplomatik yang akan dilaksanakan, dalam hal ini menekankan siklus PDCA (Plan, Do, Check, Action) yang akan menghasilkan kaizen atau pengembangan berkelanjutan (continuous improvement) yang berorientasi pada manajemen. Kaizen merupakan penyempurnaan berkesinambungan yang melibatkan setiap orang baik upper maupun lower management, sampai karyawan. Filsafat Kaizen menganggap bahwa cara hidup memerlukan penyempurnaan berkelanjutan, baik cara kerja, kehidupan sosial, maupun rumah tangga. Kaizen adalah konsep payung yang mencakup sebagian besar praktis “khas Jepang” yang terkenal di seluruh dunia. Konsep payung tersebut meliputi Orientasi Pelanggan, Pengendalian Mutu Terpadu, Robotik, Gugus Kendali Mutu, Sistem Saran, Otomatisasi, Disiplin di tempat kerja, Pemeliharaan Produktivitas Terpadu, Kamban, Penyempurnaan Mutu, Tepat Waktu, Tanpa Cacat, Aktivitas Kelompok Kecil, Hubungan kooperatif karyawan-manajemen, dan Pengembangan produk baru yang merupakan konsep yang sangat diperlukan dalam meningkatkan kualitas hubungan kerjasama suatu negara.
Aktivitas yang paling menonjol dalam konsep payung ini adalah Pengendalian Mutu Terpadu, Gugus Kendali Mutu dan Sistem Saran. Pengendalian Mutu Terpadu adalah kegiatan Kaizen yang terorganisasi dan melibatkan semua orang dalam sebuah perusahaan, baik manajer maupun karyawan dalam usaha yang saling berkaitan untuk menyempurnakan kegiatan di setiap tingkat. Kegiatan yang telah disempurnakan ini ditujukan untuk membantu sasaran fungsional silang seperti mutu, biaya, jadwal, pengembangan tenaga kerja, dan pegembangan produk baru. Tujuan kegiatan ini terutama untuk menghasilkan produk yang lebih memuaskan sehingga dalam ekspor produk pertanian nantinya dapat terjamin kualitasnya.
Kisah Kaizen adalah format yang telah dibakukan guna mencatat kegiatan Kaizen yang dilakukan oleh kegiatan kelompok kecil seperti gugus kendali mutu (QC) dan sebagainya. Format standar ini juga digunakan untuk melaporkan kegiatan Kaizen yang dilakukan oleh staf maupun manajer. Kisah Kaizen mengikuti pola siklus PDCA (Plan, Do, Check, Act). Kisah Kaizen mencakup langkah-langkah standar sebagai berikut (Anonymous. 2011):
1. Menetapkan tema.
2. Latar belakang dan sasaran.
3. Menentukan penyebab, melakukan analisis terhadap data guna menetapkan akar penyebab masalah.
4. Menetapkan tindak penanggulangan, berdasarkan pengkajian data.
5. Menerapkan tindak penanggulangan .
6. Memastikan hasil dan dampak penanggulangan.
7. Menetapkan atau mengubah standar yang ada guna mencegah terulangnya masalah.
8. Evaluasi dan rencana lanjut.
Berdasarkan siklus PDCA, langkah 1 sampai 4 merupakan perwujudan dari penyusunan rencana (Plan-P). Langkah ke-5 berkaitan dengan langkah melaksanakan (Do-D), langkah ke-6 mengacu pada kegiatan periksa (Check-C) dan langkah ke-7 dan 8 berkaitan dengan tindak lanjut (Act-A). Berbeda dengan langkah plan, check dan act, dalam tahap do terdapat siklus PDCA lagi yang termasuk dalam Kaizen berorientasi pada kelompok dan individu. Di dalamnya terdapat aktivitas-aktivitas yang menonjol dari sistem payung Kaizen. Format kisah Kaizen membantu dalam memecahkan masalah berdasarkan analisis data. Salah satu keunggulannya adalah membantu manajer dalam menggambarkan dan mengkomunikasikan proses pemecahan masalah yang dihadapinya.
Filosofi kaizen yang diterapkan dalam hubungan diplomatik pertanian, hal ini berkaitan dengan perencanaan (Plan) penjaminan mutu, meliputi penetapan kebijakan mutu, penetapan tujuan mutu beserta indikator pencapaiannya, serta penetapan prosedur untuk pencapaian tujuan mutu pertanian. Pelaksanaan atau Do merupakan tahap inti yang di dalamnya terdapat siklus PDCA tersendiri. Dalam tahap Do ini terdapat sistem kendali mutu yang berfungsi menghasilkan sekaligus menjaga kualitas atau mutu hubungan dibidang pertanian.
Agar pelaksanaannya lebih efektif, dibentuk suatu tim sukses yang memiliki hubungan informal dan jauh dari kesenjangan hierarki. Aktivitas dalam kelompok ini meliputi sistem kendali mutu. Dalam sistem kendali mutu juga terdapat sistem saran. Menindak lanjuti tahap pelaksanaan Do, terdapat tahap pemeriksaan (Check). Tahap ini dilakukan oleh manajemen dan atau inspektur untuk mengevaluasi dan mencari kelemahan, kesalahan dan kekurangan yang terjadi pada siklus sebelumnya. Proses evaluasi juga bisa dilakukan dengan sistem saran, dimana sistem ini berorientasi pada individu seperti yang telah dipaparkan dalam tahap Do. Tahap selanjutnya adalah tindakan (Act) yang melakukan proses pengambilan langkah positif untuk usaha selanjutnya. Tindakan di sini mengacu kepada tindakan penyempurnaan dan menetapkan standar baru sebagai acuan untuk menghindari terjadinya pengulangan kesalahan di masa mendatang. Setelah semua tahap dalam siklus PDCA dijalankan, kemudian proses ini terus berputar menjadi siklus SDCA (Standardize, Do, Check, Act) yang merupakan usaha untuk menstabilkan siklus PDCA.
Penerapan Kaizen yang dibutuhkan adalah konsep Kaizen yang berorientasi pada penjaminan mutu. Orientasi ini menekankan pada proses perbaikan dan membudayakannya, sehingga setiap orang yang bersangkutan dapat mempertahankan kualitas dari produk yang dihasilkan, hubungan kerjasama, gugus kendali mutu, dan sistem saran yang menjadi kegiatan utamanya dalam menetapkan standar bagi pekerjaan karyawan dan merancang produk atau proses yang tepat, sehingga kualitas luaran yang dihasilkan dapat benar-benar bermutu dan memberikan nilai tambah dalam pencapaian hubungan diplomatik Indonesia – Maroko untuk lebih baik dan terjamin keberlanjutannya.
Referensi:
Anonymous. 2011. Kaizen. http://www.google.com. Diunduh pada tanggal 19 Juni 2011.
Rohman, Abdul. 2011. Indonesia untuk Maroko, Maroko untuk Indonesia. http://pewarta-indonesia.com/kolom-pewarta/indonesia-maroko/5285-indonesia-untuk-maroko-maroko-untuk-indonesia-42s.html. Diunduh pada tanggal 5 Juni 2011.
Biodata Penulis
Nama : Maulana Nuril Huda
NIM : 0810480055
Tempat/tanggal lahir : Sumenep/6 Oktober 1989
Jenis kelamin : Laki-laki
Fakultas : Pertanian
Program Studi : Agroekoteknologi
PTN/PTS : Universitas Brawijaya
Alamat Universitas : Jl. Veteran kode pos 65145 Malang, Jawa Timur
Alamat Asal : Jl. Wachid Hasyim No.53 kode pos 61273 Desa Tulangan Kecamatan Tulangan Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.
Alamat di Malang : Jl. Kumis Kucing No.42-B Malang, Jawa Timur
No. Telp/HP : 087851372227
E-mail : This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it
Facebook : Maulana Nuril Huda
| < Prev | Next > |
|---|
- Budaya Kita Sama! (172/M)
- Morocco and Indonesia’s Culture Goes 2 Campus and School (171/M)
- Menanamkan Rasa Kebersamaan dalam Sebuah Persahabatan antara RI-Maroko (170/M)
- Memperkokoh Kerjasama Lewat Pernikahan Silang RI - Maroko (169/M)
- Maju Bersama Pendidikan RI Maroko (168/S)
- Orientasi Hubungan Indonesia Maroko di Masa Depan (167/M)
- Popularitas Maroko di Indonesia (166/S)
- Pesona Ilmu di Negeri Matahari Terbenam (165/M)
- Persahabatan Sepertiga Lingkaran Bumi, Indonesia – Maroko (164/M)
- Membangun Sinergitas di Berbagai Bidang antara Indonesia dan Maroko (163/M)
- Surat Indonesia Perangko Maroko (162/S)
- Liku-Liku Hubungan Indonesia dan Maroko (161/M)
- RI-Maroko: Tingkatkan Kerjasama melalui Penelitian Tenaga Surya demi Mencari Energi Terbarukan (160/M)
- Sang “Laskar Pelangi” yang Dibentuk dari Visi yang Sama (159/M)
- Kerjasama Bidang Pendidikan RI-Maroko (158/M)


























