Rencana Indah Tuhan di Balik Kebudayaan Indonesia dan Maroko (174/M)
KOPI, Tuhan menciptakan bumi beserta isinya dengan segala perbedaan yang ada. Perbedaan mengindikasikan sebuah ketidaksempurnaan suatu elemen untuk berdiri sendiri. Melalui sebuah perbedaan akan lahir rasa saling membutuhkan dan keinginan untuk saling melengkapi antara satu elemen dengan elemen lainnya. Elemen tersebut dapat berupa makhluk hidup seperti manusia, tumbuh-tumbuhan, dan hewan maupun benda mati. Rasa saling membutuhkan dapat kita lihat jelas dari sebuah hubungan yang terjalin antara sesama makhluk hidup, maupun makhluk hidup dengan benda mati. Memang indah rencana Tuhan dalam membuat hubungan yang baik antar elemen yang diciptakanNya.
Hubungan antara manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan maupun benda mati melatarbelakangi lahirnya sebuah hubungan yang lebih besar dalam Negara. Negara belum tentu mampu memenuhi segala kebutuhan rakyatnya. Kebutuhan itu tidak hanya dipandang dari aspek ekonomi, melainkan juga bisa kita lihat dari aspek yang bersifat “halus” seperti kebudayaan. Untuk memenuhi kebutuhan itu, sebuah Negara dapat menjalin hubungan atau kerjasama dengan Negara lain dalam bentuk hubungan bilateral maupun multilateral.
Hubungan Indonesia dan Maroko adalah sebuah contoh hubungan bilateral. Negara yang memiliki latarbelakang sejarah dan kondisi geografis berbeda ini dapat bergandengan tangan dalam sebuah ikatan persaudaraan untuk memajukan serta mensejahterakan rakyatnya. Kedua Negara ini bisa menjalin kerjasama yang baik dan saling menguntungkan jika telah diawali dengan kesepahaman ide, rasa saling menghargai dan menyayangi antar kedua Negara. Jika ketiga unsur itu telah dimiliki oleh kedua Negara, maka kerjasama yang akan dijalin, baik dalam segi ekonomi, pendidikan, sosial dan lain-lainnya akan berjalan dengan lancar.
Maroko adalah sebuah Negara arab yang terletak di ujung utara benua afrika. Negara ini memiliki pesona alam yang sangat mengagumkan. Selaras dengan Indonesia, Maroko diciptakan Tuhan dengan sejuta nikmat keindahan pesona alam. Kedua Negara ini bisa direfleksikan sebagai gambaran surga dunia bagi makhluk Nya. Maroko memiliki Gurun yang indah, sungai serta pesona keindahan pegunungan atlas yang dapat dijadikan magnet untuk menarik wisatawan berkunjung ke Maroko.
Selain keindahan pesona alam, Maroko dan Indonesia juga memilki kebudayaan yang tidak kalah indahnya dari pesona alamnya. Layaknya Indonesia yang memiliki tarian saman, Maroko juga memiliki tarian yang indah, seperti tarian sahara. Selain itu masih banyak kebudayaan yang menawan dijanjikan oleh negeri arab ini. Kebudayaan itu lahir dari peradaban manusia yang majemuk. Peradaban yang akan selalu menjadikan negaranya beradab dan berbudaya.
Penulis yakin, Tuhan tidak akan sia-sia memberikan semua pesona keindahan bagi Maroko dan Indonesia. Pesona alam dan kebudayaan yang dimiliki kedua Negara itu bisa dijadikan sebuah sarana untuk memfasilitasi hubungan yang baik antar kedua Negara. Jika kita bisa mengambil hikmah dibalik semua rencana Tuhan, penulis yakin itu bisa dijadikan sebagai langkah awal yang manis untuk menciptakan hubungan yang bersahabat antara Indonesia dan Maroko.
Kebudayaan adalah hal yang berperan penting dalam menciptakan suasana hubungan yang kondusif dan selaras antara Indonesia dan maroko. Kebudayaan dapat menggali rasa ingin tahu seorang individu terhadap objek yang memiliki kebudayaan itu. Pada akhirnya kebudayaan berperan sebagai media “halus” yang dapat mengilhami kecintaan orang lain terhadap Negara yang memiliki kebudayaan itu.
Jika kita kaitkan pada kedua Negara, Indonesia dan Maroko dapat menumbuhkan rasa cinta dan kesepahaman ide bila kedua Negara ini telah saling mengenal. Pepatah mengatakan, tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak cinta. Pepatah sederhana itu bisa dijadikan semboyan awal dalam menjalin hubungan yang baik.
Manusia cenderung lebih ingin mengenal sesuatu yang indah dan menarik baginya. Mereka lebih mengartikan dan menilai suatu hal dari penampilan fisiknya. Jika keindahan telah ditemukan, maka rasa ketertarikan dan ingin mengenal lebih dalam akan muncul untuk mencari makna yang lebih indah. Sikap manusia pada umumnya itu bisa kita analogikan sebagai dua Negara yang ingin menjalin hubungan baik seperti Indonesia dan maroko.
Indonesia dan Maroko dapat memanfaatkan keindahan yang dimiliki untuk memunculkan rasa saling ketertarikan dan akhirnya menghasilkan sebuah hubungan yang langgeng. Penulis telah menjabarkan sebelumnya, kekuatan nilai keindahan kedua Negara itu ada pada pesona budaya dan alamnya. Kedua Negara dapat saling mempromosikan budaya dan objek-objek wisata yang menjanjikan di masing-masing Negara.
Kegiatan promosi itu harus didukung penuh oleh pemerintah masing-masing Negara. Duta besar masing-masing Negara berperan penting dalam membentuk image yang baik Negara mereka di Negara lain. Kegiatan-kegiatan yang berbau kebudayaan harus lebih digalakan lagi untuk menumbuhkan rasa kecintaan bangsa lain terhadap Negara yang telah mengutusnya.
Memang Indonesia telah menyelenggarakan promosi kebudayaan ke Maroko. Hal itu bisa kita lihat pada acara festival teater pemuda internasional ke-12 di kota Taza, Maroko pada 26 april 2010. Para seniman Indonesia berhasil mempertunjukan drama Ramayana dalam bahasa arab. Namun hal itu belum cukup untuk menggambarkan jutaan budaya yang dimiliki Indonesia. Begitu juga dengan Maroko, rakyat Indonesia belum mengenal dengan baik Maroko. Pihak kedutaan Maroko juga bisa membuat pertunjukan budaya di Indonesia.
Melalui kegiatan promosi budaya, penulis yakin kedua Negara ini akan lebih saling mengenal dan menghargai kebudayaan yang mereka miliki. Rasa saling menyayangi akan lahir mengawal langkah mereka untuk menjalin hubungan yang baik. Jika rasa itu telah muncul, maka masalah apapun yang akan menghadang dapat terselesaikan dengan jalan ukhwah atau persaudaraan yang indah. Ukhwah yang indah tadi akan memunculkan semangat yang lebih membara untuk menjalin kerjasama yang lebih besar, seperti aspek ekonomi, pendidikan dan lain-lainnya.
Pada akhirnya kita menyadari bahwa Tuhan punya rencana indah dibalik pesona budaya dan alam yang dianugerahkan Nya bagi Indonesia dan Maroko. Rencana itu adalah sebuah hubungan atau ukhwah yang erat tak terbatas oleh waktu dan jarak, baik dulu, hari ini ataupun di masa depan.
Identitas Penulis
Nama : Basra Kurniawan
TTL : Pariaman, 18 April 1992
Status : Mahasiswa Jurusan Fisika, Universitas Negeri Padang
Alamat Universitas : Jalan Prof. Hamka, Padang 25171
Alamat Rumah : Jalan Gajah 7, No. 18, Air tawar Barat, Padang 25131
No. HP : 081365784142/085766091734
E-mail : This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it
Facebook : Basra Kurniawan
| < Prev | Next > |
|---|
- Filosofi Kaizen sebagai Penjaminan Mutu Kualitas Hubungan Diplomatik Indonesia - Maroko di Bidang Pertanian (173/M)
- Budaya Kita Sama! (172/M)
- Morocco and Indonesia’s Culture Goes 2 Campus and School (171/M)
- Menanamkan Rasa Kebersamaan dalam Sebuah Persahabatan antara RI-Maroko (170/M)
- Memperkokoh Kerjasama Lewat Pernikahan Silang RI - Maroko (169/M)
- Maju Bersama Pendidikan RI Maroko (168/S)
- Orientasi Hubungan Indonesia Maroko di Masa Depan (167/M)
- Popularitas Maroko di Indonesia (166/S)
- Pesona Ilmu di Negeri Matahari Terbenam (165/M)
- Persahabatan Sepertiga Lingkaran Bumi, Indonesia – Maroko (164/M)
- Membangun Sinergitas di Berbagai Bidang antara Indonesia dan Maroko (163/M)
- Surat Indonesia Perangko Maroko (162/S)
- Liku-Liku Hubungan Indonesia dan Maroko (161/M)
- RI-Maroko: Tingkatkan Kerjasama melalui Penelitian Tenaga Surya demi Mencari Energi Terbarukan (160/M)
- Sang “Laskar Pelangi” yang Dibentuk dari Visi yang Sama (159/M)


























