Maroko dan Indonesia Sahabat Sekarang dan Selamanya (176/M)
KOPI, Indonesia dan Maroko memiliki cukup banyak kesamaan, sebagai negara jajahan, negara yang bayak menderita akibat perang, negara yang memperjuangkan kemerdekaan dengan tumpah darah. Maroko dan Indonesia memiliki kesamaan lain bahwa sebagian besar penduduknya muslim.
Masa –masa prakemerdekaan maroko yang dikuasai oleh bangsa barat/eropa. Penguasa Barat/Eropa memperlakukan masyarakat Maroko secara tidak baik, disamping tanah mereka juga dirampas yang berakibat hilangnya mata pencaharian masyarakat. Kemudian bangsa Eropa juga menukar sistem tanaman yang sebelumnya dengan bibit-bibit baru, sehingga petani Maroko tetap menjadi petani yang selalu merugi ketika waktu panen. Efek yang lain atas kehadiran Eropa di Maroko adalah hilangnya kekuasaan para sufi di wilayah-wilayah kecil, sehingga melahirkan kesadaran nasional masyarakat Maroko.
Begitu pula Indonesia yang menjadi tambang emas oleh bangsa barat yang membuat penduduk Indonesia menderita ratusan tahun. Dari perampasan kekuasaaan tanah hingga kerja rodi dan perbudakan terjadi diindonesia. Hal ini membuat para pemuda Indonesia geram, marah, yang membuat munculya gerakan-gerakan kemerdekaan dengan dasar nasionalisme.
PM Driss Jettou telah menyampaikan penghargaan atas dukungan moril Indonesia bagi kemerdekaan Maroko 5O tahun silam.
Dikatakannya bahwa Maroko tidak akan pernah melupakan Indonesia, dan untuk mengenang jasa Indonesia itu Pemerintah Maroko telah mengabadikan nama mantan Presiden RI (Soekarno) dan dua kota penting di Indonesia (Bandung dan Jakarta) menjadi nama jalan utama di jantung ibukota Rabat.
Selain itu ia menyampaikan penghargaannya atas kesuksesan Pemerintah RI dalam menyelenggarakan Peringatan 50 Tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) pada April 2005.
Dalam konferensi tingkat tinggi Indonesia dan Maroko ikut andil didalamnya mencetuskan ide-ide yang membantu dalam keberlangsungan hidup dan perdamaian dunia. Banyak kesamaan Indonesia dan Maroko, mungkin ada satu pebedaan yang cukup mencolok yaitu sistem pemerintahan di Indonesia dan di Maroko, di Maroko sistem pemerintahannya berupa Imperium atau kerjaan, sedangkan Indonesia republik namun hal ini bukan perbedaan yang mendasar karena Indonesia berasal dari kerajaan-kerajaan di seluruh nusantara.
Sejarah telah berbicara tentang masalalu Indonesia dan Maroko yang suram, kini adalah waktunya maroko dan Indonesia berjuang bersama saling beri bantuan baik secara socialbudaya, ekonomi, hankam, pendidikan guna menjalin hubunga yang haronis tidak saling menghianati mencetak penerus-penerus bangsa untuk kedamaian dunia. Saling menjaga itu hal yang penting terkadang hal kecil memicu kerusuhan besar. Hal yang menyedihkan dibeberapa Negara islam terjadi goncangan pemerintahan yang membahayakan keberlansungan rakyat dan Negara tersebut hal ini harus menjadi pembelajaran bagi Indonesia dan Maroko untuk bersikap lebih profisional dalam bertindak.
Indonesia dan Maroko sebagi Negara yang mayoritas penduduknya muslim harus dapat menjaga kestabilitasan pemerintahan. Kerjasama dua Negara bisa tidak harmonis karena adanya kekhawatiran akan dihianati, dirugikan, penghinaan, dan sebagainya.
Siaran pers Kepala Kanselerai KBRI Rabat, Andy D Yudyachandra yang diterima ANTARA di Bandung, Senin menyebutkan, pemerintah dan kalangan legislatif Maroko mengharapkan agar ke depan hubungan itu dapat ditingkatkan, tidak hanya di bidang politik, melainkan juga di bidang ekonomi, perdagangan, dan kebudayaan.
Pertukaran pemuda atau pelajar dari Indonesia ke Maroko atau sebaliknya adalah salah satu sarana untuk menjaga keharmonisan untuk masa yang akan datang. Dengan pertukaran pemuda yang mempelajari social budaya dan ilmu pengetahuan di masing-masing negara akan menimbulkan rasa kebersamaan dan saling memiliki serta saling memperbaiki. Pertukaran pemuda yang mempelajari budaya-budaya Indonesia ataupun Maroko akan faham akan kebudayaan negara lain dan saling menjaga kebudyaan tersebut agar tetap lestari.
Sejarah dunia yang kini dikuasi oleh bangsa barat harus mulai kita saingi. Banyak catatan-catatan hitam bangsa barat yang membekas dihati kita dan kini saatnya Indonesia dan Maroko bangkit untuk mengusik ketenangan barat atas kekusaannya. Tujukan pada dunia bahwa bangsa Indonesia dan Maroko memiliki pemuda-pemuda yang luar biasa yang siap mengucang singagasana barat denga penemuan-penemuan baru. Pertukaran pemuda, pertukaran kultur dan budaya, pertukaran pengetahuan dan pemahaman akan membuat Indonesia dan Maroko lebih kuat dalam menghadapi tantangan global.
Hal penting dalam hubungan bilateral adalah saling membantu dalam memenuhi kebutuhan. PM Maroko juga mengharapkan adanya peningkatan perdagangan antara Maroko dan Indonesia mengingat produk Indonesia diminati masyarakat Maroko, sehingga memungkinkan bagi kedua negara untuk menjalin kerjasama ekspor impor secara lebih intensif.
Dikemukakannya pula bahwa letak geografis Maroko yang strategis serta kerjasama Perjanjian Perdagangan Bebas yang telah dijalin oleh Maroko dengan negara-negara Uni Eropa (UE), Amerika Serikat (AS), Turki, Yordan, Tunis, Mesir dan Persatuan Emirat Arab (PEA) merupakan peluang yang perlu dimanfaatkan oleh kalangan dunia usaha Indonesia untuk menjadikan Maroko sebagai batu loncatan bagi pemasaran produk ekspor Indonesia ke negara-negara itu.
hubungan ekonomi dan perdagangan RI - Maroko sangat memungkinkan untuk dikembangkan terkait banyaknya produk ekspor Indonesia yang diminati masyarakat Maroko terutama furniture.
Mengenai nilai perdagangan kedua negara, menurut Aksa dalam beberapa tahun terakhir ini surplus selalu berada di pihak RI, dan Pemerintah RI juga akan mengupayakan peningkatan nilai impor RI dari Maroko agar nilai perdagangan menjadi berimbang.
Peluang itu jelas ada mengingat Maroko merupakan salah satu produsen utama fosfat di dunia, dan saat ini produk tersebut sangat dibutuhkan bagi pengembangan proyek pembudidayaan tanaman kelapa sawit di Indonesia yang antara lain juga akan diproses menjadi alternatif pengganti bahan bakar minyak (BBM) mengingat cadangan minyak setiap tahun cenderung menurun, sementara harga BBM secara global terus meningkat.
Dengan kerjasama yang baik maka akan menghasilkan yang baik pula.
Sumber:
www.kapanlagi.com
Biodata penulis:
Nama : Ali Rahmat
Tempat/tanggal lahir : Lampung Selatan 22 Oktober 1991
Universitas : Universitas Lampung
Universitas : Gedung Rektorat Universitas Lampung Jl.Prof.Sumantri Brojonegoro No.1, Gedong Meneng, Bandarlampung 35145
Alamat rumah : Desa Gunung Sari Kec.Kedondong Kab.Pesawaran
Nomor telepon seluler : 085669957867
Alamat e-mail : This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it
Akun facebook : Alirahmat Agroteknologi
| < Prev | Next > |
|---|
- Jalinan Hubungan Kerjasama Indonesia dan Maroko (175/S)
- Rencana Indah Tuhan di Balik Kebudayaan Indonesia dan Maroko (174/M)
- Filosofi Kaizen sebagai Penjaminan Mutu Kualitas Hubungan Diplomatik Indonesia - Maroko di Bidang Pertanian (173/M)
- Budaya Kita Sama! (172/M)
- Morocco and Indonesia’s Culture Goes 2 Campus and School (171/M)
- Menanamkan Rasa Kebersamaan dalam Sebuah Persahabatan antara RI-Maroko (170/M)
- Memperkokoh Kerjasama Lewat Pernikahan Silang RI - Maroko (169/M)
- Maju Bersama Pendidikan RI Maroko (168/S)
- Orientasi Hubungan Indonesia Maroko di Masa Depan (167/M)
- Popularitas Maroko di Indonesia (166/S)
- Pesona Ilmu di Negeri Matahari Terbenam (165/M)
- Persahabatan Sepertiga Lingkaran Bumi, Indonesia – Maroko (164/M)
- Membangun Sinergitas di Berbagai Bidang antara Indonesia dan Maroko (163/M)
- Surat Indonesia Perangko Maroko (162/S)
- Liku-Liku Hubungan Indonesia dan Maroko (161/M)


























