Sister City sebagai Pererat Persahabatan Indonesia-Maroko (177/M)
KOPI, Di era globalisasi ini, hampir semua negara saling dihubungkan dengan berbagai kerjasama, baik yang bersifat bilateral maupun multilateral. Indonesia dan Maroko merupakan dua negara yang juga termasuk dalam bagian itu. Selain berhubungan dengan negara-negara lain, Indonesia dan Maroko juga saling menjalin hubungan. Hubungan itu diawali pada abad 14 ketika musafir terkenal dari Maroko bernama Ibnu Battutah singgah di kerajaan Samudra Pasai, Aceh. Lama-kelamaan hubungan itu bermetamorfosis menjadi persahabatan melalui pengukuhan pada tahun 1960, tepatnya ketika presiden Soekarno berkunjung ke Maroko. Pengukuhan persahabatan itu dilakukan dengan saling memberikan penghargaan antara presiden Soekarno dengan raja Muhammad V (pemimpin Maroko saat itu). Selain itu pengukuhan juga terjadi lewat penamaan tiga jalan di kota Rabat dengan nama Soekarno, Jakarta, dan Bandung. Selain itu salah satu jalan utama di Jakarta diberi nama Casablanca yang merupakan kota perdagangan terpenting di Maroko. Pengukuhan unik itu pula yang menyebabkan spesialnya persahabatan dua negara tersebut dibandingkan hubungan dengan negara lain.
Melihat persahabatan Indonesia-Maroko yang hingga kini masih berjalan, diharapkan agar hubungan itu tetap bertahan dan semakin erat. Bukti adanya harapan itu tercermin salah satunya dalam pernyataan pemerintah Maroko yang ingin meningkatkan kerjasama dengan Indonesia di bidang ekonomi, perdagangan, dan kebudayaan (kapanlagi.com). Didasarkan pada harapan itu, penulis mengusulkan sebuah gagasan yaitu perlu diperbanyaknya penerapan konsep sister city (kota kembar/bersaudara) antara Indonesia-Maroko untuk mempererat persahabatan kedua negara itu.
Sister city adalah konsep penggandengan dua kota yang berbeda lokasi dan administrasi politik dengan tujuan mempermudah terjalinnya kontak sosial antar penduduk dua kota itu serta hubungan dalam bidang-bidang lain yang telah disepakati. Dua kota yang berhubungan lewat konsep itu umumnya memiliki persamaan keadaan demografi dan masalah-masalah yang dihadapi. Sister city bisa diterapkan antar kota yang berbeda negara maupun yang senegara.
Sampai saat ini, hanya satu penerapan konsep sister city antara Indonesia dan Maroko yaitu kota Jakarta dengan Casablanca. Jumlah yang sedikit untuk umur persahabatan Indonesia-Maroko yang hampir 51 tahun. Manfaat yang diperoleh pun kecil bila dibandingkan dengan manfaat yang diperoleh jika konsep tersebut lebih banyak diterapkan di antara dua negara tersebut.
Banyak manfaat yang bisa diperoleh Indonesia dan Maroko apabila dua negara tersebut lebih banyak menerapkan sister city dalam hubungannya. Beberapa manfaat itu misal, timbul hubungan yang lebih people to people antar Indonesia-Maroko. Memang selama ini hubungan kedua negara itu sebagian besar hanya dilakukan antar petinggi masing-masing negara saja. Manfaat berikutnya, semakin optimalnya kerjasama di bidang pendidikan. Dengan terlaksananya gagasan (jumlah sister city diperbanyak) itu, maka akan semakin terlihat bahwa banyak potensi pendidikan yang bisa dikerjasamakan kedua belah pihak. Manfaat berikutnya bisa meningkatkan volume perdagangan. Hal tersebut karena antara Indonesia dan Maroko akan lebih saling mengetahui tentang barang komoditi yang diproduksi apabila gagasan itu terimplementasikan. Tahun 2009 tercatat nilai perdagangan antara dua negara itu masih kurang dari 90 juta dollar AS, jumlah itu masih tergolong rendah bila dibandingkan nilai perdagangan Indonesia dengan negara-negara selain maroko.
Manfaat gagasan itu juga bisa mewabah ke bidang pertanian. Bidang pertanian merupakan bidang yang menyerap sebagian besar tenaga kerja di dua negara itu. Pernah lima orang dari Maroko berlatih cocok tanam di kabupaten Gunung kidul yang memiliki kondisi tanah mirip Maroko. Hubungan semacam itu bisa saja lebih ditingkatkan bila konsep sister city diterapkan antara kab. Gunung kidul atau kota pertanian Indonesia lain dengan kota pertanian di Maroko. Selain itu kerjasama riset di bidang pertanian bisa saja menjadi lebih bervariasi daripada saat ini. Pada akhirnya nanti, pertanian kedua negara tersebut bisa lebih berkembang lagi.
Wabah manfaat gagasan itu juga bisa menular pada bidang pariwisata. Indonesia memiliki pulau Bali sebagai tempat pariwisata yang paling dikenal di mancanegara, sedangkan Maroko memiliki kota Agadir sebagai resor pariwisata terbesar di Maroko. Apabila kota Denpasar sebagai pusat pulau Bali dan kota Agadir menjalin hubungan sister city, masing-masing kota itu kemungkinan besar bisa lebih memajukan bidang pariwisatanya dengan cara saling belajar satu sama lain.
Itulah beberapa dari banyak manfaat yang bisa diperoleh Indonesia dan Maroko. Secara umum, manfaat itu berupa semakin berkembangnya hubungan di bidang tertentu yang dulu sudah terjalin, atau bisa timbul hubungan baru di bidang lain. Kemudian, berawal dari banyaknya manfaat yang diperoleh kedua negara lewat banyaknya diterapkan hubungan sister city, hal tersebut akan menyebabkan persahabatan yang sudah terjalin selama ini bisa lebih dipererat lagi.
Didasarkan pada manfaat-manfaat itu, konsep sister city sebaiknya diperbanyak lagi penerapannya dalam hubungan Indonesia-Maroko. Tidak perlu ragu-ragu, karena Indonesia dan Maroko cocok untuk saling bekerjasama dalam konsep sister city. Hal tersebut karena di masing-masing negara itu memiliki hal-hal yang mendukung, dan hal-hal itu dapat dikelompokkan ke dalam dua bagian yaitu kesamaan dan perbedaan. Kesamaan adalah hal yang bisa memperlicin proses penerapan konsep sister city. Sedangkan perbedaan menjadi hal yang bisa memotivasi masing-masing negara untuk menjalin hubungan sister city. Motivasi itu bisa berupa keinginan untuk saling belajar, berbagi, dan melengkapi agar bisa berkembang menjadi lebih baik.
Terdapat beberapa kesamaan Indonesia-Maroko yang mendukung lebih banyak diterapkannya sister city. Misal, kesamaan dalam hal jumlah penduduk islam yang mendominasi tetapi tetap menghormati pemeluk agama lain dan menghargai persamaan gender. Kesamaan kebijakan dan pandangan dalam menyikapi berbagai isu internasional. Bidang pertanian dan perikanan yang sama-sama berpengaruh besar dalam perekonomian dua negara tersebut. Sama-sama memiliki keindahan alam yang menjual. Serta kesamaan historis yaitu sama-sama negara yang dulu berjuang melawan penjajah untuk memperoleh kemerdekaan.
Beberapa perbedaan juga mendukung diterapkannya sister city dalam jumlah banyak. Misal, perbedaan budaya yang patut dikedepankan dalam memotivasi penerapan gagasan itu. Perbedaan pendidikan terutama tentang islam dimana baik Indonesia dan Maroko memiliki ciri khasnya masing-masing sehingga patut untuk lebih saling dibagi lewat gagasan tersebut. Perbedaan komoditas barang yang dihasilkan juga dapat memotivasi banyak terjalinnya sister city yang khusus terfokus pada perdagangan. Sama halnya pada perbedaan hasil riset terutama di bidang pertanian dan perikanan.
Itulah penjabaran tentang perlunya lebih banyak diterapkan konsep sister city dalam hubungan Indonesia-Maroko. Sebagai tambahan, tidak hanya kuantitas hubungan sister city saja yang ditingkatkan tetapi juga secara kualitas. Hal tersebut demi persahabatan kedua negara yang hingga kini masih berjalan harmonis, menjadi lebih erat di masa depan. Mengenai implementasi gagasan ini, tinggal tergantung pada bagaimana pihak terkait menanggapi tulisan ini, terimakasih.
Sumber Referensi
Adhani, Rachmat. “Indonesia dan Maroko Jalin Kerjasama Riset Pertanian”. http://www.theglobal-review.com/content_detail.php?lang=id&id=3531&type=7 (diakses 7 Juni 2011)
Ali, Burhan. ”Berawal dari Sejarah Indonesia-Maroko”, http://www.ppimaroko.org/index.php?option=com_content&view=article&id=112:berawal-dari-sejarah-indonesia-maroko&catid=51:info-maroko&Itemid=83 (diakses 2 Juni 2011)
________. “Kota-Kota di Maroko dan Sejarahnya”. http://el-hilaly.blogspot.com/2011/02/kota-kota-di-maroko-dan-sejarahnya.html (diakses 6 Juni 2011)
Antaranews. “Maroko Ingin Belajar Demokrasi dan Islam dari Indonesia”. http://www.antaranews.com/berita/1277171547/maroko-ingin-belajar-demokrasi-dan-islam-dari-indonesia (diakses 6 Juni 2011)
Kapanlagi. “Indonesia-Maroko Berpotensi Kerja Sama Pariwisata”. http://m.kapanlagi.com/berita/ekonomi/nasional/indonesia-maroko-berpotensi-kerja-sama-pariwisata.html (diakses 6 Juni 2011)
________. “Maroko Berharap Hubungan Dengan Indonesia Dapat Ditingkatkan”. http://berita.kapanlagi.com/politik/nasional/maroko-berharap-hubungan-dengan-indonesia-dapat-ditingkatkan-pggklr7.html (diakses 2 Juni 2011)
Kompas. “Petani Maroko Magang di Gunungkidul”. http://regional.kompas.com/read/2011/04/09/09400083/Petani.Maroko.Magang.di.Gunungkidul (diakses 4 Juni 2011)
Suara Merdeka. “Kerja Sama Pendidikan Indonesia-Maroko Belum Optimal”. http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2010/12/10/72619/Kerja-Sama-Pendidikan-Indonesia-Maroko-Belum-Optimal (diakses 4 Juni 2011)
Pewarta Indonesia. “Maroko dan Indonesia Miliki Banyak Persamaan” http://pewarta-indonesia.com/berita/internasional/4268-maroko-dan-indonesia-miliki-banyak-persamaan.html (diakses 6 Juni 2011)
Republika. “Indonesia-Maroko Sepakat Tingkatkan Perdagangan”. http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/internasional/09/03/03/34900-indonesia-maroko-sepakat-tingkatkan-perdagangan (diakses 6 Juni 2011)
Sahabat Maroko. “Dari Ibnu Battutah dan Maulana Malik Ibrahim sampai Rue Soekarno dan Rondpoint de Bandung”, http://www.sahabatmaroko.com/index.php?option=com_content&view=category&layout=blog&id=54&Itemid=85 (diakses 3 Juni 2011)
Wikipedia. “Kota Kembar”. http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_kembar (diakses 5 Juni 2011)
________. “List of twin towns and sister cities in Indonesia”. http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_twin_towns_and_sister_cities_in_Indonesia (diakses 5 Juni 2011)
________. “List of twin towns and sister cities in Africa”. http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_twin_towns_and_sister_cities_in_Africa (diakses 5 Juni 2011)
________. “Maroko”.http://id.wikipedia.org/wiki/Maroko (diakses 1 Juni 2011)
________. “Persahabatan”. http://id.wikipedia.org/wiki/Persahabatan (diakses 1 Juni 2011)
Biodata Penulis
Nama : NIKOLAS ANOVA
TTL : Ponorogo, 10 Oktober 1991
Universitas : Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS)
Alamat Universitas : Jln. Otto Iskandardinata no 64c Jakarta Timur 13330
Alamat Rumah : jln Gang Haji Hasbi no. 31, kel. Bidaracina, kec. Jatinegara, Jaktim
No HP : 085714054557
Email : This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it
Akun Facebook : Nikolas Anova
| < Prev | Next > |
|---|
- Maroko dan Indonesia Sahabat Sekarang dan Selamanya (176/M)
- Jalinan Hubungan Kerjasama Indonesia dan Maroko (175/S)
- Rencana Indah Tuhan di Balik Kebudayaan Indonesia dan Maroko (174/M)
- Filosofi Kaizen sebagai Penjaminan Mutu Kualitas Hubungan Diplomatik Indonesia - Maroko di Bidang Pertanian (173/M)
- Budaya Kita Sama! (172/M)
- Morocco and Indonesia’s Culture Goes 2 Campus and School (171/M)
- Menanamkan Rasa Kebersamaan dalam Sebuah Persahabatan antara RI-Maroko (170/M)
- Memperkokoh Kerjasama Lewat Pernikahan Silang RI - Maroko (169/M)
- Maju Bersama Pendidikan RI Maroko (168/S)
- Orientasi Hubungan Indonesia Maroko di Masa Depan (167/M)
- Popularitas Maroko di Indonesia (166/S)
- Pesona Ilmu di Negeri Matahari Terbenam (165/M)
- Persahabatan Sepertiga Lingkaran Bumi, Indonesia – Maroko (164/M)
- Membangun Sinergitas di Berbagai Bidang antara Indonesia dan Maroko (163/M)
- Surat Indonesia Perangko Maroko (162/S)


























