Tak Kenal Maka Tak Sayang, Dari Rasa Suka Jadi Kerjasama (179/M)
KOPI, Indonesia merupakan negara yang unik dengan berbagai aspek kehidupan, empat keunggulanya yaitu dalam skala penduduk, ukuran perekonomian, profil demografi, dan kekayaan sosial budaya.
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita Wiryawan, di Makassar, mengatakan, berkaitan dengan skala penduduk, Indonesia memiliki potensi jumlah penduduk yang mencapai 240 juta jiwa. Sedangkan pada indikator ekonomi, ukuran perekonomian Indonesia mencapai 730 miliar dolar AS, jauh berada di atas Thailand, Malaysia, dan Singapura.
Indikator lainnya adalah profil demografi, di mana Indonesia memiliki kekayaan demografi yang sangat besar dan luar biasa. "Kekayaan demografi ini dalam pengertian bahwa 60 persen dari total populasi di Indonesia adalah penduduk yang masih berusia 39 tahun atau yang lebih muda," ucapnya. Ia mengatakan, dalam 15 tahun ke depan, profil demografi Indonesia masih tetap berada dalam angka 60 persen penduduk yang berusia 39 tahun atau lebih muda, sehingga tingkat produktifitasnya pun lebih tinggi. Hal ini sangat berbeda dengan profil demografi di negara asia lainnya.
Indonesia terkenal dengan kekayaan alam dan kebudayaannya seperti Negara dengan bahasa daerah yang terbanyak yaitu, 583 bahasa dan dialek dari 67 bahasa induk yang digunakan berbagai suku bangsa di Indonesia. Bahasa nasional adalah bahasa Indonesia walaupun bahasa daerah dengan jumlah pemakai terbanyak di Indonesia adalah bahasa Jawa. Indonesia adalah negara muslim terbesar di dunia. Jumlah pemeluk agama Islam di Indonesia sekitar 216 juta jiwa atau 88% dari penduduk Indonesia. Juga memiliki jumlah masjid terbanyak dan Negara asal jamaah haji terbesar di dunia. Monumen Budha (candi) terbesar di dunia adalah Candi Borobudur di Jawa Tengah dengan tinggi 42 meter (10 tingkat) dan panjang relief lebih dari 1 km. Diperkirakan dibuat selama 40 tahun oleh Dinasti Syailendra pada masa kerajaan Mataram Kuno (750-850).
Indonesia mempunyai prospek kerjasama yang bagus dengan negara – nagara lain yang saling menguntungkan, seperti kerjasama bilateral salah satunya dengan negara maroko. Indonesia – Maroko telah menjalin kerjasama kurang lebih 50 tahun, tetapi untuk penduduk bangsa Indonesia sendiri dan penduduk bangsa Maroko belum tentu semua mengetahui akan kerjasama ini, terkadang banyak orang berfikir menkotak – kotakkan ini “khusus urusan negara/pemerintah”, rakyat tidak perlu tahu, anggapan ini jelas salah karena jika dikembalikan tujuan awal adanya kerjasama antar negara adalah saling menguntungkan antar negara untuk kesejahteraan rakyat, sehingga hasil akhirnya untuk kita (rakyat), apalagi kaum muda wajib tahu tentang hubungan kerjasama ini, karena kitalah tonggak masa depan bangsa, kemajuan dan kemunduran bangsa ditangan kita.
“Tidak kenal, maka tidak sayang”, pepatah yang dahsyat yang sampai sekarang masih berlaku, untuk dapat memahami dan berakhir saling menyanyangi diperlukan saling mengenal satu sama lain. Penduduk Indonesia harus mengenal negara Maroko begitu pula penduduk maroko harus mengenal bangsa Indonesia.
Negara Maroko merupakan negara yang hampir memiliki banyak kesamaan dengan Indonesia, merupakan negara yang memiliki penduduk muslim terbesar, wilayah yang subur, hijau dan terdapat perngairan di mana-mana. Sehingga tak jarang pelancong dari Maroko adalah salah satu dari 22 Negara Arab yang tergabung dalam Organisasi Liga Arab yang bermarkas di Cairo, Mesir. Negara ini terletak persis di ujung utara benua Afrika dan berbatasan di sebelah utara dengan laut tengah, sebelah timur dengan aljazair, sebelah selatan dengan Mauritania dan sebelah barat dengan Samudera Atlantik. Letak Maroko yang sangat strategis di perairan Samudera Atlantik dan Laut Tengah menyebabkan Negara ini menjadi incaran kaum imperialis barat.
Maroko mempunyai empat ibu kota: Rabat, ibu kota adminitrasi, Casablanca, ibu kota perdagangan dan perindustrian, Marrakech, ibu kota wisata dan Fes, ibu kota budaya dan ilmu pengetahuan.
Masyarakat Maroko dikenal sebagai masyarakat yang familiar dan bersahabat. Hal ini nampak jelas kita melihat sambutan hangat yang diterima para pendatang asing di negara ini, terutama yang datang dari negara-negara Islam. Boleh jadi, suasana kekeluargaan yang diperhatikan masyarakat Maroko tersebut, merupakan pengaruh dari nilai-nilai yang telah ada sejak lama di kalangan penduduk Maroko.
Masyarakat Maroko sangat kuat memegang teguh adat istiadat dan nilai-nilai pergaulan serta kehidupan yang ditanamkan nenek moyang mereka. Sehingga, walaupun perngaruh globalisasi telah mengimbas berbagai aspek kehidupan, hal-hal yang berbau tradisi dan adat tetap terjaga. Misalnya berkorban pada hari raya Idul Adha, keluar rumah dengan pakaian tradisional yang indah pada malam ke-27 Bulan Ramadan, puasa pada hari Maulid Nabi dan Isra Mi’raj, menyiram air pada asyura’ dan tadarusan al-quran sehabis shalat subuh dan maghrib di mesjid-mesjid di Maroko.
Kerjasama yang dilakukan negara Indonesia – Maroko dapat menciptakan simbiosis mutualisme. Tentunya ini berlaku dalam berbagai bidang, seperti di bidang ekonomi. Baik itu dari sektor pariwisata hingga perdagangan rempah – rempah dimana penduduk Maroko sendiri menggunakan banyak rempah – rempah yang menjadi komoditi asli Indonesia seperti lada, jahe, bawang pada setiap masakan mereka. Adapun informasi lain menyebutkan bahwa sekitar 32 juta kg kopi yang dikonsumsi oleh masyarakat Maroko 60 persennya berasal dari Indonesia namun sayangnya kopi – kopi tersebut mereka beli dari pasar Eropa. Sehingga dengan adanya hubungan kerjasama yang baik antara Indonesia dan Maroko, maka tanpa perlu perantara negar Eropa dapat mengekspor kopi langsung ke Maroko dan sebaliknya. Maroko juga merupakan negara mengimport phospat dari Indonesia sebagai bahan baku pembuat pupuk.
Terjalinnya kerjasama Indonesia dan Maroko dapat membuka peluang baru bagi Indonesia untuk ikut bekerjasama dengan negara – negara lain di sekitar Maroko, hingga negara - negara yang masuk dalam kawasan Eropa, dan Maroko juga memiliki keuntungan yang sama untuk meningkatkan kerjasamanya dengan negara – negara Asia Tenggara lainnya.
Lebih tahu tentang maroko akan mempercepat keakraban antara bangsa Indonesia dan Maroko, dalam bidang sosial budaya pun Indonesia dan Maroko memiliki peluang yang besar untuk menjalin sebuah kerjasama, dengan diadakan publikasi kebudayaan objek wisata Indonesia ke Maroko dan sebaliknya sehingga dengan sendirinya terjadi arus pertukaran wisata. Ditambah lagi kemudahan yang diberikan pemerintah Maroko kepada warga negara Indonesia dalam mendapatkan kebebasan visa selama tiga bulan. Mengadakan Pertunjukan – pertunjukan budaya antara kedua negara selain bermanfaat untuk memperkenalkan budaya – budaya kita ke panggung internasional, juga dapat mengantisipasi timbulnya pengakuan – pengakuan negara lain atas budaya kita.
Pertunjukan – pertunjukan budaya tadi tidak hanya berujung pada selesainya acara tersebut. Namun akan memberikan dampak positif, dimana pengetahuan, rasa cinta, dan penghargaan terhadap negara akan semakin bertambah. Minat para pemuda – pemudi Indonesia dan Maroko tentunya dapat bangkit untuk lebih mengenal dan mempertahankan budayanya, serta secara perlahan dapat meminimalisir westernisasi yang saat ini tengah menjamur di kalangan generasi muda.
Bidang lain yang mampu memaksimalkan usaha kerjasama Indonesia – Maroko adalah pendidikan. Namun pada bidang ini kerjasama antara kedua negara masih kurang optimal. Dalam hal pendidikan, setiap tahun Pemerintah Maroko menawarkan melalui AMCI (agen kerjasama internasional Maroko) 15 beasiswa kepada Indonesia melalui Departemen Agama. Peluang beasiswa yang ditawarkan oleh Pemerintah Maroko yang masih minim, dan terikat pada lembaga tertentu juga termasuk dalam pertimbangan kurangnya mahasiswa Indonesia melanjutkan studi ke Maroko. Informasi yang sangat terbatas juga ikut mewarnai pertimbangan – pertimbangan tersebut. Sedangkan bila ditinjau ulang, ada banyak manfaat yang dapat kita ambil dengan melanjutkan studi di Maroko. Diantaranya yaitu peluang besar dalam hal belajar bahasa Perancis, dan kesempatan untuk lebih mengenal kajian – kajian Islam Kontemporer. Hal tersebut juga memberi manfaat tentang pemahaman Islam yang ada di Maroko kepada Indonesia. Sebab berbeda dengan pemahaman Islam di Maroko yang mendalam, pemahaman Islam yang ada di Indonesia meluas dan melebar, yang pada akhirnya berdampak negatif melahirkan aliran – aliran agama yang tergolong sesat. Beasiswa ke Maroko lebih diperluas lagi, bukan cuma untuk perguruan negeri maupun swasta Islam tetapi lebih umum untuk PTN, mereka bisa belajar ilmu sosial kebudayaan pemerintahan serta peradapan Maroko.
Dalam ketenagakerjaan, pemerintah negara Maroko hendaknya memiliki sikap toleransi dan tegas, memberikan hak dan kewajiban TKI yang bekerja disana, sehingga tidak ada kasus tindak kriminal antara TKI dan majikan, seperti tindak kekerasan yang sering kita dengar di negara timur tengah. Dalam negara Maroko sendiri hendaknya mampu memfilter berita – berita miring tentang pemerintahan di Maroko seperti baru – baru ini pada media elektronik telah tersebar berita “rakyat Maroko menuntut adanya demokrasi di pemerintahan”, ketidaknyamanan pemerintahan di Maroko mengakibatkan keenganan bekerjasama.
Hidup ini indah jika kita saling mengenal dan menyanyangi, tidak ada peperangan hanya ada kata kerjasama.
Sumber :
http://cenatcenutonline/50 keistimewaan indonesia.html
http://pewarta-indonesia.com/kolom-pewarta/indonesia-maroko/5079-ri-maroko-kerjasama-yang-sangat-harmonis-20s.html
http://ppi/maroko selayang pandang.html
http://voi.co.id/8483-promosi-indonesia-dapat-dilakukan-melalui-tiga-keunggulan.html
Biodata Peserta
Nama : Ima Winaningsih
Ttl : Boyolali, 26 Desember 1988
Universitas : Universitas Diponegoro Semarang, fakultas Teknik, jurusan Teknik Kimia angkatan 2007
Alamat Universitas : Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro Jln. Prof. Sudharto, Tembalang, Semarang 50239 Telp/Fax: (024)7460058,
Alamat Rumah : Pulutan RT06/02 Karanggede, Boyolali, Jawa Tengah 57381
No. HP : 085641548232
E – mail : This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it
Akun FB : Ima Winaningsih
| < Prev | Next > |
|---|
- Lentera Persahabatan (178/M)
- Sister City sebagai Pererat Persahabatan Indonesia-Maroko (177/M)
- Maroko dan Indonesia Sahabat Sekarang dan Selamanya (176/M)
- Jalinan Hubungan Kerjasama Indonesia dan Maroko (175/S)
- Rencana Indah Tuhan di Balik Kebudayaan Indonesia dan Maroko (174/M)
- Filosofi Kaizen sebagai Penjaminan Mutu Kualitas Hubungan Diplomatik Indonesia - Maroko di Bidang Pertanian (173/M)
- Budaya Kita Sama! (172/M)
- Morocco and Indonesia’s Culture Goes 2 Campus and School (171/M)
- Menanamkan Rasa Kebersamaan dalam Sebuah Persahabatan antara RI-Maroko (170/M)
- Memperkokoh Kerjasama Lewat Pernikahan Silang RI - Maroko (169/M)
- Maju Bersama Pendidikan RI Maroko (168/S)
- Orientasi Hubungan Indonesia Maroko di Masa Depan (167/M)
- Popularitas Maroko di Indonesia (166/S)
- Pesona Ilmu di Negeri Matahari Terbenam (165/M)
- Persahabatan Sepertiga Lingkaran Bumi, Indonesia – Maroko (164/M)


























