Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai

Login & Kirim Warta



Kolom Pewarta
Kriteria Calon Presiden Masa Depan (142/.....
20/05/2012 | Muhammad Haries

KOPI - Seperti yang kita ketahui pemilu capres dan cawapres semakin waktu semakin dekat. Seluruh ele [ ... ]



Yang Terpinggirkan
Penertiban PETI di Tanah Bumbu; Iya Kand.....
22/04/2012 | Imi Suryaputera

Sangat keterlaluan saya kira bila pengawasan terhadap aktivitas pertambangan batubara ataupun jenis  [ ... ]


Foto Pewarta
Seorang Provokator Berhasil diamankanbantuan buat korban erupsi merapiSBY Resmikan Proyek Bermasalah Di Selayar
Gelora Sepeda
TelkomVision Gandeng Kemensos Gelar INDO.....
21/05/2012 | Yeni Herliani
article thumbnail

KOPI - TelkomVision dalam usianya yang ke-15 kian menunjukkan komitmen dan kepeduliannya terhadap masyarakat dengan memberikan kualitas produk yang baik, kemudahan layanan, dan kepedulian terhadap k [ ... ]



  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
Statistik
Anggota : 5015
Isi : 8261
Content View Hits : 1863890
mod_vvisit_counterPengunjung Hari ini275
mod_vvisit_counterPengunjung Kemarin4310

Warga Online : 58
IP Kamu : 38.107.179.216













Kolom Pewarta Indonesia-Maroko Mengintip Maroko - Kisah 3 Blogger Indonesia yang Pernah ke Maroko (180/M)
Pemberitahuan: Bagi Peserta Lomba Lomba Menulis Artikel Tingkat Nasional tentang RI-Maroko yang belum mendapatkan kiriman Piagamnya hingga saat ini, mohon beritahukan ke Panitia melalui SMS/Call ke 081371051875 (Mbak Wina), PPWI akan mengirimkan soft-copy Piagam dimaksud melalui email yang bersangkutan. Untuk itu, kirim SMS ke nomor HP 081371051875 dengan format: NAMA LENGKAP spasi (NOMOR ARTIKEL) spasi ALAMAT EMAIL. Contoh: ALVIN TRI DANDY (598/S) noirescence@yahoo.com. Mohon segera dan beritahukan kepada rekan lainnya yang belum mendapatkan paigamnya juga. Terima kasih.

Mengintip Maroko - Kisah 3 Blogger Indonesia yang Pernah ke Maroko (180/M)

KOPI, Saya ingin kehidupan yang menantang dan penuh dengan penaklukan. Saya ingin mengunjungi tempat-tempat asing dan mencicipi lika-liku kehidupan manusia yang warna-warni, bernafas dari pengalaman orang lain, dan akhirnya menemukan inspirasi dari sudut sempit kehidupan saya yang selama ini tampak datar.

Berangkat dari angan itu, saya pun memulai perjalanan saya ke Maroko, negeri seribu benteng yang memadukan kultur budaya arab dan eropa. Perjalanan menggetarkan yang menempuh jarak 0 km dari sekotak layar di hadapan saya. Saya pun mengintip Maroko dari 3 kisah blogger Indonesia yang pernah ke Maroko.

Seorang blogger asal Cilacap, Burhan Ali, menceritakan kepada dunia bahwasanya beliau merasa menjadi mahasiswa yang paling beruntung karena bisa menimbah ilmu di Maroko. Melalui sebuah tulisannya, beliau bercerita tentang kisah romantisme Indonesia-Maroko yang berawal dari sejarah. Beliau bertutur meskipun Indonesia dan Maroko dipisahkan oleh jarak yang melebihi sepertiga lingkaran bumi, tidak menghalangi kerjasama antara kedua negara. Bahkan Maroko seringkali menyebut Indonesia sebagai “Akh Syaqiq” yang berarti “saudara kandung”.

Semakin lama, saya pun terlarut dalam cerita beliau. Terlebih ketika beliau bercerita tentang sejarah Indonesia-Maroko di pertengahan abad 14 masehi, ketika itu Ibnu Battutah, seorang musafir terkenal, melakukan perjalanan dari Maroko menuju Mesir, India, hingga tiba di Indonesia tepatnya di Samaudra Pasai, Aceh.

Cerita sejarah Indonesia-Maroko pun berlanjut, 4 tahun sejak Maroko meraih kemerdekaan dari kolonial Perancis pada tahun 1956, Presiden Soekarno berkunjung ke Maroko bertemu Raja Muhammad V. Soekarno merupakan presiden pertama yang berkunjung ke Maroko. Selain itu Soekarno juga dianggap sebagai pemimpin revolusi dunia yang membangkitkan semangat kemerdekaan bangsa-bangsa Asia-Afrika.

Dari kunjungan persahabatan itulah yang membuat Raja Mohammed V memberi kenang-kenangan khusus bagi Soekarno yaitu penamaan jalan yang mengambil namanya yaitu Rue (jalan) Soekarno di jantung kota Rabat, ibukota kerajaan Maroko.Tidak hanya jalan Soekarno saja yang ada di kota Rabat ada lagi nama jalan yaitu Rue (jalan) Bandoeng dan jalan Jakarta.

Sebaliknya, Presiden Soekarno pun mengambil nama Casablanca sebagai nama jalan terpenting dan tersibuk di Jakarta, Indonesia. Casablanca ini diambil dari nama kota perdagangan dan pelabuhan penting di Maroko. Ternyata kunjungan itu membawa banyak cerita persahabatan yang bisa kita rasakan hingga hari ini.

Kunjungan tersebut juga merupakan awal mula didirikannya kedutaan besar Republik Indonesia di Rabat yang pada awalnya bertempat di Agdal. Selain itu Warga Negara Indonesia juga dibebaskan visa untuk masuk ke Negara Maroko yang bisa kita rasakan hingga sekarang terutama bagi Pelajar dan Mahasiswa Indonesia di Maroko. Sungguh membuat saya terharu dan bangga menjadi bagian dari bangsa Indonesia.

Tidak hanya itu, harmonisme Indonesia dan Maroko semakin tampak jelas saat Indonesia turut berpartisipasi di Festival Teatre International untuk Pemuda ke XI di Taza, Maroko. Kedutaan Besar Republik Indonesia di Rabat, menampilkan Sendratari Ramayana yang sedikit menyimpang dari aslinya. Dan itu merupakan pertama kalinya kisah Ramayana dilakonkan dalam bahasa Arab.

Cerita lain dituliskan oleh Dedy W. Sanusi, seorang mahasiswa Indonesia yang menerima beasiswa S2 di Maroko melalui Agence Marocaine de Cooperation Internationale (AMCI). Beliau juga mengaku senang bisa belajar islam di Maroko. Beliau bercerita banyak tentang dosen-dosennya selama di Maroko yang sangat ramah. Nyaris tidak pernah berkata “tidak” ketika dimintai sesuatu, bahkan salah seorang dosennya yang bernama Dr. Abdullah As-Syarif membuka pintu rumah dan perpustakaan pribadinya setiap hari untuk memenuhi rasa ingin tahu murid-muridnya yang berasal dari Indonesia.

Beliau juga menuturkan keinginannya untuk mendirikan lembaga penelitian islam Indonesia-Maroko. Menurutnya, hubungan Indonesia dan Maroko lebih dari sekedar hubungan diplomatik, tetapi juga intelektual dan keagamaan. Misalnya, kitab al-Ajrumiyah, yang dikarang ulama Maroko Syekh Shanhaji, kitab itu sangat akrab dengan kalangan pesantren di Indonesia. Begitu juga dengan Tarekat Tijaniyah yang berpusat di Fes, memiliki banyak pengikut di Indonesia. Ciri khas keberagamaan yang moderat, seimbang dan toleran sama-sama berlaku di Maroko dan Indonesia.

Atas dalih itulah beliau menyimpukan bahwa banyak hal yang harus dipelajari bersama untuk menguatkan hubungan persahabatan kedua negara untuk memberikan model Islam yang selalu sesuai dengan perkembangan dunia.

Cerita terakhir datang dari seorang blogger yang tidak menyebutkan namanya. Beliau seringkali menyebut dirinya “Sang Penjelajah Maroko”. Sepertinya nama itu tepat untuknya karena beliau sangat sering menulis tentang keindahan Maroko. Dalam blognya, beliau banyak menampilkan foto-foto Maroko yang benar-benar membuat saya berdecak kagum.

Mata saya pun tertuju pada sebuah gambar kota tua yang ada di Maroko yakni Meknes, kota tua peninggalan bangsa romawi yang sangat eksotis dengan bangunan romawi yang tampak kokoh. Gambar gurun pasir di kota ini juga membuat saya terhanyut, apalagi melihat siluet keemasan dengan beberapa bayangan unta di sana. Susah rasanya menyembunyikan letupan rasa kagum terhadap Maroko.

Dan pada akhirnya ketiga cerita blogger di atas memberi saya banyak pengalaman. Entah suatu hari impian saya untuk ke negeri seribu benteng itu bisa terwujud atau tidak, yang terpenting saya bisa berbangga menjadi bangsa Indonesia, bangsa yang dianggap sebagai saudara kandung oleh bangsa Maroko. Limu puluh tahun sudah pershabatan ini berlangsung, dan semoga akan terus berlanjut, hari ini, besok, dan mungkin untuk selamanya hingga persahabatan itu akan kutitipkan ke anak cucu ku kelak. Besar harapan suatu saat kerja sama ini mengalami ekspansi, tidak hanya bidang pendidikan, tetapi juga bidang pariwisata, budaya, ekonomi, keamanan dan lain-lain.

Referensi :

http://el-hilaly.blogspot.com/2011/04/berawal-dari-sejarah-indonesia-maroko.html

http://jelajah-maroko.blogspot.com/2010/04/maroko.html

http://featuresdedywsanusi.blogspot.com/2008/04/cerita-baru-dari-negeri-matahari.html

 

Biodata Penulis:

Nama lengkap: Khairul Faiz

Tempat/tanggal lahir: Ujung Pandang, 05 Desember 1990

Nama sekolah/universitas: Politeknik Negeri Ujung Pandang

Alamat sekolah/universitas: Jl. Perintis Kemerdekaan Km 10 Makassar

Alamat rumah: Jl.Nipa-nipa dalam 1 No. 16 Blok 3 Perumnas Antang, Makassar 90234

Nomor telepon seluler : 085255238825 / 0411-491350

Alamat e-mail: This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it

Facebook: Khairul Faiz

Twitter : @daengfaiz

Blog : http://blogpejantantanggung.blogspot.com


Artikel Lainnya: