Berlibur ke Maroko, Mengapa Tidak? (182/M)
KOPI, Dimulai dari 51 tahun yang lalu, Indonesia dan Maroko menjalin kerjasama bilateral yang masih awet hingga sekarang. Sehingga tak heran, Maroko menganggap Indonesia sebagai saudara kandung. Keadaan kedua negara yang hampir sama merupakan salah satu faktor pendukung langgengnya kerjasama ini. Contohnya, kesamaan nasib sebagai negara yang pernah terjajah, kesamaan sebagai negara yang mayoritas penduduknya muslim serta sama-sama merupakan negara yang masih berkembang. Indonesia dan Maroko masih giat melakukan berbagai macam program guna memajukan negara masing-masing. Status yang sama sebagai negara berkembang menjadikan Indonesia-Maroko dapat berjalan beriringan.
Sudah lama menjalin kerjasama, sudah terjadi pula kerjasama di berbagai bidang, salah satu bidang yang berpotensi dalam kerjasama Indonesia-Maroko yaitu di bidang industri periwisata.
Indonesia, negara kepulauan dengan belasan ribu pulau ini terletak di garis khatulistiwa. Dengan pesona keindahan alamnya yang memukau, tak salah jika Indonesia dijuluki zamrud khatulistiwa, permata hijau yang bersinar-sinar sepanjang garis khatulistiwa. Keanekaragaman flora, fauna, bahkan kebudayaan serta adat istiadat berbagai suku yang tersebar di seluruh Nusantara dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan. Tak hanya wisatawan mancanegara, wisatawan domestik pun banyak yang tertarik menjelajahi negerinya sendiri.
Salah satu objek wisata yang paling terkenal di Indonesia tentu, Pulau Dewata, Bali. Siapa yang tak kenal Bali? Kepopulerannya sudah tak diragukan lagi di mata dunia. Bali kerap kali dijadikan pilihan wisata bagi turis-turis mancanegara. Bukan hanya Bali, Indonesia masih punya berbagai objek wisata lainnya. Sebut saja Danau Toba, dengan Pulau Samosir di tengahnya, Jembatan Ampera di Sumatera Selatan, Kota Kembang Bandung yang terkenal dengan wisata belanjanya, Candi Borobudur, Kraton Yogyakarta, Taman Wisata Mekarsari, hingga Taman Nasional Wakatobi.
Begitupun dengan Maroko. Banyak yang menilai, negeri di kawasan Maghribi dianggap menarik karena letak geografisnya dekat dengan benua Eropa dan Asia. Perpaduan budaya pun menjadi ciri khas negeri-negeri ini, dengan ciri khas utama budaya Islam.
Objek wisata di Maroko bertebaran di mana-mana. Yang paling terkenal adalah di seputar kota Casablanca. Di kota terbesar di Maroko ini, bisa ditemukan beragam bangunan artistik bergaya art deco dan masjid-masjid yang begitu indah. Sebut saja The Hassan II Mosque, Quartier des Habous, dan Old Medina. Selain memiliki beragam bangunan dengan arsitektur indah, Casablanca pun dikenal sebagai kota pantai. Kafe, restoran, dan tempat hiburan lainnya bertebaran di sepanjang pesisir pantai. Pantai-pantai di Maroko sering dikunjungi para wisatawan hanya untuk melihat sunset, matahari tenggelam, di negeri yang dijuluki Negeri Matahari Terbenam.
Seperti dilansir oleh kantor berita Antara, Mantan Duta Besar RI untuk Maroko, Sjahwien Adenan menyatakan Indonesia dan Maroko memiliki potensi besar untuk mengembangkan kerjasama dalam bidang pariwisata.
Letak kedua negara yang cukup jauh mungkin menyebabkan kurangnya perhatian terhadap kerjasama di bidang ini. Pada tahun 2008, Qatar Airlines telah membuka jalur penerbangan antara Casablanca dan Denpasar. Hal ini tentu saja merupakan awalan yang baik bagi kerjasama pariwisata Indonesia-Maroko. Apalagi, letak Maroko yang berdekatan dengan Spanyol bisa menjadi alternatif wisata dan pintu masuk ke benua Eropa.
Ya, dengan berbagai potensi pariwisata yang dimiliki oleh Indonesia dan Maroko, serta didukung oleh sifat penduduk lokal yang terkenal ramah dan mudah menerima orang lain, sudah seharusnya Indonesia dan Maroko mengembangkan kerjasama di bidang pariwisata. Dengan adanya kerjasama di bidang pariwisata ini tentu berdampak positif bagi berbagai sektor, diantaranya sektor ekonomi maupun budaya. Jika banyak wisatawan yang berkunjung ke daerah tersebut, tentunya penduduk setempat dapat menjual berbagai cinderamata maupun membuka berbagai macam jasa. Misalnya penginapan, rumah makan, restoran, dan lain sebagainya. Hal ini akan berpengaruh pada pendapatan penduduk setempat dan berdampak pula pada tingkat kesejahteraannya. Lebih dari itu, kebudayaan masyarakat lokal pun akan ikut terangkat. Biasanya, wisatawan tertarik untuk menyaksikan pertunjukan seni budaya yang ada di daerah tersebut. Indonesia pun dapat berbangga dengan banyaknya kesenian dan kebudayaan yang dimilikinya.
Dengan adanya jalur penerbangan Denpasar-Casablanca, diharapkan makin banyak turis-turis yang berdatangan ke Indonesia maupun Maroko. Alangkah lebih baik lagi jika jalur penerbangan tak hanya di Denpasar atau Casablanca, tetapi juga di beberapa kota besar lain di kedua negara.
Kerjasama Indonesia-Maroko di sektor pariwisata tak hanya menguntungkan sektor pariwisata saja, tetapi juga berdampak pada berbagai sektor lain. Bertambahnya devisa negara, saling mengetahui wilayah masing-masing, dapat mempelajari kesenian dan kebudayaan, dapat menambah lapangan pekerjaan, merupakan beberapa potensi keuntungan lain dari kerjasama pariwisata Indonesia-Maroko.
Ada beberapa kendala yang mungkin dihadapi dari kerjasama bilateral ini. Salah satunya yaitu aspek bahasa. Masyarakat Maroko yang kebanyakan berbahasa Arab dan Perancis, serta orang Indonesia yang berbahasa Indonesia, dan juga letak Maroko yang cukup jauh dari Indonesia. Namun, jika memang berniat untuk menjalin kerjasama, hal ini tentu bukan merupakan kendala yang berarti.
Kerjasama di bidang pariwisata ini turut didukung dengan adanya perjanjian bebas visa yang didapat Indonesia dari Maroko. Sehingga, peningkatan kerjasama pariwisata dengan Maroko pun menjadi salah satu pilihan yang mungkin layak dipertimbangkan.
Berlibur ke Maroko, mengapa tidak?
Referensi :
Antara.(2010). [Online]. Indonesia-Maroko Berpotensi Kerja Sama Pariwisata. Tersedia : http://antarabanten.com/berita/13262/indonesia-maroko-berpotensi-kerja-sama-pariwisata [24 Juni 2011]
Anonim. (2010). [Online]. Negeri Magribi: Pesona Sahara Sampai Casablanca. Tersedia: http://m.detik.com/read/2010/09/09/105339/1438395/983/negeri-magribi-pesona-sahara- sampai-casablanca [24 Juni 2011]
Identitas Penulis
Nama : Dieni Hanifa R.A
TTL : Majalengka, 14 Februari 1994
Nama Universitas : Universitas Pendidikan Indonesia
Alamat Universitas : Jl. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung 40154
Alamat Rumah : Komp. Griya Bandung Indah blok E6 no 12
Nomor Telepon : 085793002324 / 022-60993289
e-mail : This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it
facebook : www.facebook.com/dienidini
| < Prev | Next > |
|---|
- Hubungan Bilateral yang Harmonis antara Indonesia dan Maroko (181/S)
- Mengintip Maroko - Kisah 3 Blogger Indonesia yang Pernah ke Maroko (180/M)
- Tak Kenal Maka Tak Sayang, Dari Rasa Suka Jadi Kerjasama (179/M)
- Lentera Persahabatan (178/M)
- Sister City sebagai Pererat Persahabatan Indonesia-Maroko (177/M)
- Maroko dan Indonesia Sahabat Sekarang dan Selamanya (176/M)
- Jalinan Hubungan Kerjasama Indonesia dan Maroko (175/S)
- Rencana Indah Tuhan di Balik Kebudayaan Indonesia dan Maroko (174/M)
- Filosofi Kaizen sebagai Penjaminan Mutu Kualitas Hubungan Diplomatik Indonesia - Maroko di Bidang Pertanian (173/M)
- Budaya Kita Sama! (172/M)
- Morocco and Indonesia’s Culture Goes 2 Campus and School (171/M)
- Menanamkan Rasa Kebersamaan dalam Sebuah Persahabatan antara RI-Maroko (170/M)
- Memperkokoh Kerjasama Lewat Pernikahan Silang RI - Maroko (169/M)
- Maju Bersama Pendidikan RI Maroko (168/S)
- Orientasi Hubungan Indonesia Maroko di Masa Depan (167/M)


























