Persahabatan Indonesia-Maroko Bisa Saling Menguntungkan (184/M)
KOPI, Negara Indonesia termasuk negara berkembang, begitu para peneliti berpendapat. Sudah menjadi keharusan untuk terus “menambah teman” agar beban bisa ditanggung bersama, lebih mudah untuk meningkatkan kualitas bangsa dan untuk perdamaian dunia. Salah satu negara yang sudah setengah abad lamanya menjalin hubungan dan kerjasama dengan negara kita adalah negara Maroko. Hal apa saja yang telah dilewati bersama demi membangun kesejahteraan masing-masing negara?
Sejak abad 14, Ibnu Batutah melakukan perjalanan dari Maroko menuju Mesir, India, hingga sampailah ke negara kita tepatnya di Kerajaan Samudera Pasai, Aceh. Selanjutnya Maulana Malik Ibrahim salah satu dari Wali Songo juga datang ke Indonesia untuk menyebarkan agama Islam. Hal ini merupakan bukti bahwa antara Indonesia dan Maroko telah lama mengenal satu sama lain.
Selanjutnya pada tahun 1955, Maroko mengikuti Konferensi Asia Afrika di Bandung, Jawa Barat. Tahun 1960 Presiden Soekarno berkunjung ke Maroko di ibukota, Rabat, bertemu dengan Raja Muhammed V. Kedatangannya tersebut merupakan presiden pertama yang datang ke negara itu, sehingga sang Raja memberi kenang-kenangan dengan penamaan Rue (jalan) Soekarno di Rabat. Soekarno pun mengambil nama Casablanca dari kota penting di Maroko sebagai nama jalan terpenting di Jakarta.
Selain itu, antara Indonesia dan Maroko telah bekerjasama dalam berbagai bidang. Dalam bidang politik, kedua negara terdaftar mengikuti organisasi-organisasi internasional, seperti Konferensi Asia Afrika (KAA), Gerakan Non Blok (GNB), Organisasi Konferensi Islam (OKI) juga Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Bidang ekonomi dengan adanya ekspor-impor barang-barang, seperti Indonesia yang mengekspor minyak kelapa sawit, kopi, kertas dan kayu dimana barang-barang tersebut termasuk yang disukai Maroko, juga mengimpor produk fosfat dan asam fosfat. Sedangkan dalam bidang pendidikan, pemerintah Maroko setiap tahun memberikan 15 beasiswa melalui Departemen Agama dan Universitas Sultan Agung untuk belajar di Maroko.
Namun dalam kenyataan, untuk menjalin hubungan dan kerjasama itu tidaklah mudah. Perlu proses yang matang dan pengembangan-pengembangan tertentu agar dampak-dampak positifnya terasa oleh masyarakat secara merata. Di sini perlu adanya evaluasi dari berbagai aspek, karena untuk menyukseskan suatu kegiatan kita harus mempelajari kesalahan untuk diperbaiki dan sesuatu yang baik untuk dipertahankan.
Berangkat dari politik yang saat ini sedang marak kasus korupsi khususnya di kalangan para pemimpin. Ini telah menimbulkan banyak sekali kerusakan-kerusakan dalam negeri. Coba lihat dan tanyakan bagaimana aksi para pemimpin Maroko memimpin negaranya. Lihatlah kondisi dalam pemerintahannya, apakah penuh dengan kecurangan, ataukah sebaliknya? Lihat pula sistem hukum yang mengatur tindak pelaku kejahatan, apakah benar-benar ditegakkan atau bisa dibeli dengan uang seperti yang seolah biasa terjadi di negara kita? Ternyata masalah politik dan hukum ini kita dapat meneladani sistem yang berada di Maroko.
Maroko memang memiliki banyak kemiripan dengan Indonesia, khususnya dalam hal pengalaman sejarah dan penduduknya yang mayoritas Islam. Mereka mengalami berbagai tekanan baik ekonomi maupun politik dari berbagai negara Barat seperti Perancis, Spanyol, Inggris, Jerman dan Amerika. Para penjajah tersebut tentunya memberikan warisan sistem hukum yang menyebabkan perbenturan berbagai sistem hukum, khususnya dengan sistem hukum Islam. Akibatnya sampai dengan tahun 1956 ketika Maroko memperoleh kemerdekaannya rakyat Maroko memiliki 2 sistem hukum yaitu Magzen dan Eropa peradaban.
Magzen adalah sistem hukum yang didasarkan pada syari'ah Islam sedangkan sistem Eropa didasarkan pada sistem hukum barat yang didominasi oleh Spanyol dan Perancis. Namun berkat kegigihan masyarakat Islam di Maroko pada tahun 1962 mereka berhasil menyusun satu Kitab Hukum yang diperlakukan bagi seluruh penduduk tanpa pengecualian.
Ada dua pasal yang sangat menarik dari Kitab Hukum yang di miliki oleh masyarakat Maroko, yaitu:
Pasal 220 yang menyatakan bahwa: Dipidana orang yang melalui lembaga pendidikan, lembaga rumah sakit, lembaga pemeliharaan orang miskin dan anak yatim piatu, menggoncangkan keimanan seorang muslim atau berusaha untuk merobah agamanya, juga melakukan hal itu dengan menggunakan kelemahan atau keadaan terdesaknya (dalam hal ekonomi); sedangkan Pasal 22 CP : Dipidana seseorang yang sebagai muslim membatalkan puasa Ramadhan secara terang-terangan.
Sementara itu, sistem monarki konstitusi di Maroko dapat bertahan karena keluarga raja menyadari bahwa warganegara Maroko memiliki hak politik yang agung dan harus dihormati. Reformasi yang dilakukan Maroko sejak tahun 1997 telah memperkuat pondasi sistem demokrasi di negara itu. Di Maroko ada puluhan partai politik yang ikut dalam pemilu. Parlemen yang menentukan perdana menteri. Sejak lepas dari penjajahan Prancis dan Spanyol, belum pernah ada perdana menteri yang diveto raja. Bahkan, kelompok oposisi pernah memimpin pemerintahan.
Selain itu, kebebasan pers di Maroko juga dijamin. Sementara perlindungan HAM menjadi tema besar, yang sejak beberapa tahun belakangan ini dikampanyekan pemerintah. Pada tahun 1999 Maroko membentuk Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi untuk menyelidiki pelanggaran HAM yang terjadi di masa lalu.
Demonstrasi juga bukan sesuatu yang asing bagi orang Maroko. Setiap hari ada demo di Maroko, setidaknya di depan gedung Parlemen di Rabat. Itu sebabnya, demonstrasi di Maroko tidak berkelanjutan seperti demonstrasi di negara-negara lain di kawasan itu. Sejumlah organisasi HAM, seperti Amnesti Internasional, dan media-media Barat memuji respons pemerintah Maroko dalam menghadapi demonstrasi tersebut.
Dengan mempelajari ini negara kita bisa menerapkan sistem politik dan hukum seadil-adilnya. Tidak ada kecurangan dan hidup damai merupakan sesuatu yang diimpikan setiap negara yang bermartabat. Setiap orang berpendidikan perlu menyadari bahwa menjadi seorang pemimpin jangan melihat dari harta yang akan didapat, tetapi lihat seberat apa amanah yang akan dipikul. Nasib rakyat di negara kita harus terus diperjuangkan.
Berlanjut pada bidang pendidikan. Pendidikan di Maroko termasuk sebagai yang terbaik sistem pendidikannya. UNICEF pun menjadikan Maroko sebagai negara panutan dengan pendidikan yang berkualitas. Dengan menaruh faktor manusia di pusat sistem pendidikan, Maroko menapak selangkah ke depan mencapai target milenium, yaitu meraih pengembangan signifikan, dan membangun masyarakat yang demokratis dan modern. Hendaknya kita pun memperhatikan hal apa saja yang dapat dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan di negara kita? Dengan adanya pertukaran pelajar misalnya, hal tersebut bisa dijadikan peluang bagi Indonesia untuk mempelajari sistem pendidikan di Maroko dan mengembangkannya di dalam negeri.
Ternyata Indonesia pun dalam bidang pendidikan bisa eksis di negara tersebut. Seorang mahasiswa asal Cirebon, Jawa Barat, berhasil meraih gelar doktor termuda dalam usia 29 tahun dengan judul disertasinya "Konsep Maqashid Syari'ah dalam Pengembangan Hukum Fikih; Prespektif Al-Kiya Harrasi". Adapula seorang mahasiswa Indonesia meraih gelar doktor dengan predikat Summa Cum Laude di Universitas Mohamed V Rabat. Ia mempertahankan disertasinya dengan judul "Syeikh Ahmad Deedat dan Upayanya Dalam Perdebatan Agama". Mereka yang telah sukses ini bisa menjadi motivasi bagi kita untuk terus meningkatkan derajat pendidikan bangsa Indonesia dalam taraf internasional.
Dari sudut pandang ekonomi, Maroko telah banyak memberikan kontribusi positif bagi negara kita. Maroko memberi peluang besar bagi Indonesia untuk bisa keluar dari pola perdagangan internasional yang selama ini mengandalkan partner dagang tradisional, Amerika Utara dan Eropa Barat. Pola konvensional ini telah terbukti lebih sering menjerat Indonesia dalam hubungan yang tidak saling menguntungkan, dimana Indonesia selalu keluar sebagai pihak yang dirugikan. Contohnya, dari 32 juta kg kopi yang dikonsumsi masyarakat Maroko dalam setahun, tak kurang dari 60 persen adalah kopi yang berasal dari Indonesia. Sayangnya, kopi tersebut dibeli dari pasar Eropa. Sebagai negara agraris, Indonesia dapat mengandalkan Maroko sebagai pemasok fosfat, bahan baku pupuk. Bila pemerintah dan pihak swasta Indonesia memiliki keinginan kuat untuk menjalin hubungan dagang dengan Maroko, pemerintah Maroko pun pasti akan membuka tangan lebar-lebar.
Hubungan persahabatan antara Indonesia dan Maroko yang saling menguntungkan ini diharapkan bisa menjadi pemicu untuk terus berusaha meningkatkan kualitas bangsa. Salah satunya dengan mempelajari keunggulan dari masing-masing negara dalam berbagai bidang. Sudah seharusnya persahabatan harmonis ini tetap terjaga bagaimanapun kondisinya, karena dengan ini berarti kita telah mewujudkan perdamaian dunia untuk menyongsong kehidupan terbaik di masa yang akan datang.
Referensi :
http://groups.yahoo.com/group/daarut-tauhiid/message/16511
http://hileud.com/hileudnews?title=Mahasiswa+Indonesia+Raih+Gelar+Summa+Cum+Laude+di+Maroko&id=172260
http://www.ppimaroko.org/index.php?potion=com_content&view=article&id=112:berawal-dari-sejarah-indonesia-maroko&catid=51:info-maroko&itemid=83
http://www.republika.co.id/berita/internasional/global/11/06/10/lmk3jv-subhanallah-mahasiswa-indonesia-raih-gelar-doktor-termuda-di-maroko
http://www.rakyatmerdekaonline.com/news.php?id=19360
http://www.sahabatmaroko.com/index.php?option=com_content&view=article&id=311:unicef-jadikan-maroko-contoh-negara-dengan-pendidikan-berkualitas&catid=40:pendidikan-teknologi
Identitas Penulis :
Nama : Nur Rahim Rabbani
TTL : Bandung, 4 Oktober 1992
Nama Universitas : Universitas Pendidikan Indonesia
Alamat Rumah : Kp.Cikondang RT01/RW03 Ds.Lamajang Kec.Pangalengan Kab.Bandung
No.Telepon Seluler : 085624328853
Alamat E-mail : This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it
Akun Facebook : This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it
| < Prev | Next > |
|---|
- Berjalan, Berkarya, dan Tumbuh Bersama dalam Sektor Pariwisata (183/M)
- Berlibur ke Maroko, Mengapa Tidak? (182/M)
- Hubungan Bilateral yang Harmonis antara Indonesia dan Maroko (181/S)
- Mengintip Maroko - Kisah 3 Blogger Indonesia yang Pernah ke Maroko (180/M)
- Tak Kenal Maka Tak Sayang, Dari Rasa Suka Jadi Kerjasama (179/M)
- Lentera Persahabatan (178/M)
- Sister City sebagai Pererat Persahabatan Indonesia-Maroko (177/M)
- Maroko dan Indonesia Sahabat Sekarang dan Selamanya (176/M)
- Jalinan Hubungan Kerjasama Indonesia dan Maroko (175/S)
- Rencana Indah Tuhan di Balik Kebudayaan Indonesia dan Maroko (174/M)
- Filosofi Kaizen sebagai Penjaminan Mutu Kualitas Hubungan Diplomatik Indonesia - Maroko di Bidang Pertanian (173/M)
- Budaya Kita Sama! (172/M)
- Morocco and Indonesia’s Culture Goes 2 Campus and School (171/M)
- Menanamkan Rasa Kebersamaan dalam Sebuah Persahabatan antara RI-Maroko (170/M)
- Memperkokoh Kerjasama Lewat Pernikahan Silang RI - Maroko (169/M)


























