Membangun Hubungan Melalui Pendidikan Lingkungan (189/M)
KOPI, Republik Indonesia dan Maroko adalah dua buah negara yang telah membangun hubungan baik sejak masa kepemimpinan Bapak Sukarno di Indonesia. Tentunya dua buah negara ini adalah negara yang sama-sama ingin berkembang bahkan maju dalam segala bidang. Sebuah negara tidak akan bisa maju dan berkembang apabila mengandalkan kekuatan sendiri. Meskipun negara tersebut sudah memiliki kekayaan sumber daya alam bahkan sumberdaya manusia yang melimpah namun negara itu memerlukan suatu masukan ataupun sharing tentang pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya yang dimiliki tersebut secara maksimal dan berkelanjutan.
Banyak kesamaan antara negara Republik Indonesia dan Maroko, namun tidak sedikit juga hal yang menghambat dua negara ini dalam membangun hubungan bilateral. Contohnya adalah masalah jarak yang cukup jauh antara Republik Indonesia dan Maroko. Republik Indonesia dan Maroko berada di benua yang berbeda bahkan dipisahkan oleh pulau, selat dan hamparan lautan, namun hal ini sudah dipermudah dengan adanya perjanjian bebas visa untuk pelancong dari masing-masing negara. Sehingga memudahkan proses administrasi bila akan saling mengunjungi antar kedua negara ini. Indonesia mendapatkan perjanjian bebas visa dengan Kerajaan Maroko, karena hasil timbal balik dukungan pemerintah Indonesia terhadap kemerdekaan Maroko. Pada 1960, Raja Mohammed V berjanji akan memenuhi satu permintaan Presiden Soekarno saat berkunjung ke Rabat, dan Bung Karno hanya meminta pembebasan visa bagi warga Indonesia bila berkunjung ke Maroko. Hal lain yang juga dapat menjadi penghalang adalah bahasa yang berbeda antara Republik Indonesia dan Maroko. Masyarakat Indonesia sungguh sangat menjunjung tinggi bahasa persatuan yaitu Bahasa Indonesia sedangkan masyarakat Maroko mayoritas menggunakan bahasa Arab dan Perancis. Mungkin hal ini yang kurang dapat menciptakan komunikasi yang baik dalam menjalin suatu hubungan.
Jarak yang cukup jauh maupun bahasa yang berbeda bukanlah suatu penghalang dalam membangun sebuah hubungan bila kita memiliki sebuah komitmen untuk membangun hubungan bilateral yang saling mendukung bahkan saling memajukan antara satu dengan yang lainnya. Untuk itulah diperlukan suatu pendidikan yang mendukung terwujudnya suatu hubungan yang baik atau bisa jadi membangun hubungan melalui pendidikan. Bahasa adalah hal yang dapat dipelajari dan jarak adalah hal yang dapat ditempuh. Sekarang adalah bagaimana mencapai kedua hal tersebut dengan efektif dan efisien, tentunya adalah melalui pendidikan. Tidak mungkin sebuah negara mampu berdiri tanpa pendidikan. Oleh karena itu, pendidikan mutlak diperlukan dan yang menjadi permasalahan adalah pendidikan yang seperti apa yang diperlukan dalam menjalin hubungan bilateral guna bersama-sama memajukan pembangunan.
Dewasa ini, bumi kita disuarakan sedang sakit, efek pemanasan global sudah kita rasakan dimanapun kita berada. Berbagai jenis penyakit baru bermunculan tanpa tahu apa penyebabnya. Bahkan hari-hari ini banyak jenis hewan maupun tumbuhan yang terdengar punah akibat kondisi habitat yang tidak sesuai lagi. Untuk itulah Republik Indonesia dan Maroko sangat perlu menjalin hubungan bilateral dan berkerja sama mengobati bumi kita yang sedang sakit. Banyak hal yang dapat dilakukan dalam mengurangi dampak pemanasan global ini. Salah satunya adalah pendidikan lingkungan. Republik Indonesia dan Maroko perlu membangun suatu hubungan dalam hal pendidikan lingkungan. Tentunya melalui generasi muda atau tunas bangsa yang kepada mereka kita akan mewariskan bumi ini. Pendidikan lingkungan diperlukan oleh setiap orang karena setiap orang pasti akan selalu berinteraksi dengan lingkungan dan memerlukan lingkungan alam ini dalam melanjutkan kehidupannya.
Langkah kongkrit yang dapat dilakukan adalah bersama-sama menyuarakan pentingnya menyelamatkan lingkungan melalui bentuk-bentuk kampanye, pendidikan di bangku sekolah, seminar penelitian dan pengembangan melalui penelitian di bidang lingkungan yang dilakukan bersama-sama negara Republik Indonesia dan Maroko. Menetapkan pendidikan lingkungan dalam kurikulum pendidikan nasional adalah hal yang mutlak perlu dipertimbangkan untuk membangun rasa cinta lingkungan sejak dini. Sehingga melalui pengetahuan tentang lingkungan dapat menumbuhkan kesadaran, keterampilan bahkan partisipasi dalam menjaga dan merawat alam pada diri setiap anak. Dari hal inilah Indonesia dan Maroko dapat bersama-sama memulainya dan ikut menyuarakan pentingnya pendidikan lingkungan ke semua bangsa di dunia. Kerjasama pendidikan lingkungan tidak hanya untuk anak-anak di bangku sekolah tapi juga untuk semua umur di alam bebas seperti di tempat wisata. Pendidikan lingkungan dapat di terapkan melalui paket-paket ekowisata baik secara langsung ataupun tidak langsung. Secara langsung yaitu dengan pemaparan langsung tentang lingkungan dari wajah ke wajah (face to face) baik perpribadi maupun perkelompok sedangkan secara tidak langsung dapat dilakukan melalui poster, leafleat, pamfleat, papan pemandu wisata, stiker, cendera mata, dan lain-lain yang dapat dilihat berisi pesan atau panduan untuk menjaga lingkungan. Supaya setiap orang tidak hanya menikmati keindahan dan jasa lingkungan saja tapi juga berusaha menjaga supaya itu tetap ada dan berkelanjutan. Hal ini sangat tepat karena negara Indonesia dan Maroko sama-sama memiliki alam wisata yang juga perlu untuk dibangun dan dikembangkan bersama-sama. Sehingga evaluasipun dapat dilakukan secara bersama-sama, saling memotivasi dan saling memberi masukan antara Indonesia dan Maroko demi sebuah perbaikan. Sehingga tidak hanya bumi yang tercipta dengan baik tapi juga hubungan baik Republik Indonesia dan Maroko juga akan terjaga.
Sudah saatnya kita perlu besama-sama memikirkan bagaimana menyelamatkan bumi ini bersama-sama supaya kita bisa tetap hidup di dalamnya bersama-sama. Menyamakan persepsi dan tujuan dalam hal menciptakan bumi yang semakin nyaman adalah modal utama dalam menjalin kerjasama melalui pendidikan lingkungan. Supaya bumi kita tidak hanya untuk kita tapi juga untuk generasi setelah kita, tidak hanya untuk saat ini tapi juga untuk masa mendatang.
Biodata Penulis
Nama : Nicho Chandra Siregar
Tempat/Tanggal Lahir : Garoga, 27 Juli 1991
Nama Universitas : Universitas Sumatera Utara
Alamat Universitas : Jl. Dr. T. Mansur 9, Medan 20155, Sumatera Utara, Telepon: (061) 8214033Faks.: (061) 8211822, Website: www.usu.ac.id
Alamat Rumah : Jln. Bah Kapul Kiri No.22 Pematang Siantar, Sumatera Utara
Nomor Telepon Seluler : 085361178725
Alamat Email : This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it
Akun Facebook : This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it , (Nicho Chandra Siregar)
| < Prev | Next > |
|---|
- RI-Maroko : Dua Sinergi untuk Kejayaan Islam! (188/M)
- Persahabatan Indonesia-Maroko : Satu Jiwa untuk Maju Bersama (187/S)
- Menakar Hubungan RI – Maroko ke Masa Depan (186/M)
- Gebrakan Inovatif demi Kemesraan INDOMA (185/M)
- Persahabatan Indonesia-Maroko Bisa Saling Menguntungkan (184/M)
- Berjalan, Berkarya, dan Tumbuh Bersama dalam Sektor Pariwisata (183/M)
- Berlibur ke Maroko, Mengapa Tidak? (182/M)
- Hubungan Bilateral yang Harmonis antara Indonesia dan Maroko (181/S)
- Mengintip Maroko - Kisah 3 Blogger Indonesia yang Pernah ke Maroko (180/M)
- Tak Kenal Maka Tak Sayang, Dari Rasa Suka Jadi Kerjasama (179/M)
- Lentera Persahabatan (178/M)
- Sister City sebagai Pererat Persahabatan Indonesia-Maroko (177/M)
- Maroko dan Indonesia Sahabat Sekarang dan Selamanya (176/M)
- Jalinan Hubungan Kerjasama Indonesia dan Maroko (175/S)
- Rencana Indah Tuhan di Balik Kebudayaan Indonesia dan Maroko (174/M)


























