Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
Silahkan Login & Kirim Warta

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?
Pewarta Online
None

Yang Terpinggirkan
Gaji Pensiun yang belum Terealisasi Juga.....
21/02/2013 | Husaeni Mabruri

KOPI - Mimpi manis untuk masa depan gaji pegawai pensiunan sipil hidupnya belum dirasakan oleh Bpk. [ ... ]


Gelora Sepeda
“Nongkrong di Haus Berbonus” Raih MU.....
30/06/2013 | Arifin

KOPI - PT ABC President Indonesia menggelar serangkaian kegiatan “Nongkrong di Haus Berbonus”, Minggu pagi (30/6) di Plaza Utara Senayan, Jakarta. Event tersebut diselenggarakan serentak di tiga K [ ... ]



Polling Warga
Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
 

Kolom Pewarta Indonesia-Maroko Implementasi Pergaulan Internasional Indonesia-Maroko dalam Perkembangan Sosial Budaya Indonesia (320/M)
Redaksi Koran Online Pewarta Indonesia (KOPI) bersama segenap pengurus dan anggota PPWI se-Indonesia menyampaikan Selamat Menjalankan Ibadah Puasa di bulan Ramadhan 1435 H, kepada seluruh umat Muslim dan Muslimat sebangsa dan setanah air dan di seluruh dunia. Semoga senantiasa dilimpahkan rahmat dan pahala yang berlimpah di bulan suci penuh rahmat ini bagi setiap anak negeri di segenap penjuru nusantara... Amin...

Implementasi Pergaulan Internasional Indonesia-Maroko dalam Perkembangan Sosial Budaya Indonesia (320/M)

KOPI, Seperti seorang manusia, suatu negara pun tidak mungkin dapat hidup dan mempertahankan kelangsungan hidupnya tanpa membuka diri dan bekerja sama ataupun ikut serta dalam pergaulan antarbangsa (internasional), sekalipun negara tersebut merupakan negara yang super power atau negara yang sangat kaya. Bila suatu negara tidak membuka diri dan melibatkan diri dalam pergaulan internasional, maka negara tersebut tidak akan mampu mempertahankan keberadaannya dan kelangsungan hidupnya. Hal tersebut karena suatu negara tidak mungkin dapat memenuhi berbagai macam kebutuhan dan kepentingan negaranya sendiri tanpa bantuan negara lain. Agar suatu negara dapat memenuhi kebutuhan hidupnya, maka negara tersebut harus mau dan mampu bergaul dengan baik dengan bangsa-bangsa dan negara-negara lain. Oleh sebab itu, pergaulan tersebut harus membawa dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi kelangsungan dan perkembangan negaranya (Hasim, 2006:93)

Sebagai sebuah negara yang tengah mengalami perkembangan di era globalisasi saat ini, Indonesia telah melakukan berbagai hubungan dengan negara-negara lain, baik hubungan bilateral, regional, multilateral, dan internasional. Hubungan yang dilakukan menyangkut beragam aspek, misalnya ekonomi, sosial-budaya, pendidikan, dan politik. Salah satu hubungan bilateral yang dilakukan oleh Indonesia adalah hubungan bilateral dengan negara Maroko.

Indonesia dan Maroko adalah dua buah negara yang memiliki rentang jarak yang cukup jauh. Letak Indonesia berada di wilayah Asia tenggara, bagian timur dari benua Asia. Sedangkan Maroko terletak di wilayah Afrika Utara atau bagian barat dari benua Afrika. Pada zaman yang semakin maju, hubungan antara kedua negara ini semakin dipererat. Pada tahun 1955, Maroko turut aktif berperan di Konferensi Asia Afrika (KAA) yang dilaksanakan di Bandung, Jawa Barat. Pada tanggal 2 Mei 1960, Presiden Soekarno tiba di kota Rabat untuk menemui Raja Muhamad V. Presiden Soekarno merupakan presiden pertama yang datang berkunjung ke Maroko. Hal inilah yang menandai awal hubungan diplomatik antara Indonesia dan Maroko. Selain itu, Presiden Soekarno juga dianggap sebagai pemimpin revolusi dunia yang membangkitkan semangat kemerdekaan bangsa-bangsa Asia-Afrika.

Kunjungan Presiden Soekarno dan hubungan persahabatan yang terjalin antara Indonesia dan Maroko membuat Raja Mohammed V memberi kenang-kenangan khusus bagi Soekarno, yaitu penamaan jalan di jantung kota Rabat, ibukota kerajaan Maroko yaitu Rue (jalan) Soekarno. Tidak hanya jalan Soekarno saja yang terdapat di kota Rabat, tetapi juga nama jalan yaitu Rue (jalan) Bandoeng dan jalan Jakarta. Peristiwa itu menjadi titik awal yang menjadi landasan penting bagi para pemimpin ke dua negara untuk lebih memperkuat hubungan dan kerja sama antara Indonesia dan Maroko dalam berbagai aspek, salah satunya adalah aspek sosial dan budaya.

Hubungan internasional antara Indonesia dan Maroko sejauh ini berjalan dengan baik. Hal ini dapat ditunjukkan pada setiap tahun Pemerintah Maroko menawarkan melalui AMCI (Agen Kerjasama Internasional Maroko) yaitu 15 beasiswa kepada Indonesia melalui Departemen Agama. Dimulai pada tahun 2010, Kementerian Wakaf dan Urusan Keislaman Maroko telah menyetujui permintaan PBNU untuk memberikan beasiswa khusus untuk putra-putri PBNU sebanyak 10-15 orang setiap tahun guna belajar di institusi pendidikan yang berada dibawah Kementerian Wakaf dan Urusan Keislaman Maroko, khususnya Universitas Qarawiyyin dan Pendidikan Tradisional (at-Ta'liim al Atiiq) di Masjid Qarawiyyin.

Bila dikaji lebih dalam, hal ini tentunya memiliki manfaat yang sangat besar bagi Indonesia. Betapa tidak, dengan diberikannya peluang beasiswa bagi Indonesia untuk belajar di Maroko, maka Indonesia akan memanfaatkan kesempatan emas ini untuk dapat mengembangkan ilmu yang telah diperoleh di Indonesia. Bila hal ini diterapkan dengan baik, maka hubungan timbal balik antara Indonesia dan Maroko akan terasa maksimal.

Namun pada kenyataan yang terjadi saat ini belum seperti yang diharapkan. Kesempatan yang telah diberikan tersebut kurang dimanfaatkan dengan baik oleh Indonesia. Kedatangan mahasiswa Indonesia ke Maroko tidak sesuai kuota yang telah ditentukan. Selain itu, kurang selektifnya dalam memilih utusan-utusan penuntut ilmu, sehingga tidak sedikit yang kurang maksimal dalam belajar di negeri matahari terbenam ini.

Belajar dari pengalaman merupakan cara terbaik dalam mengatasi hal ini. Permasalahan dalam bidang sosial ini dapat dipecahkan dengan adanya perubahan internal dari Indonesia sendiri. Semangat kebangsaan bagi setiap warga negara, harus dapat dijadikan motivasi spiritual dan horizontal dalam mencapai kemajuan dan kejayaan bangsa, menjaga keutuhan serta persaudaraan antarsesama. Dengan mengerti dan memahami pentingnya semangat kebangsaan bagi setiap warga negara, diharapkan mampu melahirkan jiwa nasionalisme (cita tanah air) dan patriotisme (rela berkorban).

Kurangnya kuota yang dibutuhkan dan kurang selektifnya dalam memilih para penuntut ilmu untuk mendapatkan beasiswa merupakan dampak dari kurangnya penanaman sikap nasionalisme dan patriotisme dari dalam diri bangsa Indonesia. Nasionalisme dalam pengertian luas, adalah perasaan cinta atau bangga terhadap tanah air dan bangsanya dengan tetap menghormati bangsa lain karena merasa sebagai bagian dari bangsa lain di dunia. Apabila kedua sikap ini dapat tertanam baik dalam diri setiap bangsa Indonesia, tentunya permasalahan pemberian beasiswa yang terjadi dalam hubungan Indonesia dan Maroko dapat diperkecil.

Selain dalam aspek sosial melalui pemberian beasiswa, dalam dalam aspek kebudayaan pun kedua negara telah berpartisi aktif. Hal ini semakin terlihat jelas ketika Indonesia turut berpartisipasi Dalam Rangka Festival Teatre International untuk Pemuda ke XI di Taza, Maroko. Kedutaan Besar Republik Indonesia di Rabat, menampilkan Sendratari Ramayana dengan berbagai macam improvisasi yaitu sedikit menyimpang dari aslinya. Pertama dalam sejarah, kisah Ramayana dipagelarkan dalam bahasa Arab yang di pentaskan oleh Masyarakat Indonesia di Maroko, Sebagian besar pemainnya adalah mahasiswa Indonesia yang tergabung dalam wadah PPI Maroko.

Kemudian pada Festival Music International di Fes, Maroko, Dengan dukungan dari Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Indonesia. Indonesia menampilkan Musik Marawis yang dibawakan oleh Syubbanul Akhyar dari Cirebon, Indonesia. Gaya musik Marawis, warisan budaya sufi Yaman. Sebuah musik di persimpangan musik Arab dan musik Indonesia, segar dan sederhana dalam berekspresi yang terserap dalam musik tersebut.

Hubungan yang telah terjalin baik dalam aspek budaya tersebut sebaiknya dijadikan titik tumpu dalam menciptakan hubungan yang lebih baik lagi di masa yang akan datang, seperti menampilkan tarian dan kesenian musik lainnya di Maroko. Apabila Indonesia dapat memanfaatkan hubungan tersebut dengan maksimal, maka akan menciptakan kesan yang baik bagi Maroko terhadap Indonesia. Dengan demikian, hubungan yang harmonis dan serasi antara Indonesia dan Maroko akan terjalin dengan rapi dan erat. Maka, pada masa yang akan datang hubungan ini akan berlanjut dengan berbagai hubungan baru yang lebih inovatif dalam bidang sosial budaya yang saling menguntungkan.

Daftar Pustaka

Budiyanto, 2007. Pendidikan Kewarganegaraan Untuk SMA Kelas X. Erlangga: Jakarta.

Hasim, 2006. Pendidikan Kewarganegaraan 2. Quadra: Bogor.

Ali, Burhan. 2011. Berawal dari Sejarah Indonesia-Maroko. (www.ppimaroko.org. Diakses tanggal 24 Juni 2011).

 

Biodata Peserta

Nama : Septami Putri Hajati

Tempat/Tanggal Lahir : Palembang, 8 September 1994

Sekolah : SMA Plus Negeri 17 Palembang

Alamat Sekolah : Jl. Mayor Zurbi Bustan, Lebong Siareng, Palembang

Alamat Rumah : Jl. Cambai Agung no. 1739 RT. 25 Palembang

No. Telepon : 0711-322046/ 082175104056

Alamat e-mail : This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it

Facebook : Septami Hajati Twitter : Septamiputri


Artikel Lainnya:

 

Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.