Dapurnya Para Rakyat (186/U)
1. Observasi
Sebelum memberanikan dirinya untuk mengenal lebih dekat akan kebutuhan rakyat, di utamakan harus memiliki jiwa observasi langsung kelapangan, agar suatu masa di angkatnya dirinya menjadi wakil rakyat tidak kebablasan.
2. Punya Asesmen Awal, Tengah dan Akhir
Keputusan yang mendasar akan terpilihnya seorang dewan mengarah pada langkah kerjanya yang belum sama sekali di angkat atau dicalonkan, dengan tujuan agar bisa memahami kisi-kisi kekurangan maupun kelebihan rakyat.
3. Gubuk Rakyat adalah Kantorku
Gubuk penderitaan rakyat bisa dijadikan sebagai referensi kesuksesan kerja para dewan, bukanya di meja indah, mobil mengilab, dan baju berjas, serta makanan saji. Akan tetapi setiap dewan di adakan KKN (Kuliah Kerja Nyata) yaitu mengkuliahkan pengetahuannya dengan adanya sertifikat langsung dari Tuhan akan kesuksesan usahanya.
4. Rancangan Robotika
Seorang dewan harus bisa merancang robotika, sesulit apapun robot atau lebih di kenal denga sebutan nafsu yang mengrogoti keinginan, di kubur dan di timbun dengan pagar-pagar visi dan misi agar terhindar dari mata duitan, korupsi dan lepas tangan tanggung jawab.
5. Ber-Tukar Nasib
Sebagai alat intropeksi kerja para dewan, dilaksanakanlah tukaran nasib, tidak seluruhnya dewan mengalami kebahagian lahir dan batin dikarenakan terjadinya kiriman sumpah serapah bagi masyarakat yang belum puas atas kinerjanya. Maka dilakukanlah kunjungan yang merasakan kerakyatan, seperti bersepeda, dan tidak memakai akses Negara.
6. Jujur
Jujur dalam bertingkah laku dan jujur dalam keagamaan telah menjamin seorang dewan untuk focus bekerja dan mejalankan serta menyampaikan aspirasi rakyat. Jika tidak jujur maka tantanganya langsung azab tuhan yang ia yakini.
7. Merasa selalu Seperti Rakyat
Tinggi selangkah, dan hanya sebagai penyambung lidah masyarakat, tentu akan mengerti niat tulus yang akan ia utarakan, seorang dewan harus berani menggorok kebahagiaanya demi menjaga keharmonisan masyarakatnya.
8. Disiplin.
Jarang predikat disiplin, on time, ataupun intime yang di emban oleh para dewan, contohnya aja di undang oleh salah satu kegiatan seminar, justru datangnya terlambat dan pulang tergesa, harus dihargai, dihormati. Padahal bukan begitu seharusnya. Ia mampu memposisikan dirinya sebagai orang yang ditinggikan selangkah.
9. Berani
Berani mengambil sikap, keputusan, tidak mengikuti yang tidak sesuai dengan kata hati
10. Bermimpi Besar untuk Rakyat
Strata kehidupan di Indonesia sungguh berbeda-beda, seorang dewan mampu menjadikan bumbu penyedap kedalam prestasi rakyat untuk memajukan Indonesia jaya
11. Kreatif dan Inovatif
Jika hanya D3 1 T (duduk, diam, dengar, tidur) kehadiranya di persidangan, maupun rapat kenegaraan, lebih baik ikut rakyat jual bakso, es doger, mengingat betapa meruginya masyarakat akan pemilihan seorang dewan tersebut. Ia mampu berkreatif dalam masyarakat serta keputusan serta adanya inovatif yang bersifat membangun
12. Aku Rakyat Juga
Sumpah yang menghujam disudut telinga para dewan seharusnya menjadi inspirasi dan intropeksi diri untuk mencari perbaikan diri. Jika ia melakukan kesalahan berarti ia telah melakukan dan mempersembahkan kehancutran bagi dirinya.
DPR, pelangkung bibir para peminta keberan, inspirasi, dan semangat.
Identitas Lengkap Penulis
Nama : Nova
Tempat tanggal lahir : Payakumbuh, 19 Juli 1982
Alamat kantor : PKPU Cabang Bukittinggi, Jalan Prof DR. Hamka No 24 Tarok Dipo Kec. Guguak Panjang Bukittinggi 26111- Indonesia
Alamat Rumah :
No HP : 081374334107
Email : This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it
Facebook : Nova Rzi
| < Prev | Next > |
|---|
- Menanti Hadirnya Politikus Berjiwa Pancasila (185/M)
- DPR, Titipan Amanah Rakyat Indonesia (184/S)
- SOSOK DPR IDEAL: Dicari atau Dibentuk? (183/U)
- Menanti Wakil Rakyat yang Benar-Benar Mewakili Rakyat (182/P)
- Kriteria Anggota DPR Dambaan Rakyat (181/S)
- Calon Anggota DPR RI Yang Kredibel Dan Bermoral (180/U)
- Kriteria Anggota DPR Dambaan Rakyat (179/G)
- Mendamba Wakil Rakyat Yang Merakyat (178/U)
- Menanti Sosok Seorang Bung Hatta di Kursi DPR-RI (177/S)
- Rindu Pada Yang Layak Di Rindu (176/U)
- 12 Poin untuk Anggota Dewan (175/M)
- Ragam Sudut Pandang Satu Keputusan (174/S)
- Aku Merindukan Anggota Dewan yang Merakyat (173/G)
- “Mencari Sosok Kedua” (172/M)
- 12 Karakter unggul untuk mewakili rakyat (171/G)



























