Kriteria DPR (187/M)
1. Memiliki Integritas
Seseorang yang mewakili suara dan kepentingan banyak orang harus memiliki integritas dalam dirinya. Karena, seorang wakil rakyat harus mampu menjaga kepercayaan yang telah diberikan rakyat kepadanya. Integritas yang dimiliki seorang wakil rakyat akan menumbuhkan kewibawaan atas dirinya, oleh karena hal mendasar yang ada dalam integritas yaitu jujur. Integritas merupakan wujud keutuhan prinsip moral dan etika bangsa di kehidupan bernegara.
2. Rendah Hati
Seorang wakil rakyat harus merupakan pribadi yang rendah hati. Kerendahan hati akan membawanya menjadi seseorang yang selalu menghormati dan menghargai setiap orang. Meskipun kedudukannya yang terhormat di DPR, dengan kerendahan hati ia akan sangat sangat tidak keberatan untuk mengganggap sama semua orang, bahkan pedagang sekalipun. Kerendahan hati membawa seseorang pada keadaan tidak menyombongkan dirinya diantara orang yang dianggapnya rendah.
3. Tulus
Seorang wakil rakyat adalah seseorang yang mewakili suara rakyat. Peraturan perundang-undangan yang dihasilkan wakil rakyat sangat mempengaruhi kehidupan begitu banyak orang. Ketulusan dalam melakukan pekerjaannya akan sangat mempengaruhi apa yang dikerjakan oleh wakil rakyat. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, tulus itu bermakna sesuatu yang benar-benar keluar dari hati, tidak pura-pura, ikhlas dan sungguh-sungguh. Dengan ketulusan, wakil rakyat tidak akan meminta bayaran dari rakyatnya dalam menghasilkan suatu peraturan perundang-undangan. Rasa tulus akan menghilangkan keinginan memanfaatkan wewenangnya untuk kepentingan pribadi.
4. Mau Dikritik
Kritikan akan menjadikan seseorang menjadi lebih baik. Seseorang yang tidak keberatan dikritik berarti seseorang yang tidak menutup telinganya pada pendapat dan cara pandang orang lain. Demi perbaikan diri, tidak ada salahnya mendengarkan dan menerima dengan sangat lapang dada setiap kritikan yang diberikan orang lain pada diri kita. Sama seperti manusia biasa, seorang wakil rakyat juga pasti pernah melakukan kesalahan. Untuk itu, seorang wakil rakyat harus membuka telinga dan hatinya lebar-lebar terhadap setiap kritikan yang diberikan kepadanya. Demi perbaikan dirinya, dan perbaikan peraturan perundang-undangan yang dihasilkannya.
5. Memiliki Kecerdasan Intelektual
Tentu saja seorang wakil rakyat haruslah orang yang cerdas dalam hal intelektual. Kecerdasan intelektual sangat dibutuhkan dalam posisinya di Rumah Rakyat. Seorang wakil rakyat harus mampu menganalisis masalah-masalah yang ada yang berkaitan dengan kepentingan rakyat. Kecerdasan intelektual juga menjadikan seorang wakil rakyat mampu mengutarakan argumennya disertai dengan data-data sehinga tidak akan dicap ‘tong kosong nyaring bunyinya’.
6. Taat Beragama
Agama merupakan hal yang fundamental dalam pembentukan karakter seseorang. Seorang wakil rakyat yang dekat dengan Tuhan-nya akan senantiasa menjalani hidup dan melakukan pekerjaannya sesuai dengan ajaran agama yang tentu saja baik. Ketaatan beragama akan membatasi seorang wakli rakyat dari godaan melakukan tindakan-tindakan yang tidak terpuji.
7. Punya Rasa Toleransi Tinggi
Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang sangat majemuk. Ada 6 agama dan begitu banyak ras dan kebudayaan yang tersebar di Indonesia. Oleh karena keberagaman ini, toleransi menjadi hal yang penting untuk dimiliki agar tidak terjadi perselisihan dan konflik sosial di masyarakat. Begitu pula dengan wakil rakyat, untuk mewakili rakyat yang sangat majemuk, seorang wakil rakyat juga harus memiliki rasa toleransi yang sangat besar agar kepentingan tiap tiap suku, agama, dan ras dapat terwakili dengan sangat optimal.
8. Banyak bekerja, bukan banyak bicara
Dalam era globalisasi yang terjadi saat ini, setiap orang dituntut untuk bisa membuktikan kapasitasnya sebagai manusia yang berkualitas melalui tindakan dan hasil-hasil pekerjaannya, bukan ucapannya. Para wakil rakyat di masa yang akan datang diharapkan merupakan wakil rakyat yang mampu membuktikan kapasitasnya berdasarkan hasil pekerjaanya pula. Hal ini dibutuhkan agar tidak kalah bersaing dengan lembaga-lembaga legislasi di negara lain.
9. Punya Rasa Empati
Sesuai dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia, empati merupakan keadaan mental yang membuat seseorang merasa atau mengidentifikasi dirinya di keadaan perasaan atau pikiran yang sama dengan orang atau kelompok lain. Seorang wakil rakyat tentu saja harus memiliki rasa empati yang tinggi. Hal ini berkaitan dengan tanggung jawabnya sebagai perpanjangan tangan rakyat di pemerintahan. Wakil rakyat harus mampu merasakan apa yang dirasakan rakyat. Wakil rakyat harus mampu menyuarakan apa yang ingin disuarakan rakyat. Wakil rakyat harus mampu menghasilkan peraturan perundang-undangan yang mampu melindungi rakyat
10. Memiliki Kecerdasan Emosi
Selain kecerdasan intelektual, seorang wakil rakyat juga harus memiliki kecerdasan emosi. Kecerdasan emosi akan mengarahkan seseorang menggunakan kecerdasan intelektualnya pada tujuan-tujuan yang baik dan mulia. Sangat berbahaya apabila seseorang yang punya kecerdasan intelektual yang mengesankan namun tidak memiliki kecerdasan emosi dipercaya pada suatu posisi yang sangat strategis. Kondisi ini akan menghasilkan seseorang yang sangat-sangat lihai dalam merekayasa suatu kondisi dan keadaan demi mengambil keuntungan pribadi maupun golongan. Untk itu, seorang wakil rakyat haruslah merupakan seseorang yang memiliki keerdasan emosi.
11. Punya Semangat dan Motivasi yang Tinggi
Seorang wakil rakyat diharapkan memiliki semagat dan motivasi yang tinggi dalam bekerja. Semangat dan motivasi yang tinggi dalam bekerja akan memacu seseorang untuk melakukan pekerjaannya dengan saat optimal. Pekerjaan yang dilakukan akan dilakukan akan sangat efektif dan efisien. Oleh karena itu, seorang wakil rakyat seharusnya seseorang yang memiliki semangat yang stabil dan motivasi yang tinggi.
12. Punya rasa memiliki terhadap Konstituen
Untuk tahu apa yang menjadi kebutuhan konstituen adalah dengan tahu apa yang terjadi dalam konstituen. Untuk mengetahui apa yang terjadi dalam konstituen, seorang wakil rakyat harus dekat dengan konstituen. Wakil rakyat harus benar-benar mengenal bagaimana konstituennya dan benar-benar harus mampu menjawab kebutuhan konstituennya. Untuk itu, wakil rakyat harus rutin berkomunikas dan berdiskusi dengan konstituennya.
Disamping keduabelas criteria tersebut, masih banyak criteria karakter yang harus dimiliki seorang anggota DPR. Namun demikian, penulis yakin, apabila di masa yang akan datang anggota DPR memiliki setidaknya keduabelas criteria ini, maka tidak mustahil akan terwujud sebuah lembaga legislative yang sangat bermutu. Saya yakin dan percaya bangsa Indonesia mampu melakukan ini. Semoga bermanfaat bagi bangsa ini. Terima kasih.
Identitas Penulis
Nama : Ambolas Manuel Junio Manalu
Tempat/Tangal Lahir : Medan / 28 Juni 1992
Universitas : Institut Teknologi Bandung
Alamat Universitas : Jalan Ganeca 10
Alamat Rumah : Jl. Kebon Bibit Gg. Haji Iyos No. 161/58
Nomor Telepon : 083198808070
Email : This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it
| < Prev | Next > |
|---|
- Dapurnya Para Rakyat (186/U)
- Menanti Hadirnya Politikus Berjiwa Pancasila (185/M)
- DPR, Titipan Amanah Rakyat Indonesia (184/S)
- SOSOK DPR IDEAL: Dicari atau Dibentuk? (183/U)
- Menanti Wakil Rakyat yang Benar-Benar Mewakili Rakyat (182/P)
- Kriteria Anggota DPR Dambaan Rakyat (181/S)
- Calon Anggota DPR RI Yang Kredibel Dan Bermoral (180/U)
- Kriteria Anggota DPR Dambaan Rakyat (179/G)
- Mendamba Wakil Rakyat Yang Merakyat (178/U)
- Menanti Sosok Seorang Bung Hatta di Kursi DPR-RI (177/S)
- Rindu Pada Yang Layak Di Rindu (176/U)
- 12 Poin untuk Anggota Dewan (175/M)
- Ragam Sudut Pandang Satu Keputusan (174/S)
- Aku Merindukan Anggota Dewan yang Merakyat (173/G)
- “Mencari Sosok Kedua” (172/M)



























