Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
Silahkan Login & Kirim Warta

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?
Pewarta Online

Yang Terpinggirkan
Gaji Pensiun yang belum Terealisasi Juga.....
21/02/2013 | Husaeni Mabruri

KOPI - Mimpi manis untuk masa depan gaji pegawai pensiunan sipil hidupnya belum dirasakan oleh Bpk. [ ... ]


Gelora Sepeda
“Nongkrong di Haus Berbonus” Raih MU.....
30/06/2013 | Arifin

KOPI - PT ABC President Indonesia menggelar serangkaian kegiatan “Nongkrong di Haus Berbonus”, Minggu pagi (30/6) di Plaza Utara Senayan, Jakarta. Event tersebut diselenggarakan serentak di tiga K [ ... ]



Polling Warga
Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
 

Kolom Pewarta Kriteria Anggota DPR 12 Kriteria Anggota DPR RI Harapan Rakyat (207/M)
Redaksi Koran Online Pewarta Indonesia (KOPI) bersama segenap pengurus dan anggota PPWI se-Indonesia menyampaikan Selamat Menjalankan Ibadah Puasa di bulan Ramadhan 1435 H, kepada seluruh umat Muslim dan Muslimat sebangsa dan setanah air dan di seluruh dunia. Semoga senantiasa dilimpahkan rahmat dan pahala yang berlimpah di bulan suci penuh rahmat ini bagi setiap anak negeri di segenap penjuru nusantara... Amin...

12 Kriteria Anggota DPR RI Harapan Rakyat (207/M)

KOPI - Dalam sejarah bangsa Indonesia tercatat bahwa Indonesia telah memproklamirkan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945, benarkah demikian ? Secara hukum memang benar Indonesia merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945. Namun menilik lebih jauh, pada kenyataannya hingga sekarang pun Indonesia belum benar – benar merdeka. Jika dahulu Indonesia dijajah oleh Belanda dan Jepang yang notabene ‘orang luar’, kondisi saat ini lebih memprihatinkan. Penjajahan justru datang dari warga negara Indonesia sendiri. Meski bukan berupa penjajahan secara fisik, namun ternyata akibat yang ditimbulkan lebih fatal.

Salah satu poin yang perlu mendapat sorotan terkait dengan hal ini adalah buruknya kinerja anggota DPR RI yang seharusnya wakil rakyat dalam menyuarakan aspirasinya kepada pemerintah. Tidak sedikit anggota DPR RI yang terjerat kasus korupsi, suap, maupun penyalahgunaan wewenang lainnya. Di layar televisi juga acap kali kita jumpai anggota DPR yang tertidur saat sedang melangsungkan rapat. Bahkan akhir – akhir ini realitas yang ada semakin parah. Bukannya menyampaikan aspirasi rakyat, rakyat justru dijadikan ladang emas untuk menimbun kekayaan. Uang rakyat dipergunakan untuk kenikmatan mereka pribadi. Sebut saja kasus ruang banggar dan renovasi gedung DPR dimana uang dihambur – hamburkan untuk sesuatu yang sama sekali tidak perlu. Tampaknya tertangkap tangan saat sedang melakukan pelanggaran dianggap sudah merupakan hal yang lumrah dan bisa diselesaikan kemudian. Anggota DPR seakan sudah melupakan identitas dan tugas sebenarnya. Kritik pedas yang dilontarkan rakyat tampaknya sudah tidak mampu mengubah sikap anggota DPR. Ini yang seharusnya diluruskan. Apa jadinya bangsa ini jika orang – orang yang duduk di pemerintahan sudah tidak peduli pada nasib rakyat ? Indonesia akan semakin mundur ke belakang. Yang kaya akan semakin kaya, sedangkan yang melarat juga semakin melarat.

Kemajuan suatu bangsa hanya dapat dicapai jika terbina hubungan saling mendukung yang harmonis antara rakyat dan pemerintah. Untuk itu, rakyat harus benar – benar selektif dalam memilih calon wakilnya di pemerintahan. Ada 12 kriteria untuk menjadi anggota DPR seperti yang diharapkan rakyat.

Pertama, seorang anggota DPR harus bersedia ikhlas mengabdikan diri sepenuhnya sebagai wakil rakyat. Ia harus rela berkorban serta mengedepankan kepentingan rakyat diatas kepentingan pribadi.

Kedua, seorang anggota DPR harus peka terhadap berbagai permasalahan rakyat. Ia secara aktif tergerak hatinya untuk mencari tahu kondisi rakyat tanpa menunggu laporan dari staf bawahannya. Apa yang kurang, apa yang perlu dibantu, apa yang harus diperbaiki, kemudian bersama – sama rakyat mencari solusi terbaiknya.

Ketiga, seorang anggota DPR harus bersedia turun ke lapangan untuk mendukung dan mewujudkan suara rakyat. Dengan turun langsung ke lapangan, seorang anggota DPR dapat melihat dengan mata kepalanya sendiri permasalahan yang tengah dihadapi rakyat. Dengan demikian ia tahu pasti langkah terbaik yang harus diambil untuk memajukan negara selaras dengan keinginan rakyat. Sudah banyak contoh dimana suara rakyat kalah karena tidak adanya dukungan yang kuat dari golongan atas. Dengan berdiri di belakang rakyat, rakyat akan lebih terbuka jalannya untuk mewujudkan apa yang diinginkannya.

Keempat, seorang anggota DPR harus berani menghadapi dan menyelesaikan permasalahan rakyat. Beberapa permasalahan rakyat justru timbul akibat perbuatan anggota DPR sendiri. Sebagai contoh renovasi ruang banggar yang menelan biaya yang jumlahnya tidak sedikit. Seandainya saja uang sebesar itu disalurkan untuk kesejahteraan rakyat, maka dapat meningkatkan kualitas hidup rakyat. Namun hal itu tidak dilakukan, akibatnya kesejahteraan rakyat terabaikan, terjadi protes dimana – mana. Jika ia sudah berkomitmen untuk menjadi wakil rakyat, seharusnya ia siap akan segala konsekuensi dari tindakan yang ia ambil.

Kelima, seorang anggota DPR harus tahu bagaimana harus bersikap dan menempatkan diri dalam segala kondisi. Misalnya ketika meninjau rakyat di pedesaan. Meski ia anggota DPR, ia cukup berpakaian sederhana dan tidak menunjukkan sisi mewah anggota DPR. Ia juga tidak segan berinteraksi dengan masyarakat setempat.

Keenam, seorang anggota DPR harus cerdas dan berwawasan luas. Permasalahan rakyat cenderung kompleks karena menyangkut kepentingan banyak orang, sedang keinginan setiap orang tidaklah sama. Kecerdasan dan wawasan yang luas diperlukan untuk menyatukan pendapat serta mengambil jalan tengah terbaik tanpa merugikan pihak manapun.

Ketujuh, seorang anggota DPR harus beriman dan bermoral. Setiap tindakan anggota DPR pasti dinilai oleh rakyat sesuai nilai dan norma yang berlaku di masyarakat. Iman dan moral yang baik diperlukan karena anggota DPR memegang amanah seluruh rakyat Indonesia. Seorang anggota DPR harus mampu menahan godaan harta maupun bentuk lainnya selama masa kerjanya.

Kedelapan, seorang anggota DPR harus disiplin. Media siar di Indonesia telah beberapa kali menayangkan bukti kurang disiplinnya anggota DPR di Indonesia. Ruang sidang yang nyaris kosong dan beberapa yang hadir malah tertangkap kamera sedang tidur, ada juga beberapa anggota DPR yang membuat forum di dalam forum, tidak memperhatikan rekannya yang sedang berbicara di depan. Hal ini mengakibatkan sidang tidak menghasilkan keputusan yang terbaik karena fokus para anggotanya terpecah. Diperlukan adanya tindakan tegas untuk memperbaiki kondisi ini.

Kesembilan, seorang anggota DPR harus tegas dalam mengambil tindakan. Bahkan jika memang diperlukan ia tidak segan mendobrak peraturan yang ada demi mendukung kepentingan rakyat.

Kesepuluh, seorang anggota DPR harus menepati janji yang telah ia ucapkan. Jangan hanya bermulut manis ketika masa – masa kampanye pemilu legislatif namun setelah terpilih, ia terlena dan lupa akan janjinya pada rakyat.

Kesebelas, seorang anggota DPR harus jujur. Transparansi saat menjalankan program kerja merupakan fokus penilaian rakyat pada anggota DPR. Sebagai contoh di dalam tubuh DPR seringkali terjadi tuduh menuduh saat terjadi suatu kesalahan. Hal ini menimbulkan ketidakpastian dan kebingungan masyarakat. Rakyat tidak tahu pihak mana yang benar dan pihak mana yang salah sehingga pada akhirnya rakyat memberikan cap buruk sama rata kepada semua anggota DPR akibat ulah oknum-oknum tertentu.

Keduabelas, seorang anggota DPR harus mempunyai visi ke depan. Hal ini penting dimiliki agar ia mempunyai arahan apa yang ingin ia bangun, berapa lama waktu yang ia butuhkan untuk mewujudkannya, serta output apa yang harus ia capai.

 

Biodata Penulis

Nama : Pramudipta Zahriyani

Tempat / tanggal lahir : Sumedang, 23 Desember 1992

Nama Universitas : Institut Pertanian Bogor

Alamat Universitas : Jl. Lingkar Akademik, Kampus IPB Darmaga, Bogor, Jawa Barat.

Alamat rumah : Cucian Mobil Pandas Sakti Jl. Baturaja no. 637 Talang Gabus, Tanjung Enim, Kec. Lawang Kidul, Kab. Muara Enim, Sumatera Selatan 31714.

Contact person : 085367017092

E-mail : This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it

Facebook : Pramudipta Zahriyani

Twitter : Nur_Llwyddiant

 

 

Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.