Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
Silahkan Login & Kirim Warta

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?

Yang Terpinggirkan
Gaji Pensiun yang belum Terealisasi Juga.....
21/02/2013 | Husaeni Mabruri

KOPI - Mimpi manis untuk masa depan gaji pegawai pensiunan sipil hidupnya belum dirasakan oleh Bpk. [ ... ]


Gelora Sepeda
Fun Bike Meriahkan HUT Ke-69 TNI di Aceh.....
29/09/2014 | Syamsul Kamal
article thumbnail

KOPI, Aceh Jaya - Dalam rangka memperingati hari ulang tahun Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang ke 69, Komando Distrik Militer (Kodim) 0114 Aceh Jaya, mengegelar acara sepeda santai (fun Bike)  [ ... ]



Polling Warga
Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
 

Kolom Pewarta Kriteria Anggota DPR Anggota Legislatif Masa Depan (213/M)
DIRGAHAYU PERSATUAN PEWARTA WARGA INDONESIA (PPWI), 11 NOVEMBER 2007 - 11 NOVEMBER 2014, SENANTIASA TEKUN BELAJAR DAN BERKARYA BAGI PENCERDASAN BANGSA-BANGSA DI NUSANTARA DAN SEANTERO BUMI BRAVO PPWI... BRAVO INDONESIA... BRAVO PEWARTA WARGA...!!!

Anggota Legislatif Masa Depan (213/M)

KOPI - Dewan Perwakilan Rakyat ( DPR ) sebagai perpanjangan tangan rakyat harus terdiri dari sosok yang berkualitas. Miris melihat fenomena oknum anggota legislatif itu sendiri memperkuat krisis kepercayaan dari rakyat. Jika tidak sedari awal memilih bibit yang baik maka tetap saja tidak akan ada perubahan kedepannya di lembaga legislatif. Sudah menjadi isu publik oknum wakil rakyat yang sering titip absen, sering terlambat rapat di gedung DPR, tiduran saat membahas Rancangan Undang – Undang ( RUU ), tertangkap kamera membuka situs yang tidak selayaknya saat rapat, hingga oknum anggota DPR yang menyandang gelar tersangka, terdakwa, dan terpidana dalam berbagai kasus. Tentunya bukan wakil seperti ini yang diharapkan. Seolah – olah kursi legislatif bukan lagi menjadi sarana tetapi tujuan akhir untuk kesejahteraan golongan tertentu. Julukan wakil rakyat bersifat simbolis. Tiga fungsi lembaga legislatif telah berubah fungsi; fungsi legislasi dijadikan ajang merumuskan dan mengesahkan RUU yang sarat kepentingan politik saja, fungsi anggaran lebih difokuskan pada anggaran untuk studi banding ( pelesiran ) keluar negeri, dan fungsi pengawasan juga memiliki cerita.

Perlu disadari perilaku anggota legislatif yang sering menjadi sorotan publik terkadang kesalahan rakyat juga. Memilih tanpa pertimbangan atau sekedar menggugugurkan hak pilih saja. Orang bijak tidak akan mau terjebak pada kesalahan yang sama. Sehingga diperlukan panduan cerdas memilih anggota legislatif minimal 12 kriteria berikut:

Pertama, Berakhlak mulia, bermental pancasila. Kriteria ini tidak hanya yang pertama tetapi juga utama bagi anggota legislatif. Akhlak mulia sebagai aktualisasi diri kepada Tuhan akan direalisasikan dalam segala tindakan. Seseorang yang mengenal baik Tuhannya akan berbuat maksimal dalam setiap amanah yang dipercayakan. Prinsip bekerja maksimal akan dijaga sebaik – baiknya karena laporan pertanggungjawaban tidak terbatas kepada manusia tetapi yang tertinggi kepada Tuhannya.

Selain berakhlak mulia, juga harus bermental pancasila. Pancasila sebagai landasan idiil negara Indonesia merupakan patokan tertinggi dalam melaksanakan amanah sebagai wakil rakyat. Kemampuan yang baik untuk merealisasikan pancasila dan berakhlak mulia tidak akan ditemui wakil rakyat yang goyang kaki saja.

Kedua, Kompeten dibidangnya. Sudah menjadi rahasia publik banyak anggota legislatif yang tidak kompeten untuk berada di komisi tertentu. Seolah latar belakang pendidikan tidak menjadi pertimbangan untuk menjadi anggota legislatif, misalnya fenomena artis beralih profesi menjadi anggota dewan. Sepertinya di lembaga legislatif menggunakan sistem penjatahan kuota setiap fraksi sehingga latar belakang pendidikan tidak menjadi persoalan. Untuk perbaikan kedepannya fit and proper test perlu lebih intensif.

Ketiga, Dapat dipercaya ( amanah ). Anggota legislatif juga seorang pemimpin sehingga harus siap menjaga amanah rakyat. Jika tidak bisa menjaga kriteria ini maka dari sinilah berawal krisis kepercayaan. Hilangnya rasa kepercayaan merupakan musibah bagi anggota legislatif.

Keempat, Idealis. Tidak bisa dipungkiri sebelum berada dilembaga legislatif bakal calon anggota legislatif memiliki idealisme yang tinggi khususnya untuk perubahan. Namun, tidak jarang semua itu luntur seiring berjalannya waktu setelah berada dikursi legislatif. Sosok anggota legislatif yang sejati akan senantiasa menjaga sikap idealis dimanapun posisinya.

Kelima, Solutif mengelola masalah. Konflik yang terjadi dengan mengusung isu Suku, Agama, dan Ras ( SARA ) selain membutuhkan kreatifitas presiden, peran anggota legislatif juga sangat diperlukan. Tidak dipungkiri terjadinya konflik ( anarkis ) terkadang bermotif ketidakpuasan kepada pemimpin termasuk anggota legislatif. Setiap kebijakan sering memunculkan kontraversi dari berbagai kalangan. Bukan sikap yang bijak apabila media massa leluasa berspekulasi dan memprovokasi kebijakan karena tidak kunjung melihat aksi dan klarifikasi.

Keenam, Fokus. Kriteria ini juga perlu dimiliki oleh anggota legislatif. Tanpa adanya sikap fokus khususnya dalam menyelesaikan target pengesahan RUU atau isu yang berkembang dimasyarakat maka yang terjadi hanya bekerja tidak maksimal. Tepatnya bekerja setengah jalan tanpa kualitas sedikitpun.

Ketujuh, Kemampuan memimpin dan dipimpin. Posisi memimpin dan dipimpin juga sangat penting bagi anggota legislatif. Ketika ada pemimpin maka yang lain harus siap dipimpin. Sebaliknya jika tidak ada yang memimpin maka harus siap mengambil peran pimpinan. Miris, melihat setiap proses perumusan atau pengesahan RUU yang berkecamuk tanpa arah. Bahkan terkadang pimpinan tidak dianggap dalam sidang di lembaga legislatif. Perlu adanya perubahan yang lebih baik dalam hal ini.

Kedelapan, Berkrepibadian Intelek. Latar belakang pendidikan anggota dewan merupakan bagian vital untuk berada di lembaga legislatif. Sebab kecerdasan intelektual akan sangat membantu dalam memberikan pemikiran – pemikiran yang brilliant yang tentunya sangat dibutuhkan dengan permasalahan yang ada. Dari kemampuan intelektual akan melahirkan ide – ide baru yang solutif.

Kesembilan, Manajemen waktu. Banyaknya tugas menyelesaikan rancangan regulasi membutuhkan sikap prioritas yang sangat erat kaitannya waktu. Melihat padatnya daftar program legislasi nasional ( prolegnas ) anggota legislatif harus memiliki penjadwalan yang matang dan target penyelesaian setiap RUU menjadi UU.

Kesepuluh, Loyal bukan royal. Loyalitas sangat menentukan kualitas kinerja dalam pencapaian target. Bekerja yang didominasi sikap royal akan menurunkan loyalitas karena banyaknya waktu yang terpakai untuk tidak bekerja dan sebaliknya. Perlu disadari bahwa menjadi anggota legislatif adalah melayani bukan dilayani dengan cara menghabiskan uang rakyat.

Kesebelas, Kritis dan solutif. Kriteria ini sangat penting dimiliki oleh para anggota legislatif yang notabene mewakili kepentingan rakyat. Sangat tidak lucu jika wakil rakyat hanya mengangguk saja dengan perdebatan yang terjadi dan tidak mempunyai pendirian ( yang benar ). Sering dilihat dalam perumusan dan pembahasan RUU berujung debat kusir dan tidak jarang berakhir walk out.

Kedua belas, Muda dan Energik. Banyaknya RUU yang masuk daftar prolegnas membutuhkan anggota legislatif yang muda dan energik. Selain otak yang brilliant juga harus didukung semangat dalam mencapai target. Kata bijak mengatakan masa muda adalah saat yang tepat mengaplikasikan ide dan mengasah kreatifitas.

Implementasi dua belas kriteria diatas memberikan rasa optimisme untuk perubahan yang lebih baik dilembaga legislatif yang notabene kumpulan orang – orang yang siap memperjuangkan hak – hak rakyat.

 

Biodata Penulis

Nama : ATNA DEWI

Tempat/tanggal lahir : Pasaman Barat, 21 Oktober 1988

Universitas : Andalas

Alamat universitas : Kampus Unand Limau Manis, Padang 25163

Alamat rumah : Asrama Beastudi etos jln. Kapalo koto no. 14 RT 2/I, kec. Pauh, Padang , Sumatera Barat 25163

No. Handphone : 085365957295 / 083181404889

E – mail : This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it

Facebook : iat Dewi

 

 

Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.