Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
LOGIN & KIRIM WARTA

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?
PEWARTA ONLINE

GELORA SEPEDAJatuh Bangun Nadine Go wes Bersepeda den.....
20/06/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Jakarta – Aktris Nadine Chandrawinata menyukai olahraga seperti  Renang, Menyelam, Senam serta olahraga baru yang kini Ia geluti yakni bersepeda. Ditemui di acara Polygon Follow Your Own P [ ... ]



POLLING WARGA
Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
 

Mengembalikan Tupoksi DPR (292/P)

KOPI - Kepercayaan publik terhadap Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) semakin memudar, akibat perilaku buruk mereka selama ini. DPR tidak lagi korektif terhadap kebijakan eksekutif yang tidak berpihak kepada rakyat. Kehadiran mereka di Senayan juga tidak memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Ini diakibatkan orientasi “perjuangan” DPR tidak lagi pada koridor sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi)-nya.

Bagaimana program pemerintahan bisa berjalan sesuai dengan amanah rakyat. Jika pengawasan tidak dilakukan dengan baik. DPR selalu mempersoalkan anggaran dan fasilitas. Tapi tidak ada prestasi yang diberikan sebagai imbalan atas mahalnya fasilitas yang sudah mereka terima dari pemerintah. Sedangkan saat dibutuhkan menyuarakan aspirasi masyarakat, mereka lebih pasif. Tugas utama mereka dikesampingkan. DPR menjadi ambigu ketika berhadapan kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat.

Karena itu publik patut mencurigai hubungan yang dibangun DPR dengan pemerintah selama ini. Sebab sinergi DPR dengan pemerintah bukan sinergi yang positif. Tapi mengesankan ada konspirasi dalam meng-goalkan kebijakan pemerintah. Kendati kebijakan tersebut sama sekali tak bermanfaat bagi masyarakat, tapi lebih kepentingan elit pemerintah.

Sehingga apapun yang dibutuhkan DPR akan dipenuhi pemerintah sebagai imbalannya. Lihat saja tahun 2012 mereka mendapatkan kenaikan anggaran untuk alat kelengkapan DPR yang mencapai Rp 2 triliun. Pantaskah DPR mendapat dana dengan jumlah di atas kewajaran ? Padahal prestasi kinerja mereka sama sekali tidak sebanding dengan jumlahitu. Seharusnya DPR lebih fair, artinya jika ingin mendapat kenaikan anggaran, tingkatkan dulu kinerja. Jangan hanya soal anggaran yang selalu dipersoalkan.

Nama Dewan terhormat semakin tercemar di mata publik. Berbagai sorotan pedas yang dilakukan publik untuk mengubah sikap mereka. Namun, tidak membuat DPR “insaf’. Beragam kasus melilit mereka. Mulai dari kasus pornografi, asusila, bahkan korupsi. DPR tidak menjadi lagi wakil yang membela hak rakyat. Mereka malah cenderung menjadi pelaku tindak pidana terhormat.

Ketika publik menyorot supaya dewan menahan diri dari gaya hidup bermewah dan berfoya, juga tidak mendapat respon. Budaya hedonis telah melekat kental, dan menjadi ngetrend di kalangan mereka. Sehingga mereka lupa dengan tupoksinya. praktik “perselingkuhan” kerap terjadi dewan dengan pemerintah untuk mendapatkan proyek.

Padahal setiap bulan DPR bisa mengantongi gaji Rp 52 juta. Jumlah yang tidak sedikit. Mereka digaji dengan dana dari rakyat untuk memperjuangkan hak rakyat. Sehingga pengelolaan dana negara memenuhi prinsip-prinsip Good Governance. Mereka digaji untuk melahirkan regulasi demi kepentingan rakyat, mengawal supaya hak anak yatim, fakir, miskin dan anak-anak terlantar tidak terabaikan.

Publik punya alasan kuat mengkritik supaya dewan meninggalkan gaya kehidupan hedonis. Karena itu akan membuahkan korupsi. Tapi kritikan itu membuat ulah mereka semakin menjadi-jadi. Sikap tidak fair juga ditujukan DPR, ketika KPK mulai melakukan penegakan hukum untuk memberantas korupsi. Sehingga ada wacana dari mereka ingin membubarkan komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), supaya lemahnya penegakan hukum. Jadi pantas saja ketika masyarakat mengaku kecewa.

Faktor itu bisa mempengaruhi partisipasi masyarakat dalam pembangunan. Mereka semakin apatis dengan program pemerintah. Ini bisa membayakan demokrasi di Indonesia. Pemilu hanya menjadi runititas lima tahun sekali untuk pergantian kekuasaaan.

Seyogyanya seorang wakil rakyat menjadi teladan bagi perwakilannya. Menjadi pengontrol ketika arah kebijakan pemerintah tidak lagi sebagaimana diamanahkan rakyat. Kemudian mengarahakan kembali sehingga tujuan kemakmuran rakyat bisa tercapai sebagaimana disebutkan dalam UU 1945.

Dalam konsep Trias Politika, legislative atau DPR berfungsi untuk melahirkan undang-undang, mengawasi pelaksanaan undang-undang yang dilakukan eksekutif. Fungsi pengawasan baru dikatakan berjalan dengan baik, jika DPR mampu mengkritisi kebijakan yang dikeluarkan pemerintah tidak sesuai dengan kepentingan rakyat.

Persoalan lemahnya fungsi pengawasan DPR, karena selama ini dewan juga ikut mengelola anggaran. Dana aspirasi dewan selama ini bukan membantu masyarakat. Tapi malah menimbulkan persoalan. Nah jika itu tak segera dicari solusi bisa mengancam demokrasi di negara ini.

Karena itu menurut penulis harus segera dicari solusi dan konsep, seperti apa kriteria yang harus di pilih rakyat kedepan. Menurut penulis ada 12 kriteria yang harus dimiliki DPR kedepan.

Kriteria pertama adalah memiliki sifat amanah. Untuk mendapatkan DPR amanah harus dimulai dari proses awal pengkaderan di partai. Kemudian mereka yang mendapat mandat untuk mencalonkan diri adalah sosok yang telah teruji. Bukan hanya amanah bagi kelompoknya, tapi juga bagi masyarakat luas. Sehingga ada upaya ketika mereka sudah terpilih ada upaya dari mereka untuk merealisasikan janji mereka.

Kriteria yang kedua adalah beragama. Agama menjadi salah penentu bagi terbentuknya sifat amanah dari seorang anggota dewan. Sehingga pengawasan dan penganggaran DPR tidak bertentangan dengan nilai-nilai agamana manapun. Calon anggota dewan kedepan harus benar-benar agamais.

Kriteria ketiga adalah berpendidikan minimal Strata satu. DPR kedepan bukan hanya pandai dalam memberikan kritikan tapi juga mampu melahirkan solusi. mampu memecahkan persoalan yang dihadapi masyarakat.

Kriteria ke empat jujur dan adil. Sifat ini salah yang terpenting harus dimiliki anggota dewan kedepan. Karena bila tidak dewan tidak jujur, bagaiamana prinsip pemerintah yang baik bisa diterapkan. Sifat ini sangat erat kaintan dengan pendidikan agama dan basic seseorang. Belum pernah kita mendengar ada dewan yang digelar al amin selama ini.

Kriteria kelima adalah bertanggungjawab. DPR yang tidak bertanggungjawb tidak akan bisa menjadi wakil rakyat. Untuk memperoleh kriteria ini dapat diperhatikan prilaku dan kebiasaan sehari-hari. Ini juga ada kaintannya dengan partai politik tempa DPR itu dibesarkan. partai politik harus berani mereccal terhadap DPR yang mengabaikan kepentingan rakyat.

Kriteria keenam adalah mengutamakan kepentingan rakyat. Sangat sulit menemukan orang yang selalu mengutamakan kepentingan rakyat dibandingkan dengan kepentinan pribadinya. Namun, jika sikap ini tidak dimiliki oleh DPR, bagaiamana mereka menyuarakan suara rakyat.

Keriteria ketujuh adalah adanya dukungan partai politik. Salah satu faktor yang terpenting adalah proses pengkaderan di partai politik. Sebab selama minim sekali ada proses pengkaderan yang dilakukan partai politik. Sehingga mereka bukan hanya mampu mewakili partainya diparlemen tapi juga mampu memperjuangkan hak rakyat.

Kriteria kedelapan menurut penulis ikhlas. Sifat ini memang semakin langka ditemui di DPR. Tapi yang menjadi persoalan selama ini tugas yang dilaksanakan hanya untuk melepas kewajiiban jika sudah disorot publik. Tapi bukan karena dilandasi keihklasan dalam berbuat. Karena salah satu kunci keberhasilan dalam perbuatan adalah ikhlas.

Kriteria kesembilan memiliki kepekaan sosial. Dewan yang memiliki sifat sosial sangat dekat dengan rakyat lapisan bawah. Mereka cepat tanggap atas persoalan-persoalan yang dihadapi masyarakat. Peka dan peduli terhadap nasib rakyatnya, tidak mau menyusahkan mereka dan selalu mendoakannya.

Kriteria kesepuluh memiliki jiwa kepemimpinan. DPR harus bisa merangkul semua golongan. jiwa leadership ini untuk mempersatukan beragama Rasis yang ada di Indonesia, sehingga bisa memperngaruhi masyarakat supaya ikut berpatisipasi dalam pembangunan. dengan persatuan dan kesatuan Negara ini bisa baik.

Kriteria ke-11 tidak alergi ketika dikritik. Ketika ada dikritik yang positif, DPR harus menerima untuk peningkatkan kinerja mereka sesuai dengan amanah rakyat. karena itu adalah betuk kontrol yang dilakukan masyarakat terhadap perwakilannya.

Kriteria ke-12 harus mampu melayani. Supaya terlaksana pengawasan yang baik, DPR harus melayani rakyatnya dengan ikhlas. Mereka harus memiliki jiwa pelayanan yang baik sehingga fungsi pengawasan DPR bisa dilaksanakan sesuai dengan keinginan masyarakat. Pemimpin yang baik adalah yang mau melayani rakyat.

 

Biodata Penulis

Nama : Jafaruddin

Tempat Tanggal Lahir : Blang Jruen, Kabupaten Aceh Utara Aceh, 10 Mai 1982

Alamat rumah : Jln Banda Aceh Medan, Desa Blang Peuria Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara, Aceh.

Nomor HP : 085260331510

e-mail : This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it

pekerjaan : Wartawan Serambi Indonesia Perwakilan Lhokseumawe

 

Mayjen TNI (Purn) Burhanuddin Siagian Dimakamkan di TMP Kalibata
Sabtu, 26 Mei 2018

  KOPI, JAKARTA Mayjen TNI (Purn) Burhanuddin Siagian, mantan Pangdam I Bukit Barisan, dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan.   Inspektur Upacara dalam upacara militer dipimpin Pangdam Jaya/ Jayakarta, Mayjen TNI Joni Supriyanto pada hari Kamis (17/05/2018) sore sekitar pukul 15.00 WIB. Jenazah sebelumnya disemayamkan di kediamannya di Cijantung, Jakarta Timur.   Sejumlah tokoh yang hadir antara lain: Irjen Pol... Baca selengkapnya...

Kementrian Hukum dan Ham Santuni Anak Yatim serta Buka Puasa Bersama
Sabtu, 26 Mei 2018

KOPI, Jakarta - Kemenkumham mengadakan buka puasa bersama pejabat dan pegawai di lingkungan Sekretariat Jenderal, bertempat di Graha Pengayoman (22/5/2018). Acara yang ditaja oleh Biro Umum melalui Panitia Hari Besar Islam (PHBI) 2018, mengusung tema “Menanamkan nilai-nilai kejujuran” dengan penceramah Ustad Ali Saleh Mohammed Ali Jaber atau yang biasa dikenal Ustadz Syeikh Ali Jaber. Dalam tausiahnya beliau menyampaikan agar kita semua... Baca selengkapnya...

Ketua Umum PPWI Nasional Menghadiri Undangan Buka Puasa Bersama dengan Kedubes Maroko
Jumat, 25 Mei 2018

KOPI, Jakarta - Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Nasional, Wilson Lalengke, S.Pd. M.Sc, MA, bersama keluarga menghadiri undangan buka puasa bersama dengan Kedutaan Besar Kerajaan Maroko yang diwakili Konselor, Mr. Mostafa Nakhloui, di SHISHA Café, Jl. Kemang, Jakarta, Jumat, 24/05/2018. Turut hadir bersama Ketum PPWI dan keluarga, Ketua DPD-PPWI Provinsi Papua, Sem Gombo, S.Kom. Wilson bersama keluarga tiba di lokasi buka... Baca selengkapnya...

Sejumlah Alumni UNKRIS Kecam Aksi Teror Bom di Surabaya
Rabu, 16 Mei 2018

Foto: KGJ dalam sebuah aktivitas, 28 Jan 2018 KOPI, JAKARTA Sejumlah Alumni Universitas Krisnadwipayana (UNKRIS) Jakarta yang terhimpun dalam Perkumpulan Krisna Group Jatiwaringin (KGJ), Lintas Angkatan-Lintas Fakultas mengecam aksi teror bom bunuh diri yang terjadi di 3 (tiga) gereja di Surabaya dan Mapolresta Surabaya.   Peristiwa teror bom Minggu (13/05/2018) pagi itu, merupakan tindakan keji dan tidak berperikemanusiaan, karena sejumlah... Baca selengkapnya...

Kejagung HM.Prasetio Resmikan Pemakaian Kantor Kejari Pekanbaru Empat Lantai Berbiaya Rp. 31,9 M
Sabtu, 12 Mei 2018

KOPI, Pekanbaru - Kedatangan orang nomor satu di korp Adyaksa dalam rangka kunjungan kerja peletakan batu pertama pembangunan kantor Kejati  (Kejaksaan Tinggi ) Riau dan meresmikan pemakaian kantor Kejari (kejaksaan Negeri) Pekanbaru. Rombongan Kejakgung datang sekitar 9:30 wib , Juma'at (11 Mei 2018) ratusan orang menunggu kedatangan Kejaksaan Agung (Kejagung) HM Prasetio untuk meresmikan pemakaian gedung baru empat lantai yang akan ditempati... Baca selengkapnya...

Dubes Ratlan Pardede Beri Kuliah Umum di Universitas Mpu Tantular
Senin, 07 Mei 2018

KOPI, JAKARTA - Disela padatnya rangkaian kerja Duta Besar Republik Indonesia untuk Tanzania, Ruwanda, Burundi dan Uni Comoros, Prof. Dr. Ratlan Pardede di Indonesia, masih saja ia menyempatkan waktu berbagi dalam bentuk Kuliah Umum di Universitas Mpu Tantular (UMT), Jakarta Timur. Pasalnya, sebelum jadi Dubes, Ratlan memang lama berkiprah di dunia pendidikan tinggi, sebagai dosen dan bahkan pernah menjadi Rektor di Universitas Mpu Tantular... Baca selengkapnya...

Gugatan PMH Dewan Pers Segera Disidangkan
Rabu, 02 Mei 2018

KOPI, Jakarta - Serikat Pers Republik Indonesia (SPRI) dan Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) secara resmi telah melayangkan gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) terhadap lembaga Dewan Pers pada tanggal 19 April 2018. Gugatan PMH terhadap Dewan Pers oleh kedua organisasi pers yang diwakili kedua ketua umumnya itu didaftarakan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat oleh Kuasa Hukum penggugat, Dolfie Rompas, SH, MH & Partner.   Pada... Baca selengkapnya...

INTERNASIONALKetua Umum PPWI Nasional Menghadiri Unda.....
25/05/2018 | Sem Gombo, S.Kom
article thumbnail

KOPI, Jakarta - Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Nasional, Wilson Lalengke, S.Pd. M.Sc, MA, bersama keluarga menghadiri undangan [ ... ]



NASIONALMenperin Sebut Ekspor Produk Manufaktur .....
24/05/2018 | Yeni Muezza
article thumbnail

KOPI,  Jakarta – Industri pengolahan masih memberikan kontribusi terbesar dalam penerimaan pajak berdasarkan sektor usaha utama pada periode Janu [ ... ]



DAERAHPonpes Binaan Kemenperin Ini Mampu Hasil.....
24/05/2018 | Yeni Muezza
article thumbnail


KOPI,  Lamongan (Jawa Timur) - Lamongan (JAWA TIMUR)~ Kementerian Perindustrian telah menjalankan program Santripreneur melalui pelatihan produks [ ... ]



PENDIDIKANOutbond Pacu Semangat Pelajar SMK 75-1 P.....
17/05/2018 | Marsono Rh
article thumbnail

KOPI - Outbond merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan di alam terbuka juga dapat memacu semangat, rasa kebersamaan dan membangun kerjasama bag [ ... ]



EKONOMIKemenperin Siapkan 10 Langkah Prioritas .....
25/05/2018 | Yeni Muezza
article thumbnail

KOPI,  Jakarta - Implementasi industri 4.0 dapat menjadi salah satu strategi untuk menciptakan Ekonomi Pancasila berbasis digital. Hal ini sesuai d [ ... ]



HANKAMDanrem 071 Wijayakusuma Mengunjungi Peng.....
17/05/2018 | Marsono Rh
article thumbnail

KOPI - Danrem 071/Wijayakusuma Kolonel Kav Dani Wardhana, S.Sos., M.M., M.Tr (Han) sambangi pengungsi korban gempa bumi Kalibening Banjarnegara di lo [ ... ]



OLAHRAGAViral Medsos Rekaman Video Paspampres Ha.....
25/02/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Jakarta – Sebenarnya kegiatan ini bukan kegiatan kenegaraan. Kegiatan tersebut seremonial menyaksikan pertandingan Final antar dua kubu grup [ ... ]



PARIWISATAPentas Seniman Lukis Mural Tandai Peresm.....
05/05/2018 | Buddy Wirawan

KOPI, Bandung - Yello Hotel Paskal sebuah hotel ekonomis bintang 3 dengan konsep urban style dibawah naungan Tauzia Hotels Management resmi dibuka diK [ ... ]



OPINIMemperkuat Peran Tiga Pilar Utama Pendid.....
21/04/2018 | Harjoni Desky, S.Sos.I., M.Si

KOPI - “Pendidikan merupakan alat yang memiliki tenaga untuk mengubah dunia” ini salah satu mutiara terkait dengan pentingnya pendidikan. Dari ka [ ... ]



PROFILBrigjen Pol. Drs. H. Faisal Abdul Naser,.....
02/03/2018 | Rachmad Yuliadi Nasir

KOPI-Jakarta,Bila Kita perhatikan bahwa Bumi Aceh sangat subur sekali. Bahkan tanaman ganja tumbuh seperti rumput hijau di tanah. Bumi Aceh sangat sub [ ... ]



SOSIAL & BUDAYABripka. Parsuji, Bhabinkamtibmas Pelopor.....
22/05/2018 | Agus Sirot Hudi

KOPI, Pujon – Kesenian Tradisional, mungkin sudah kuno bagi sebagian generasi muda yang tidak memahami karakteristik budaya nusantara. Namun tidak b [ ... ]



ROHANIPengamat Aji Somek : Nama Ustad Abdu.....
20/05/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Pekanbaru - Ditempat kerjanya Pengamat tersohor dari Riau Aji Somek Menuturkan “ Nama Ustad Abdul Somad ( UAS) tak termasuk dalam daftar 200  [ ... ]



RESENSIHeboh Buku Fire and Furry Ungkap “ D.....
05/01/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Washington DC- Heboh buku Fire and Fury ungkap “Dapur Gedung Putih” Menjelang Pemilu Pilres Amerika Serikat . Dilansir dari The Guardian, R [ ... ]



CERPEN & CERBUNGKetika Gunung Juga Punya Cara.....
22/03/2016 | Anjrah Lelono Broto
article thumbnail

KOPI - Gunung memiliki cara sendiri untuk menunjukkan kediriannya. Gunung juga memiliki mulut dan lidah tersendiri untuk berbicara. Gunung adalah gunu [ ... ]



PUISIMenatap Rasa.....
07/06/2017 | Mas Ade

Masih di bulan Juni Angin mendatangi jendelaku Bisikkan rindu yang basah Oleh hujan bulan Mei Meski embun tetap nyenyak dalam tidurnya Mendekap s [ ... ]



CURAHAN HATIMy First Flight : Membuka Pintu Masa Dep.....
24/05/2018 | Lestari Widodo

Saat senja akan tiba, tampak seorang laki-laki yang sedang duduk di teras rumah sambil menyaksikan hijaunya alam. Sambil mendengarkan lantunan musik d [ ... ]



SERBA-SERBI30 Tenants Gelar Fashion Show Meriahkan .....
06/05/2018 | Mulyadi
article thumbnail

KOPI,  Jakarta - The Lady Boutique menggelar "Purity Raya & The Lady 1st Anniversary" dalam rangka merayakan HUT perdana. Acara diselenggarakan di  [ ... ]



Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.