Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
Silahkan Login & Kirim Warta

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?
Pewarta Online
None

Yang Terpinggirkan
Gaji Pensiun yang belum Terealisasi Juga.....
21/02/2013 | Husaeni Mabruri

KOPI - Mimpi manis untuk masa depan gaji pegawai pensiunan sipil hidupnya belum dirasakan oleh Bpk. [ ... ]


Gelora Sepeda
“Nongkrong di Haus Berbonus” Raih MU.....
30/06/2013 | Arifin

KOPI - PT ABC President Indonesia menggelar serangkaian kegiatan “Nongkrong di Haus Berbonus”, Minggu pagi (30/6) di Plaza Utara Senayan, Jakarta. Event tersebut diselenggarakan serentak di tiga K [ ... ]



Polling Warga
Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
 

Kolom Pewarta Kriteria Anggota DPR Syarat-syarat Menjadi Pemimpin Masa Depan (309/M)
Redaksi Koran Online Pewarta Indonesia (KOPI) bersama segenap pengurus dan anggota PPWI se-Indonesia menyampaikan Selamat Menjalankan Ibadah Puasa di bulan Ramadhan 1435 H, kepada seluruh umat Muslim dan Muslimat sebangsa dan setanah air dan di seluruh dunia. Semoga senantiasa dilimpahkan rahmat dan pahala yang berlimpah di bulan suci penuh rahmat ini bagi setiap anak negeri di segenap penjuru nusantara... Amin...

Syarat-syarat Menjadi Pemimpin Masa Depan (309/M)

KOPI - Seorang pemimpin adalah manusia, maka wajar jika pemimpin juga melakukan suatu kesalahan. Pemimpin bukanlah malaikat yang tidak mungkin melakukan kesalahan. Tetapi, alangkah baiknya jika pemimpin terpilih karena Ia memenuhi syarat-syarat yang membangung. Di sini saya menuliskan beberapa syarat untuk menjadi pemimpin sejati yang patut untuk dijadikan contoh bagi anggota atau rakyatnya. Berikut adalah syarat-syarat yang ingin saya ungkapkan :

1. Wajib memiliki syarat-syarat dasar, yaitu beragama, berakal, berilmu, sehat fisik maupun mental, dan baligh atau mencapai umur.

Seorang Pemimpin wajiblah memiliki syarat-syarat dasar tersebut. Beragama berarti memiliki pegangan untuk menyandarkan suatu perkara kenegaraan. Berakal berarti memiliki modal untuk pengembangan ilmu. Tentu mampu membedakan yang baik dan yang buruk. Berilmu berarti memiliki pengetahuan untuk memajukan Negara, dan akan memimpin suatu Negara dengan dasar ilmu yang benar, serta jauh dari kekolotan. Sehat jasmani dan rohani berarti mampu terjun mendekati rakyat dan mampu berjuang secara fisik juga mental. Mental disini berarti memiliki banyak tak tik yang mematikan musuh dan memajukan Negara. Baligh berarti mencapai umur, bukan anak kecil, sehingga suatu kepemimpinan menjadi sah.

2. Memiliki Cita-cita Mulia

Maksudnya, seorang Anggota DPR RI wajib memiliki cita-cita yang mulia untuk kemajuan suatu Negara. Apabila seorang pemimpin memiliki cita-cita yang mulia, tinggi, dan bermutu, maka secara otomatis akan mempengaruhi pikiran-pikiran rakyat untuk berpikir lebih maju. Cita-cita dan impian yang tinggi inilah yang akan menantang kita untuk maju.

3. Memiliki Sifat Ikhlas

Memiliki sifat ikhlas disini berarti bahwa seorang pemimpin wajib melakukan, memerintah, berkeinginan, dan memutuskan suatu perkara dari hati. Bukan semata-mata hanya untuk menggurgurkan kewajiban seorang pemimpin, akan tetapi karena kesadaran ia menjadi seorang pemimpin. Cita-cita yang mulia tidak akan berarti jika cita-cita tersebut hanya terwujud dalam ucapan, tanpa adanya gerakan dalam hati untuk benar-benar memajukan bangsa, yang didasari dengan ikhlas.

4. Perjuangan yang Gigih

Memiliki keinginan untuk berjuang dengan gigih sangat penting dalam kemajuan dan perkembangan Negara, sifat ini menunjukan adanya rasa tanggung jawab dan kecilnya rasa individual dalam jiwa pemimpin. Karena, pemimpin akan selalu mengutamakan kepentingan Negara jika keinginan untuk berjuang gigih ditanamkan pada jiwa pemimpin.

5. Tidak Melakukan Kompromi Negatif

Kompromi negatif merupakan induk dari munculnya korupsi. Pemimpin harus mampu menghindari dan menghilangkan kerjasama dan kompromi negatif, agar tidak terjadi korupsi yang mengakibatkan rakyat miskin. Apalagi berkompromi dengan musuh atau penjajah yang sebenarnya akan membunuh Negara kita.

6. Mengutamakan Ilmu

Seorang pemimpin harus berpikiran bahwa suatu bangsa atau negara tidak akan jaya jika warganya bodoh. Karenanya, pemimpin akan mewujudkan upaya-upaya untuk menjadikan warga berilmu. Jika warga berilmu, maka dalam pemilihan suatu pemimpin pastinya sangat berhati-hati. Warga yang berilmu akan memilih pemimpin yang berilmu pula, bukan memilih calon pemimpin yang memberi mereka uang yang banyak. Dan bagaimana untuk menciptakan warga yang berilmu jika tidak dimulai dari pemimpin yang berperan sebagai contoh dan panutan warga?.

7. Menerima Perbedaan

Dalam suatu komunitas tentulah terdapat banyak perbedaan. Dan tidak mungkin seorang pemimpin akan memenuhi rakyatnya satu persatu. Tetapi, pemimpin harus mampu untuk menerima perbedaan mereka dengan cara yang baik, dan tentunya berfikir untuk menyatukan rakyat agar tiada perbedaan dengan cara yang tidak menyinggung perasaan rakyat, sehingga dengan menyatunya suatu rakyat, maka akan mudah untuk memajukan Negara tercinta kita.

8. Memiliki Sifat Tegas

Selain memiliki sifat yang sangat lentur, yaitu mampu menerima perbedaan, pemimpin juga harus memiliki sifat tegas. Sehingga jika terdapat suatu penyelewengan, tidak akan membiarkanya, tetapi bagaimana penyelewengan tersebut diberantas. Dan tentunya rakyat pun akan mersikap segan terhadap pemimpin, karena memiliki seorang pemimpin yang tegas, tetapi juga lentur atau bisa dikatakan lembut.

9. Berfikir Objektif

Jika terdapat suatu penyelewengan atau pelanggaran, pemimpin akan menyikapinya secara objektif,yaitu tidak melihat siapa yang melakukan, tetapi melihat apa yang dilakukan. Jika penyelewengan tersebut dilakukan oleh kerabatnya atau orang yang memiliki hubungan dengannya, pemimpin tetap menyikapinya dengan adil dan menghukuminya sesuai undang-undang Negara yang berlaku, bukan dengan undang-undang diri atau perasaan pemimpin tersebut. Yaitu pemimpin harus menerapkan hokum di Negara ini kepada semua warga. Bukan hanya kepada rakyat miskin yang melanggar, tetapi kepada semua.

10. Profesional

Professional berarti mampu menempatkan posisi dirinya, professional hampir mirip dengan objektif, syarat menjadi pemimpin nomor 9. Jika terdapat pelanggaran, tetapi pelaku pelanggaran adalah kerabat, maka pemimpin mampu menempatkan apa yang harus dilakukan. Di sini pemimpin berperan sebagai prmimpin, bukan sebagai saudara atau kerabat pelanggar. Jadi, pemimpin harus bersikap selayaknya pemimpin, meskipun yang diadili atau diproses tindakannya adal kerabatnya.

11. Disiplin

Disiplin adalah menghargai waktu. Pemimpin yang disiplin akan menghargai waktu dan tidak akan membiarkan sedetik pun waktunya untuk melakukan hal yang tidak bermanfaat. Sedetik sangat bermanfaat untuk kemajuan Negara. Jika kita melihat kepada pemimpin-pemimpin kita pada zaman penjajahan, betapa berharganya waktu sedetik, bahkan dalam waktu sedetikpun bisa menyebabkan terbunuhnya saudara-saudara kita. Jika pemimpin bergerak cepat dan disiplin dalam segala hal, maka pergerakan yang dilakukan rakyat juga cepat. Karena antara atasan atau pemimpin dengan rakyat terdapat sirkulasi yang sangat berhubungan dan saling mempengaruhi.

12. Memiliki Rasa Cinta yang Tinggi

Yaitu mencintai dirinya, mencintai keluarganya, mencintai Negara, mencintai rakyat, dengan sepenuh hati. Cinta kepada dirinya yaitu mampu menjaga dirinya dari sesuatu yang tidak baik untuknya. Cinta keluarganya yaitu mampu menjaga keluarga, sehingga tidak terdapat suatu masalah yang mengakibatkan mencoreng nama baik keluarganya, yang pastinya akan menjatuhkan namanya sebagai seorang pemimpin. Cinta Negara dan rakyatnya yaitu memperjuangkan Negara dan rakyatnya dari penjajahan, kemiskinan, pengangguran, dan ketidakakuran.

Demikianlah beberapa syarat yang saya curahkan. Kembali lagi, tak lepas dari beberapa syarat tersebut, seorang pemimpin adalah manusia. Yang pasti memiliki kesalahan, tapi manusia memiliki akal dan hati. Yang dengannya kita mampu untuk berpikir dan merasakan sesuatu yang layaknya kita lakukan atau tidak. Semoga bermanfaat.

 

Identitas Penulis :

 

Nama : Uswatun Hasanah

Tempat/tanggal lahir : Sragen/15 Agustus 1993

Universitas : STAIN Salatiga

Alamat Universitas : jl. Tentara Pelajar 02 Salatiga 50721

Alamat rumah : Kacangan RT 23/II, Kacangan, Sumberlawang, Sragen

Nomor telepon : 085728178714

Alamat e-mail : This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it

 

 

Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.