Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
LOGIN & KIRIM WARTA

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?
PEWARTA ONLINE

GELORA SEPEDATiga Pilar "Gowes Bareng" Bersama Masyar.....
01/08/2015 | Joe R Manalu

KOPI - Cengkareng - Sabtu pagi (01/08) kegiatan tiga Pilar "Gowes bareng" bersama dengan masyarakat ± 200 yang di hadiri Kapten inf Ober Purba (Danramil 04/Ckr) beserta jajarannya , Kompol Aji Sutarj [ ... ]



POLLING WARGA
Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
 

Kolom Pewarta Kriteria Presiden RI Mencari Sosok Ideal Presiden Masa Depan Indonesia (52/G)

Mencari Sosok Ideal Presiden Masa Depan Indonesia (52/G)

KOPI - Euphoria reformasi pasca runtuhnya Orde Baru menuju era demokratisasi, sejatinya belum menunjukkan sesuatu yang membanggakan rakyat Indonesia. Rentetan krisis perpolitikan nasional, kesejahteraan ekonomi, dan konflik sosial antar kelompok masyarakat belum mampu dihentikan. Situasi ini semakin diperparah oleh minusnya kepemimpinan, baik di tingkat nasional maupun lokal yang “berlomba-lomba” bahkan berjamaah, mencetak penyalahgunaan wewenang kekuasaan, bukan mencetak prestasi yang membanggakan dimata rakyat. Mereka memperlihatkan apa yang sudah dinyatakan Lord Acton, bahwa “kekuasaan cenderung korup, tapi kekuasaan yang absolute pasti korup”. Pemimpin atau wakil rakyat kita tidak memanfaatkan reformasi ini dalam memberikan amanah, jujur, atau contoh yang baik sebagai pemimpin, tapi menunjukan kearoganan sebagai pemimpin yang korup, oportunis, dan mengabaikan aturan hukum yang berlaku, yang tujuan utamanya hanya mempertahankan kekuasaan dan meraup kekayaan sebanyak-banyaknya.

Jika krisis kepemimpinan ini terus diperlihatkan, bukan tidak mungkin akan memunculkan chaos yang jauh lebih besar. Karena masyarakat sudah terjadi krisis kepercayaan terhadap pemimpin atau wakil rakyat, meski tidak semua pemimpin kita melakukan korup. Ketidakpercayaan atau sikap apatis ini bisa diperlihatkan dengan meningkatnya golput dalam setiap event pemilu atau pilkada, meski hal ini tidak bisa dijadikan patokan. Namun variabel lain terhadap krisis kepercayaan rakyat terhadap pemimpin sudah semakin mengemuka, bahkan semakin menyedihkan bagi bangsa yang dulu pernah mengecap sebagai salah satu ‘Macan Asia’.

Mengutip prognosa peta politik nasional dari Herbeth Feith, sejak tahun 1955 hingga reformasi 1999, peta kekuatan dan kepemimpinan politik Indonesia hanya berkutat pada pemimpin yang membawa komunitas ideologis 1). Pemimpin negeri ini adalah pemimpin yang mengusung ideologi nasionalis atau Islamis, meski aliran sosialis dan komunis telah menghiasi peta politik nasional. Namun bukan kepemimpinan ideologis yang dibutuhkan sekarang ini, tapi program politik yang mensejahterakan rakyat.

Pola kepemimpinan di Indonesia juga menggunakan pendekatan tradisional dengan praktik budaya paternalistik, primodialisme, atau pemimpin yang memiliki trah keturunan garis kebangsawanan atau raja. Mungkin hal ini sah-sah saja sifat kepemimpinan “orang besar” karena sifat-sifat yang dibawa sejak lahir dan bakat dari garis keturunannya. Namun celakanya ketika rakyat menaruh harapan besar kepada pemimpin seperti ini, tidak sesuai harapannya dalam memberikan kesejahteraan dan kemakmuran, tapi malah melanggengkan penyalahgunaan wewenang dengan kelompok dilingkarannya, sementara rakyat hanya jadi objek yang dipimpin layaknya era monarkhi absolute, bukan melayani rakyat sebagai substansi demokrasi yang selalu didengungkan pada era reformasi ini.

Memang mencari sosok pemimpin ideal sangat sulit, namun harapan besar mencari sosok pemimpin ideal belumlah terlambat, bahkan pemimpin tersebut sudah ada di sekitar kita, hanya saja belum memiliki kesempatan naik ke tampuk kekuasaan. Dukungan dan partisipasi masyarakat Indonesia saat ini masih cukup besar, semakin rasional, selalu mengkritisi, dan memberi berbagai masukan yang membangun memilih pemimpin yang tepat. Meski tidak mencari seideal mungkin layaknya pemimpin besar umat Islam Rasullulah Muhammad SAW. Tapi setidaknya pemimpin yang dibutuhkan rakyat Indonesia sekarang ini, adalah pemimpin yang paham terhadap kebutuhan rakyat, dan selalu menghilangkan rasa haus untuk melakukan tindakan korup ketika berkuasa.

Munculnya presiden saat ini selalu hadir dari kalangan partai politik (parpol). Ironisnya mesin politik ini belum berbuat banyak dalam melahirkan kader-kader yang jujur, berahlaq, dan bersih dari segala tindakan korup. Parpol belum maksimal dalam memberikan pendidikan, sosialisasi dan rekrutmen politik. Bagaimana menjalankan etika dan moral politik yang substansial, parpol hanya mengejar suara politik rakyat, tapi kurang menghasilkan pemimpin yang berkualitas. Meski sejarah politik Indonesia memiliki pemimpin besar yang berkualitas, namun itupun tidak bebas dari segala cacat hukum, dan haus terhadap kekuasaan demi kepentingan pribadi dan golongannya.

Penulis mencoba melakukan kriteria sosok presiden yang layak memimpin Indonesia, sebagai berikut :

1) Pemimpin transformasional yakni, pemimpin mengajak pengikutnya untuk menaikan diri tingkat moralitas tinggi. Pemimpin ini menekankan kesadaran pengikutnya dengan menyerukan cita-cita yang lebih tinggi, dan nilai moral seperti keadilan, kemanusian, dan menjauhkan tindakan korup 2).

2) Pemimpin kharismatik dirasakan masih dibutuhkan dalam menjustifikasi kualitas personal, heroisme, dan pemberian mandat. Pemimpin kharismatik berperan agar masyarakat yang sudah terfregmentasi ini, mau mengikuti dan mematuhi perintah atau saran agar program politik, ide-ide, serta bersatu memperbaiki moralitas bangsa bisa berjalan dengan semestinya.

3) Presiden harus memiliki sosok yang berkepribadian matang dan memahami rakyat. Pemimpin ini jelas memiliki tingkatan sifat, perilaku, dan perbuatan yang berahlaq, bermoral sebagai cerminan jiwanya. Sangat nista jika ada pemimpin politik mempunyai perilaku amoral seperti terlibat kriminalitas, perselingkuhan, narkoba atau menggunakan politik kekerasan dalam memaksakan kehendaknya.

4) Pemimpin partisipatif, dalam artian harus mampu mengakomodasi aspirasi dari bawah (bottom-up) atau bersifat demokratik. Pengambilan keputusan politik wajib semaksimal mungkin melibatkan stakeholder terkait. Berusaha menghindari pola-pola topdown, agar tidak terjadi krisis kepercayaan dan partisipasi.

5) Presiden terpilih seharusnya tanggalkan “jubah” sebagai kader salah satu parpol. Sehingga mereka lebih terkonsentrasi terhadap massa rakyat, bukan hanya kepada kelompok atau golongannya semata.

6) Jika sempat memunculkan wacana bahwa pemimpin muda. Pelabelan pemimpin muda atau tua amat relatif jika berdasarkan umur. Ukuran umur bukan masalah, yang pasti untuk menjadi pemimpin memiliki track record positif, tidak melakukan cacat hukum, atau menggunakan sistem merit seperti halnya dalam birokrasi atau kemiliteran. Bahwa pemimpin tidak ada yang muncul dari hal yang instant.

7) Mengenai pendidikan sangat jelas bahwa presiden harus mampu menduduki level tertinggi atau mencatat prestasi yang membanggakan. Jika pemimpin dari pihak sipil, minimal harus lulus bergelar doktor dengan predikat cumlaud. Sementara dari kalangan militer, jelas harus menimal berbintang empat tapi juga pernah mengecap pendidikan minimal master dengan predikat terbaik.

8) Permasalahan gender bagi sistem demokrasi dan rakyat Indonesia yang mayoritas muslim memang masih dalam perdebatan. Meski Indonesia pernah mempunyai presiden perempuan, namun penulis menegaskan bahwa pemimpin politik di Indonesia saat ini sebaiknya berasal dari kaum maskulin, yang dinilai dari sisi psikologis lebih tegas dalam pengambilan kebijakan.

9) Pemimpin demokratis harus memiliki sense sebagai pelayan publik, bukan sebagai raja. Pemimpin atau pejabat politik sebaiknya mau turun ke lapangan tanpa mendapat pengawalan atau protokoler yang rumit. Seperti sesering mungkin menggunakan transportasi publik, atau ikut mengantri layaknya warga biasa dengan tidak menggunakan pihak ketiga atau stafnya.

10) Bagi bangsa Indonesia yang beragam suku dan agama, mencari pemimpin politik memang selalu diisukan dengan masalah primodialisme. Sosok pemimpin yang berjiwa nasionalisme harus diutamakan. Tanggalkan kesan sebagai putra daerah atau pemimpin yang mewakili rakyat tertentu. Sehingga rakyat dari suku, agama, atau kaum minoritas merasa sebagai salah satu bagian dari perhatiannya.

11) Pemimpin harus memiliki ketegasan dan disiplin yang ketat dalam hal peraturan yang dibuatnya. Pemimpin wajib memberikan reward atau punishment terhadap bawahannya dalam organisasinya. Segera tertibkan ketika mendapat laporan adanya oknum-oknum birokrat yang melakukan pelanggaran hukum. Namun sikap mosi tidak percaya tetap dikedepankan, tapi ketika ada bukti kuat segera berani ambil keputusan jangan banyak pertimbangan.

12) Permasalahan money politics memang sangat sulit dihilangkan. Jika ingin mendapat kepercayaan rakyat kembali bahwa money politics jangan dijadikan budaya. Calon pemimpin rakyat tanggalkan budaya seperti ini, sehingga ketika naik ketampuk kekuasaan tidak berencana melakukan korupsi untuk mengembalikan modal awal, ketika merebut suara rakyat dengan politik uang.

Harapan besar mencari sosok pemimpin memang belum hilang, jika dalam situasi politik penjajahan Bung Hatta pernah mengilustasikan bahwa bangsa ini membutuhkan sosok Bung Karno. Tapi bukan kualitas dan kapasitasnya saja, tapi juga kuantitasnya. Harus ada figur-figur Soekarno-Soekarno lain untuk mampu menopang bangsa ini. Meskipun tidak ada manusia yang sempurna, minimal pemimpin ini mampu mengembalikan kepercayaan rakyat dan mensejahterakan rakyat bagi keberlangsungan bangsa ini.

Referensi:

Pranoto, Bambang. 2001. Sejarah Kelam dan Kecerahan Masa Depan Indonesiaku. Penerbit : Sekretariat Jenderal GMNI. Halaman 48.

Koirudin, 2004, Partai Politik dan Agenda Transisi Demokrasi, Pustaka Pelajar : Yogyakarta.halaman 132

 

Biodata Penulis

a. Nama : Mohammad Ali Andrias, S.IP.,M.Si

b. Tempat/Tanggal Lahir : Tasikmalaya, 24 Maret 1982

c. Pekerjaan : Dosen Prodi Ilmu Politik FISIP Universitas Siliwangi Tasikmaya

d. Alamat Kantor : Universitas Siliwangi FISIP Program Studi Ilmu Politik Jl. Siliwangi No. 24 Tasikmalaya 46115 Telp. (0265) 323537, Fak. (0265)325812

e. Alamat Rumah : Jalan Panayagan Barat RT 001 RW 013, Kelurahan Singasari, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya

f. No HP : 081807090614

g. Email : This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it

h. Akun Facebook : Mohammad Ali Andrias

 

Pansus I DPRD Padang Panjang Kulap ke PDAM
Minggu, 23 April 2017

KOPI, PADANG PANJANG - Meskipun pelanggan Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Padang Panjang 8000 pelanggan, namun PDAM masih tetap mengalami kerugian investasi. Hal ini dikatakan oleh Plt Direktur PDAM Padang Panjang, Jevie C Eka Putra. Menurutnya, kondisi ini terjadi dikarenakan terjadinya kebocoran pipa air yang sudah tidak layak pakai.   "Saat ini kita baru mampu mengganti pipa sepanjang 1,2 km dengan pipa paralon. Karena tahun 1989... Baca selengkapnya...

SDN 18 Sungai Pandahan Rehab Taman Kota
Jumat, 21 April 2017

KOPI, Pasaman - Yulinar, S.Pd kepala SDN 18 Sungai Pandahan Kecamatan Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman bersama majelis guru melaksanakan perehaban taman kota Lubuk Sikaping. Saat media ini turun ke lokasi kepala sekolah menjelaskan, kegiatan ini dilaksanakan atas anjuran dari pemerintah daerah, (20/04). "Pemerintah daerah menghimbau kepada seluruh instansi untuk membuat taman bunga masing-masing di wilayah Kecamatan Lubuk Sikaping," tutur... Baca selengkapnya...

Peringati HUT TMII, Bupati Pasaman Lepas Rombongan Seni Budaya ke Jakarta
Jumat, 21 April 2017

Bupati Yusuf Lubis saat menyalami rombongan menjelang keberangkatan ke Jakarta. KOPI,  Pasaman - Puluhan rombongan seni budaya dari Group Sanggar Pasaman Saiyo dilepas Bupati Pasaman Yusuf Lubis menuju Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, Kamis 20 April 2017. Pelapasan rombongan tersebut dalam rangka ulang tahun TMII di Jakarta. “Di samping HUT TMII, pihak panitia juga menggelar pegelaran budaya di Jakarta. Jadi, kesempatan kita dari... Baca selengkapnya...

Tim Persib Targetkan Jadi Juara Liga 1 2017
Jumat, 07 April 2017

KOPI, Bandung - Manajer Persib Umuh mengemukakan, Persib tidak akan bisa sebesar ini tanpa dukungan kuat Bobotoh, mereka di mana pun Persib bertanding selalu ada memberikan semangat dan energi untuk berjuang keras menghadapi lawan-lawannya.   “Oleh karena itu,  tidak ada harapan lain selain Persib harus berjuang dan mentargetkan jadi  juara Liga 1 2017 tahun ini, tanpa dukungan Bobotoh, Persib tidak akan seperti sekarang. Terimakasih,... Baca selengkapnya...

Dandim Aceh Selatan Terima Pasukan Satgas TMMD Ke 98
Selasa, 04 April 2017

KOPI, ACEH SELATAN – Komandan Kodim 0107/Aceh Selatan Letkol Kav Hary Mulyanto menerima Sebanyak 100 personel Batalyon Infanteri 115/Macan Lauser yang tergabung dalam Satgas TMMD Ke-98 tahun 2017 di Lapangan Makodim 0107/Aceh Selatan. Selasa (4/4/17).   Dandim 0107/Aceh Selatan Letkol Kav Hary Mulyanto mengatakan, Pasukan yang tergabung dalam Satgas TMMD ke 98 tersebut akan diterjunkan ke lokasi sasaran dan berbaur dengan kehidupan ... Baca selengkapnya...

Akting Ibu Negara Iriana Joko Widodo Berperan sebagai “Anak Paud”
Sabtu, 01 April 2017

KOPI, Pekanbaru - Kunjungan kerja ibuk negara Iriana Jokowi beserta Ibuk Mufidah Jusuf Kalla, ke Propinsi Riau, Rabu (29/3-17). Rombongan ini didampingi oleh kunjungan kerja istri-istri Menteri Kabinet Kerja yang tergabung dalam Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE). Jadwal kunjugan kerja rombongan Istri Presiden Joko Widodo ke Riau mengunjungi sekolah PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), melakukann pemeriksaan kanker serviks leher rahim atau... Baca selengkapnya...

Persit Kodim Aceh Selatan Disambut Haru Nyak Siti Rohmat
Senin, 27 Maret 2017

KOPI, ACEH SELATAN - Kemiskinan yang dialami 'Nyak' Siti Rohmat, warga Desa Suak Bakong, Kecamatan Kluet Selatan, telah mengetuk rasa keprihatinan dan simpati Ketua Persit KCK Cabang XXIX Dim 0107/Asel, Ny. Hary Mulyanto dan pengurus Ranting 8 Koramil 07 Kluet Selatan. Selama ini, kondisi 'Nyak' Siti Rohmat memang serba kekurangan. Bukan hanya itu saja, bahkan kesehatannya pun menurun dan sering sakit. Sering kali tak memiliki makanan apalagi... Baca selengkapnya...

INTERNASIONALMenjijikkan, Ditemukan Kotoran Manusia d.....
30/03/2017 | Didi Ronaldo

KOPI, Lisburn – Di kutip dari The Guardian, ditemukan kotoran manusia dalam kaleng minuman berkarbonasi yakni Coca Cola. Kotoran manusia ditemukan  [ ... ]



NASIONALSudut Pandang PPWI Terhadap Jurnalisme.....
18/04/2017 | M. Dwi Richa JP
article thumbnail

KOPI, Solok - Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), Wilson Lalengke, S.Pd., M.Sc., MA., yang merupakan lulusan PPRA Lemhannas tahun 20 [ ... ]



DAERAHGebyar Dirgantara 2017, Lanud Iswahjudi .....
22/04/2017 | Iswahyudi

KOPI, Magetan – Ribuan pengunjung yang terdiri dari pelajar maupun masyarakat umum padati Lapangan Udara (Lanud) Iswahjudi guna menyaksikan dan meme [ ... ]



PENDIDIKANMawardi, S.Pd Kepala SDN 20 Kampung Pada.....
21/04/2017 | M. Dwi Richa JP
article thumbnail

KOPI, Pasaman - Kepala SDN 20 Kampung Padang, Kecamatan Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman optimis membina sekolah yang beliau pimpin kearah yang leb [ ... ]



EKONOMIRaker KAMSRI; Membangun Sinergi Ekonomi .....
22/04/2017 | Andri Santana

KOPI, Pembangunan infrastruktur di Pemerintahan Era Jokowi, selain sebagai stimulus pembangunan nasional, pembangunan jalan, jembatan dan Dermaga meru [ ... ]



HANKAMBazar HUT Kostrad ke-56, Obral Sembako M.....
08/03/2017 | Yeni Herliani

KOPI, Jakarta - Dalam rangka memeriahkan HUT ke-56, Kostrad menyelenggarakan “Bazar Murah Prajurit Kostrad & Insan Media”, Rabu (8/03/2017) berte [ ... ]



POLITIKKades Pelalawan : "Kami Ucapkan Salam Te.....
14/04/2017 | Didi Ronaldo

KOPI, Pekanbaru – Kepala Desa (Kades) merupakan perpanjangan pemerintahan pusat ke daerah. Semasa pemerintah Gubernur Riau (Gubri) yang terdahulu y [ ... ]



OPINIRevitalisasi Pendidikan Vokasi: Upaya Me.....
13/04/2017 | Harjoni Desky

Instruksi Presiden (Inpres) terkait dengan Revitalisasi Pendidikan Vokasi telah diterbitkan dalam rangka penguatan sinergi antar pemangku kepentingan  [ ... ]



PROFILRekor Leprid : Peserta Terbanyak Bakar .....
14/05/2016 | Didi Ronaldo

KOPI, Pati- Indonesia negara Bahari atau kepulauan, hampir 2/3 luas wilayah Indonesia adalah wilayah laut. Ribuan pula terhampar dari Sabang hingga Pa [ ... ]



SOSIAL & BUDAYAEksistensi dan Peran RT - RW Harus Diper.....
25/02/2017 | Redaksi KOPI

KOPI, Makassar - Ketua Dewan Pengurus Daerah Persatuan Pewarta Warga Indonesia - Sulsel, (DPD PPWI Sulsel Ir. Imansyah Rukka mengatakan peran rukun te [ ... ]



ROHANIShalat Pengisi Ruang Hati Dihadapan Alla.....
17/05/2016 | Rachmad Yuliadi Nasir

KOPI,Jakarta, Dalam sehari semalam kita diwajibkan untuk shalat sebanyak lima kali. Setelah itu juga dianjurkan memperbanyak shalat-shalat sunat lainn [ ... ]



RESENSIMARS, Film Kisah Perjuangan Meraih Mimpi.....
03/05/2016 | Zohiri Kadir
article thumbnail

KOPI, Jakarta - Bertempat di XXI, Palaza Senayan, Jakara, Senin 92/5/2016) dan dalam rangka memperingati Hari Pendidikan 2 Mei 2016 , Multi Buana K [ ... ]



CERPEN & CERBUNGKetika Gunung Juga Punya Cara.....
22/03/2016 | Anjrah Lelono Broto

KOPI - Gunung memiliki cara sendiri untuk menunjukkan kediriannya. Gunung juga memiliki mulut dan lidah tersendiri untuk berbicara. Gunung adalah gunu [ ... ]



PUISIRinduku Terkubur di Kampung Lansek.....
21/02/2016 | Nova Indra

siang ini
riak Tabek Kaluai masih sama
saat hatiku bicara tentangmu
tentang cinta, tentang rindu kita

hingga kini
terngiang gelak tawa
dua pecinta ber [ ... ]



CURAHAN HATIWaspadalah… Modus Penipuan Menjual Nam.....
06/04/2017 | Didi Ronaldo
article thumbnail

KOPI, Siak Hulu, Waspadalah Gerombolan begal beraksi wilayah Siak Hulu, kabupaten Kampar, Propinsi Riau. Kami memantau gerak-gerik gerombolan Begal te [ ... ]



Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.