Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
LOGIN & KIRIM WARTA

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?

PEWARTA ONLINE

GELORA SEPEDAJatuh Bangun Nadine Go wes Bersepeda den.....
20/06/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Jakarta – Aktris Nadine Chandrawinata menyukai olahraga seperti  Renang, Menyelam, Senam serta olahraga baru yang kini Ia geluti yakni bersepeda. Ditemui di acara Polygon Follow Your Own P [ ... ]



POLLING WARGA
Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
 

Ini Dia, 12 Kriteria yang Harus Dimiliki Calon Presiden Republik Indonesia (62/G)

KOPI - Pesta demokrasi Pemilihan Presiden (Pilpres) yang akan digelar pada tahun 2014 bakal seru dan semarak. Buktinya, sekarang saja sudah bermunculan beberapa calon dari berbagai kalangan (partai politik, cerdik cendikia, pengusaha, dan lain-lain) yang sudah merasa mampu dan siap bertarung untuk memperebutkan kursi kepresidenan itu. Menurut Lembaga Survei Indonesia (LSI) calon yang dikenal baik di masyarakat adalah nama-nama lama yang selama ini sudah beredar di public, antara lain, Megawati Soekarnoputri (PDI-P), Prabowo Subianto (Gerindra), Aburizal Bakrie (Partai Golkar), dan Hatta Rajasa (PAN). (Kompas.com, edisi Kamis, 23 Februari 2012). Beberapa dari mereka bahkan sudah memproklamirkan program-program kerja pemerintahannya lewat siaran televisi, internet, dan surat kabar—yang intinya ingin meneruskan cita-cita luhur para pendiri dan pejuang bangsa untuk mencapai rakyat adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Tahun 1945. Memang, tidak ada beban moral seorang calon Presiden mengumbar janji yang begitu indah dan menentramkan karena janji itu hanya akan dipenuhi jika dia nanti terpilih menjadi orang nomor satu di republik ini.

 

Kriteria utama seorang calon Presiden (termasuk Wakil Presiden) adalah berkewarganegaraan Indonesia sejak kelahirannya dan tidak pernah menerima kewarganegaraan lain karena kehendaknya sendiri, tidak pernah mengkhianati negara, serta mampu secara rohani dan jasmani untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya. (Undang-Undang Dasar Tahun 1945 pasal 6 ayat 1). Namun, itu saja tidak cukup. Untuk memimpin Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang memiliki aneka ragam suku, adat dan budaya dan kekayaan alam yang sangat melimpah yang terbentang dari Sabang sampai Merauke ini diperlukan sosok figur calon Presiden yang mampu merangkum beberapa jiwa atau roh tokoh-tokoh nasional maupun internasional, yang masih hidup atau yang sudah wafat yang terbukti berhasil dalam bidangnya masing-masing. Kedengarannya berlebihan, tapi inilah kriteria yang harus mereka miliki agar dapat meraih cita-cita luhur bangsa ini.

Berikut 12 (dua belas) kriteria calon Presiden Republik Indonesia:

1. Takut Akan Tuhan

Klise, tapi mutlak. Calon harus memiliki keyakinan dan ketaatan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa karena semua yang dilakukannya tidak terlepas dari kehendak-Nya, dan dia akan pernah berhasil jika dia selalu memohon bantuan dan perlindungan dari-Nya. Dia harus mengambil prinsip: Tidak ada yang tidak mungkin jika dia senantiasa memohon ridho Tuhan Yang Maha Kuasa.

2. Mengutamakan Kepentingan Rakyat Diatas Kepentingan Golongan

Juga klise. Rakyat bahkan sudah bosan membicarakannya. Namun calon Presiden harus tetap mempertahankan filosofi ini, karena memang itu tujuan dia menjadi Presiden. Jangan ketika dia kampanye, selalu berteriak-teriak bahwa dia ingin membangun bangsa dan negara, namun ketika sudah duduk di istana, dia lupa dengan janji-janjinya, dan malah lebih sering berteriak-teriak soal kondisi partai atau kelompoknya yang dilanda prahara.

3. Berjiwa Patriotik Sejati.

Jiwa patrotik sejati mampu merangkul lawan-lawan politik, dengan tidak memberi ruang atau kesempatan lawan untuk beroposisi, namun bukan pula untuk menciptakan kolusi besar-besaran. Jika oposisi tidak mau diajak bergabung, dia harus mampu ”melawan” mereka dengan memamerkan kinerja rezim yang bersih dan terbukti dapat mensejahterahkan rakyat, bukan malah menciptakan isu-isu politik yang akan membuat mereka semakin berang dan apatis.

4. Memiliki Visi

Calon harus mampu memiliki pandangan terhadap inti suatu masalah yang sedang dihadapi negara, bukan malah mundur atau menyerah. Lihat apa yang akan dilakukan almarhum Presiden Soeharto ketika negara ini dilanda krisis ekonomi dan keuangan pada tahun 1998. Pada awalnya, beliau tidak bersedia mundur dari jabatannya dengan alasan dia masih merasa bertanggungjawab dan tahu inti permasalahan negara waktu itu. Sayangnya, tokoh nasional yang terbukti pernah membuat Indonesia disegani di mata dunia ini selama puluhan tahun tidak sempat mengatasi krisis dan harus dengan ikhlas (legowo) mengundurkan diri karena desakan dan tekanan rakyat, kalangan mahasiswa dan tokoh-tokoh politik nasional termasuk sahabat-sahabatnya sendiri (peer pressure). Sebelum menyatakan secara resmi mundur, beliau sempat berkata apakah keadaan genting itu bisa diatasi—termasuk tercapainya tuntutan reformasi—bila beliau lengser dari jabatannya. Ketika era reformasi sudah berjalan hampir lima belas tahun, ternyata rakyat tetap menderita. Banyak orang merindukan kepemimpinan Soeharto, dan berspekulasi, ”Kalau Presiden kita Soeharto, pasti kita tidak seperti ini!”

5. Berjiwa Besar

Ketika seorang calon Presiden menang Pilpres, dia harus menyambangi setiap kandidat yang kalah. Dan, ketika dia kalah, dia juga harus sanggup mengucapkan selamat kepada yang menang, dan berjanji akan ikut mendukung pemerintahannya. Bukan malah membuat serangan-serangan politik yang mubazir. Lihat ketika Barack Obama dilantik menjadi Presiden Amerika Serikat ke-44 pada tanggal 20 Januari 2009, beberapa presiden-presiden terdahulu Amerika Serikat seperti Bill Clinton dan George W. Bush hadir dalam pelantikan sang presiden dan memberikan ucapan selamat.

6. Berani dan Tegas

Hampir setiap aksi demo di Indonesia diwarnai dengan kericuhan, anarkisme dan vandalisme dari para demonstran. Aksi terorisme dan penyakit masyarakat lainnya, seperti perampokan, pembunuhan, pemerkosaan, perjudian, dan lain-lain yang dilakukan oleh orang-orang tidak dikenal atau orang-orang yang disinyalir kuat dan berpengaruh tidak kunjung usai. Calon Presiden harus berani dan tegas dalam mengambil tindakan terhadap pelaku kejahatan. Jiwa “Mr Clean” mantan Kapolri Jendral Sutanto, pantas dia teladani. Pada masa jabatannya tahun 2005-2006 saja sebagai Kapolri beliau mampu menumpas tokoh-tokoh teroris, menahan beberapa petinggi militer yang bermasalah, dan memutus mata rantai perjudian terbesar di Sumatera Utara.

7. Cepat Tanggap

Isu yang sedang melanda negara, seperti kasus KKN, kerusuhan sosial, bencana alam, dan lain-lain, harus menjadi bahan penelitian seorang calon Presiden. Dengan demikian, ketika dia menjadi Presiden akan terasa mudah mengatasinya. Singkatnya, dia tidak hanya pintar berargumen atau berdebat di forum-forum terbuka, tapi harus dapat menyelesaikan berbagai permasalahan bangsa yang timbul.

8. Memiliki Jejak Rekam yang baik

Jejak rekam tidak melulu ditinjau dari jenjang pendidikan calon Presiden. Ketika dia masuk kedalam kepungurusan partai politik dan berkiprah dalam dunia politik, orang sudah mengenalnya. Jejak rekam yang harus dipeliharanya adalah dia tidak pernah terlibat dalam gerakan-gerakan anarkis, brutal, subversif, atau tindakan apa saja, baik secara pribadi maupun kelompok, yang dapat merugikan orang atau kelompok masyarakat atau negara. Cepat atau lambat, rakyat akan mengetahui jejak rekam buruk itu.

9. Tidak Miskin

Kharisma calon Presiden tidak bisa ditempa dengan biaya murah. Rakyat harus sadar bahwa seorang calon Presiden harus membangun kekuatan politis semacam jaringan tim sukses yang solid dimulai dari tingkat pusat sampai daerah atau TPS (Tempat Pemungutan Suara) untuk mendukung pencalonannya, dan semua biaya operasional tim sukses itu harus menjadi tanggungannya. Ketika keuangannya tidak memadai, dan dia mengharapkan bantuan finansial dari pihak lain, yakinlah, ketika dia duduk di kursi Presiden nanti, dia akan merasa berhutang budi, dan akan berusaha membayar kembali pinjamannya itu dengan tawaran-tawaran proyek atau posisi jabatan penting.

10. Profesional

Negara Indonesia adalah negara kepulauan yang memiliki tanah yang cocok untuk pertanian. Sudah sewajarnya calon Presiden itu mengerti soal pertanian—tidak hanya mengandalkan menterinya yang ahli di bidang pertanian—sehingga dia bisa lebih bertanggungjawab dengan bidang yang menghidupi sebagian besar kegiatan ekonomi rakyatnya. Jiwa Prof. Dr. Ir. Suhardi, Msc., mantan dekan Fakultas Kehutanan UGM dan Ketua Umum Partai Gerindra pas untuk ini.

11. Pintar (menguasai bahasa internasional)

Interpreter atau penterjemah pasti tersedia untuk seorang Presiden ketika dia berhadapan dengan tamu manca negara. Namun dengan adanya “orang ketiga” ini, dia sebenarnya sudah berbagi rahasia dengan orang lain, dan membuat kerjanya tidak efektif dan efisien. Maka, sangat baik jika calon Presiden itu menguasai bahasa-bahasa internasional (minimal bahasa Inggris) sehingga dia kelak bisa lebih menjamin kerahasiaan pembicaraannya dengan tamu negara. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sudah memenuhi kriteria ini.

12. Supel dan murah senyum

Meskipun bukan bagian penting dari profesi Presiden, tidak salah calon Presiden itu meniru ala presiden-presiden Amerika Serikat yang ketika bertemu dengan para anggota parlemen, kabinet, dan terutama rakyatnya selalu tersenyum dan melambai-lambaikan tangan. Sikap seperti ini akan memberikan rasa sejuk bagi semua warga negara dan menilai Presidennya bahagia. Janganlah hanya bersikap ramah, bersahabat, dan mengumbar senyum pada masa kampanye. Ingat, rakyat juga senang jika Presidennya murah senyum.

___________
Referensi:

Majalah Tempo No. 27/XXXV/ 28 Agustus-3 September 2006. Judul cover: “Sikat Jenderal! Merah Biru Rapor Kapolri Baru”

Buku “Detik-Detik Yang Menentukan, Jalan Panjang Indonesia Menuju Demokrasi” oleh Bacharuddin Jusuf Habibie, THC Mandiri Cetakan Kedua September 2006.

Buku “Profesor Hutan Ke Rimba Politik. Prof. Dr. Ir. Suhardi Msc. Mandiri Pangan Sejahterakan Rakyat”. Penerbit KMAG Book Jakarta. Cetakan I Juni 2011

 

Biodata Penulis

Nama Lengkap : Robinson Elohansen, S.Pd.

Tempat/Tgl. Lahir : Aek Nabara, 17 Juli 1971

Alamat Kantor : Yayasan Perguruan TK/SD/SMP/SMA Sultan Hasanuddin SD Sultan Hasanuddin Jl. Ghazali Karim No. 48 Aek Kanopan Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Provinsi Sumatera Utara Kode Pos 21457

Alamat Rumah : Jl. Taher No. 18 Aek Kanopan Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Provinsi Sumatera Utara Kode Pos 21457

Nomor HP : 0852 62 36 36 82

Email : This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it

Facebook : Robinson Elohansen

 

Untuk Kedua Kalinya Pemkab Kampar Meraih WTP dari BPK Riau
Senin, 18 Juni 2018

KOPI, Pekanbaru - Ditempat kerjanya , sebut saja namanya Uwan Abdullah Cu Somek Mengatakan “ Setiap tahun BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) Perwakilan daerah Riau , selalu mengobral dan memberikan nilai kepada Pemerintah Propinsi serta kabupaten/kota . Penilaian ini rawan Suap, bagaimanapun masing-masing kepala daerah menginginkan meraih prediket WTP (Wajar Tanpa  pengecualian). Bagi-bagilah THR tuh bro. Masih ingatkah Anda dulu kasus... Baca selengkapnya...

RSUD Sekayu Muba Catat Sejumlah Prestasi, Sang Direktur Terima Penghargaan
Minggu, 17 Juni 2018

KOPI, JAKARTA - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sekayu, Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan catat sejumlah prestasi, sang Direktur dr. Makson Parulian Purba, MARS, terima penghargaan lembaga apresiasi independen. Berbagai perkembangan yang dicapai RSUD Sekayu di tangan dokter Makson Parulian Purba tentu dapat dilihat dan dirasakan masyarakat Muba. Dalam kepemimpinannya yang kedua kali, percepatan di bidang pelayanan kesehatan dan penambahan... Baca selengkapnya...

Dua BUMN Indonesia PT. KAI dan PT Wika Go Internasional Raih Proyek di Negara Filipina
Jumat, 01 Juni 2018

KOPI, Jakarta – “Keberhasilan ekspansi PT INKA ( PT. Industri Kereta Api) dan PT Wijaya Karya (Wika) di Filipina merupakan salah satu bukti bahwa BUMN  (Berebut Uang   Milik Negara eh salah Badan Usaha Milik Negara ) kita kuat, andal dan dipertimbangkan di luar negeri,” kata Rini. Dua perusahaan pelat merah bekerja sama dengan perusahaan Filipina terkait proyek infrastruktur transportasi. PT Industri Kereta Api (Inka) akan... Baca selengkapnya...

Industri Manufaktur Capai Investasi Rp62,7 Triliun di 2018
Minggu, 27 Mei 2018

KOPI,  Jakarta - Kementerian Perindustrian terus aktif mendorong peningkatan nilai investasi dan ekspor terutama di sektor manufaktur. Upaya ini diyakini mampu memacu pertumbuhan ekonomi nasional serta membawa efek positif yang luas guna menciptakan pemerataan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.   “Selama ini, industri menjadi penggerak utama dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional, sekaligus berperan sebagai tulang... Baca selengkapnya...

Kementrian Hukum dan Ham Santuni Anak Yatim serta Buka Puasa Bersama
Sabtu, 26 Mei 2018

KOPI, Jakarta - Kemenkumham mengadakan buka puasa bersama pejabat dan pegawai di lingkungan Sekretariat Jenderal, bertempat di Graha Pengayoman (22/5/2018). Acara yang ditaja oleh Biro Umum melalui Panitia Hari Besar Islam (PHBI) 2018, mengusung tema “Menanamkan nilai-nilai kejujuran” dengan penceramah Ustad Ali Saleh Mohammed Ali Jaber atau yang biasa dikenal Ustadz Syeikh Ali Jaber. Dalam tausiahnya beliau menyampaikan agar kita semua... Baca selengkapnya...

Ketua Umum PPWI Nasional Menghadiri Undangan Buka Puasa Bersama dengan Kedubes Maroko
Jumat, 25 Mei 2018

KOPI, Jakarta - Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Nasional, Wilson Lalengke, S.Pd. M.Sc, MA, bersama keluarga menghadiri undangan buka puasa bersama dengan Kedutaan Besar Kerajaan Maroko yang diwakili Konselor, Mr. Mostafa Nakhloui, di SHISHA Café, Jl. Kemang, Jakarta, Jumat, 24/05/2018. Turut hadir bersama Ketum PPWI dan keluarga, Ketua DPD-PPWI Provinsi Papua, Sem Gombo, S.Kom. Wilson bersama keluarga tiba di lokasi buka... Baca selengkapnya...

Sejumlah Alumni UNKRIS Kecam Aksi Teror Bom di Surabaya
Rabu, 16 Mei 2018

Foto: KGJ dalam sebuah aktivitas, 28 Jan 2018 KOPI, JAKARTA Sejumlah Alumni Universitas Krisnadwipayana (UNKRIS) Jakarta yang terhimpun dalam Perkumpulan Krisna Group Jatiwaringin (KGJ), Lintas Angkatan-Lintas Fakultas mengecam aksi teror bom bunuh diri yang terjadi di 3 (tiga) gereja di Surabaya dan Mapolresta Surabaya.   Peristiwa teror bom Minggu (13/05/2018) pagi itu, merupakan tindakan keji dan tidak berperikemanusiaan, karena sejumlah... Baca selengkapnya...

INTERNASIONALPresiden Trump Jamuan Iftar dengan .....
10/06/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Washington - Tradisi Iftar (Buka Puasa) di Gedung Putih dimulai pada 1990-an selama pemerintahan Bill Clinton sebagai bentuk “pendekatan” t [ ... ]



NASIONALYonif 320/BP Peduli Kesusahan Masyarakat.....
17/06/2018 | Wawan Setiawan

KOPI-Kalbar, Pasiter Satgas Yonif 320/BP Kapten Inf Dedi Irianto mengatakan kesusahan yang dialami oleh masyarakat Nanga Badau  adalah menjadi  tu [ ... ]



PENDIDIKANHeboh..Mahasiswa Asal Papua Ke Kampus UN.....
30/05/2018 | Sem Gombo, S.Kom

KOPI - Salah Seorang Mahasiswa UNCEN Jayapura asal Papua berinisial DT pergi ke Kampus dengan menggunakan busana daerah yaitu memakai Koteka. Apa ge [ ... ]



EKONOMIRI Fokus Terapkan Industri Hijau Melalui.....
17/06/2018 | Yeni Muezza
article thumbnail

KOPI, Jakarta - Pemerintah sedang gencar menggalakkan konsep circular economy di berbagai aspek kehidupan. Berbeda dengan linear economy yang mengan [ ... ]



HANKAMUniversitas Riau Tempat Merakit Bom .....
03/06/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Pekanbaru – Ditempat kerjanya,sebut saja namanya Ajisulung mengatakan “ Bukti lemahnya pengawasan oleh security Universitas Riau (UR). Para  [ ... ]



OLAHRAGAViral Medsos Rekaman Video Paspampres Ha.....
25/02/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Jakarta – Sebenarnya kegiatan ini bukan kegiatan kenegaraan. Kegiatan tersebut seremonial menyaksikan pertandingan Final antar dua kubu grup [ ... ]



OPINIMembantu Polisi Melalui Peran yang Kita .....
16/06/2018 | Harjoni Desky, S.Sos.I., M.Si

KOPI - Di bawah terik matahari pagi, lebih kurang sebanyak empat satuan setingkat kompi atau 400 orang personel brigade mobil (brimob) dan personel da [ ... ]



PROFILPolres Kuantan Singingi Raih Dua Pengh.....
08/06/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Kuantan Singingi - Polres Kuantan Singingi (Kuansing) raih dua penghargaan . Penghargaan itu diserahkan, Rabu (14/2/2018) oleh Irjen Nandang se [ ... ]



SOSIAL & BUDAYABatik Jambi Melenggang Hingga ke Eropa d.....
18/06/2018 | Yeni Muezza
article thumbnail

KOPI, Jakarta – Kementerian Perindustrian memfasilitasi sejumlah pelaku industri kecil dan menengah (IKM) batik nasional untuk ikut serta dalam  [ ... ]



ROHANITim Jum,at Barokah Waka Polresta Pekanba.....
18/06/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Pekanbaru - Menutupi minggu terkahir bulan suci Ramadhan 1439 H, tim terpadu Jum'at Barokah Polresta Pekanbaru mengunjungi panti asuhan Ali An N [ ... ]



RESENSIHeboh Buku Fire and Furry Ungkap “ D.....
05/01/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Washington DC- Heboh buku Fire and Fury ungkap “Dapur Gedung Putih” Menjelang Pemilu Pilres Amerika Serikat . Dilansir dari The Guardian, R [ ... ]



CERPEN & CERBUNGKetika Gunung Juga Punya Cara.....
22/03/2016 | Anjrah Lelono Broto
article thumbnail

KOPI - Gunung memiliki cara sendiri untuk menunjukkan kediriannya. Gunung juga memiliki mulut dan lidah tersendiri untuk berbicara. Gunung adalah gunu [ ... ]



PUISIMenatap Rasa.....
07/06/2017 | Mas Ade

Masih di bulan Juni Angin mendatangi jendelaku Bisikkan rindu yang basah Oleh hujan bulan Mei Meski embun tetap nyenyak dalam tidurnya Mendekap s [ ... ]



SERBA-SERBIKemenperin Dukung Pelaksanaan MOFP 2018 .....
10/06/2018 | Yeni Muezza
article thumbnail

KOPI,  Jakarta – Kementerian Perindustrian memberikan apresiasi dan dukungan kepada Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) dalam m [ ... ]



Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.