Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
LOGIN & KIRIM WARTA

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?
PEWARTA ONLINE
None

GELORA SEPEDATiga Pilar "Gowes Bareng" Bersama Masyar.....
01/08/2015 | Joe R Manalu

KOPI - Cengkareng - Sabtu pagi (01/08) kegiatan tiga Pilar "Gowes bareng" bersama dengan masyarakat ± 200 yang di hadiri Kapten inf Ober Purba (Danramil 04/Ckr) beserta jajarannya , Kompol Aji Sutarj [ ... ]



POLLING WARGA
Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
 

Kolom Pewarta Kriteria Presiden RI Ini Dia, 12 Kriteria yang Harus Dimiliki Calon Presiden Republik Indonesia (62/G)

Ini Dia, 12 Kriteria yang Harus Dimiliki Calon Presiden Republik Indonesia (62/G)

KOPI - Pesta demokrasi Pemilihan Presiden (Pilpres) yang akan digelar pada tahun 2014 bakal seru dan semarak. Buktinya, sekarang saja sudah bermunculan beberapa calon dari berbagai kalangan (partai politik, cerdik cendikia, pengusaha, dan lain-lain) yang sudah merasa mampu dan siap bertarung untuk memperebutkan kursi kepresidenan itu. Menurut Lembaga Survei Indonesia (LSI) calon yang dikenal baik di masyarakat adalah nama-nama lama yang selama ini sudah beredar di public, antara lain, Megawati Soekarnoputri (PDI-P), Prabowo Subianto (Gerindra), Aburizal Bakrie (Partai Golkar), dan Hatta Rajasa (PAN). (Kompas.com, edisi Kamis, 23 Februari 2012). Beberapa dari mereka bahkan sudah memproklamirkan program-program kerja pemerintahannya lewat siaran televisi, internet, dan surat kabar—yang intinya ingin meneruskan cita-cita luhur para pendiri dan pejuang bangsa untuk mencapai rakyat adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Tahun 1945. Memang, tidak ada beban moral seorang calon Presiden mengumbar janji yang begitu indah dan menentramkan karena janji itu hanya akan dipenuhi jika dia nanti terpilih menjadi orang nomor satu di republik ini.

 

Kriteria utama seorang calon Presiden (termasuk Wakil Presiden) adalah berkewarganegaraan Indonesia sejak kelahirannya dan tidak pernah menerima kewarganegaraan lain karena kehendaknya sendiri, tidak pernah mengkhianati negara, serta mampu secara rohani dan jasmani untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya. (Undang-Undang Dasar Tahun 1945 pasal 6 ayat 1). Namun, itu saja tidak cukup. Untuk memimpin Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang memiliki aneka ragam suku, adat dan budaya dan kekayaan alam yang sangat melimpah yang terbentang dari Sabang sampai Merauke ini diperlukan sosok figur calon Presiden yang mampu merangkum beberapa jiwa atau roh tokoh-tokoh nasional maupun internasional, yang masih hidup atau yang sudah wafat yang terbukti berhasil dalam bidangnya masing-masing. Kedengarannya berlebihan, tapi inilah kriteria yang harus mereka miliki agar dapat meraih cita-cita luhur bangsa ini.

Berikut 12 (dua belas) kriteria calon Presiden Republik Indonesia:

1. Takut Akan Tuhan

Klise, tapi mutlak. Calon harus memiliki keyakinan dan ketaatan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa karena semua yang dilakukannya tidak terlepas dari kehendak-Nya, dan dia akan pernah berhasil jika dia selalu memohon bantuan dan perlindungan dari-Nya. Dia harus mengambil prinsip: Tidak ada yang tidak mungkin jika dia senantiasa memohon ridho Tuhan Yang Maha Kuasa.

2. Mengutamakan Kepentingan Rakyat Diatas Kepentingan Golongan

Juga klise. Rakyat bahkan sudah bosan membicarakannya. Namun calon Presiden harus tetap mempertahankan filosofi ini, karena memang itu tujuan dia menjadi Presiden. Jangan ketika dia kampanye, selalu berteriak-teriak bahwa dia ingin membangun bangsa dan negara, namun ketika sudah duduk di istana, dia lupa dengan janji-janjinya, dan malah lebih sering berteriak-teriak soal kondisi partai atau kelompoknya yang dilanda prahara.

3. Berjiwa Patriotik Sejati.

Jiwa patrotik sejati mampu merangkul lawan-lawan politik, dengan tidak memberi ruang atau kesempatan lawan untuk beroposisi, namun bukan pula untuk menciptakan kolusi besar-besaran. Jika oposisi tidak mau diajak bergabung, dia harus mampu ”melawan” mereka dengan memamerkan kinerja rezim yang bersih dan terbukti dapat mensejahterahkan rakyat, bukan malah menciptakan isu-isu politik yang akan membuat mereka semakin berang dan apatis.

4. Memiliki Visi

Calon harus mampu memiliki pandangan terhadap inti suatu masalah yang sedang dihadapi negara, bukan malah mundur atau menyerah. Lihat apa yang akan dilakukan almarhum Presiden Soeharto ketika negara ini dilanda krisis ekonomi dan keuangan pada tahun 1998. Pada awalnya, beliau tidak bersedia mundur dari jabatannya dengan alasan dia masih merasa bertanggungjawab dan tahu inti permasalahan negara waktu itu. Sayangnya, tokoh nasional yang terbukti pernah membuat Indonesia disegani di mata dunia ini selama puluhan tahun tidak sempat mengatasi krisis dan harus dengan ikhlas (legowo) mengundurkan diri karena desakan dan tekanan rakyat, kalangan mahasiswa dan tokoh-tokoh politik nasional termasuk sahabat-sahabatnya sendiri (peer pressure). Sebelum menyatakan secara resmi mundur, beliau sempat berkata apakah keadaan genting itu bisa diatasi—termasuk tercapainya tuntutan reformasi—bila beliau lengser dari jabatannya. Ketika era reformasi sudah berjalan hampir lima belas tahun, ternyata rakyat tetap menderita. Banyak orang merindukan kepemimpinan Soeharto, dan berspekulasi, ”Kalau Presiden kita Soeharto, pasti kita tidak seperti ini!”

5. Berjiwa Besar

Ketika seorang calon Presiden menang Pilpres, dia harus menyambangi setiap kandidat yang kalah. Dan, ketika dia kalah, dia juga harus sanggup mengucapkan selamat kepada yang menang, dan berjanji akan ikut mendukung pemerintahannya. Bukan malah membuat serangan-serangan politik yang mubazir. Lihat ketika Barack Obama dilantik menjadi Presiden Amerika Serikat ke-44 pada tanggal 20 Januari 2009, beberapa presiden-presiden terdahulu Amerika Serikat seperti Bill Clinton dan George W. Bush hadir dalam pelantikan sang presiden dan memberikan ucapan selamat.

6. Berani dan Tegas

Hampir setiap aksi demo di Indonesia diwarnai dengan kericuhan, anarkisme dan vandalisme dari para demonstran. Aksi terorisme dan penyakit masyarakat lainnya, seperti perampokan, pembunuhan, pemerkosaan, perjudian, dan lain-lain yang dilakukan oleh orang-orang tidak dikenal atau orang-orang yang disinyalir kuat dan berpengaruh tidak kunjung usai. Calon Presiden harus berani dan tegas dalam mengambil tindakan terhadap pelaku kejahatan. Jiwa “Mr Clean” mantan Kapolri Jendral Sutanto, pantas dia teladani. Pada masa jabatannya tahun 2005-2006 saja sebagai Kapolri beliau mampu menumpas tokoh-tokoh teroris, menahan beberapa petinggi militer yang bermasalah, dan memutus mata rantai perjudian terbesar di Sumatera Utara.

7. Cepat Tanggap

Isu yang sedang melanda negara, seperti kasus KKN, kerusuhan sosial, bencana alam, dan lain-lain, harus menjadi bahan penelitian seorang calon Presiden. Dengan demikian, ketika dia menjadi Presiden akan terasa mudah mengatasinya. Singkatnya, dia tidak hanya pintar berargumen atau berdebat di forum-forum terbuka, tapi harus dapat menyelesaikan berbagai permasalahan bangsa yang timbul.

8. Memiliki Jejak Rekam yang baik

Jejak rekam tidak melulu ditinjau dari jenjang pendidikan calon Presiden. Ketika dia masuk kedalam kepungurusan partai politik dan berkiprah dalam dunia politik, orang sudah mengenalnya. Jejak rekam yang harus dipeliharanya adalah dia tidak pernah terlibat dalam gerakan-gerakan anarkis, brutal, subversif, atau tindakan apa saja, baik secara pribadi maupun kelompok, yang dapat merugikan orang atau kelompok masyarakat atau negara. Cepat atau lambat, rakyat akan mengetahui jejak rekam buruk itu.

9. Tidak Miskin

Kharisma calon Presiden tidak bisa ditempa dengan biaya murah. Rakyat harus sadar bahwa seorang calon Presiden harus membangun kekuatan politis semacam jaringan tim sukses yang solid dimulai dari tingkat pusat sampai daerah atau TPS (Tempat Pemungutan Suara) untuk mendukung pencalonannya, dan semua biaya operasional tim sukses itu harus menjadi tanggungannya. Ketika keuangannya tidak memadai, dan dia mengharapkan bantuan finansial dari pihak lain, yakinlah, ketika dia duduk di kursi Presiden nanti, dia akan merasa berhutang budi, dan akan berusaha membayar kembali pinjamannya itu dengan tawaran-tawaran proyek atau posisi jabatan penting.

10. Profesional

Negara Indonesia adalah negara kepulauan yang memiliki tanah yang cocok untuk pertanian. Sudah sewajarnya calon Presiden itu mengerti soal pertanian—tidak hanya mengandalkan menterinya yang ahli di bidang pertanian—sehingga dia bisa lebih bertanggungjawab dengan bidang yang menghidupi sebagian besar kegiatan ekonomi rakyatnya. Jiwa Prof. Dr. Ir. Suhardi, Msc., mantan dekan Fakultas Kehutanan UGM dan Ketua Umum Partai Gerindra pas untuk ini.

11. Pintar (menguasai bahasa internasional)

Interpreter atau penterjemah pasti tersedia untuk seorang Presiden ketika dia berhadapan dengan tamu manca negara. Namun dengan adanya “orang ketiga” ini, dia sebenarnya sudah berbagi rahasia dengan orang lain, dan membuat kerjanya tidak efektif dan efisien. Maka, sangat baik jika calon Presiden itu menguasai bahasa-bahasa internasional (minimal bahasa Inggris) sehingga dia kelak bisa lebih menjamin kerahasiaan pembicaraannya dengan tamu negara. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sudah memenuhi kriteria ini.

12. Supel dan murah senyum

Meskipun bukan bagian penting dari profesi Presiden, tidak salah calon Presiden itu meniru ala presiden-presiden Amerika Serikat yang ketika bertemu dengan para anggota parlemen, kabinet, dan terutama rakyatnya selalu tersenyum dan melambai-lambaikan tangan. Sikap seperti ini akan memberikan rasa sejuk bagi semua warga negara dan menilai Presidennya bahagia. Janganlah hanya bersikap ramah, bersahabat, dan mengumbar senyum pada masa kampanye. Ingat, rakyat juga senang jika Presidennya murah senyum.

___________
Referensi:

Majalah Tempo No. 27/XXXV/ 28 Agustus-3 September 2006. Judul cover: “Sikat Jenderal! Merah Biru Rapor Kapolri Baru”

Buku “Detik-Detik Yang Menentukan, Jalan Panjang Indonesia Menuju Demokrasi” oleh Bacharuddin Jusuf Habibie, THC Mandiri Cetakan Kedua September 2006.

Buku “Profesor Hutan Ke Rimba Politik. Prof. Dr. Ir. Suhardi Msc. Mandiri Pangan Sejahterakan Rakyat”. Penerbit KMAG Book Jakarta. Cetakan I Juni 2011

 

Biodata Penulis

Nama Lengkap : Robinson Elohansen, S.Pd.

Tempat/Tgl. Lahir : Aek Nabara, 17 Juli 1971

Alamat Kantor : Yayasan Perguruan TK/SD/SMP/SMA Sultan Hasanuddin SD Sultan Hasanuddin Jl. Ghazali Karim No. 48 Aek Kanopan Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Provinsi Sumatera Utara Kode Pos 21457

Alamat Rumah : Jl. Taher No. 18 Aek Kanopan Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Provinsi Sumatera Utara Kode Pos 21457

Nomor HP : 0852 62 36 36 82

Email : This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it

Facebook : Robinson Elohansen

 

PPWI Gandeng Staf Ahli BNN Selenggarakan Seminar Daerah tentang Narkoba di Tanah Datar
Selasa, 23 Mei 2017

KOPI, Tanah Datar – Peredaran dan penyalahgunaan narkotika dan obat terlarang (narkoba) semakin memprihatinkan. Perkembangan narkoba tidak hanya dari sisi pengguna, tetapi juga wilayah jangkauan peredarannya serta jumlah dan jenis narkoba yang semakin variatif dan kreatif. Korbannya kian hari kian bertambah, berasal dari berbagai usia dan kelompok masyarakat. Pemerintah Indonesia sejak 2015 lalu telah menyatakan negara dalam keadaan darurat... Baca selengkapnya...

Demi Tegaknya NKRI, Jangan Mudah Terprovokasi
Rabu, 17 Mei 2017

KOPI, Pulau Sebatik - Bertempat di aula pertemuan Desa Bukit Aru Indah Kec. Sebatik Timur Koramil 0911-02/SEBATIK menggelar kegiatan Komunikasi Sosial untuk triwulan ke - II, kegiatan yang mengambil tema " Dengan Kegiatan KOMSOS Dengan Komponen Masyarakat Kita Tingkatkan Kemanunggalan TNI Rakyat dan Wawasan Kebangsaan Dalam Rangka Memperkokoh Persatuan Dan Kesatuan Bangsa " dihadiri komponen masyarakat yang terdiri dari para ketua RT, kepala... Baca selengkapnya...

Atasi Spekulan, Monopoli Harga, Jelang Ramadan Kapolri Bentuk Satgas Pangan
Minggu, 14 Mei 2017

KOPI, Jakarta – Melalui video conference langsung di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (3/5/2017). Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian membentuk Tim Satgas Pangan untuk membantu menstabilkan harga pangan dan sembako menyambut bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri. Satgas akan dipimpin Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto. Pembentukan  tingkat Polda, Satgas Pangan dipimpin langsung Direktur Kriminal Khusus... Baca selengkapnya...

Trumph Akan Mengunjungi Raja Salman , Tersiar Ada Transaksi Penjualan Peluru Kendali
Minggu, 14 Mei 2017

KOPI, Washington DC – Presiden Amerika Serikat Donald Trump dijadwalkan menghadiri pertemuan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) di Brussel pada 25 Mei 2017. Usai itu, Ia akan menghadiri pertemuan puncak negara-negara anggota Kelompok Tujuh di Sisilia, pada 26 Mei, ungkap pejabat Kemenlu AS. Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel al-Jubeir menuturkan “pada Bulan Mei ini Presiden AS Donald Trump dijadwalkan berkunjung ke Arab Saudi.... Baca selengkapnya...

Menteri Agama: Pemerintah Tidak Anti Ormas Keagamaan Terkait Pembubaran HTI
Rabu, 10 Mei 2017

KOPI, Jakarta - Pemerintah akan menindaklanjuti langkah pembubaran Hizbut Tahir Indonesia (HTI) melalui jalur hukum sesuai UU No 17 Tahun 2013, tentang Organisasi Kemasyarakatan. Menurut Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, langkah hukum tempuh sebagai bukti bahwa pemerintah tak sedang bertindak represif. Untuk itu, Menag Lukman mengimbau semua pihak untuk menghormati langkah hukum pemerintah sekaligus memastikan bahwa HTI tetap dapat... Baca selengkapnya...

Pos Lintas Batas Negara Skouw Diresmikan oleh Presiden Jokowi
Rabu, 10 Mei 2017

KOPI, Jayapura - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, sejak hari pertama dilantik, dirinya telah menyampaikan sikap pemerintahan bahwa daerah-daerah perbatasan tidak boleh dilupakan. Karena merupakan beranda-beranda terdepan Indonesia. “Seperti di mana kita berada sekarang ini yaitu Skouw (PLBN), harus menjadi kebanggaan kita semuanya, kebanggaan masyarakat Papua, kebanggaan Indonesia,” kata Presiden Jokowi saat Pos Lintas Batas... Baca selengkapnya...

Penobatan Gelar Adat “Kapiteng Lau Pulo” Kepada Presiden Joko Widodo
Senin, 08 Mei 2017

KOPI, Tanah Bumbu- Presiden Joko Widodo beserta Ibu Negara Iriana Joko Widodo  menghadiri “Puncak Budaya Maritim Pesta Laut Mappanretasi” di Pantai Pagatan, kabupaten Tanah Bumbu, Kabupaten Tanah Bumbu, propinsi Kalimantan Selatan, pada hari Minggu (7 /5/17) Kepala Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden, Bey Machmudin, dalam rilisnya, dari Pantai Pagatan, Presiden dan Ibu Iriana bersama rombongan akan menuju Kecamatan... Baca selengkapnya...

DAERAHMimpi Irwandi Yusuf : Tingkatkan Ekonomi.....
25/05/2017 | Haes Asel

KOPI, ACEH SELATAN - Gubernur Aceh terpilih periode 2017-2022 Drh. Irwandi Yusuf, M.Sc dan rombongan tiba di Kabupaten Aceh Selatan , Kamis (25/05/2 [ ... ]



PENDIDIKANAnak Langkat Harap Kuala Menjadi Kecamat.....
22/05/2017 | Sulaiman Zuhdi Manik

KOPI - Sebanyak 60 orang anak dari berbagai sekolah dan desa di Kabupaten Langkat, Minggu, 21/05/2017, menyerukan agar Kecamatan Kuala, diprogramkan m [ ... ]



EKONOMIVIVA Capai Track Record Pendapatan Terti.....
24/05/2017 | Yeni Herliani

KOPI, Jakarta - PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) tercatat mengalami pertumbuhan TV Share sebesar 92% sejak awal berdirinya di tahun 2011, pencapaian ini  [ ... ]



HANKAMLawan Paham Radikalisme, Perkokoh 4 Pila.....
21/05/2017 | Sahar

KOPI, Pulau Sebatik - Meskipun tinggal diperbatasan, rasa nasionalisme tidak boleh terbatas dan wajib di jaga, demikian juga upaya – upaya untuk m [ ... ]



OLAHRAGAKetua KONI Riau Emrizal Pakis: Lepas Li.....
08/05/2017 | Didi Ronaldo

KOPI, Pekanbaru - Sebanyak lima orang atlet Riau dipercayai mengikuti Islamic Solidarity Games (ISG) 12-22 Mei 2017 mendatang di Baku, Azerbaijan.
kel [ ... ]



PARIWISATAKunjungan Turis Mancanegara 1.02 Juta o.....
03/05/2017 | Didi Ronaldo

KOPI, Pekanbaru - Pariwisata andalan pendapatan negara non migas, negeri Indonesia kaya akan keindahan alam dan budayanya. Dulu para turis mancanegara [ ... ]



POLITIKRakorda DPD PKS Mamuju Tengah, Optimis R.....
21/05/2017 | Anto Zulyanto

KOPI, Mamuju Tengah, Sulbar - Menjelang Pemilihan Legislatif (Pileg) Tahun 2019, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Parta Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten  [ ... ]



OPINIKwalitas Berpolitik I.....
16/05/2017 | Jay Wardana

KOPI, Jakarta - Jika Anda menyimak film biografi berjudul "The Iron Lady", seorang kader partai politik di Inggris direkrut dari lulusan terbaik di se [ ... ]



PROFILBrigadir David Gusmanto Bhabinkamtibmas .....
30/04/2017 | Didi Ronaldo

KOPI, Taratakbuluh- Brigadir David Gusmanto , Bhabinkamtibmas desa Teratak buluh, Polsek Siak Hulu, kabupaten Kampar, propinsi Riau berdayakan pemuda [ ... ]



SOSIAL & BUDAYAEksistensi dan Peran RT - RW Harus Diper.....
25/02/2017 | Redaksi KOPI

KOPI, Makassar - Ketua Dewan Pengurus Daerah Persatuan Pewarta Warga Indonesia - Sulsel, (DPD PPWI Sulsel Ir. Imansyah Rukka mengatakan peran rukun te [ ... ]



ROHANIKhatam Al-Qur'an dn Wisud Iqr'a PDTA Nur.....
15/05/2017 | Didi Ronaldo

KOPI, Kampar - Sebanyak empat puluh orang siswa-siswi PDTA (Pendidikan Diniyah Takmaliyah Al-qur'an) Nurul Iman, Desa Pandau Jaya mengadakan Khatam Al [ ... ]



RESENSIMARS, Film Kisah Perjuangan Meraih Mimpi.....
03/05/2016 | Zohiri Kadir
article thumbnail

KOPI, Jakarta - Bertempat di XXI, Palaza Senayan, Jakara, Senin 92/5/2016) dan dalam rangka memperingati Hari Pendidikan 2 Mei 2016 , Multi Buana K [ ... ]



CERPEN & CERBUNGKetika Gunung Juga Punya Cara.....
22/03/2016 | Anjrah Lelono Broto

KOPI - Gunung memiliki cara sendiri untuk menunjukkan kediriannya. Gunung juga memiliki mulut dan lidah tersendiri untuk berbicara. Gunung adalah gunu [ ... ]



PUISIRinduku Terkubur di Kampung Lansek.....
21/02/2016 | Nova Indra

siang ini
riak Tabek Kaluai masih sama
saat hatiku bicara tentangmu
tentang cinta, tentang rindu kita

hingga kini
terngiang gelak tawa
dua pecinta ber [ ... ]



CURAHAN HATIWaspadalah… Modus Penipuan Menjual Nam.....
06/04/2017 | Didi Ronaldo
article thumbnail

KOPI, Siak Hulu, Waspadalah Gerombolan begal beraksi wilayah Siak Hulu, kabupaten Kampar, Propinsi Riau. Kami memantau gerak-gerik gerombolan Begal te [ ... ]



SERBA-SERBIPerpisahan dan Pentas Seni TK Mutiara Ka.....
25/05/2017 | Didi Ronaldo

KOPI, Pekanbaru- Perpisahan dan Pentas Seni TK Mutiara Kasih , kabupaten Kampar, diadakan disebuah hotel di Pekanbaru, Sabtu (20/5-17). Sebanyak empa [ ... ]


Other Articles

Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.