Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
LOGIN & KIRIM WARTA

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?
PEWARTA ONLINE

GELORA SEPEDAJatuh Bangun Nadine Go wes Bersepeda den.....
20/06/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Jakarta – Aktris Nadine Chandrawinata menyukai olahraga seperti  Renang, Menyelam, Senam serta olahraga baru yang kini Ia geluti yakni bersepeda. Ditemui di acara Polygon Follow Your Own P [ ... ]



POLLING WARGA
Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
 

SILAHKAN KLIK BANNER DI BAWAH INI DAN IKUTI SEMINAR MAHA PENTING YANG AKAN DISELENGGARAKAN DI GEDUNG NUSANTARA V, KANTOR MPR/DPR/DPD RI, SABTU 11 NOVEMBER 2017... AYOOO BURUAN DAFTAR, KETIK HADIR#NAMA-LENGKAP#KAB/KOTA DOMISILI/NOMOR-HP, KIRIM KE NOMOR HP/WA: 081371549165 (SHONY)

Ini Dia, 12 Kriteria yang Harus Dimiliki Calon Presiden Republik Indonesia (62/G)

KOPI - Pesta demokrasi Pemilihan Presiden (Pilpres) yang akan digelar pada tahun 2014 bakal seru dan semarak. Buktinya, sekarang saja sudah bermunculan beberapa calon dari berbagai kalangan (partai politik, cerdik cendikia, pengusaha, dan lain-lain) yang sudah merasa mampu dan siap bertarung untuk memperebutkan kursi kepresidenan itu. Menurut Lembaga Survei Indonesia (LSI) calon yang dikenal baik di masyarakat adalah nama-nama lama yang selama ini sudah beredar di public, antara lain, Megawati Soekarnoputri (PDI-P), Prabowo Subianto (Gerindra), Aburizal Bakrie (Partai Golkar), dan Hatta Rajasa (PAN). (Kompas.com, edisi Kamis, 23 Februari 2012). Beberapa dari mereka bahkan sudah memproklamirkan program-program kerja pemerintahannya lewat siaran televisi, internet, dan surat kabar—yang intinya ingin meneruskan cita-cita luhur para pendiri dan pejuang bangsa untuk mencapai rakyat adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Tahun 1945. Memang, tidak ada beban moral seorang calon Presiden mengumbar janji yang begitu indah dan menentramkan karena janji itu hanya akan dipenuhi jika dia nanti terpilih menjadi orang nomor satu di republik ini.

 

Kriteria utama seorang calon Presiden (termasuk Wakil Presiden) adalah berkewarganegaraan Indonesia sejak kelahirannya dan tidak pernah menerima kewarganegaraan lain karena kehendaknya sendiri, tidak pernah mengkhianati negara, serta mampu secara rohani dan jasmani untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya. (Undang-Undang Dasar Tahun 1945 pasal 6 ayat 1). Namun, itu saja tidak cukup. Untuk memimpin Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang memiliki aneka ragam suku, adat dan budaya dan kekayaan alam yang sangat melimpah yang terbentang dari Sabang sampai Merauke ini diperlukan sosok figur calon Presiden yang mampu merangkum beberapa jiwa atau roh tokoh-tokoh nasional maupun internasional, yang masih hidup atau yang sudah wafat yang terbukti berhasil dalam bidangnya masing-masing. Kedengarannya berlebihan, tapi inilah kriteria yang harus mereka miliki agar dapat meraih cita-cita luhur bangsa ini.

Berikut 12 (dua belas) kriteria calon Presiden Republik Indonesia:

1. Takut Akan Tuhan

Klise, tapi mutlak. Calon harus memiliki keyakinan dan ketaatan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa karena semua yang dilakukannya tidak terlepas dari kehendak-Nya, dan dia akan pernah berhasil jika dia selalu memohon bantuan dan perlindungan dari-Nya. Dia harus mengambil prinsip: Tidak ada yang tidak mungkin jika dia senantiasa memohon ridho Tuhan Yang Maha Kuasa.

2. Mengutamakan Kepentingan Rakyat Diatas Kepentingan Golongan

Juga klise. Rakyat bahkan sudah bosan membicarakannya. Namun calon Presiden harus tetap mempertahankan filosofi ini, karena memang itu tujuan dia menjadi Presiden. Jangan ketika dia kampanye, selalu berteriak-teriak bahwa dia ingin membangun bangsa dan negara, namun ketika sudah duduk di istana, dia lupa dengan janji-janjinya, dan malah lebih sering berteriak-teriak soal kondisi partai atau kelompoknya yang dilanda prahara.

3. Berjiwa Patriotik Sejati.

Jiwa patrotik sejati mampu merangkul lawan-lawan politik, dengan tidak memberi ruang atau kesempatan lawan untuk beroposisi, namun bukan pula untuk menciptakan kolusi besar-besaran. Jika oposisi tidak mau diajak bergabung, dia harus mampu ”melawan” mereka dengan memamerkan kinerja rezim yang bersih dan terbukti dapat mensejahterahkan rakyat, bukan malah menciptakan isu-isu politik yang akan membuat mereka semakin berang dan apatis.

4. Memiliki Visi

Calon harus mampu memiliki pandangan terhadap inti suatu masalah yang sedang dihadapi negara, bukan malah mundur atau menyerah. Lihat apa yang akan dilakukan almarhum Presiden Soeharto ketika negara ini dilanda krisis ekonomi dan keuangan pada tahun 1998. Pada awalnya, beliau tidak bersedia mundur dari jabatannya dengan alasan dia masih merasa bertanggungjawab dan tahu inti permasalahan negara waktu itu. Sayangnya, tokoh nasional yang terbukti pernah membuat Indonesia disegani di mata dunia ini selama puluhan tahun tidak sempat mengatasi krisis dan harus dengan ikhlas (legowo) mengundurkan diri karena desakan dan tekanan rakyat, kalangan mahasiswa dan tokoh-tokoh politik nasional termasuk sahabat-sahabatnya sendiri (peer pressure). Sebelum menyatakan secara resmi mundur, beliau sempat berkata apakah keadaan genting itu bisa diatasi—termasuk tercapainya tuntutan reformasi—bila beliau lengser dari jabatannya. Ketika era reformasi sudah berjalan hampir lima belas tahun, ternyata rakyat tetap menderita. Banyak orang merindukan kepemimpinan Soeharto, dan berspekulasi, ”Kalau Presiden kita Soeharto, pasti kita tidak seperti ini!”

5. Berjiwa Besar

Ketika seorang calon Presiden menang Pilpres, dia harus menyambangi setiap kandidat yang kalah. Dan, ketika dia kalah, dia juga harus sanggup mengucapkan selamat kepada yang menang, dan berjanji akan ikut mendukung pemerintahannya. Bukan malah membuat serangan-serangan politik yang mubazir. Lihat ketika Barack Obama dilantik menjadi Presiden Amerika Serikat ke-44 pada tanggal 20 Januari 2009, beberapa presiden-presiden terdahulu Amerika Serikat seperti Bill Clinton dan George W. Bush hadir dalam pelantikan sang presiden dan memberikan ucapan selamat.

6. Berani dan Tegas

Hampir setiap aksi demo di Indonesia diwarnai dengan kericuhan, anarkisme dan vandalisme dari para demonstran. Aksi terorisme dan penyakit masyarakat lainnya, seperti perampokan, pembunuhan, pemerkosaan, perjudian, dan lain-lain yang dilakukan oleh orang-orang tidak dikenal atau orang-orang yang disinyalir kuat dan berpengaruh tidak kunjung usai. Calon Presiden harus berani dan tegas dalam mengambil tindakan terhadap pelaku kejahatan. Jiwa “Mr Clean” mantan Kapolri Jendral Sutanto, pantas dia teladani. Pada masa jabatannya tahun 2005-2006 saja sebagai Kapolri beliau mampu menumpas tokoh-tokoh teroris, menahan beberapa petinggi militer yang bermasalah, dan memutus mata rantai perjudian terbesar di Sumatera Utara.

7. Cepat Tanggap

Isu yang sedang melanda negara, seperti kasus KKN, kerusuhan sosial, bencana alam, dan lain-lain, harus menjadi bahan penelitian seorang calon Presiden. Dengan demikian, ketika dia menjadi Presiden akan terasa mudah mengatasinya. Singkatnya, dia tidak hanya pintar berargumen atau berdebat di forum-forum terbuka, tapi harus dapat menyelesaikan berbagai permasalahan bangsa yang timbul.

8. Memiliki Jejak Rekam yang baik

Jejak rekam tidak melulu ditinjau dari jenjang pendidikan calon Presiden. Ketika dia masuk kedalam kepungurusan partai politik dan berkiprah dalam dunia politik, orang sudah mengenalnya. Jejak rekam yang harus dipeliharanya adalah dia tidak pernah terlibat dalam gerakan-gerakan anarkis, brutal, subversif, atau tindakan apa saja, baik secara pribadi maupun kelompok, yang dapat merugikan orang atau kelompok masyarakat atau negara. Cepat atau lambat, rakyat akan mengetahui jejak rekam buruk itu.

9. Tidak Miskin

Kharisma calon Presiden tidak bisa ditempa dengan biaya murah. Rakyat harus sadar bahwa seorang calon Presiden harus membangun kekuatan politis semacam jaringan tim sukses yang solid dimulai dari tingkat pusat sampai daerah atau TPS (Tempat Pemungutan Suara) untuk mendukung pencalonannya, dan semua biaya operasional tim sukses itu harus menjadi tanggungannya. Ketika keuangannya tidak memadai, dan dia mengharapkan bantuan finansial dari pihak lain, yakinlah, ketika dia duduk di kursi Presiden nanti, dia akan merasa berhutang budi, dan akan berusaha membayar kembali pinjamannya itu dengan tawaran-tawaran proyek atau posisi jabatan penting.

10. Profesional

Negara Indonesia adalah negara kepulauan yang memiliki tanah yang cocok untuk pertanian. Sudah sewajarnya calon Presiden itu mengerti soal pertanian—tidak hanya mengandalkan menterinya yang ahli di bidang pertanian—sehingga dia bisa lebih bertanggungjawab dengan bidang yang menghidupi sebagian besar kegiatan ekonomi rakyatnya. Jiwa Prof. Dr. Ir. Suhardi, Msc., mantan dekan Fakultas Kehutanan UGM dan Ketua Umum Partai Gerindra pas untuk ini.

11. Pintar (menguasai bahasa internasional)

Interpreter atau penterjemah pasti tersedia untuk seorang Presiden ketika dia berhadapan dengan tamu manca negara. Namun dengan adanya “orang ketiga” ini, dia sebenarnya sudah berbagi rahasia dengan orang lain, dan membuat kerjanya tidak efektif dan efisien. Maka, sangat baik jika calon Presiden itu menguasai bahasa-bahasa internasional (minimal bahasa Inggris) sehingga dia kelak bisa lebih menjamin kerahasiaan pembicaraannya dengan tamu negara. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sudah memenuhi kriteria ini.

12. Supel dan murah senyum

Meskipun bukan bagian penting dari profesi Presiden, tidak salah calon Presiden itu meniru ala presiden-presiden Amerika Serikat yang ketika bertemu dengan para anggota parlemen, kabinet, dan terutama rakyatnya selalu tersenyum dan melambai-lambaikan tangan. Sikap seperti ini akan memberikan rasa sejuk bagi semua warga negara dan menilai Presidennya bahagia. Janganlah hanya bersikap ramah, bersahabat, dan mengumbar senyum pada masa kampanye. Ingat, rakyat juga senang jika Presidennya murah senyum.

___________
Referensi:

Majalah Tempo No. 27/XXXV/ 28 Agustus-3 September 2006. Judul cover: “Sikat Jenderal! Merah Biru Rapor Kapolri Baru”

Buku “Detik-Detik Yang Menentukan, Jalan Panjang Indonesia Menuju Demokrasi” oleh Bacharuddin Jusuf Habibie, THC Mandiri Cetakan Kedua September 2006.

Buku “Profesor Hutan Ke Rimba Politik. Prof. Dr. Ir. Suhardi Msc. Mandiri Pangan Sejahterakan Rakyat”. Penerbit KMAG Book Jakarta. Cetakan I Juni 2011

 

Biodata Penulis

Nama Lengkap : Robinson Elohansen, S.Pd.

Tempat/Tgl. Lahir : Aek Nabara, 17 Juli 1971

Alamat Kantor : Yayasan Perguruan TK/SD/SMP/SMA Sultan Hasanuddin SD Sultan Hasanuddin Jl. Ghazali Karim No. 48 Aek Kanopan Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Provinsi Sumatera Utara Kode Pos 21457

Alamat Rumah : Jl. Taher No. 18 Aek Kanopan Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Provinsi Sumatera Utara Kode Pos 21457

Nomor HP : 0852 62 36 36 82

Email : This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it

Facebook : Robinson Elohansen

 

Heboh Buku “ Saudagar di Kuil Suci “ Ungkap Korupsi, Gaya Hidup Mewah Para Kardinal
Rabu, 22 November 2017

KOPI, Vatikan – Dikutip dari Amazon.com , Selasa (3/11/2015), Pihak Vatikan geram dan mengecam publikasi dua dokumen rahasia yang diperoleh dengan cara meretas laptop milik Kepala Kantor Keuangan Vatikan. Dua orang wartawan Italia membeberkan skandal keserakahan, persekongkolan, penyalahgunaan keuangan dan tindak korupsi di Gereja Katolik dalam buku "Merchants in the Temple" atau "Saudagar di Kuil Suci" karya Gianluigi Nuzzi dan... Baca selengkapnya...

Pengukuhan Jenderal Polisi Tito Karnavian Raih Gelar Profesor, Guru Besar di Kampus PTIK
Kamis, 16 November 2017

KOPI, Jakarta - Pengukuhan dilakukan dalam sidang Senat Terbuka dipimpin Gubernur selaku Ketua STIK-PTIK Irjen Pol Dr Remigius Sigid Tri Harjanto, SH, MSi. Pernyataan pengukuhan dilakukanIrjen Pol Prof Dr Iza Fadri, SH, MH, perwakilan guru besar pada senat akademik, yang juga dihadiri oleh Menteri Ristek Dikti Prof Dr Mohammad Nasir.   Jenderal (Pol) Drs H Muhammad Tito Karnavian, MA, Ph D yang saat ini menjabat sebagai Kapolri,... Baca selengkapnya...

Polda Riau Rilis Data Perbandingan Operasi Zebra Tahun 2016 dengan 2017
Selasa, 14 November 2017

KOPI, Pekanbaru - Polda Riau Perbandingkan Operasi Zebra Siak Tahun Lalu dengan Operasi Zebra Siak 2017. A). Perbandingan pelanggaran lalu lintas selama 12 hari pelaksanaan Ops Zebra Siak 2017 dengan Ops Zebra Siak 2016, sbb : 1. Tilang Ops Zebra Siak 2016 sebanyak 5.370 kasus, sedangkan untuk Ops Zebra Siak 2017 pelanggaran tilang sebanyak 10.463 kasus. Trend 5.093. 95 %. 2. Teguran Ops Zebra Siak 2016 sebanyak 2.469 kasus, sedangkan untuk... Baca selengkapnya...

Tokoh Nasional Bakal Getarkan Munas PPWI ke-2 dan Seminar Nasional
Kamis, 02 November 2017

KOPI, JAKARTA - Dewan Pimpinan Nasional Persatuan Pewarta Warga Nasional (DPN PPWI) akan menggelar hajatan besar Kongres Nasional ke-2 tahun 2017 sekaligus Seminar Nasional dengan tema: "Mari Wujudkan Komunitas Masyarakat Indonesia yang Cerdas Informasi Melalui Peningkatan Kualitas dan Moralitas Pewarta Warga". Kegiatan akan dilaksanakan pada hari Sabtu, 11 November 2017, dimulai sekitar pukul 08.00 WIB hingga selesai, dipusatkan di Ruang... Baca selengkapnya...

Yuk Sukseskan Kongres ke-2 PPWI Tahun 2017 dan Seminar Nasional
Kamis, 02 November 2017

KOPI, JAKARTA - Dewan Pimpinan Nasional Persatuan Pewarta Warga Nasional (DPN PPWI) akan menggelar hajatan besar Kongres Nasional ke-2 tahun 2017 sekaligus Seminar Nasional dengan tema: "Mari Wujudkan Komunitas Masyarakat Indonesia yang Cerdas Informasi Melalui Peningkatan Kualitas dan Moralitas Pewarta Warga". Kegiatan akan dilaksanakan pada hari Sabtu, 11 November 2017, dimulai sekitar pukul 08.00 WIB hingga selesai, dipusatkan di Ruang... Baca selengkapnya...

Pemuda/i Adalah Ujung Tombak Pembangunan NKRI
Sabtu, 28 Oktober 2017

KOPI, JAKARTA - Sumpah pemuda merupakan salah satu peristiwa penting dalam sejarah bangsa ini, yang membuktikan bahwa pada tanggal 28 Oktober 1928 bangsa Indonesia sudah ada dan bersatu. Hal ini tentunya masih segar dalam ingatan kita bersama, walau sudah 89 tahun silam, sumpah ini takkan pernah usang dimakan oleh waktu dan selalu dikumandangkan para pemuda Indonesia disentero negri yang berlambangkan Pancasila, kata tokoh muda Sumbar Ahmad Bram... Baca selengkapnya...

Pengamat: Segera Usut Pemberi Izin Lahan Gambut Masa Pemerintahan Terdahulu
Senin, 23 Oktober 2017

KOPI, Jakarta – Di tempat kerjanya, Goh Pheng Pek menuturkan, “Izin konsensi penanaman di tanah gambut yang dimiliki oleh perusahaan RAPP (Riau Andalan Pulp and Paper) pada masa sebelum pemerintahan Joko Widodo dengan Jusuf Kalla. Kami meminta kepada institusi KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) untuk segera menangkap dan mengusut segera siapa-siapa saja oknum yang terlibat dalam pemberian izin lahan gambut kepada perusahaan APRIL Group... Baca selengkapnya...

INTERNASIONALBocorkan Skandal Keuangan Gereja Kato.....
22/11/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Vatikan – Dikutip dari News.com.au, Selasa (3/11/2015), Pihak Vatikan geram dan mengecam publikasi dua dokumen rahasia yang diperoleh dengan [ ... ]



NASIONALKapolri Rilis Sketsa Wajah Pelaku Penyi.....
25/11/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Jakarta - Polda Metro Jaya merilis sketsa dua wajah orang yang diduga pelaku penyiraman penyidik senior KPK Novel Baswedan. Sketsa tersebut di [ ... ]



DAERAHTelegram Kapolri, Kapolrestabes Medan Di.....
22/11/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Medan - Berdasarkan surat telegram Kapolri No ST/2754/XI/2017 per tanggal 16 November 2017, pergantian terjadi pada jabatan Kapolrestasbes Medan [ ... ]



PENDIDIKANTim Dream Menanam Nilai Antikorupsi Seda.....
23/11/2017 | Redaksi KOPI

KOPI - Absensi adalah kebutuhan yang sangat mendasar bagi seorang mahasiswa sebagai penanda awal perjalanan menuju sebuah niat suci bernama “skripsi [ ... ]



EKONOMIIPO PT Campina Ice Cream Industry Tawark.....
23/11/2017 | Yeni Muezza

KOPI, Jakarta - PT Campina Ice cream Industry Tbk berencana untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) sebanyak-banyaknya 885.000.000 (delapan [ ... ]



HANKAMSemarak Peringatan Hari Pahlawan 2017 di.....
17/11/2017 | Rachmad Yuliadi
article thumbnail

KOPI, Banda Aceh - Sebagai bangsa yang besar tentu saja kita harus mengingat jasa para pahlawan. Pada tanggal 10 November 2017, rakyat Aceh memperinga [ ... ]



OLAHRAGASempena Hut Kuansing : Bupati H. Mursini.....
13/10/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Kuantan Singingi – Dari pantauan Pewarta Indonesia , Kamis pagi (12/10-17) dari luar Gedung DPRD kabupaten Kuansing, puluhan karangan bunga u [ ... ]



PARIWISATAKomunitas EO Aceh dalam Peningkatan Prom.....
23/11/2017 | Rachmad Yuliadi Nasir

KOPI, JAKARTA - Salah satu sumber pendapatan daerah adalah melalui pemasukan dibidang pariwisata. Untuk itulah segenap EO (Even Organizer) Aceh ditunt [ ... ]



HUKUM & KRIMINALWanted … Dua Orang Napi Sangat Berba.....
23/11/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Pekanbaru - Ditempat kerjanya, Geng Suang mengatakan “Yang membuat malu kinerja Kemenkumham melainkan oknum anggotanya sendiri . ini buktiny [ ... ]



POLITIKTercium Aroma Korupsi Pengadaan Sapi B.....
24/11/2017 | Didi Rinaldo
article thumbnail

KOPI, Pekanbaru - Ditempat kerjanya, Ajisulung menuturkan “ Propinsi Riau memecahkan Rekor Nasional,  tiga orang mantan Gubernurnya tersandung kas [ ... ]



OPINI“Jangan Ambil Uangku, Ibu!” Refleksi.....
18/11/2017 | Harjoni Desky, S.Sos.I., M.Si
article thumbnail

KOPI - Pak Ahmad sudah 2 tahun ini menjadi peserta asuransi. Saat menjadi peserta asuransi, ia sengaja merahasiakan keanggotaannya kepada istrinya, ka [ ... ]



PROFILDulu Anak Tukang Kayu, Kini Polisi Kand.....
16/11/2017 | Didi Rinaldo

  KOPI, Bangka Belitung - Seorang polisi berseragam lengkap tampak memacu sepeda motornya ke dalam kebun yang berjarak dua jam perjalanan dari Pan [ ... ]



SOSIAL & BUDAYAPameran Seni “Run For Manhattan” by .....
24/11/2017 | Yeni Muezza

KOPI, Jakarta - Ciptadana Art Program kembali digelar dengan tujuan untuk berbagi dengan klien, dengan mengapresiasi seni kontemporer unik Indonesia. [ ... ]



ROHANIMengenal Abuya Syaikh H. Muhammad Muda W.....
26/09/2017 | Ismayadi Yadi
article thumbnail

KOPI - Abuya Syaikh H. Muhammad Muda Waly al-Khalidy an-Naqsyabandy Abu Abuya Syaikh H. Muhammad Muda Waly al-Khalidy an-Naqsyabandy DAYAH-DARUSSALAM [ ... ]



RESENSIDrama Korsel Berjudul Man Who Dies to L.....
30/07/2017 | Didi Rinaldo

KOPI – Jakarta - Drama Korea Man Who Dies to Live berhasil masuk sepuluh besar rating drama terbaik di Korea Selatan.
drama yang tayang di MBC ini j [ ... ]



CERPEN & CERBUNGKetika Gunung Juga Punya Cara.....
22/03/2016 | Anjrah Lelono Broto
article thumbnail

KOPI - Gunung memiliki cara sendiri untuk menunjukkan kediriannya. Gunung juga memiliki mulut dan lidah tersendiri untuk berbicara. Gunung adalah gunu [ ... ]



PUISIMenatap Rasa.....
07/06/2017 | Mas Ade

Masih di bulan Juni Angin mendatangi jendelaku Bisikkan rindu yang basah Oleh hujan bulan Mei Meski embun tetap nyenyak dalam tidurnya Mendekap s [ ... ]



CURAHAN HATILBH APDESI (Asosiasi Perangkat Desa S.....
22/11/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Pekanbaru – Senen (20/11-17), LBH (Lembaga Bantuan Hukum) APDESI (Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia) besutan Gusti Randa, SH. MH men [ ... ]



SERBA-SERBIKoleksi Model Tas Anak Sekolah Perempuan.....
21/11/2017 | Taufiq Iqbal
article thumbnail

KOPI - Tahun ajaran baru di sekolah, identik dengan perlengkapan sekolah yang baru pula. Anak-anak biasanya akan meminta dibelikan perlengkapan sekola [ ... ]



Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.