Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
Silahkan Login & Kirim Warta

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?
Pewarta Online
None

Yang Terpinggirkan
Gaji Pensiun yang belum Terealisasi Juga.....
21/02/2013 | Husaeni Mabruri

KOPI - Mimpi manis untuk masa depan gaji pegawai pensiunan sipil hidupnya belum dirasakan oleh Bpk. [ ... ]


Gelora Sepeda
Fun Bike Meriahkan HUT Ke-69 TNI di Aceh.....
29/09/2014 | Syamsul Kamal
article thumbnail

KOPI, Aceh Jaya - Dalam rangka memperingati hari ulang tahun Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang ke 69, Komando Distrik Militer (Kodim) 0114 Aceh Jaya, mengegelar acara sepeda santai (fun Bike)  [ ... ]



Polling Warga
Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
 

Kolom Pewarta Kriteria Presiden RI Pemimpin Berkarakter, Pemimpin Harapan Bangsa (63/S)
Redaksi Koran Online Pewarta Indonesia (KOPI) bersama segenap pengurus dan anggota PPWI se-Indonesia menyampaikan Selamat & Sukses atas Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Presiden dan Wakil Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo dan Drs. H. Muh. Jusuf Kalla pada tanggal 20 Oktober 2014. Semoga di bawah kepemimpinan beliau berdua, bersama-sama seluruh komponen bangsa, percepatan pencapaian tujuan bernegara Indonesia akan segera dapat dilaksanakan dengan baik dan lebih nyata.

Pemimpin Berkarakter, Pemimpin Harapan Bangsa (63/S)

Seorang pemimpin adalah orang yang melihat lebih banyak daripada yang dilihat orang lain, melihat lebih jauh daripada yang dilihat orang lain, dan melihat sebelum orang lain melihat. Leroy Eims[1]

KOPI - Kondisi kepemimpinan Indonesia yang penuh dengan dilema dan harapan untuk sebuah perbaikan. Posisi nomor satu di negeri demokrasi terbesar di Asia ini yang semakin rentan akan cercaan, gunjingan, hinaan, dan tudingan akan berbagai permasalahan dari berbagai dimensi permasalahan. Sebuah pekerjaan rumah besar bagi calon-calon pemimpin bangsa Indonesia ini.

Konsep kepemimpinan yang selaras dengan kondisi kehidupan bangsa Indonesia. Karakter kepemimpinan tidak serta merta muncul dengan sendirinya. Karakter pemimpin merupakan sebuah bentukan dari berbagai aspek kristalisasi dan pendewasaan dalam berbagai hal dari waktu ke waktu di dalam mengambil sebuah keputusan untuk menyelesaiakan permasalahan (problem solver) dan peningkatan sifat bijaksana dan rasional di dalam menentukan sebuah kebijakan. Pendirian seorang pemimpin yang kukuh, kuat dan tidak mudah terombang-ambing oleh relasi politik ataupun rekan sejawat yang mengandung unsur-unsur politis.

Kepemimpinan di negeri Zamrud Khatulistiwa ini memang penuh dengan berbagai lika-liku dan model kepemimpinan. Mulai dari sosok seorang proklamator Ir. Soekarno, Bapak Orde Baru Soeharto, inisiator pesawat terbang Indonesia Prof. Dr. Ing. BJ. Habibie, kiai tersohor di Indonesia KH. Abdurrahman Wahid atau akrab disapa Gus Dur, putri sang mendiang proklamator Indonesia Megawati Soekarnoputri, dan sekarang adalah jenderal besar keturunan Pacitan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Semenjak dideklarasikannya kemerdekaan atas Indonesia sampai sekarang ini, profil seorang pemimpin yang bisa dikatakan sempurna hamper tidak mungkin ditemukan. Karena sempurna memang sebuah kemustahilan. Setiap tokoh yang pernah menduduki posisi nomor satu di negeri ini, tentu terdapat nilai positif dan negatif. Pemimpin Indonesia yang selanjutnya adalah pemimpin yang bisa mengambil sisi positif dari pendahulunya sebagai acuan dan menjadikan sisi negatifnya sebagai sebuah koreksi.

Harapan akan pemimpin yang tepat untuk mengantarkan Indonesia menuju sebuah kemakmuran, setidaknya harus memenuhi beberapa indikator, diantaranya :

1. Pemimpin yang religius dan taat beragama

Sosok pemimpin yang kuat dan teguh dalam beragama, adalah modal awal dalam mengawali karir sebagai seorang pemimpin bangsa ini. Jiwa religius yang akan mengantarkan dalam kepemimpinan yang berkualitas dan memimpin secara tegas dan tangkas.

2. Abdi negara yang berpikiran kritis, tangkas, dan bijaksana

Pemimpin adalah abdi negara yang mengabdikan seluruh kemampuannya secara totalitas, meski harus mengorbankan harta, tenaga, dan waktu. Kekuatan rasa memiliki seorang abdi negara akan menguatkan jiwanya untuk berkorban demi negara tercinta.

3. Pemimpin yang sederhana, bersahaja, dan tidak memakan uang rakyat

Kenikmatan uang yang hanya sementara, jangan sampai menjadi penghalang bagi seorang pemimpin untuk menjadi baik dan tegas. Berbagai polemik pemerintahan yang melibatkan uang rakyat, nampaknya menduduki posisi nomor satu di negeri ini. Seorang pemimpin yang terbebas dari korupsi adalah dambaan masyarakat. Figur yang bersahaja, sederhana, akan menjadi panutan dan contoh bagi masyarakatnya kelak.

4. Pengayom masyarakat yang tak pandang bulu dan merakyat

Seorang pemimpin adalah sosok yang mengayomi seluruh masyarakat yang dipimpin sehingga tercipta rasa aman, nyaman, dan terwujudnya kepercayaan dari yang dipimpin kepada pemimpinnya. Tidak mengenal istilah pilih kasih dan pandang bulu di dalam mengambil segala macam keputusan. Pemimpin yang merakyat, dan tidak menindas rakyat.

5. Penguasa yang terbuka dan siap menerima masukan dari berbagai golongan masyarakat

Pemimpin yang transparan dalam berbagai kebijakan, dan siap mendapatkan koreksi dari berbagai pihak yang menginginkan sebuah perbaikan. Koreksi bukanlah sebuah hinaan, tapi koreksi adalah sebuah refleksi untuk perbaikan di kemudian hari. Meski koreksi datang dari masyarakat lapis bawah, seorang pemimpin yang bijak adalah menerima apapun masukan yang diberikan.

6. Pengambil keputusan yang rasional dan tak terpengaruh unsur politis

Seorang pemimpin yang berkualitas akan selalu mengambil keputusan secara rasional, dengan mempertimbangkan berbagai resiko yang mungkin terjadi dari apa yang telah diputuskan. Keputusan yang diambil tanpa pengaruh dari unsur-unsur politis, yang mungkin saja pengaruh dari rekan separpol ataupun relasi-relasi yang lain.

7. Mengutamakan produksi dalam negeri sebagai pondasi perekonomian Indonesia

Penggunaan APBN secara maksimal di dalam meningkatkan kemampuan masyarakat untuk membentuk sebuah usaha yang nantinya akan menjadi industri yang kuat, rupanya sama sekali belum terealisasi di negeri ini. Produksi dalam negeri akan menjadi prospek utama, jika pengembangannya dapat dilakukan secara maksimal dan totalitas. Nantinya, dari yang didapatkan ini nanti, dapat menjadikan produksi dalam negeri sebagai pondasi utama perekonomian Inonesia.

8. Membentuk sistem filtering yang kuat untuk menangkal dampak globalisasi yang menyerang berbagai dimensi kehidupan

Globalisasi yang menerpa berbagai dimensi permasalahan kehidupan rupanya tetap menjadi fokus utama bangsa ini. Kondisi yang menjadikan bangsa ini luntur karakternya, lepas dari tatanan sosial yang teratur secara rapi, pola pikir yang serba pragmatis, materialis, yang disebabkan karena paham-paham kapitalis yang nantinya akan menghancurkan bangsa Indonesia. Sebuah filter yang kuat sangat dibutuhkan bangsa Indonesia. Sistem yang akan membangun benteng yang kuat dalam menangkal segala macam dampak dari globalisasi.

Dengan indikator-indikator di atas, diharapkan mampu terwujud calon presiden Indonesia yang bijak berkualitas, berkarakter, dan merakyat. Pemimpin yang siap menyelesaikan berbagai macam permasalahan Indonesia secara tegas, lugas, dan tangkas. Dengan berbagai inovasi yang akan membangun Indonesia menuju negara yang makmur dan sejahtera.

[1] http://gokilbo.wordpress.com/category/kata-mutiara-2/kata-mutiara-tentang-kepemimpinan/

 

BIODATA PENULIS

Nama: GHUFRAN MUSTA’AN

TTL: Sukoharjo, 15 Desember 1995

Sekolah: SMA MTA Surakarta

Alamat Sekolah: Jalan Kyai Mojo, Semanggi, Pasar Kliwon, Surakarta, Jawa Tengah

Alamat Rumah: Jalan Nusa Indah, No.12 Seliran, RT.3/5 Jetis, Sukoharjo, Jawa Tengah

No. HP: 08172835440

No. Telp: 0271 8081126

Email: This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it

Facebook: Ghufran Musta’an

 

Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.