Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
Silahkan Login & Kirim Warta

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?

Yang Terpinggirkan
Gaji Pensiun yang belum Terealisasi Juga.....
21/02/2013 | Husaeni Mabruri

KOPI - Mimpi manis untuk masa depan gaji pegawai pensiunan sipil hidupnya belum dirasakan oleh Bpk. [ ... ]


Gelora Sepeda
“Nongkrong di Haus Berbonus” Raih MU.....
30/06/2013 | Arifin

KOPI - PT ABC President Indonesia menggelar serangkaian kegiatan “Nongkrong di Haus Berbonus”, Minggu pagi (30/6) di Plaza Utara Senayan, Jakarta. Event tersebut diselenggarakan serentak di tiga K [ ... ]



Polling Warga
Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
 

Kolom Pewarta Kriteria Presiden RI Kriteria Pemimpin Indonesia (104/M)
Redaksi Koran Online Pewarta Indonesia (KOPI) bersama segenap pengurus dan anggota PPWI se-Indonesia menyampaikan Selamat Menjalankan Ibadah Puasa di bulan Ramadhan 1435 H, kepada seluruh umat Muslim dan Muslimat sebangsa dan setanah air dan di seluruh dunia. Semoga senantiasa dilimpahkan rahmat dan pahala yang berlimpah di bulan suci penuh rahmat ini bagi setiap anak negeri di segenap penjuru nusantara... Amin...

Kriteria Pemimpin Indonesia (104/M)

KOPI - Indonesia merupakan negara yang sangat majemuk dengan berbagai keanekaragamannya. Terdapat banyak kekayaan yang terdapat di Indonesia, di antaranya kekayaan sumber daya alam, seni, budaya, suku bangsa dan lain-lain. Indonesia memiliki wilayah yang sangat luas dan potensial untuk dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kesejahteraan rakyatnya. Negara ini telah menjalani masa yang sangat panjang sejak pertama kali lahir pada tanggal 17 Agustus 1945. Telah banyak perjalanan yang dialami oleh bangsa ini yang semuanya telah tercatat dalam sejarah.

Beberapa contoh sejarah yang dicatat oleh bangsa Indonesia adalah keberhasilan menyelenggarakan Konferensi Asia Afrika tanggal 18-24 April 1955 di Bandung. Adanya KAA ini merupakan cikal bakal berdirinya Gerakan Non Blok dan sebagai pemicu untuk negara-negara di kawasan Asia dan Afrika untuk dapat merdeka dari penjajahan di negeri mereka. Contoh lain keberhasilan negara Indonesia adalah mencatatkan diri sebagai negara swasembada beras. Hal ini dapat diraih karena memaksimalkan potensi pertanian dalam negeri. Negara Indonesia juga pernah mencatatkan diri sebagai macan Asia pada medio 1980-an. Hal ini membuktikan bahwa negara Indonesia sebenarnya mampu untuk menjadi yang terbaik di antara negara-negara lainnya di dunia. Dari beberapa ulasan di atas, ada beberapa kriteria pemimpin yang ideal untuk memimpin negara Indonesia ke depannya. Kriteria tersebut di antaranya:

1. Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa Bangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa yang religius dan patuh terhadap agama yang dianut. Patuh disini memiliki arti bahwa menjalankan apa yang diperintahNya dan menjauhi laranganNya. Bangsa Indonesia membutuhkan seorang pemimpin yang religius dan taat terhadap agama yang dianutnya. Agama disini memiliki peran penting dalam hidup seseorang. Dengan agama, seseorang yang religius akan selalu berbuat baik dan menjauhi segala apa yang dilarang dalam agama. Seorang pemimpin disini dibutuhkan sosok keteladanan yang salah satunya dilihat dari kehidupan agamanya.

2. Jiwa nasionalisme yang tinggi Jiwa nasionalisme sangat dibutuhkan untuk menjadi seorang pemimpin di negara Indonesia. Nasionalisme disini memiliki arti bahwa memiliki semangat kebangsaan yang kuat yang mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan golongannya. Jiwa nasionalisme harus ada dalam pemimpin Indonesia ke depannya, agar dapat memberikan sepenuh jiwa dan raganya untuk kepentingan nasional. Contohnya, ketika ada konflik dengan negara lain yang diutamakan adalah harga diri dan martabat bangsa, bukan semata-mata hanya mencari pujian dan sanjungan dari pihak lain. Dengan adanya jiwa nasionalisme, kecintaan terhadap negara akan tumbuh dengan sendirinya. Hal inilah yang harus dimiliki oleh pemimpin Indonesia, karena akan menjadi contoh bagi rakyatnya.

3. Tidak meminta jabatan Seorang pemimpin yang baik adalah yang tidak meminta jabatan tersebut. Jabatan atau amanah tersebut merupakan dukungan dari rakyatnya bukan semata-mata ambisi dari seseorang untuk menjadi pemimpin. Ketika seseorang menjadi pemimpin tanpa meminta jabatan tersebut, dapat dipastikan ia akan menjalankan amanah tersebut dengan sebaik-baiknya. Hal ini dikarenakan ia akan berusaha menjalankan amanah yang sudah didukung oleh rakyatnya. Apabila seseorang menjadi pemimpin karena ambisinya, sudah dipastikan ia akan merasa tidak puas ketika sudah di posisi tersebut dan cenderung menggunakan kekuasaannya untuk memuaskan keinginannya.

4. Jujur Seorang pemimpin harus memiliki sifat jujur dalam kehidupannya. Dengan adanya sifat jujur, maka ia akan selalu mengemukakan segala sesuatu sesuai dengan apa yang terjadi. Sifat jujur apabila diterapkan secara menyeluruh oleh setiap elemen bangsa, bisa dipastikan tidak ada lagi yang namanya kasus korupsi. Kasus korupsi merupakan akibat adanya sikap yang tidak jujur dan menggunakan kesempatan untuk memperkaya diri melalui jalan yang tidak benar. Dengan adanya sifat jujur, secara perlahan-lahan semua kasus-kasus suap maupun korupsi yang membelit di negeri ini akan semakin sedikit bahkan hilang sama sekali.

5. Adil Seorang pemimpin harus dapat bersikap adil dalam memutuskan sebuah perkara. Tidak diperkenankan berbuat yang tidak adil yang hanya berpihak terhadap golongannya. Ketika pemimpin berpihak terhadap kepentingan golongannya, rakyat secara otomatis akan mengetahuinya dan akan muncul sikap tidak puas dari rakyat. Pemimpin yang dibutuhkan rakyat saat ini adalah pemimpin yang adil dalam menjalankan tugasnya. Hal ini dikarenakan rakyat Indonesia butuh keadilan dalam menjalani kehidupan di masyarakat sesuai dengan perannya masing-masing.

6. Amanah Seorang pemimpin harus memiliki sifat amanah. Sifat amanah merupakan sifat yang dapat dipercaya ketika menjalankan tugasnya. Saat ini, rakyat sangat membutuhkan seorang pemimpin yang amanah tanpa adanya sifat khianat. Rakyat sudah diberikan janji-janji ketika para pemimpin ini berjuang kampanye merebut hati rakyat. Tapi, apa yang didapatkan rakyat saat ini tidak sesuai dengan yang diharapkan. Dengan adanya sifat amanah, seorang pemimpin akan terus berbuat sekuat tenaga untuk mewujudkan janji-janji yang sudah dipercayakan oleh rakyat untuk dapat diwujudkan dalam kehidupan nyata.

7. Cerdas Dalam memutuskan sebuah perkara, seorang pemimpin harus dapat berpikir cerdas. Berpikir cerdas disini adalah dapat memberikan solusi yang terbaik. Solusinya bukan hanya untuk jangka pendek, tapi untuk jangka panjang. Seorang pemimpin yang cerdas akan dapat menyelesaikan masalah yang dihadapi rakyatnya. Dan juga akan dapat memajukan bangsanya dengan kecerdasannya itu.

8. Tegas Seorang pemimpin harus memiliki sifat tegas. Sifat tegas dalam menyelesaikan suatu masalah tanpa adanya keragu-raguan dan kebimbangan. Tegas disini berbeda dengan otoriter. Jika otoriter adalah bertindak semaunya sesuai dengan kemauannya, sedangkan jika tegas adalah memiliki pendirian yang teguh, tidak mudah goyah, dan tidak ragu ketika mengatasi sebuah masalah. Ketika ada masalah seperti kasus korupsi, maka pihak yang terlibat harus dikenai sanksi secara tegas tanpa adanya keragu-raguan dan bimbang.

9. Hidup sederhana Seorang pemimpin untuk negara ini, harus selalu menerapkan hidup sederhana. Pola hidup yang harus diadaptasikan dengan kehidupan mayoritas rakyat Indonesia. Hidup sederhana dapat diartikan sebagai pola hidup yang cukup tanpa berfoya-foya. Pemimpin harus menyadari bahwa rakyat Indonesia mayoritas adalah kalangan menengah ke bawah. Rakyat Indonesia pasti membutuhkan sosok pemimpin yang memiliki pola hidup sederhana tanpa menghambur-hamburkan uang rakyat untuk kepentingan pribadi yang sebenarnya pengeluaran tersebut bisa ditekan apabila hidup dengan sederhana.

10. Mengutamakan kepentingan rakyat Pemimpin di Indonesia harus selalu mengutamakan kepentingan rakyat. Dalam perkara apapun, harus dilihat kondisinya yang dapat memenuhi kepentingan rakyat banyak. Hal yang harus dihindari, adalah kebijakan yang hanya mengutamakan kepentingan beberapa golongan atau segelintir saja. Indonesia adalah milik bersama, milik rakyat Indonesia secara keseluruhan. Segala kebijakan yang diambil oleh pemimpin harus selalu mengutamakan kepentingan mayoritas rakyat Indonesia.

11. Profesional Seorang pemimpin di negara Indonesia harus dapat bertindak secara profesional. Profesional disini adalah harus selalu mematuhi aturan hukum yang ada dan menegakkannya tanpa ada rasa sungkan terhadap pihak-pihak lain meskipun terhadap kerabatnya sendiri. Contohnya ketika ada kewajiban membayar pajak, maka para wajib pajak harus membayar pajak sesuai ketentuan yang ada. Termasuk apabila wajib pajak tersebut adalah pemimpin itu sendiri dan jajarannya.

12. Sering turun ke bawah Seorang pemimpin di Indonesia harus sering turun ke bawah. Turun ke bawah disini dalam arti ikut merasakan apa yang dirasakan oleh rakyatnya dan mengetahui apa yang sebenarnya yang diharapkan oleh rakyatnya. Ketika pemimpin turun ke bawah, sebaiknya tidak menggunakan fasilitas negara tetapi fasilitas pribadi. Dan dilakukan secara pribadi, tanpa harus menggunakan fasilitas-fasilitas yang sudah ada. Seperti contoh, salah satu mantan Presiden RI yang sering turun langsung ke rakyatnya untuk mengetahui kesulitan rakyatnya dengan mengunjungi langsung area persawahan dan tidak segan-segan untuk beristirahat di gubuk petani milik rakyat.

 

 

Identitas Penulis

ID KTP : 3174022006910003

Nama : Azmi Alfalah

Universitas : Institut Manajemen Telkom Bandung

Alamat : Jl. Gegerkalong Hilir No.47 Bandung 40152

Alamat Rumah : Jl. Kober No. 10 RT.10 RW.02, Kelurahan Condet Balekambang, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur.

Nomor HP : 085257800708

No.Telepon Rumah : 021-80880372

Alamat E-mail : This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it

Akun FB : http://www.facebook.com/azmi.alfalah

Akun Twitter : @azmialfalah

 

Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.