Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
LOGIN & KIRIM WARTA

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?
PEWARTA ONLINE
None

GELORA SEPEDATiga Pilar "Gowes Bareng" Bersama Masyar.....
01/08/2015 | Joe R Manalu

KOPI - Cengkareng - Sabtu pagi (01/08) kegiatan tiga Pilar "Gowes bareng" bersama dengan masyarakat ± 200 yang di hadiri Kapten inf Ober Purba (Danramil 04/Ckr) beserta jajarannya , Kompol Aji Sutarj [ ... ]



POLLING WARGA
Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
 

Kolom Pewarta Kriteria Presiden RI Kudambakan Presidenku Laksana Nabiku (115/G)

Kudambakan Presidenku Laksana Nabiku (115/G)

KOPI - Selain beberapa kelebihan, setidaknya ada dua hal yang tidak saya sukai dari presiden kita, Pak Beye. Pertama, sifat penakut, yang ditandai dengan mempertontonkan foto dirinya yang konon dijadikan sasaran tembak dalam latihan perang oleh sekumpulan teroris. Kedua, pengaduannya di hadapan warga TNI, tentang gajinya yang tidak naik-naik. Kalau saja orang nomor satu masih merasa takut akan keamanan dirinya, dan masih takut akan kekurangan, karena gajinya kecil, bagaimana dengan warga masyarakatnya di bagian akar rumput?

Satu hal harus yang ditimbulkan dengan adanya pemerintah sebagai pelindung dan pengayom adalah rasa aman. Seperti kata budayawan nyentrik “Sujiwo Tejo”, “Biarlah Pemerintah tidak menyediakan pekerjaan untuk warganya yang mengaggur, biarlah Pemerintah tidak memberi makan warganya yang kelaparan, tetapi Pemerintah harus memberikan setidaknya “rasa aman”. Salah satu ditegakkannya Pemerintahan, yang rakyat mau memberikan pajak kepadanya, yang menyerahkan hak pengelolaan sumber daya alam kepadanya, ialah untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat. Karena itu, dalam kondisi seberat apapun, seorang kepala negara, seorang presiden tidak boleh memperlihatkan rasa gundah gulana ketika dirinya menghadapi tekanan atau ancaman.

Sebagai seorang muslim, tentu saya sangat berharap bahwa Presidenku kelak, memiliki sifat, sikap, dan perbuatan seperti manusia teladan bagi umat muslim, yakni Nabi Muhammad Saw. Seperti yang ditulis oleh Michael H. Hart, beliau menjadikan Rasulullah Saw. sebagai ranking 1 (baca: Satu) diantara 100 tokoh paling berpengaruh di dunia. Beliau adalah figure manusia teladan yang berhasil menjadi pemimpin diri, rumah tangga sampai pemimpin Negara, serta kemampuannya membina umatnya, sehingga estafet kepemimpinannya terus bergulir, dengan semangat keisalaman yang terus menyala, sehingga negara Islam, yang awalnya hanya satu kota kecil, akhirnya mampu menguasai seluruh jazirah Arab, yang kemudian terus meluas sampai ke wilayah Afrika, Eropa, dan Asia.

Untuk menjadikan calon presiden negeri ini mendekati pemimpinan Nabi Muhammad Saw. maka dia haruslah menjadi seorang yang religius. Seorang yang memiliki karakter religius adalah seorang yang memahami Islam dari akar sampai pucuk daun, atau memiliki pemahaman yang paripurna. “Religius” menjadi persyaratan yang wajib. Namun, perlu digarisbawahi, bahwa pengertian “religius” bukan diartikan sempit sebagai penggiat ibadah ritual saja, melainkan sifat religius yang tercermin dalam ketekunannya menjalankan ibadah ritual, dan juga memahami amalan muamalah atau ibadah sosial.

Presiden yang religius, jika ia seorang muslim, maka yang akan menjadi rujukan ialah para ulama, jika ia seorang kristiani maka rujukannya ialah para pendeta dan seterusnya. Sebagai contoh, Raden Patah menjadikan para wali sebagai penasihat, termasul Sultan Trenggono sangat menghargai nasihat para wali. Contoh kasus, pasukan Demak yang menjadi lemah karena kalah perang melawan Protugis di Malaka, diminta oleh Sunan Kudus untuk kembali menyerang Batavia yang dikuasai Portugis. Sunan Trenggono memenuhi permintaan para wali dengan mengirimkan pasukan kembali ke Batavia atau Sunda Kelapa, dan memeroleh kemenangan, sehingga Sunda Kelapa diubah menjadi Jayakarta yang berarti kemenangan.

Selain religius, seorang presiden harus memiliki mental terintegritas atau “cerdas”. Presiden Indonesia menjadi pemimpin atas 270 juta jiwa dengan beragam etnik yang menghuni lebih dari 17.000 pulau. Memimpin satu desa yang warganya muslim semua atau Kristen semua, atau Hindu semua saja kadang memerlukan kepemimpinan atau orang yang berkepribadian kuat, apalagi memimpin satu negara besar, seperti Indonesia ini, maka diperlukan seorang yang luar biasa.

Satu hal yang pasti, untuk presiden kita ke depan adalah orang yang sudah kaya, tidak butuh lagi mengeruk harta negara, tetapi mau hidup sederhana. Salah satu contoh yang nyata di dunia ini ialah Presiden Iran, Mahmud Ahmadinejad. Kalau Presiden kita, memberikan contoh hidup sederhana, bahkan mau tidak digaji, karena semua kebutuhannya sudah dipenuhi negara, saya yakin sangat sedikit orang yang mau menghujatnya, apalagi sampai mau menurunkan sebelum waktunya tiba.

Untuk lebih rinci, tentang sifat-sifat yang harus ada, yang diharuskan menjadi catatan untuk persyaratan presiden mendatang, sebagai berikut.

Pertama, religius dibuktikan dengan menyukai ibadah ritual, shalat tepat waktu jika muslim, sering shaum Senin-Kamis, dan melaksanakan ibadah ritual lainnya, termasuk sering bangun malam, serta memahami amalan muamalah dengan praktik secara nyata.

Kedua, mau hidup sederhana, dibuktikan dengan menggunakan fasilitas negara yang sederhana, tidak berlebihan dalam bersikap dan bertutur, serta menjauhi sifat-sifat yang gila kekuasaan, seperti suka marah di mana saja, selalu ingin mendapatkan pelayanan istimewa. Memberikan teladan, misalnya kalau menginap di hotel memilih tinggal di hotel yang murah, kalau makan di restoran pun mau makan di warung milik rakyat.

Ketiga, pemberani alias tidak cengeng, tidak sedikit-sedikit ada masalah mengadu kepada publik. Presiden harus menjadi orang pertama yang tersungkur bersimpah darah, sebelum orang lain, menjadi orang pertama yang lapar sebelum orang terakhir makan, dan bahkan mau memberi contoh makan nasi aking, ketika di sekitarnya berlimpah nasi beras, seperti dicontohkan oleh Khalifah Umar, yang tidak mau makan daging, sebelum rakyatnya yang paling miskin makan daging.

Keempat, bersifat melayani rakyat, bukan dilayani, yang dibuktikan dengan merancang program yang pro-rakyat. Untuk rakyat tidak ada istilah rugi, sebab seorang presiden memang berkewajiban melayani rakyatnya. Tidak takut banyak memberikan subsidi untuk rakyat, karena yang digunakan memang kekayaan rakyat. Jadi, rakyat menjadi prioritas, sehingga hal-hal yang bersifat menghambur-hamburkan uang, seperti kunjungan keluar negeri harus dihilangkan, termasuk membagi-bagikan uang untuk mengangkat seseorang dalam jabatan publik yang gajinya besar.

Kelima, bersifat tegas ketika mengambil suatu keputusan, karena memiliki manajemen berpikir cepat. Hal itu ditandai dengan keberanian untuk mengambil sebuah resiko, biarpun APBN jeblog, asalkan rakyat terpuaskan, karena kebijakan yang pro-rakyat. Juga tegas dalam menindak kasus korupsi yang tidak pandang bulu.

Keenam, memiliki sifat melindungi rakyat kecil, dibuktikan keterlibatan langsung dalam membantu atau menolong rakyat kecil. Kasus contoh, ketika ada warganya yang terancam hukuman mati, atau menderita di luar negeri langsung memberikan empati, dengan menyampaikan sepatah dua patah kata di media televisi, bahkan langsung menyempatkan diri untuk mengunjungi korban, sehingga membuat pihak-pihak yang terkait, seperti kepala KBRI, atau kepala Konsulat Jenderal, langsung tergerak untuk berbuat, dan hal itu juga akan menarik perhatian penguasa setempat.

Ketujuh, merakyat, suka bergaul dengan rakyat, dengan membuka kesempatan untuk bertemu dengan rakyatnya, misalnya menyediakan waktu, misalnya satu bulan dua kali untuk menerima rakyat secara langsung yang ingin bertemu atau ingin melihat dari dekat presidennya. Para Sultan zaman dahulu, sering melakukan pertemuan dengan rakyat, seperti pada zaman Pak Harto, ada acara tanya jawab dengan rakyat.

Kedelapan, amanah, dalam pengertian memikul tanggung jawab sebagai kepala negara senantiasa melaksanakan tugas sesuai dengan garis-garis kebijakan yang sudah ditentukan.

Kesembilan, mawas diri, dalam pengertian, bila terjadi suatu peristiwa yang merugikan, tidak ‘main tuduh’, tetapi selalu berprasangka baik, dengan tidak meninggalkan kewaspadaan.

Kesepuluh, humoris, tidak kaku dan selalu berwajah tegang, sehingga tampak sekali bahwa ia menginginkan jabatan yang dijadikan sebagai beban. Humoris bukan berarti suka melawak, tetapi selalu murah senyum.

Kesebelas, berjiwa ksatria, jika melakukan suatu kesalahan harus mau mengakuinya, dan bersedia untuk mundur dari jabatan sebagai kepala negara.

Keduabelas, tidak bermimpi untuk melanjutkan tapuk kepemimpinan kepada anggota keluarganya, kecuali memang layak untuk dijadikan pemimpin, dan tidak berusaha mengajukan istrinya untuk melanjutkan kepemimpinannya, seperti yang banyak dilakukan oleh bupati/walikota, yang setelah lengser, berusaha untuk menjadi istrinya sebagai penerusnya.

Nah, kepada partai peserta pemilu, hendaknya menyiapkan calon presiden yang kelak membanggakan partainya, yang menjadi milik rakyat seluruhnya, tidak ada istilah bagi-bagi jabatan menteri, tetapi yang dipilih orang “bego”. Jadi, menteri, harus dipilih dari orang yang memang profesional dan dinilai mampu menjadi kepanjangan tangan presiden untuk mengepalai suatu departemen. Wallahu a’lam.

 

Biodata Penulis:

Nama : Nasin Elkabumaini, M.Pd.

Tempat/ Tanggal lahir : Kebumen/9 April 1969

Unit Kerja : Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Bidang Mesin dan Teknik Industri

Alamat : Jalan Pasantren KM 2 Cibabat – Cimahi Utara- Kota Cimahi Jawa Barat

Alamat Rumah : Jalan Trubus No. 21 RT09/15 Komplek Tanimulya Indah, Kecamatan Ngamprah Kabupaten Bandung Barat

E-mail/nomor Telepon : This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it /085721183519

 

Demi Tegaknya NKRI, Jangan Mudah Terprovokasi
Rabu, 17 Mei 2017

KOPI, Pulau Sebatik - Bertempat di aula pertemuan Desa Bukit Aru Indah Kec. Sebatik Timur Koramil 0911-02/SEBATIK menggelar kegiatan Komunikasi Sosial untuk triwulan ke - II, kegiatan yang mengambil tema " Dengan Kegiatan KOMSOS Dengan Komponen Masyarakat Kita Tingkatkan Kemanunggalan TNI Rakyat dan Wawasan Kebangsaan Dalam Rangka Memperkokoh Persatuan Dan Kesatuan Bangsa " dihadiri komponen masyarakat yang terdiri dari para ketua RT, kepala... Baca selengkapnya...

Atasi Spekulan, Monopoli Harga, Jelang Ramadan Kapolri Bentuk Satgas Pangan
Minggu, 14 Mei 2017

KOPI, Jakarta – Melalui video conference langsung di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (3/5/2017). Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian membentuk Tim Satgas Pangan untuk membantu menstabilkan harga pangan dan sembako menyambut bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri. Satgas akan dipimpin Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto. Pembentukan  tingkat Polda, Satgas Pangan dipimpin langsung Direktur Kriminal Khusus... Baca selengkapnya...

Trumph Akan Mengunjungi Raja Salman , Tersiar Ada Transaksi Penjualan Peluru Kendali
Minggu, 14 Mei 2017

KOPI, Washington DC – Presiden Amerika Serikat Donald Trump dijadwalkan menghadiri pertemuan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) di Brussel pada 25 Mei 2017. Usai itu, Ia akan menghadiri pertemuan puncak negara-negara anggota Kelompok Tujuh di Sisilia, pada 26 Mei, ungkap pejabat Kemenlu AS. Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel al-Jubeir menuturkan “pada Bulan Mei ini Presiden AS Donald Trump dijadwalkan berkunjung ke Arab Saudi.... Baca selengkapnya...

Menteri Agama: Pemerintah Tidak Anti Ormas Keagamaan Terkait Pembubaran HTI
Rabu, 10 Mei 2017

KOPI, Jakarta - Pemerintah akan menindaklanjuti langkah pembubaran Hizbut Tahir Indonesia (HTI) melalui jalur hukum sesuai UU No 17 Tahun 2013, tentang Organisasi Kemasyarakatan. Menurut Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, langkah hukum tempuh sebagai bukti bahwa pemerintah tak sedang bertindak represif. Untuk itu, Menag Lukman mengimbau semua pihak untuk menghormati langkah hukum pemerintah sekaligus memastikan bahwa HTI tetap dapat... Baca selengkapnya...

Pos Lintas Batas Negara Skouw Diresmikan oleh Presiden Jokowi
Rabu, 10 Mei 2017

KOPI, Jayapura - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, sejak hari pertama dilantik, dirinya telah menyampaikan sikap pemerintahan bahwa daerah-daerah perbatasan tidak boleh dilupakan. Karena merupakan beranda-beranda terdepan Indonesia. “Seperti di mana kita berada sekarang ini yaitu Skouw (PLBN), harus menjadi kebanggaan kita semuanya, kebanggaan masyarakat Papua, kebanggaan Indonesia,” kata Presiden Jokowi saat Pos Lintas Batas... Baca selengkapnya...

Penobatan Gelar Adat “Kapiteng Lau Pulo” Kepada Presiden Joko Widodo
Senin, 08 Mei 2017

KOPI, Tanah Bumbu- Presiden Joko Widodo beserta Ibu Negara Iriana Joko Widodo  menghadiri “Puncak Budaya Maritim Pesta Laut Mappanretasi” di Pantai Pagatan, kabupaten Tanah Bumbu, Kabupaten Tanah Bumbu, propinsi Kalimantan Selatan, pada hari Minggu (7 /5/17) Kepala Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden, Bey Machmudin, dalam rilisnya, dari Pantai Pagatan, Presiden dan Ibu Iriana bersama rombongan akan menuju Kecamatan... Baca selengkapnya...

Pengamat: Dunia Perpolitikan Indonesia Butuh Deal-deal Jitu
Sabtu, 06 Mei 2017

KOPI, Jakarta – Di tempat kerjanya, Sugeng Triwardono mengatakan, “Anda ingin menjadi pemimpin (red. Presiden, Gubernur, Walikota, Bupati) di negara tercinta ini, harus memiliki deal-deal politik dengan penguasa atau ketua umum partai politik (parpol). Bagaimanapun parpol merupakan sarana untuk meraih kedudukan tersebut." Tanpa parpol bila ingin Anda mencalonkan sebagai Kepala Daerah tipis kemungkinan untuk menang. Walaupun Anda terpilih... Baca selengkapnya...

NASIONALPPWI Gandeng Staf Ahli BNN Selenggarakan.....
23/05/2017 | Redaksi KOPI

KOPI, Tanah Datar – Peredaran dan penyalahgunaan narkotika dan obat terlarang (narkoba) semakin memprihatinkan. Perkembangan narkoba tidak hanya dar [ ... ]



DAERAHPemko dan Polres Padang Panjang Jamu Ket.....
19/05/2017 | Rifnaldi
article thumbnail

Dr. Viktor Pudjiadi; Musuh bangsa kita 'Narkoba' KOPI, PADANG PANJANG - Miskipun agenda khusus Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Pewarta Warg [ ... ]



PENDIDIKANAnak Langkat Harap Kuala Menjadi Kecamat.....
22/05/2017 | Sulaiman Zuhdi Manik

KOPI - Sebanyak 60 orang anak dari berbagai sekolah dan desa di Kabupaten Langkat, Minggu, 21/05/2017, menyerukan agar Kecamatan Kuala, diprogramkan m [ ... ]



EKONOMIKadin Riau Sosialisasi UU No.2 th 2017 T.....
18/05/2017 | Didi Ronaldo

KOPI, Pekanbaru - Ditempat kerjanya, Aji Sulung mengatakan " Pak Ngah/paman, Datuk, Datinya terpilih sebagai kepala daerah, maka oknum AMPI (Anak, Men [ ... ]



HANKAMLawan Paham Radikalisme, Perkokoh 4 Pila.....
21/05/2017 | Sahar

KOPI, Pulau Sebatik - Meskipun tinggal diperbatasan, rasa nasionalisme tidak boleh terbatas dan wajib di jaga, demikian juga upaya – upaya untuk m [ ... ]



OLAHRAGAKetua KONI Riau Emrizal Pakis: Lepas Li.....
08/05/2017 | Didi Ronaldo

KOPI, Pekanbaru - Sebanyak lima orang atlet Riau dipercayai mengikuti Islamic Solidarity Games (ISG) 12-22 Mei 2017 mendatang di Baku, Azerbaijan.
kel [ ... ]



PARIWISATAKunjungan Turis Mancanegara 1.02 Juta o.....
03/05/2017 | Didi Ronaldo

KOPI, Pekanbaru - Pariwisata andalan pendapatan negara non migas, negeri Indonesia kaya akan keindahan alam dan budayanya. Dulu para turis mancanegara [ ... ]



POLITIKRakorda DPD PKS Mamuju Tengah, Optimis R.....
21/05/2017 | Anto Zulyanto

KOPI, Mamuju Tengah, Sulbar - Menjelang Pemilihan Legislatif (Pileg) Tahun 2019, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Parta Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten  [ ... ]



OPINIKwalitas Berpolitik I.....
16/05/2017 | Jay Wardana

KOPI, Jakarta - Jika Anda menyimak film biografi berjudul "The Iron Lady", seorang kader partai politik di Inggris direkrut dari lulusan terbaik di se [ ... ]



PROFILBrigadir David Gusmanto Bhabinkamtibmas .....
30/04/2017 | Didi Ronaldo

KOPI, Taratakbuluh- Brigadir David Gusmanto , Bhabinkamtibmas desa Teratak buluh, Polsek Siak Hulu, kabupaten Kampar, propinsi Riau berdayakan pemuda [ ... ]



SOSIAL & BUDAYAEksistensi dan Peran RT - RW Harus Diper.....
25/02/2017 | Redaksi KOPI

KOPI, Makassar - Ketua Dewan Pengurus Daerah Persatuan Pewarta Warga Indonesia - Sulsel, (DPD PPWI Sulsel Ir. Imansyah Rukka mengatakan peran rukun te [ ... ]



ROHANIKhatam Al-Qur'an dn Wisud Iqr'a PDTA Nur.....
15/05/2017 | Didi Ronaldo

KOPI, Kampar - Sebanyak empat puluh orang siswa-siswi PDTA (Pendidikan Diniyah Takmaliyah Al-qur'an) Nurul Iman, Desa Pandau Jaya mengadakan Khatam Al [ ... ]



RESENSIMARS, Film Kisah Perjuangan Meraih Mimpi.....
03/05/2016 | Zohiri Kadir
article thumbnail

KOPI, Jakarta - Bertempat di XXI, Palaza Senayan, Jakara, Senin 92/5/2016) dan dalam rangka memperingati Hari Pendidikan 2 Mei 2016 , Multi Buana K [ ... ]



CERPEN & CERBUNGKetika Gunung Juga Punya Cara.....
22/03/2016 | Anjrah Lelono Broto

KOPI - Gunung memiliki cara sendiri untuk menunjukkan kediriannya. Gunung juga memiliki mulut dan lidah tersendiri untuk berbicara. Gunung adalah gunu [ ... ]



PUISIRinduku Terkubur di Kampung Lansek.....
21/02/2016 | Nova Indra

siang ini
riak Tabek Kaluai masih sama
saat hatiku bicara tentangmu
tentang cinta, tentang rindu kita

hingga kini
terngiang gelak tawa
dua pecinta ber [ ... ]



CURAHAN HATIWaspadalah… Modus Penipuan Menjual Nam.....
06/04/2017 | Didi Ronaldo
article thumbnail

KOPI, Siak Hulu, Waspadalah Gerombolan begal beraksi wilayah Siak Hulu, kabupaten Kampar, Propinsi Riau. Kami memantau gerak-gerik gerombolan Begal te [ ... ]



SERBA-SERBILomba Kontes Burung Merpati.....
08/05/2017 | Didi Ronaldo

KOPI, Pekanbaru - Lomba Kontes Burung Merpati kolongan merupakan suata kegiatan hiburan rakyat. Perlombaan ini diikuti oleh beberapa club pecinta buru [ ... ]


Other Articles

Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.