Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
Silahkan Login & Kirim Warta
            Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?

Pewarta Online
None

Komentar Warga

Yang Terpinggirkan
Gaji Pensiun yang belum Terealisasi Juga.....
21/02/2013 | Husaeni Mabruri

KOPI - Mimpi manis untuk masa depan gaji pegawai pensiunan sipil hidupnya belum dirasakan oleh Bpk. [ ... ]


Gelora Sepeda
Remaja Kuningan Gagas Gerakan Gemar Bers.....
22/02/2013 | Andri Ana

KOPI, Kuningan – Untuk mengurangi kenakalan remaja di jalanan, memang dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya adalah dengan olahraga bersepeda. Hal tersebutlah yang dirintis oleh beberap [ ... ]



  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
Statistik
Anggota : 6161
Isi : 8594
Content View Hits : 2850862
mod_vvisit_counterPengunjung Hari ini1727
mod_vvisit_counterPengunjung Kemarin6379

Warga Online : 88
IP Kamu : 54.234.180.187
Polling Warga
Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
 

Kolom Pewarta Kriteria Presiden RI 12 Pribadi Teladan dalam Presiden Impian (258/M)

12 Pribadi Teladan dalam Presiden Impian (258/M)

KOPI - Telah kita ketahui bersama bahwa Indonesia adalah sebuah negara kesatuan yang menganut sistem pemerintahan Presidensiil, sehingga Presiden adalah kepala negara sekaligus kepala pemerintahan di negara Indonesia. Meski sebenarnya pemegang kedaulatan penuh terdapat di tangan rakyat, namun Presiden tetaplah menjadi kunci utama dalam memimpin bangsa dan negara ini.

Presiden tidak serta merta berasal dari seseorang yang dianggap pantas dan kemudian langsung menjabat dan memimpin di negara ini. Sesuai pasal 6A UUD Negara RI tahun 1945, Presiden beserta Wakilnya dipilih secara langsung oleh rakyat, yang mana hal ini dilakukan dengan pelaksanaan Pemilu setiap lima tahun sekalinya. Karena dipilih oleh rakyat, tentunya di dalam ia memimpin tidak bisa seenaknya sehingga haruslah sesuai dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik 1945 yang mana merupakan hukum dasar bagi bangsa Indonesia.

Sebagai sebuah sosok yang paling dipandang didalam sebuah negara, sudah seharusnya bahwa Presiden hendaknya menjadi sebuah figur pemimpin yang memiliki sikap dan sifat yang pantas dan layak untuk dijadikan sebagai panutan dan suri tauladan bagi bawahannya serta rakyat-rakyat yang dipimpinnya. Sebab pada saat ini, tidaklah mudah mencari sebuah sosok atau figur yang mampu dan pantas untuk ditiru di dalam kehidupan berbangsa dan bertanah air. Mengingat semakin banyaknya pemimpin-pemimpin dan masyarakat lainnya yang kerap kali bertingkah seenaknya saja tanpa mempedulikan norma dan kebudayaan bangsa, tanpa memegang teguh dasar hukum bangsa yakni Pancasila.

Setiap masyarakat tentunya memiliki berbagai macam kriteria-kriteria khusus yang dijadikan patokan atau pedoman untuk mendapatkan seorang pemimpin didalam kehidupannya. Tentunya begitu pula dengan saya, sebagai seorang mahasiswi yang berkecimpung dengan masalah pemerintahan negara di setiap mata kuliahnya, saya memiliki beberapa kriteria-kriteria yang saya harapkan dapat dimiliki oleh Presiden negara ini nantinya. Yah, bisa dibilang kalau ini adalah kriteria presiden idaman yang saya harapkan kehadirannya di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara nantinya.

Beberapa kriteria yang saya harapkan dapat dimiliki oleh seorang Presiden diantaranya ialah :

1. Kecerdasan Intelektual

Seorang Presiden hendaknya memiliki kemampuan kecerdasan secara intelektual. Kecerdasan intelektual adalah kemampuan untuk menerima, menyimpan dan mengolah informasi menjadi sebuah fakta. Kecerdasan ini berkaitan dengan kemampuan menganalisa, logika dan rasio. Seorang Presiden yang kecerdasan intelektualnya baik, baginya tidak ada informasi yang sulit, semuanya dapat disimpan dan diolah dengan baik pula. Sehingga di dalam membuat suatu kebijakan baik di dalam maupun luar negeri tentunya Presiden mempunyai banyak pertimbangan dengan pola berpikir yang terstruktur dan nantinya dapat menghasilkan suatu kebijakan yang sangatlah menguntungkan untuk kehidupan berbangsa dan bernegara.

Disamping itu, seorang Presiden yang memiliki kemampuan intelektual yang baik tentunya akan sangatlah menguntungkan dalam penjalinan hubungan dengan para pemimpin negara yang lainnya baik itu negara yang besar, berkembang ataupun yang masih tertinggal. Presiden juga mampu menafsirkan berbagai bahasa dan mampu memahami berbagai keadaan yang terjadi dalam ranah dunia sehingga dapat mengontrol untuk dijadikan tolak ukur didalam pengembangan negara Indonesia nantinya.

2. Kecerdasan Emosional

Goleman (1997) mengemukakan bahwa kecerdasan emosional adalah kemampuan lebih yang dimiliki seseorang dalam memotivasi diri, ketahanan dalam menghadapi kegagalan, mengendalikan emosi dan menunda kepuasan serta mengatur keadaan jiwa. Dengan kecerdasan emosional seorang Presiden akan mampu menempatkan emosinya pada porsi dan takaran yang tepat, begitu pula dalam hal pemilahan kepuasan dan pengaturan suasana hatinya sehingga ia mampu memposisikan keadaannya dalam ranah kehidupan dan kepentingan negara bukan karena kepentingan pribadi ataupun kelompok.

3. Kecerdasan Praktikal

Kecerdasan praktikal berkaitan dengan kemampuan untuk menerapkan dan mengaplikasikan apa yang seharusnya sesuai dengan yang telah disepakati dan yang telah ditentukan. Presiden dalam melaksanakan tugasnya sebagai kepala negara sekaligus kepala pemerintahan sudah seharusnya untuk mampu mengaplikasikan segala pemikiran, metode dan kewajiban yang telah dibuat dengan sebaik-baiknya sehingga bukan hanya mampu dalam pembuatan teori-teorinya saja melainkan juga dalam penerapan dan pengaplikasiannya.

4. Kecerdasan Sosial

Komponen utama kecerdasan ini adalah komunikasi dan pendidikan. Kecerdasan sosial adalah kemampuan yang mencapai kematangan pada kesadaran berpikir dan bertindak untuk menjalankan peran manusia sebagai makhluk sosial dalam menjalin hubungan dengan lingkungan dan masyarakat. Dalam hal ini seorang Presiden nantinya akan mampu memposisikan diri sebagai seorang pemimpin yang mampu memahami dirinya dan lingkungan yang dipimpinnya. Sehingga ia bisa berlomunikasi dan bereaksi dengan baik dengan pemerintah bawahannya dan juga masyarakat Indonesia pada umumnya.

5. Kecerdasan Spiritual dan Moral

Kecerdasan spiritual bukan merupakan doktrin agama yang mengajak umat manusia untuk memilih atau memeluk salah satu agama yang dianggap benar. Kecerdasan spiritual lebih merupakan sebuah konsep yang berhubungan bagaimana seseorang cerdas dalam mengelola dan mendayagunakan makna-makna, nilai-nilai, dan kualitas-kualitas kehidupan spititualnya. Kehidupan spiritual di sini meliputi hasrat untuk hidup bermakna (the will to meaning) yang memotivasi kehidupan manusia untuk senantiasa mencari makna hidup (the meaning of life) dan mendambakan hidup bermakna (the meaningful life). Sedangkan kecerdasan moral adalah kemampuan untuk merenungkan mana yang benar dan mana yang salah, dengan menggunakan sumber emosional dan intelektual pikiran manusia. Indikator kecerdasan moral adalah bagaimana seseorang memiliki pengetahuan tentang moral yang benar dan yang buruk, kemudian ia mampu menginternalisasikan moral yang benar ke dalam kehidupan nyata dan menghindarkan diri dari moral yang buruk. (Ramayulis, 2001 : 92)

Sehingga seorang Presiden yang memiliki kecerdasan spiritual dan moral tentunya didalam kehidupannya kerapkali ia memegang nilai-nilai dasar falsafah bangsa, mampu memaknai kehidupan yang dialaminya, serta tidak segan-segan menolak apabila ada budaya-budaya luar yang masuk di negara Indonesia yang tidak sesuai dengan dasar hukum bangsa yaitu Pancasila sebab apabila budaya-budaya itu dibiarkan berkembang di negara kita maka tidak menutup kemungkinan kehancuran nantinya akan terjadi pada negara kita.

6. Jujur

Mengingat kejujuran di negeri ini sudah sangatlah mahal harganya, untuk itu bangsa kita membutuhkan figur-figur pemimpin yang memegang teguh kejujuran di dalam hidupnya. Yakni mampu mengatakan apa yang sebenarnya, apa yang dimiliki dan apa yang diinginkan, tidak pernah berbohong, mau mengakui kesalahan dan mau mengakui kelebihan yang dimiliki oleh orang lain.

7. Bertanggung Jawab

Seorang Presiden hendaknya juga menghindari sikap ingkar janji, dan akan selalu berusaha menjalankan kewajibannya dengan sebaik-baiknya hingga tercapai tujuan yang diharapkan bangsa dan negara.

8. Amanah

Sosok Presiden yang dibutuhkan bangsa adalah sosok yang selalu memegang teguh amanat dari rakyat yang dipimpinnya. Bukan seorang Presiden yang justru lebih mendahulukan kepentingan pribadi dan kelompoknya, karena Presiden dipilih oleh rakyat dan digaji dengan uang rakyat sehingga Presiden juga harus bisa memegang amanah yang telah dipercayakan oleh rakyat kepada pundaknya.

9. Disiplin

Sikap disiplin juga tidak kalah pentingnya jika dibandingkan kriteria yang lainnya. Seorang Presiden harus mampu memanfaatkan waktu yang ada untuk memajukan bangsa dan negaranya yang mana harus diimbangi dengan sikap yang bertanggung jawab. Ketertiban dalam segala hal juga amat diperlukan, mulai dari hal yang paling kecil hingga hal yang paling besar yang berkaitan dengan kemajuan bangsa dan negara.

10. Gigih dan Berkomitmen

Seorang Presiden harus memiliki dorongan yang kuat untuk mencapai cita-citanya dalam mewujudkan tujuan bangsa dan negara. Yang tentunya juga harus diimbangi dengan komitmen yang kuat. Seorang Presiden yang memiliki komitmen kuat akan tidak mudah terombang-ambing dalam ranah perkembangan kehidupan, dia akan tetap memegang teguh apa yang sudah menjadi prinsip dalam hidupnya.

11. Patriotik

Berjiwa pahlawan dan rela berkorban bagi bangsa dan tanah air merupakan nilai tambah dalam kriteria seorang Presiden. Sebab seorang pemimpin dalam suatu negara sudah seharusnya untuk mencintai negaranya.

12. Adil dan Tegas

Sikap tidak saling pandang bulu dalam segala keadaan dan berani mengatakan tidak untuk segala sesuatu yang dirasa akan merugikan bangsa dan negara juga harus ditanamkan didalam diri Presiden. Seorang Presiden harus berani mengambil keputusan dengan tepat dan sesuai yang tentunya berasalkan dari pertimbangan yang telah matang.

 

Biodata Penulis

Nama : Sa’adatul Lailiya

Tempat/Tanggal Lahir : Surabaya, 17 Juni 1991

Asal Universitas : Universitas Negeri Surabaya, Fakultas Ilmu Sosial

Alamat universitas : Jl. Ketintang Surabaya, 60231

Alamat rumah : Jl. Labansari No. 1 Surabaya, 60113

No.HP : 085733729555

Email : This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it


Artikel Lainnya: