Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
Silahkan Login & Kirim Warta

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?

Pewarta Online
None

Yang Terpinggirkan
Gaji Pensiun yang belum Terealisasi Juga.....
21/02/2013 | Husaeni Mabruri

KOPI - Mimpi manis untuk masa depan gaji pegawai pensiunan sipil hidupnya belum dirasakan oleh Bpk. [ ... ]


Gelora Sepeda
“Nongkrong di Haus Berbonus” Raih MU.....
30/06/2013 | Arifin Banten

KOPI - PT ABC President Indonesia menggelar serangkaian kegiatan “Nongkrong di Haus Berbonus”, Minggu pagi (30/6) di Plaza Utara Senayan, Jakarta. Event tersebut diselenggarakan serentak di tiga K [ ... ]



Statistik
Anggota : 6411
Isi : 10453
Content View Hits : 4813662
Polling Warga
Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
 

Kolom Pewarta Kriteria Presiden RI Keistimewaan dan Gaya kepemimpinan Nabi Muhammad SAW (398/S)
Redaksi Koran Online Pewarta Indonesia (KOPI) bersama segenap pengurus dan anggota PPWI se-Indonesia menyampaikan Selamat Merayakan Paskah bagi semua saudara sebangsa Indonesia yang merayakannya. Semoga keselamatan dan kedamaian di antara sesama sebangsa-senegara Indonesia akan senantiasa dicurahkan ke segenap penjuru nusantara dan dunia... Amin...

Keistimewaan dan Gaya kepemimpinan Nabi Muhammad SAW (398/S)

KOPI - “Ia adalah satu-satunya manusia dalam sejarah yang dengan cemerlang berhasil mengajarkan ajaran-ajaran keduniawian dan keakhiratan”. Ini merupakan nilai istimewa yang dimiliki beliau. Karena secara universal, Nabi Muhammad SAW diakui sebagai pemimpin yang tangguh dan berhasil dalam menjalankan roda pemerintahan Islam. Karena itu kepemimpinan beliau menjadi rujukan hampir seluruh pemimpin di dunia.

Tidak satupun manusia yang dapat menandingi keistimewaanya baik dari sisi sebagai manusia maupun sebagai Nabi. Kedatangan Nabi Muhammad SAW telah dijanjikan pada kitab sebelum diturunya Al Qur’an seperti yang terdapat pada Injil berikut:

Aku pergi karena ini lebih baik bagi kamu, sebab jika aku tidak pergi sang penolong tidak akan datang. Aku punya lebih banyak hal yang ingin kusampaikan pada kalian tetapi untuk sekarang itu akan terlalu berat untuk kalian tanggung. Tetapi ketika roh Kebeneran, penguasa dunia, yang mengungkapkan kebenaran tentang Tuhan tiba, dia akan memimpin kalian menuju kepada kebenaran. Nabi Muhammad SAW merupakan pemimpin yang sempurna yang menghadapi kezaliman dunia dengan hanya sedikit pengikut, kendati dia tidak punya guru yang hebat dan tidak pernah memasuki akademi militer. Dengan Akhlaknya yang mulia, dia mampu menaklukkan musuh-musuhnya dan menyebarkan syi’ar Islam. Beliau tidak pernah mengeluh terhadap musibah dan cobaan yang ia terima. Nabi Muhammad selalu tabah dan sabar atas cobaan dari Allah SWT. Jika bukan karena kesabaranya, telah banyak umatnya yang binasa karena tidak senang dengan ajaran yang beliau bawak. Seperti penduduj Thaif melempar Nabi Muhammad SAW dengan batu sehingga kepala Nabi berdarah. Malaikat Jibril tak kuasa melihat kekasih Allah SWT disakiti oleh orang-orang yang zalim. Lalu Jibril meminta izin kepada Nabi Muhammad untuk diperkenankan berdo’a kepada Allah SWT agar penduduk Thaif dibinasakan. Tetapi Nabi Muhammad dengan mulianya mengatakan agar penduduk Thaif tidak diberi azab karena mereka tidak mengetahui. Demikian penjelasan singkat mengenai gaya kepemimpinan Nabi Muhammad SAW.

Melalui tulisan ini, kriteria presiden NKRI masa depan yang penulis dapat tuangkan berdasarkan gaya kepemimpinan Nabi Muhammad SAW antara lain:

1. Taat kepada Tuhan yang Maha Esa

Ketaatan yang ditujukan kepada Tuhan Yang Maha Esa merupakan hubungan vertikal manusia dengan tuhanya. Setiap manusia harus mampu mewujudkan hubungan yang harmonis baik secara vertikal (Tuhan yang Maha Esa) maupun Horizontal (sesama manusia). Dalam jiwa seorang pemimpin haruslah dilengkapi dengan ketaatan terhadap tuhan yang maha esa karena manusia hidup di dunia ini tidak ada dengan sendirinya. Mengenai masalah kepercayaan dalam beragama itu kembali kepada kita masing-masing sejauh mana kita telah mencari kebenaran tersebut. Tipe seperti ini yang sangat dibutuhkan oleh seorang presiden NKRI, memiliki spiritual yang baik sehingga akan berdampak pada dirinya untuk menjauhi kesewenangan dalam menjalankan roda pemerintahan. Karena pada dasarnya setiap agama mengajarkan nilai-nilai kebaikan kepada pemeluknya.

2. Jujur

Jujur merupakan sikap yang harus dimiliki setiap manusia khususnya seorang pemimpin. Karena jika pemimpin itu menunjukkan perilaku seorang pendusta maka akan semakin banyak rakyat jelata karena dustanya. Berbohong merupakan akar dari segala dosa, mengapa demikian? Karena jika seseorang berbohong pertama kalinya, maka dia akan berbohong yang kedua kalinya untuk menutupi kebohongan yang pertama, dan selanjutnya dia akan berbohong lagi atau berbuat kezaliman untuk menutupi kebohongan yang sebelumnya. Begitulah seterusnya jika dia tidak tobat dan menyesali perbuatanya. Tetapi jika pemimpin(presiden) negeri ini mengutamakan kejujuran maka betapa tentramnya negara ini. Maka tidak akan ada saling menghujat dan menjatuhkan serta ketidak percayaan diantara sesama.

3. Amanah

Presiden yang amanah merupakan tolak ukur yang utama dari rakyat. Setiap presiden yang yang duduk di kursi kepresidenanya pasti mendapatkan amanah dari rakyat. Sekarang tergantung kepada presiden tersebut apakah melaksanakan amanah yang diembankan atau sebaliknya.

4. Adil

Adil yakni pandai dalam memilah-milah dan meletakkan sesuatu pada tempatnya. Maksudnya adil secara kuantitas tidak harus sama rata sama banyak tetapi sesuai dengan kemampuan dan keadaan. Nabi Muhammad SAW ketika hendak membagi harta rampasan kepada para sahabat, Nabi tidak membaginya dalam jumlah yang sama banyak akan tetapi disesuaikan dengan usaha dan perjuangan serta tingkatan para sahabat. Disinilah letak kewajiban seorang presiden manakala ia menghadapi sebuah masalah dan ia harus mampu bersikap adil dalam menyelesaikan masalah tersebut sehingga tidak muncul masalah di dalam masalah.

5. Percaya Diri ( Self Confidence)

Percaya diri merupakan atribut yang harus dimiliki seorang presiden. Atribut ini berguna dalam menegakkan prinsipnya agar tidak mudah terombang ambing oleh pengaruh orang lain. Hal ini terlihat jelas ketika seorang presiden mengambil keputusan yang cukup pelik dan dalam waktu yang singkat untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi misalnya pemberontakan atau invasi oleh negara lain.

6. Berani

Setiap pemimpin yang tidak berani tidak pantas disebut pemimpin, begitu juga presiden tidak pantas dikatakan presiden jika tidak berkriteria pemberani. Berani disini sanggup membela hak-hak rakyatnya dan mampu memberantas segala bentuk kezaliman dan kecurangan yang ada di pemerintahan.

7. Berilmu

Pengetahuan Dengan ilmu, hidup menjadi lebih indah. Urgensi Ilmu dalam kepemimpinan menjadi syarat agar sukses mengarahkan roda pemerintahan. Khususnya seorang presiden mesti memiliki pengetahuan yang sangat luas dan mendalam dari bawahanya. Pengetahuan yang dimiliki tidak hanya dalam urusan pemerintahan tetapi juga diimbangi dengan disiplin ilmu lainya.

8. Tenggang Rasa

Sikap Tenggang Rasa berarti turut serta merasakan penderitaan orang lain dengan tidak memandang derajat orang tersebut.

9. Sabar

Definisi sabar menurut Saiful Hadi El-Sutha ialah: “ kemampuan untuk menahan diri terhadap segala sesuatu yang dibenci, bahkan terhadap segala sesuatu yang disenangi sekalipun”. Di dalam kepemimpinan, sangat dibutuhkan sifat sabar karena setiap saat dalam melaksanakan kewajibanya sebagai pemimpin selalu saja ada rongrongan dan hinaan dari berbagai lapis masyarakat. Begitu juga seorang presiden wajib berkeriteria penyabar baik dalam keadaan susah maupun senang. Coba kita bayangkan apabila presiden NKRI masa depan mendapat cacian dari rakyat jelata dan ia tidak memiliki kriteria penyabar maka dengan mudah ia menindas rakyat jelata tersebut dengan banyak cara, salah satunya ditiadakanya subsidi BBM. Pada masa kepemimpinan Nabi Muhammad SAW kriteria sabar menjadi sendi dari misi beliau dalam berdakwah dan menyebarkan Islam. Seperti ungkapan air tuba dibalas dengan air susu, merupakan salah satu ciri khas dari kesabaran yang dimiliki Nabi Muhammad SAW. Pernah ketika seorang kafir Quraisy yang selalu meludah beliau ketika hendak sholat ke mesjid tiba-tiba pada suatu hari Rasulullah tidak menjumpai orang tersebut meludahnya. Dan ternyata kafir tersebut sakit parah, namun siapa sangka Rasulullah yang begitu mulia menjenguknya dan memberinya bingkisan. Kesabaran beliau menghantarkan keislaman terhadap kafir tersebut.

10. Bijaksana

Selain percaya diri, seorang presiden harus memiliki kriteria Bijaksana dalam menyelesaikan masalah-masalah kenegaraan. Tidak semua pemimpin mampu bersikap bijaksana karena hal ini juga menggambarkan watak dan karakteristik seorang pemimpin. Berbeda dengan seorang presiden yang menghadapi masalah dengan emosi, akan cendrung gagal tentunya. Karena tidak membawa penyelesaian tetapi akan menimbulkan masalah yang lebih kompleks.

11. Penyayang dan Dermawan

Nabi Muhammad selalu mendo’akan umatnya agar terhindar dari bencana dan siksa dari Allah SWT. Sepatutnya sebagai seorang presiden yang memihak kepada rakyat, selalu mendo’akan yang tebaik untuk rakyatnya. Selain medo’kan rakyatnya, seorang presiden juga memperhatikan nasib rakyatnya. Apalagi para fakir dan miskin yang menjadi tanggung jawab negara untuk memeliharanya. Maka dari pada itu ada baiknya ketika pemerintah mengadakan rapat, tidak seenaknya menggunakan uang rakyat. Tetapi didunakan seperlunya. Karena banyak lagi nasib-nasib rakyat yang tidak terperhatikan oleh pemerintah.

12. Rendah Hati

Rendah hati (Tawadhu’) menjadi kriteria yang sangat utama untuk menjadikan seorang presiden mudah berbaur dengan rakyatnya dan tidak timbul dari dalam dirinya rasa angkuh(egoisme) karena berkuasa. Di Indonesia rendah hati yang ditunjukkan seorang pemimpin atau presiden lebih dikenal dengan kata merakyat, yakni berpihak dan mau berbaur dengan rakyatnya. Sehingga jarak antara presiden dengan rakyatnya tidak terlalu renggang. Kriteria kepemimpinan yang seperti ini tergambar jelas oleh Nabi Muhammad SAW. Dikutip dari Mensucikan Jiwa karangan Said Hawwa: “ Nabi SAW duduk berbaur bersama para sahabatnya, tak ada bedanya dengan mereka sehingga ketika orang asing datang tidak mengetahui mana beliau. Sehingga orang asing itu bertanya tentang beliau”. Perlu ditekankan bahwa Rendah hati berbeda dengan Rendah diri. Rendah diri mengantarkan diri manusia untuk tidak pernah puas dengan apa yang ia peroleh ia selalu merasa kekurangan dalam segi materiil.

Dengan mengacu dari gaya kepemimpinan Nabi Muhammad SAW dapat di tetapkan beberapa kriteria Presiden Masa Depan yang ideal. Gaya kepemimpinan Nabi Muhammad SAW menjadi rujukan para pemimpin besar dunia. Keistimewaan Nabi Muhammad SAW tidak hanya diagungkan oleh umat Islam tetapi diakui oleh para ilmuwan dan pemikir barat. Kriteria tersebut diantaranya, Taat kepada Tuhan yang Maha Esa, Sabar, Jujur, Amanah, Adil, Percaya diri, Berani, Berilmu pengetahuan, Tenggang Rasa, Penyayang, Rendah Hati dan Bijaksana.


DAFTAR PUSTAKA

 

Sumber Buku

Amandemen UUD 1945, Ctk. Pertama, Pustaka Yustisia, Yogyakarta, 2007

Firdaus A.N. 1972. Detik-Detik Terakhir Kehidupan Rasulullah. Jakarta:Pedoman Ilmu Jaya

Hadi, El-Sutha Saiful. 2009. Mau gak Rugi Lagi? Banyakan Sabar. Jakarta: Erlangga

Hawwa, Sa’id. 1998. Mensucikan Jiwa. Jakarta: Robbani Press

Sumber Lain

http://pewarta-indonesia.com/special-event/ajang-lomba/7324-lomba-menulis-tingkat-nasional-tentang-kriteria-presiden-indonesia-masa-depan.html

 

 

BIODATA

 

NAMA : MUHAMMAD AL QARNI

ALAMAT : Asrama SMAN PLUS PROV. RIAU , Jalan Lingkar Kubang Raya PO.Box 1447 Telp.(0761) 7048400Pekanbaru

TTL : Dabo’ Singkep(KEPRI), 26 Desember 1994

UMUR : 17 tahun

SEKOLAH : SMAN PLUS PROVINSI RIAU

NO HP : 08127533949

NO HP PEMBIMBING: 085365809570

E-MAIL : This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it

 


Artikel Lainnya:

 

 

Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.