Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
LOGIN & KIRIM WARTA

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?
PEWARTA ONLINE

GELORA SEPEDATiga Pilar "Gowes Bareng" Bersama Masyar.....
01/08/2015 | Joe R Manalu

KOPI - Cengkareng - Sabtu pagi (01/08) kegiatan tiga Pilar "Gowes bareng" bersama dengan masyarakat ± 200 yang di hadiri Kapten inf Ober Purba (Danramil 04/Ckr) beserta jajarannya , Kompol Aji Sutarj [ ... ]



POLLING WARGA
Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
 

Kolom Pewarta Kriteria Presiden RI Kearifan Lokal untuk Sosok Presiden Ideal (487/S)

Kearifan Lokal untuk Sosok Presiden Ideal (487/S)

KOPI -  Secara umum, kearifan lokal dapat dimaknai sebagai gagasan-gagasan setempat (local) bersifat bijaksana, penuh kearifan, bernilai baik, yang tertanam dan diikuti oleh anggota masyarakat. Dalam masyarakat multikultural Indonesia, sesungguhnya tidaklah sulit menemukenali berbagai kearifan lokal yang menghidupi masyarakat. Kearifan lokal dapat ditemui dalam nyanyian, pepatah, atau pun petuah yang melekat pada keseharian. Kearifan lokal biasanya tercermin pula dalam kebiasaan hidup atau pun nilai yang berlaku pada masyarakat bersangkutan.

Berikut kriteria Presiden RI ideal jika dihubungkan dengan sejumlah kearifan lokal Indonesia :

1. ‘Aja Ketungkul Marang Kalungguhan,

Kadonyan lan Kemareman’ Pepatah Jawa ini mengingatkan agar para pemimpin jangan terobsesi atau terkungkung oleh keinginan untuk memperoleh kedudukan, kebendaan, dan kepuasan duniawi. Sebelum memulai kepemimpinannya, seorang Presiden hendaknya menanamkan di dalam benaknya bahwa kedudukannya merupakan amanah yang dipercayakan masyarakat dan bukanlah milik pribadi atau pun orang-orang terdekatnya. Oleh karenanya, ia harus sepenuh hati memperjuangkan kepentingan serta kesejahteraan masyarakat luas. Tak perlu berlarut memikirkan pencitraan maupun upaya-upaya melanggengkan kekuasaan.

2. ‘Awan aradin becik arata’

Kearifan lokal Bali ini bermakna bahwa seorang pemimpin haruslah berlaku jujur, adil, dan bijaksana dalam menjalankan tugasnya. Jujur artinya senantiasa menjaga kesesuaian antara ucapan dengan tindakannya serta terbuka mempertanggungjawabkan keberhasilan atau pun kegagalan kepada masyarakat. Adil bermakna mampu mengambil posisi yang tidak memihak serta bertindak sebagai pengayom bagi semua. Bijaksana berarti mempertimbangkan secara seksama sebelum memutuskan sesuatu atau merumuskan kebijakan agar mendatangkan kebaikan pada seluruh lapisan masyarakat.

3. ’Patik dohot uhum

Menegakkan hukum dan kebenaran. Inilah yang dituntut oleh kearifan lokal Batak di atas. Dalam hal ini, seorang Presiden harus senantiasa berpegang teguh pada peraturan perundang-undangan yang berlaku terkait pelaksanaan tugasnya dan tak gentar oleh kelompok-kelompok masyarakat yang merasa dirinya tak terjangkau hukum. Lebih jauh lagi, ia harus senantiasa berupaya menjunjung tinggi kebenaran yang bersumber dari nilai-nilai substantif agama (bukan formalis, simbolis, atau eksklusif), menampilkan wajah ramah agama, toleran, dan menghargai perbedaan. Dengan demikian, seluruh lapisan masyarakat, termasuk golongan minoritas, akan merasa terlindungi.

4. ‘Ngèlmu iku kelakoné kanthi laku

Kearifan lokal Yogyakarta dimaksud menegaskan bahwa mencari pengetahuan adalah keharusan bagi setiap orang. Pencarian pengetahuan mesti dijalani dengan usaha keras agar dapat dicapai hasil memadai. Dalam hal ini, seorang Presiden harus bersedia terus-menerus belajar dan meningkatkan pengetahuannya sebab masalah-masalah yang dihadapinya dalam memimpin perjalanan bangsa Indonesia pun kian pelik. Seorang Presiden hendaknya meneladani sosok Ir. Soekarno yang tak enggan belajar pada siapa pun, termasuk petani miskin Marhaen. Atau Mohammad Hatta yang tak pernah lelah menimba ilmu dari puluhan ribu judul buku koleksi pribadinya. Seorang Presiden hendaknya memberi perhatian penuh pula pada pembenahan dunia pendidikan. Pembenahan bukan hanya sebatas fisik berwujud perbaikan maupun pengadaan sarana dan prasarana penunjang, melainkan juga memastikan bahwa proses pembelajaran tetap mengutamakan prinsip belajar sepanjang hayat yang terdiri atas empat pilar pendidikan universal, yakni belajar mengetahui (learning to know), belajar melakukan (learning to do), belajar menjadi diri sendiri (learning to be), dan belajar hidup dalam kebersamaan (learning to live together). Bertitik tolak dari sana, upaya pencarian pengetahuan diarahkan untuk membantu memecahkan masalah-masalah kemanusiaan.

5. ’Sepi ing pamrih ramé ing gawé

Dalam pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya, seorang Presiden seharusnya berikhtiar dan bekerja keras tanpa mengenal lelah. Keuletan serta upaya berkelanjutan demi mencapai beragam sasaran, yang telah ditetapkan pada awal masa bakti pemerintahan, merupakan suatu keniscayaan. Perlu diingat pula bahwa bekerja tidak boleh sembarangan, tergesa-gesa, atau asal jadi, melainkan harus teliti, cermat, juga penuh perhitungan, agar beroleh hasil maksimal (alon-alon waton kelakon, kebat kliwat, gancang pincang).

6. ’Nemui nyapur

Kearifan lokal Lampung ini menekankan pentingnya membuka diri dalam pergaulan. Jika diarahkan pada konteks kepemimpinan negara, seorang Presiden seharusnya mampu bergaul dengan seluruh lapisan masyarakat, mulai dari lapisan terbawah hingga para tokoh masyarakat. Dari pergaulannya, Presiden akan dapat mengetahui realitas permasalahan yang sedang dihadapi rakyat, sekaligus memperoleh masukan mengenai solusi terbaik untuk mengatasinya. Luasnya pergaulan tersebut, pada gilirannya, juga dapat menumbuhkan rasa percaya, saling memahami, saling mendukung, juga kesamaan persepsi, sehingga merekatkan relasi antar pemangku kepentingan (stakeholders) di Indonesia.

7. ’Adat hidup

Berkaum bangsa, sakit senang sama dirasa, adat hidup berkaum bangsa, tolong menolong rasa merasa’ Sesuai kearifan lokal Sumatera Utara, seorang Presiden semestinya menyadari bahwa kemajuan salah satu elemen dalam masyarakat merupakan kemajuan bersama dan dapat dimanfaatkan demi mengangkat harkat sesama. Sebaliknya, kemunduran harus dihindari karena merugikan semua orang. Sebagai contoh konkret, Presiden, melalui berbagai kebijakan dan komitmen, dapat menyemai kegairahan untuk berwirausaha, berinovasi, dan mengembangkan diri pada seluruh anak negeri sebab bermanfaat bagi kepentingan bersama, di antaranya, memungkinkan penciptaan lapangan kerja dan meningkatkan taraf hidup masyarakat.

8. ’Dulo ito momongu lipu

Mari kita membangun negeri. Itulah ajakan yang terkandung dalam kearifan lokal Gorontalo dimaksud. Dalam hal ini, seorang Presiden hendaknya mampu merangkul segenap pemangku kepentingan (stakeholders) masyarakat, termasuk perempuan dan generasi muda, serta mengajak mereka untuk terlibat berinovasi juga memberikan kontribusi positif bagi pembangunan nasional. Kearifan lokal ’dulo ito momongu lipu’ hampir senada dengan prinsip yang menafasi kehidupan masyarakat di Papua, yakni ’sep de pep ne depik tibo senem’ (kita bergandengan tangan untuk membangun) dan ’mbilim kayam’ (membangun bersama).

9. ’Sinuan bulu sibahen na las, sinuan partuturan sibahen na horas’

Tujuan menanam batang bambu adalah agar kampung terlindung dan nyaman, demikian pula tujuan pembentukan kekerabatan agar hubungan semakin akrab harmonis. Inilah arti dari pepatah kearifan lokal Batak di atas. Pepatah yang menyandingkan alam dengan kehidupan sosial ini menekankan betapa eratnya keterkaitan antara keduanya. Lebih jauh lagi, sebuah perumpamaan juga menyebut bahwa penanaman pohon tertentu akan mendatangkan kesejukan dan kebahagiaan (martantan ma baringin, marurat jabi-jabi. Horas ma tondi madingin, tumpahon ni Ompunta Mulajadi). Maka, sudah selayaknya seorang Presiden memperhatikan kelestarian lingkungan demi tetap terpeliharanya kehidupan sosial yang sejahtera di Indonesia. Pemenuhan kebutuhan masa kini, melalui beragam kebijakan pembangunan maupun aktivitas ekonomi, selayaknya mempertimbangkan keberlanjutan di masa depan dan tidak dijadikan alasan pembenaran untuk keserakahan atau pun eksploitasi secara berlebihan yang berpotensi mengancam kelestarian alam.

10. ’Tatwam asi

Kamu adalah aku dan aku adalah kamu. Kearifan lokal Bali ini menuntut seorang Presiden untuk mampu mengembangkan simpati dan empati sebagai nilai mendarah-daging yang menjiwai seluruh aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa, serta bernegara. Diharapkan nantinya, seluruh warga masyarakat akan dapat saling mengakui keberadaan satu sama lain, seraya menghormati sesama sebagaimana menghormati dirinya sendiri.

11. ’Ompu na jolo martungkothon siala gundi, pinungka ni ompu na parjolo diihuthon na di pudi’

Pepatah kearifan lokal Batak ini bermakna bahwa nilai-nilai luhur yang dibangun nenek moyang akan diikuti dan dilanjutkan generasi penerus di kemudian hari. Hal mana merupakan pengingat bagi seorang Presiden untuk merumuskan kebijakan pelestarian kekayaan budaya Indonesia secara komprehensif agar nilai-nilai budaya warisan nenek moyang dapat dikenal dan dicintai oleh generasi muda bangsa. Bukan hanya itu, seorang Presiden pun harus memastikan bahwa seluruh kekayaan budaya Indonesia telah terlindungi sesuai kaidah hukum internasional sehingga tak kerap diklaim sepihak oleh negara lain.

12. ’Eda takut teken aeng pepulasan’

Masa depan memang penuh ketidakpastian dan ketidakjelasan yang terkadang menakutkan, sebagaimana diingatkan oleh kearifan lokal Bali. Namun, seorang Presiden harus mampu membawa optimisme di kalbu seluruh penghuni negeri. Optimisme tersebut dapat ditunjukkan melalui ucapan-ucapan menyejukkan dan ajakan kepada masyarakat untuk menyadari potensi yang masih dimiliki untuk menapaki masa depan menuju kegemilangan Indonesia. Optimisme juga bisa diperlihatkan melalui tindakan-tindakan sigap dan terkoordinasi kala menghadapi kesulitan yang silih berganti menghadang perjalanan bangsa. Dengan kepemimpinan Presiden RI ideal, sesuai kriteria kearifan lokal di atas, diyakini bahwa bangsa Indonesia akan semakin mendekat ke arah kemajuan serta kegemilangan seutuhnya dengan menghayati identitas budayanya.


Biodata Penulis

Nama Lengkap : REYHAN ALQADRIE

Alamat : Jl. Besar Delitua Gg. Melati No. 8A, Medan

No. HP : 085270854889

e-mail : This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it

Tempat/Tgl. Lahir : Pematang Siantar, 6 Juli 1996

Jenis Kelamin : Laki-laki

Pendidikan : Kelas XI IPS 2 SMA Harapan Mandiri Jl. Brigjend Zein Hamid No. 40, Medan

 

Pansus I DPRD Padang Panjang Kulap ke PDAM
Minggu, 23 April 2017

KOPI, PADANG PANJANG - Meskipun pelanggan Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Padang Panjang 8000 pelanggan, namun PDAM masih tetap mengalami kerugian investasi. Hal ini dikatakan oleh Plt Direktur PDAM Padang Panjang, Jevie C Eka Putra. Menurutnya, kondisi ini terjadi dikarenakan terjadinya kebocoran pipa air yang sudah tidak layak pakai.   "Saat ini kita baru mampu mengganti pipa sepanjang 1,2 km dengan pipa paralon. Karena tahun 1989... Baca selengkapnya...

SDN 18 Sungai Pandahan Rehab Taman Kota
Jumat, 21 April 2017

KOPI, Pasaman - Yulinar, S.Pd kepala SDN 18 Sungai Pandahan Kecamatan Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman bersama majelis guru melaksanakan perehaban taman kota Lubuk Sikaping. Saat media ini turun ke lokasi kepala sekolah menjelaskan, kegiatan ini dilaksanakan atas anjuran dari pemerintah daerah, (20/04). "Pemerintah daerah menghimbau kepada seluruh instansi untuk membuat taman bunga masing-masing di wilayah Kecamatan Lubuk Sikaping," tutur... Baca selengkapnya...

Peringati HUT TMII, Bupati Pasaman Lepas Rombongan Seni Budaya ke Jakarta
Jumat, 21 April 2017

Bupati Yusuf Lubis saat menyalami rombongan menjelang keberangkatan ke Jakarta. KOPI,  Pasaman - Puluhan rombongan seni budaya dari Group Sanggar Pasaman Saiyo dilepas Bupati Pasaman Yusuf Lubis menuju Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, Kamis 20 April 2017. Pelapasan rombongan tersebut dalam rangka ulang tahun TMII di Jakarta. “Di samping HUT TMII, pihak panitia juga menggelar pegelaran budaya di Jakarta. Jadi, kesempatan kita dari... Baca selengkapnya...

Tim Persib Targetkan Jadi Juara Liga 1 2017
Jumat, 07 April 2017

KOPI, Bandung - Manajer Persib Umuh mengemukakan, Persib tidak akan bisa sebesar ini tanpa dukungan kuat Bobotoh, mereka di mana pun Persib bertanding selalu ada memberikan semangat dan energi untuk berjuang keras menghadapi lawan-lawannya.   “Oleh karena itu,  tidak ada harapan lain selain Persib harus berjuang dan mentargetkan jadi  juara Liga 1 2017 tahun ini, tanpa dukungan Bobotoh, Persib tidak akan seperti sekarang. Terimakasih,... Baca selengkapnya...

Dandim Aceh Selatan Terima Pasukan Satgas TMMD Ke 98
Selasa, 04 April 2017

KOPI, ACEH SELATAN – Komandan Kodim 0107/Aceh Selatan Letkol Kav Hary Mulyanto menerima Sebanyak 100 personel Batalyon Infanteri 115/Macan Lauser yang tergabung dalam Satgas TMMD Ke-98 tahun 2017 di Lapangan Makodim 0107/Aceh Selatan. Selasa (4/4/17).   Dandim 0107/Aceh Selatan Letkol Kav Hary Mulyanto mengatakan, Pasukan yang tergabung dalam Satgas TMMD ke 98 tersebut akan diterjunkan ke lokasi sasaran dan berbaur dengan kehidupan ... Baca selengkapnya...

Akting Ibu Negara Iriana Joko Widodo Berperan sebagai “Anak Paud”
Sabtu, 01 April 2017

KOPI, Pekanbaru - Kunjungan kerja ibuk negara Iriana Jokowi beserta Ibuk Mufidah Jusuf Kalla, ke Propinsi Riau, Rabu (29/3-17). Rombongan ini didampingi oleh kunjungan kerja istri-istri Menteri Kabinet Kerja yang tergabung dalam Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE). Jadwal kunjugan kerja rombongan Istri Presiden Joko Widodo ke Riau mengunjungi sekolah PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), melakukann pemeriksaan kanker serviks leher rahim atau... Baca selengkapnya...

Persit Kodim Aceh Selatan Disambut Haru Nyak Siti Rohmat
Senin, 27 Maret 2017

KOPI, ACEH SELATAN - Kemiskinan yang dialami 'Nyak' Siti Rohmat, warga Desa Suak Bakong, Kecamatan Kluet Selatan, telah mengetuk rasa keprihatinan dan simpati Ketua Persit KCK Cabang XXIX Dim 0107/Asel, Ny. Hary Mulyanto dan pengurus Ranting 8 Koramil 07 Kluet Selatan. Selama ini, kondisi 'Nyak' Siti Rohmat memang serba kekurangan. Bukan hanya itu saja, bahkan kesehatannya pun menurun dan sering sakit. Sering kali tak memiliki makanan apalagi... Baca selengkapnya...

INTERNASIONALMenjijikkan, Ditemukan Kotoran Manusia d.....
30/03/2017 | Didi Ronaldo

KOPI, Lisburn – Di kutip dari The Guardian, ditemukan kotoran manusia dalam kaleng minuman berkarbonasi yakni Coca Cola. Kotoran manusia ditemukan  [ ... ]



NASIONALSudut Pandang PPWI Terhadap Jurnalisme.....
18/04/2017 | M. Dwi Richa JP
article thumbnail

KOPI, Solok - Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), Wilson Lalengke, S.Pd., M.Sc., MA., yang merupakan lulusan PPRA Lemhannas tahun 20 [ ... ]



DAERAHGebyar Dirgantara 2017, Lanud Iswahjudi .....
22/04/2017 | Iswahyudi

KOPI, Magetan – Ribuan pengunjung yang terdiri dari pelajar maupun masyarakat umum padati Lapangan Udara (Lanud) Iswahjudi guna menyaksikan dan meme [ ... ]



PENDIDIKANMawardi, S.Pd Kepala SDN 20 Kampung Pada.....
21/04/2017 | M. Dwi Richa JP
article thumbnail

KOPI, Pasaman - Kepala SDN 20 Kampung Padang, Kecamatan Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman optimis membina sekolah yang beliau pimpin kearah yang leb [ ... ]



EKONOMIRaker KAMSRI; Membangun Sinergi Ekonomi .....
22/04/2017 | Andri Santana

KOPI, Pembangunan infrastruktur di Pemerintahan Era Jokowi, selain sebagai stimulus pembangunan nasional, pembangunan jalan, jembatan dan Dermaga meru [ ... ]



HANKAMBazar HUT Kostrad ke-56, Obral Sembako M.....
08/03/2017 | Yeni Herliani

KOPI, Jakarta - Dalam rangka memeriahkan HUT ke-56, Kostrad menyelenggarakan “Bazar Murah Prajurit Kostrad & Insan Media”, Rabu (8/03/2017) berte [ ... ]



POLITIKKades Pelalawan : "Kami Ucapkan Salam Te.....
14/04/2017 | Didi Ronaldo

KOPI, Pekanbaru – Kepala Desa (Kades) merupakan perpanjangan pemerintahan pusat ke daerah. Semasa pemerintah Gubernur Riau (Gubri) yang terdahulu y [ ... ]



OPINIRevitalisasi Pendidikan Vokasi: Upaya Me.....
13/04/2017 | Harjoni Desky

Instruksi Presiden (Inpres) terkait dengan Revitalisasi Pendidikan Vokasi telah diterbitkan dalam rangka penguatan sinergi antar pemangku kepentingan  [ ... ]



PROFILRekor Leprid : Peserta Terbanyak Bakar .....
14/05/2016 | Didi Ronaldo

KOPI, Pati- Indonesia negara Bahari atau kepulauan, hampir 2/3 luas wilayah Indonesia adalah wilayah laut. Ribuan pula terhampar dari Sabang hingga Pa [ ... ]



SOSIAL & BUDAYAEksistensi dan Peran RT - RW Harus Diper.....
25/02/2017 | Redaksi KOPI

KOPI, Makassar - Ketua Dewan Pengurus Daerah Persatuan Pewarta Warga Indonesia - Sulsel, (DPD PPWI Sulsel Ir. Imansyah Rukka mengatakan peran rukun te [ ... ]



ROHANIShalat Pengisi Ruang Hati Dihadapan Alla.....
17/05/2016 | Rachmad Yuliadi Nasir

KOPI,Jakarta, Dalam sehari semalam kita diwajibkan untuk shalat sebanyak lima kali. Setelah itu juga dianjurkan memperbanyak shalat-shalat sunat lainn [ ... ]



RESENSIMARS, Film Kisah Perjuangan Meraih Mimpi.....
03/05/2016 | Zohiri Kadir
article thumbnail

KOPI, Jakarta - Bertempat di XXI, Palaza Senayan, Jakara, Senin 92/5/2016) dan dalam rangka memperingati Hari Pendidikan 2 Mei 2016 , Multi Buana K [ ... ]



CERPEN & CERBUNGKetika Gunung Juga Punya Cara.....
22/03/2016 | Anjrah Lelono Broto

KOPI - Gunung memiliki cara sendiri untuk menunjukkan kediriannya. Gunung juga memiliki mulut dan lidah tersendiri untuk berbicara. Gunung adalah gunu [ ... ]



PUISIRinduku Terkubur di Kampung Lansek.....
21/02/2016 | Nova Indra

siang ini
riak Tabek Kaluai masih sama
saat hatiku bicara tentangmu
tentang cinta, tentang rindu kita

hingga kini
terngiang gelak tawa
dua pecinta ber [ ... ]



CURAHAN HATIWaspadalah… Modus Penipuan Menjual Nam.....
06/04/2017 | Didi Ronaldo
article thumbnail

KOPI, Siak Hulu, Waspadalah Gerombolan begal beraksi wilayah Siak Hulu, kabupaten Kampar, Propinsi Riau. Kami memantau gerak-gerik gerombolan Begal te [ ... ]



Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.