Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
LOGIN & KIRIM WARTA

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?
PEWARTA ONLINE

GELORA SEPEDAJatuh Bangun Nadine Go wes Bersepeda den.....
20/06/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Jakarta – Aktris Nadine Chandrawinata menyukai olahraga seperti  Renang, Menyelam, Senam serta olahraga baru yang kini Ia geluti yakni bersepeda. Ditemui di acara Polygon Follow Your Own P [ ... ]



POLLING WARGA
Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
 

Kolom Pewarta Kriteria Presiden RI Kearifan Lokal untuk Sosok Presiden Ideal (487/S)

Kearifan Lokal untuk Sosok Presiden Ideal (487/S)

KOPI -  Secara umum, kearifan lokal dapat dimaknai sebagai gagasan-gagasan setempat (local) bersifat bijaksana, penuh kearifan, bernilai baik, yang tertanam dan diikuti oleh anggota masyarakat. Dalam masyarakat multikultural Indonesia, sesungguhnya tidaklah sulit menemukenali berbagai kearifan lokal yang menghidupi masyarakat. Kearifan lokal dapat ditemui dalam nyanyian, pepatah, atau pun petuah yang melekat pada keseharian. Kearifan lokal biasanya tercermin pula dalam kebiasaan hidup atau pun nilai yang berlaku pada masyarakat bersangkutan.

Berikut kriteria Presiden RI ideal jika dihubungkan dengan sejumlah kearifan lokal Indonesia :

1. ‘Aja Ketungkul Marang Kalungguhan,

Kadonyan lan Kemareman’ Pepatah Jawa ini mengingatkan agar para pemimpin jangan terobsesi atau terkungkung oleh keinginan untuk memperoleh kedudukan, kebendaan, dan kepuasan duniawi. Sebelum memulai kepemimpinannya, seorang Presiden hendaknya menanamkan di dalam benaknya bahwa kedudukannya merupakan amanah yang dipercayakan masyarakat dan bukanlah milik pribadi atau pun orang-orang terdekatnya. Oleh karenanya, ia harus sepenuh hati memperjuangkan kepentingan serta kesejahteraan masyarakat luas. Tak perlu berlarut memikirkan pencitraan maupun upaya-upaya melanggengkan kekuasaan.

2. ‘Awan aradin becik arata’

Kearifan lokal Bali ini bermakna bahwa seorang pemimpin haruslah berlaku jujur, adil, dan bijaksana dalam menjalankan tugasnya. Jujur artinya senantiasa menjaga kesesuaian antara ucapan dengan tindakannya serta terbuka mempertanggungjawabkan keberhasilan atau pun kegagalan kepada masyarakat. Adil bermakna mampu mengambil posisi yang tidak memihak serta bertindak sebagai pengayom bagi semua. Bijaksana berarti mempertimbangkan secara seksama sebelum memutuskan sesuatu atau merumuskan kebijakan agar mendatangkan kebaikan pada seluruh lapisan masyarakat.

3. ’Patik dohot uhum

Menegakkan hukum dan kebenaran. Inilah yang dituntut oleh kearifan lokal Batak di atas. Dalam hal ini, seorang Presiden harus senantiasa berpegang teguh pada peraturan perundang-undangan yang berlaku terkait pelaksanaan tugasnya dan tak gentar oleh kelompok-kelompok masyarakat yang merasa dirinya tak terjangkau hukum. Lebih jauh lagi, ia harus senantiasa berupaya menjunjung tinggi kebenaran yang bersumber dari nilai-nilai substantif agama (bukan formalis, simbolis, atau eksklusif), menampilkan wajah ramah agama, toleran, dan menghargai perbedaan. Dengan demikian, seluruh lapisan masyarakat, termasuk golongan minoritas, akan merasa terlindungi.

4. ‘Ngèlmu iku kelakoné kanthi laku

Kearifan lokal Yogyakarta dimaksud menegaskan bahwa mencari pengetahuan adalah keharusan bagi setiap orang. Pencarian pengetahuan mesti dijalani dengan usaha keras agar dapat dicapai hasil memadai. Dalam hal ini, seorang Presiden harus bersedia terus-menerus belajar dan meningkatkan pengetahuannya sebab masalah-masalah yang dihadapinya dalam memimpin perjalanan bangsa Indonesia pun kian pelik. Seorang Presiden hendaknya meneladani sosok Ir. Soekarno yang tak enggan belajar pada siapa pun, termasuk petani miskin Marhaen. Atau Mohammad Hatta yang tak pernah lelah menimba ilmu dari puluhan ribu judul buku koleksi pribadinya. Seorang Presiden hendaknya memberi perhatian penuh pula pada pembenahan dunia pendidikan. Pembenahan bukan hanya sebatas fisik berwujud perbaikan maupun pengadaan sarana dan prasarana penunjang, melainkan juga memastikan bahwa proses pembelajaran tetap mengutamakan prinsip belajar sepanjang hayat yang terdiri atas empat pilar pendidikan universal, yakni belajar mengetahui (learning to know), belajar melakukan (learning to do), belajar menjadi diri sendiri (learning to be), dan belajar hidup dalam kebersamaan (learning to live together). Bertitik tolak dari sana, upaya pencarian pengetahuan diarahkan untuk membantu memecahkan masalah-masalah kemanusiaan.

5. ’Sepi ing pamrih ramé ing gawé

Dalam pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya, seorang Presiden seharusnya berikhtiar dan bekerja keras tanpa mengenal lelah. Keuletan serta upaya berkelanjutan demi mencapai beragam sasaran, yang telah ditetapkan pada awal masa bakti pemerintahan, merupakan suatu keniscayaan. Perlu diingat pula bahwa bekerja tidak boleh sembarangan, tergesa-gesa, atau asal jadi, melainkan harus teliti, cermat, juga penuh perhitungan, agar beroleh hasil maksimal (alon-alon waton kelakon, kebat kliwat, gancang pincang).

6. ’Nemui nyapur

Kearifan lokal Lampung ini menekankan pentingnya membuka diri dalam pergaulan. Jika diarahkan pada konteks kepemimpinan negara, seorang Presiden seharusnya mampu bergaul dengan seluruh lapisan masyarakat, mulai dari lapisan terbawah hingga para tokoh masyarakat. Dari pergaulannya, Presiden akan dapat mengetahui realitas permasalahan yang sedang dihadapi rakyat, sekaligus memperoleh masukan mengenai solusi terbaik untuk mengatasinya. Luasnya pergaulan tersebut, pada gilirannya, juga dapat menumbuhkan rasa percaya, saling memahami, saling mendukung, juga kesamaan persepsi, sehingga merekatkan relasi antar pemangku kepentingan (stakeholders) di Indonesia.

7. ’Adat hidup

Berkaum bangsa, sakit senang sama dirasa, adat hidup berkaum bangsa, tolong menolong rasa merasa’ Sesuai kearifan lokal Sumatera Utara, seorang Presiden semestinya menyadari bahwa kemajuan salah satu elemen dalam masyarakat merupakan kemajuan bersama dan dapat dimanfaatkan demi mengangkat harkat sesama. Sebaliknya, kemunduran harus dihindari karena merugikan semua orang. Sebagai contoh konkret, Presiden, melalui berbagai kebijakan dan komitmen, dapat menyemai kegairahan untuk berwirausaha, berinovasi, dan mengembangkan diri pada seluruh anak negeri sebab bermanfaat bagi kepentingan bersama, di antaranya, memungkinkan penciptaan lapangan kerja dan meningkatkan taraf hidup masyarakat.

8. ’Dulo ito momongu lipu

Mari kita membangun negeri. Itulah ajakan yang terkandung dalam kearifan lokal Gorontalo dimaksud. Dalam hal ini, seorang Presiden hendaknya mampu merangkul segenap pemangku kepentingan (stakeholders) masyarakat, termasuk perempuan dan generasi muda, serta mengajak mereka untuk terlibat berinovasi juga memberikan kontribusi positif bagi pembangunan nasional. Kearifan lokal ’dulo ito momongu lipu’ hampir senada dengan prinsip yang menafasi kehidupan masyarakat di Papua, yakni ’sep de pep ne depik tibo senem’ (kita bergandengan tangan untuk membangun) dan ’mbilim kayam’ (membangun bersama).

9. ’Sinuan bulu sibahen na las, sinuan partuturan sibahen na horas’

Tujuan menanam batang bambu adalah agar kampung terlindung dan nyaman, demikian pula tujuan pembentukan kekerabatan agar hubungan semakin akrab harmonis. Inilah arti dari pepatah kearifan lokal Batak di atas. Pepatah yang menyandingkan alam dengan kehidupan sosial ini menekankan betapa eratnya keterkaitan antara keduanya. Lebih jauh lagi, sebuah perumpamaan juga menyebut bahwa penanaman pohon tertentu akan mendatangkan kesejukan dan kebahagiaan (martantan ma baringin, marurat jabi-jabi. Horas ma tondi madingin, tumpahon ni Ompunta Mulajadi). Maka, sudah selayaknya seorang Presiden memperhatikan kelestarian lingkungan demi tetap terpeliharanya kehidupan sosial yang sejahtera di Indonesia. Pemenuhan kebutuhan masa kini, melalui beragam kebijakan pembangunan maupun aktivitas ekonomi, selayaknya mempertimbangkan keberlanjutan di masa depan dan tidak dijadikan alasan pembenaran untuk keserakahan atau pun eksploitasi secara berlebihan yang berpotensi mengancam kelestarian alam.

10. ’Tatwam asi

Kamu adalah aku dan aku adalah kamu. Kearifan lokal Bali ini menuntut seorang Presiden untuk mampu mengembangkan simpati dan empati sebagai nilai mendarah-daging yang menjiwai seluruh aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa, serta bernegara. Diharapkan nantinya, seluruh warga masyarakat akan dapat saling mengakui keberadaan satu sama lain, seraya menghormati sesama sebagaimana menghormati dirinya sendiri.

11. ’Ompu na jolo martungkothon siala gundi, pinungka ni ompu na parjolo diihuthon na di pudi’

Pepatah kearifan lokal Batak ini bermakna bahwa nilai-nilai luhur yang dibangun nenek moyang akan diikuti dan dilanjutkan generasi penerus di kemudian hari. Hal mana merupakan pengingat bagi seorang Presiden untuk merumuskan kebijakan pelestarian kekayaan budaya Indonesia secara komprehensif agar nilai-nilai budaya warisan nenek moyang dapat dikenal dan dicintai oleh generasi muda bangsa. Bukan hanya itu, seorang Presiden pun harus memastikan bahwa seluruh kekayaan budaya Indonesia telah terlindungi sesuai kaidah hukum internasional sehingga tak kerap diklaim sepihak oleh negara lain.

12. ’Eda takut teken aeng pepulasan’

Masa depan memang penuh ketidakpastian dan ketidakjelasan yang terkadang menakutkan, sebagaimana diingatkan oleh kearifan lokal Bali. Namun, seorang Presiden harus mampu membawa optimisme di kalbu seluruh penghuni negeri. Optimisme tersebut dapat ditunjukkan melalui ucapan-ucapan menyejukkan dan ajakan kepada masyarakat untuk menyadari potensi yang masih dimiliki untuk menapaki masa depan menuju kegemilangan Indonesia. Optimisme juga bisa diperlihatkan melalui tindakan-tindakan sigap dan terkoordinasi kala menghadapi kesulitan yang silih berganti menghadang perjalanan bangsa. Dengan kepemimpinan Presiden RI ideal, sesuai kriteria kearifan lokal di atas, diyakini bahwa bangsa Indonesia akan semakin mendekat ke arah kemajuan serta kegemilangan seutuhnya dengan menghayati identitas budayanya.


Biodata Penulis

Nama Lengkap : REYHAN ALQADRIE

Alamat : Jl. Besar Delitua Gg. Melati No. 8A, Medan

No. HP : 085270854889

e-mail : This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it

Tempat/Tgl. Lahir : Pematang Siantar, 6 Juli 1996

Jenis Kelamin : Laki-laki

Pendidikan : Kelas XI IPS 2 SMA Harapan Mandiri Jl. Brigjend Zein Hamid No. 40, Medan

 

RSUD Sarolangun Kembali Menjadi Tempat Study Banding
Rabu, 16 Agustus 2017

KOPI,Sarolangun - Semenjak meraih akreditasi, rumah sakit umum daerah Prof DR HM Chatib Quzwen Kabupaten Sarolangun dianggap memiliki mutu dan kualitas memenuhi standart. Untuk itu RSUD Sarolangun kini telah menjadi tempat study banding rumah sakit umum baik dari luar maupun didalam daerah. Baru ini, RSUD Sungai bahar Muaro Jambi yang membawa pihak menajeman rumah sakit dan dokter sebanyak 15 orang untuk melakukan study banding di RSUD... Baca selengkapnya...

Danramil 08/Bakongan Pimpin Upacara Pengibaran 72 Bendera Merah Putih Di Pulau Dua
Minggu, 13 Agustus 2017

KOPI, ACEH SELATAN - Badan SAR Nasional (Basarnas) Kabupaten Aceh Selatan melaksanakan acara pengibaran Bendera Merah Putih dan penanaman terumbu karang di Pulau Dua, Kecamatan Bakongan Timur, Kabupaten Aceh Selatan, Minggu (13/08/2017).   Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke-72. Hadir dalam acara tersebut, diantaranya Danramil 08/Bakongan Kapten Inf Endang Ruhiyat dan juga Basarnas Kabupaten Aceh... Baca selengkapnya...

Bank Riau Kepri Salurkan Dana CSR kepada 20 Ribu Naker
Minggu, 13 Agustus 2017

KOPI, Pekanbaru - Bank Riau Kepri (BRK) salurkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) yang diperuntukkan untuk memberikan perlindungan jaminan sosial melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan kepada 20.000 pekerja rentan yang ada di Provinsi Riau pada program Gerakan Nasional Peduli Perlindungan Pekerja Rentan (GN Lingkaran).     Para pekerja yang menerima bantuan perlindungan dari dana CSR Bank Riau Kepri ini... Baca selengkapnya...

Kapolda Se Sumatera Saksikan Simulasi Pencegahan Kebakaran Hutan di Kampar
Jumat, 11 Agustus 2017

KOPI, Pekanbaru - Di tempat kerjanya, Mas Sugeng Triwardono mengatakan, ”Mutasikan saja Komandan oknum Kapolda, Danrem yang wilayahnya terjadi kebakaran hutan ini berarti sang kepala satuan TNI/Polri tersebut tidak bisa menjaga daerah teritorialnya bebas dari kebakaran hutan. Berapa ratus milyar uang negara terbuang sia-sia setiap tahun hanya untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan. Lebih baik uang tersebut digunakan untuk membangun... Baca selengkapnya...

Penyair Maroko Anissa Taouil Menulis Puisi dan Bernyanyi dalam Bahasa Indonesia
Jumat, 11 Agustus 2017

KOPI, Jakarta - Anissa Taouil, seorang Profesor dari Universitas Hassan II Casablanca, Maroko, merupakan seorang penyair yang menulis puisi dalam lima bahasa, yakni Bahasa Arab, Inggris, Perancis, Spanyol, dan Indonesia. Anissa, demikian ia akrab disapa, adalah orang Maroko pertama yang menulis puisinya langsung dalam Bahasa Indonesia. Dirinya menjelaskan bahwa ia telah menjalin kerajsama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Rabat... Baca selengkapnya...

Mari Kita Lihat Kegiatan Liburan Presiden Rusia Putin
Minggu, 06 Agustus 2017

                KOPI, Rusia – Putin sebelum menjabat sebagai presiden Rusia pernah berfoto bersama dengan mantan Presiden Amerika Serikat yakni Ronald Reagen tahun 1988, George Bush, saat kunjungan wisata ke Amrik. Putin memang pintar menyamar sebagai turis berkunjung ke Amrik.     Presiden Rusia yang satu ini anggota KGB mahir intelijen melakukan penyamaran. (red. hanya orang yang memiliki ketrampilan intelijen khusus yang... Baca selengkapnya...

Pameran Filateli Dunia di Bandung Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
Kamis, 03 Agustus 2017

KOPI, Bandung - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengungkapkan rasa senangnya karena Kota Bandung dipercaya menjadi tuan rumah dalam acara pameran Filatelli Dunia Bandung 2017. Baginya, ini merupakan sebuah prestasi yang cukup membanggakan. "Saya ucapkan terimakasih kepada persatuan Filatelli Indonesia karena sudah mempercayai Kota Bandung menjadi tempat pameran Filatelli dunia Bandung 2017. Untuk menjadi tuan rumah itu ternyata diperebutkan oleh... Baca selengkapnya...

INTERNASIONALPM Israel Netanyahu Tersangka Meneri.....
06/08/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Israel - Lawan politik serta partai Oposisi Israel mulai mengungkit kasus-kasus yang membelit Perdana Mentri Israel Benyamin Netanyahu. Poli [ ... ]



NASIONALSeminar “A Half-Day Public Presentatio.....
15/08/2017 | Yeni Herliani

KOPI, Jakarta - Untuk lebih meningkatkan jangkauan pemahaman terhadap teknologi 5G sebagai teknologi terbaru nantinya, Masyarakat Telematika Indonesia [ ... ]



DAERAHDPRD Kepulauan Selayar Ketuk Ranperda Pe.....
15/08/2017 | Fadly Syarif

KOPI, Selayar - Setelah melalui tahapan pembahasan panjang melalui badan musyawarah (bamus), DPRD Kepulauan Selayar, Sulawesi-Selatan menyatakan perse [ ... ]



PENDIDIKANAudiensi PPWI Dan Kadin Jabar, Setujui P.....
17/08/2017 | Yeni Herliani

KOPI, Bandung – Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Barat, Agung Suryamal, menerima Audiensi Pengurus DPD Persatuan Pewarta Warga Indonesia [ ... ]



EKONOMIidEA Apresiasi Dukungan Pemerintah Denga.....
16/08/2017 | Yeni Herliani

KOPI, Jakarta - Sebagaimana kita ketahui bersama, Peta Jalan Sistem Perdagangan Nasional Berbasis Elektronik (SNPBE atau Roadmap e-Commerce) akhirnya  [ ... ]



HANKAMIngin Kibarkan Bendera Merah Putih, Seor.....
13/08/2017 | Haes Asel

KOPI, Aceh Selatan - Menjelang peringatan HUT RI ke - 72 tahun 2017 yang hanya tersisa waktu lima hari lagi, segala usaha pekerjaan kegiatan tindaka [ ... ]



OLAHRAGAIni Dia Para Pemenang Wrangler True Wand.....
21/06/2017 | Yeni Herliani

KOPI, Jakarta - Sebuah petualangan besar tahun ini “Wrangler True Wanderer 2017” baru saja menemukan pemenangnya. Mereka telah menunjukan bahwa m [ ... ]



PARIWISATALesehan di Atas Bukit Cara Lain Menikmat.....
13/08/2017 | Femilia Zahra

KOPI, Palu- Beberapa waktu lalu kami selaku reporter KOPI berkesempatan untuk menginjakkan kaki di kota Lembah. Entah angin apa yang membawa kami hing [ ... ]



HUKUM & KRIMINALPengelola SMAK Dago Minta Hakim Tolak Gu.....
16/08/2017 | Buddy Wirawan

KOPI, Bandung - Pengelola Sekolah Menengah Atas Kristen (SMAK) Dago  Yayasan Badan Perguruan Sekolah Menengah Kristen Jawa Barat (BPSMKJB) meminta  [ ... ]



POLITIKSetelah Mendaftar ke PPP dan NasDem ‘.....
06/08/2017 | Rifnaldi
article thumbnail

KOPI, PADANG PAJANG - Setelah Drs. Yulfahmi dan Ir. H. Edwin, Sabtu (5/8) kemeren giliran Wakil Walikota dr. H. Mawardi Samah yang menyambangi Kantor  [ ... ]



OPINIWaspadalah… Modus Penipuan Menjual Nam.....
03/08/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Pekanbaru - Waspadalah Gerombolan begal beraksi wilayah Siak Hulu, kabupaten Kampar, Propinsi Riau. Kami memantau gerak-gerik gerombolan Begal t [ ... ]



PROFILJamintel Adi Togarisman: TP4 Lahir Bukan.....
09/08/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Jakarta - Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Adi Togarisman menjelaskan, ”Tim Pengawal, Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan (TP4) lahir  [ ... ]



SOSIAL & BUDAYAPKPA Kembali Gelar FFA dan FTA 2017.....
25/07/2017 | Sulaiman Zuhdi Manik

KOPI - Yayasan Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA) kembali menggelar Festival Film Anak (FFA) dan Festival Teater Anak (FTA) tahun 2017 dengan t [ ... ]



ROHANIUskup Edmund Woga: Cinta Allah Itu Tidak.....
02/08/2017 | Mohamad Nur Arifin

KOPI, NTT – “Karya Tuhan itu sungguh luar biasa. Tuhan berkarya di mana saja, kapan saja dan untuk siapa saja tanpa kecuali dalam kelimpahan cint [ ... ]



RESENSIDrama Korsel Berjudul Man Who Dies to L.....
30/07/2017 | Didi Rinaldo

KOPI – Jakarta - Drama Korea Man Who Dies to Live berhasil masuk sepuluh besar rating drama terbaik di Korea Selatan.
drama yang tayang di MBC ini j [ ... ]



CERPEN & CERBUNGKetika Gunung Juga Punya Cara.....
22/03/2016 | Anjrah Lelono Broto

KOPI - Gunung memiliki cara sendiri untuk menunjukkan kediriannya. Gunung juga memiliki mulut dan lidah tersendiri untuk berbicara. Gunung adalah gunu [ ... ]



PUISIMenatap Rasa.....
07/06/2017 | Mas Ade

Masih di bulan Juni Angin mendatangi jendelaku Bisikkan rindu yang basah Oleh hujan bulan Mei Meski embun tetap nyenyak dalam tidurnya Mendekap s [ ... ]



CURAHAN HATIDokter Puskesmas Selat Panjang Salah Ber.....
08/08/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Selatpanjang - Pepi menceritakan, Sabtu (5/8/2017) kemaren sekitar pukul 09.00 WIB, niat hati ingin menyembuhkan penyakit yang diderita dengan b [ ... ]



SERBA-SERBI100 Mekanik Bersaing di Babak Final “C.....
10/08/2017 | Yeni Herliani

KOPI, Jakarta - Castrol Indonesia kembali menyelenggarakan ajang tahunan bertajuk "Castrol Mechanic Contest". Kompetisi ini digelar sebagai bentuk apr [ ... ]



Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.