Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
LOGIN & KIRIM WARTA

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?
PEWARTA ONLINE

YANG TERPINGGIRKAN
Naira Tanggung Jawab Masyarakat Aceh Tim.....
12/04/2015 | Tengku Nasruddin

KOPI, ACEH TIMUR – Bocah perempuan berusia 3 tahun, Naira Azura, semakin menderita ketika divonis  [ ... ]


GELORA SEPEDA
Fun Bike Meriahkan HUT Ke-69 TNI di Aceh.....
29/09/2014 | Syamsul Kamal
article thumbnail

KOPI, Aceh Jaya - Dalam rangka memperingati hari ulang tahun Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang ke 69, Komando Distrik Militer (Kodim) 0114 Aceh Jaya, mengegelar acara sepeda santai (fun Bike)  [ ... ]



POLLING WARGA
Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
 

 

Kolom Pewarta Kriteria Presiden RI Kepemimpinan Nasional (498/M)

Kepemimpinan Nasional (498/M)

KOPI -  Indonesia seperti apa pun ceritanya, bisa memasuki kesempitan sekaligus merubah kesempitan itu menjadi kesempatan. Di balik berbagai krisis yang terjadi atas Indonesia, kepemimpinan nasional disebut-sebut sebagai hal primer untuk menjawab persoalan bangsa. Pada fase sejarah bangsa, negara kesatuan republik Indonesia diprakarsai oleh angkatan muda. Fakta sejarah mengungkap diera 1945 Bung Karno baru berusia 44 tahun, Bung Hatta 43 tahun, Prof Dr Soepomo 42 tahun, Sutan Sjahrir-Perdana Mentri termuda sedunia 35, M Natsir 33, Slamet Riyadi-komandan Resimen Solo 22, diplomat Soedjatmoko 23, budayawan Cornel Simandjuntak 26, Chairil Anwar 23, Pramoedya Ananta Toer 20 tahun. Banyak yang sulit diselesaikan angkatan muda. Adam Malik dengan kantor berita antara, Chaerul Saleh dengan konggres pemuda 1945, Bung Tomo melalui pertempuran Surabaya. Bila diperbandingkan dengan sekarang, tidak bisa dipungkiri apabila angkatan muda sekarang berbakat tidak bisa apa-apa. Sementara sekarang sangat berfasilitas dibanding masa itu, bahkan untuk melahirkan pemimpin muda yang baru.

Masa reformasi bergulir pun tidak menghasilkan kepemimpinan nasional yang cerdas, angkatan muda yang bergerak namun sekaligus terpuruk oleh konstelasi politik. Mengapa? Problem kebangsaan Indonesia berpijak pada soal empat pilar negara demokrasi; eksekutif, yudikatif, legislatif dan pers yang mengalami kelambanan kecerdasan. Pada petikan catatan Raden Ajeng Kartini tersampaikan, “Aku yang tiada mempelajari sesuatu pun, tak tahu sesuatu pun, berani-beraninya hendak ceburkan diri ke gelanggang sastra! Tapi bagaimana pun, biar kau tertawakan aku, dan aku tahu kau tak berbuat begitu, gagasan ini tak akan kulepas dari genggamanku. Memang ini pekerjaan rumit, tapi barang siapa tidak berani, dia tidak bakal menang; itulah semboyanku! Maju! Semua harus dilakukan dan dimulai dengan berani! Pemberani-pemberani memenangkan tiga perempat dunia!” — Kartini.

Lalu bagaiman dengan lembaga eksekutif Indonesia? Presiden yang memimpin seluruh kekuasaan keeksekutifan, dan kepemimpinan nasional lembaga eksekutif Indonesia sentral mengendalikan seperti apa negara dan bangsa dikemudiannya. Fenomena kekuasaan Indonesia terlalu Jawa Sentris. Telah sejak zaman kolonial pusat pemerintahan selalu berada di Jawa, konsentrasi kekuasaan di Jawa ini yang mengakibatkan banyak suku bermigrasi ke Jawa dengan anganggapan bahwa Jawa lebih baik dari pulau lain. Banyak warga bangsa lebih suka hidup di Jawa daripada hidup di daerahnya sendiri yang masih tertinggal dari Jawa. Konsep pemusatan kekuasaan nasional di Jawa cenderung menjadikan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang hanya bergerak ke dalam, tidak berani melakukan ekspansi dan menonjolkan kekutan di luar.Menjadi ciri khas bangsa yang hanya mencari aman, akibatnya terjadi banyak konflik internal yang tidak berkesudahan dalam perjalanan bangsa, bahkan sejak merdeka sampai era reformasi sekarang. Ketika masa Presiden Soekarno muncul wacana untuk memindah ibukota negara ke Palangkaraya, namun tidak terlaksana karena pemerintahan beralih ke rezim Soeharto. Wacana perpindahan ibu kota negara pun dicetus pada masa Presiden Susilo Bambang Yudoyono, terganjal oleh berbagai polemik politik baik tidaknya.

Masa depan Indonesia tergantung kreatifitas dan keberanian angkatan muda, dan harus bagaimana Indonesiaa kedepan? Angkatan mudalah yang bertanggung jawab. Masalah utama bangsa Indonesia adalah besarnya konsumsi serta tidak berjalannya pembangunan karakter. Suatu kelemahan nasionalitas bangsa yang melahirkan korupsi, kolusi, nepotisme. Dalam kerangka kreteria calon Presiden masa depan, bangsa Indonesia memerlukan pemimpin yang:

1.Peka melihat berbagai kemungkinan serta berani menyelinap ke dalamnya.

Dengan catatan bahwa dalam kesempitan, sesempit-sempitnya pun, di sana ada kesempatan. Dan kesempatan ini harus direbut, bukan untuk ditunggu, apalagi diminta-minta.

2. Mempunyai kemauan membuka kesadaran dan mengasah pikiran

Kriteria ini merupakan hal yang mendasar dalam rangka membuka segala yang tertutup, atau yang bahkan sengaja ditutup-tutupi. Sikap semeleh (pasrah), menurut semboyan Taman Siswa rumusan Ki Hajar Dewantara: meneng-wening–hanung–menang (diam/tenteram-hening-merenung-menang). Meneng disebut awal, padanan bahasa Indonesia yang mendekati adalah tenteram, yang dimaksud sama sekali bukanlah diam. Ki Hajar Dewantara menolak sikap dan pandangan nrima ing pandum (menerima apa adanya), dan bangsa Indonesia memerlukan pemimpin yang tidak membawa kehidupan berbangsa kita pada ranah menerima apa adanya.

3. Memiliki kemampuan seperti cita-cita pendidikan Ki Hajar Dewantara;

di depan menjadi teladan, di tengah membangun kehendak, di belakang mengikuti (ing ngarso sun tulodho, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani.).

3. Cerdas yang tidak hanya berilmu pengetahuan belaka

, namun juga tidak lepas perhatiannya dari berbagai problem kehidupan.

5. Mempunyai orientasi bertindak.

Artinya bahwa figur tersebut tidak mengandalkan kemampuan menghafal fenomena keIndonesiaannya, namun sigap membangun kreatifitas kebangsaan.

6. Berpribadi mau memberi tahu.

Seperti halnya dengan Multatuli (Edward Douwes Dekker) yang berjasa terhadap bangsa Indonesia, memberi tahu kepada bangsa Indonesia bahwa Indonesia adalah bangsa yang sedang dijajah. Bila era sekarang bentuk kolonialisasi masuk melalui perekonomian, budaya atau pendidikan. Bangsa Indonesia memerlukan pemimpin yang berkarakteristik pribadi yang mau memberi tahu, supaya bangsa ini tidak kian terpuruk ekonominya, pendidikannya dan budayanya.

7. Berkepribadian menumbuhkan generasi-generasi pemimpin baru.

Pribadi yang mau membuat seperti pengandaian Presiden Soekarno, sepuluh pemuda untuk Indonesia lebih maju. Membantu tumbuhnya tipe manusia-manusia yang nantinya memegang kendali perkembangan bangsa.

8. Mau mengajar dan membina untuk berpikir secara konsisten dan logis.

Dengan karakteristik pemimpin seperti ini, dia akan menyebut benar adalah benar dan salah adalah salah.

9.Tanggung jawabnya tanpa pamrih kepada kehendak rakyat.

Supaya dengan pribadi yang berkarakter tanggung jawab tanpa pamrih kepada rakyat, tidak akan memanfaatkan rakyat sebagai kurban politik.

10. Menjadi garansi keutuhan bangsa dan negara.

Tanpa pribadi yang berkarakter menjadi garansi keutuhan bangsa dan negara, bangsa dan negara hanya sebatas aset pribadi, yang dikemudiannya akan dikuasai oleh kelompok serta golongan tertentu.

11. Tidak menjadi rival.

Karakteristik yang tidak mudah menuduh siapa pun dan apa pun, hukum ditempatkan sebagai prioritas, bangsa dan negara adalah bagian mutlak hidupnya.

12. Bijaksana.

Pribadi yang sangat mungkin bila figur tersebut kesatria-brahmana, yang terjalin dalam pandangan dewasa akan arti pengabdian tanpa pamrih.

Bangsa Indonesia sudah sangat merindukan sosok pemimpin yang berkepribadian kebangsaan dan kenegaraan Indonesia, yang tidak lagi hanya mampu menyuguhkan janji-janji belaka. Bangsa dan negara Indonesia terlampau lama hidup dengan banyak keterpurukan, harus ada formula tepat untuk menyelamatkan masa depan Indonesia. Kepemimpinan nasional merupakan soal penting untuk pembenahan lebih lanjut dari keterpurukan yang disebut krisis global. Indonesia belum menggapai cita-cita UUD 1945, pancasila dan proklamasi kemerdekaan.

Barangkali semuanya merupakan rangkaian waktu, namun impian adalah kisah fakta jelaga bangsa Indonesia. Dulu pun semuanya dimulai dari impian tentang Indonesia yang bernusantara, juga terseok-seok oleh kisah fakta jelaga kolonialitas bangsa lain, pula kisah fakta jelaga kemelut kebangsaan sendiri. Seperti dahulu, bangsa Indonesia sekarang pun mengidamkan pemimpin nasional yang sosoknya adalah sosok rakyat, sosok Indonesia, sosok internasional, yang tidak berpihak pada kelompok tertentu. Sebagai sosok pemimpin nasional yang nyata, bukan manusia yang ada di angan-angan. Bila dulu bangsa Indonesia ini memiliki manusia Soekarno, bukanlah hal yang mustahil jika diseantero Nusantara ini ada sosok pemimpin nasional Indonesia. Namun yang disebut pemimpin nasional bukan saja pada lembaga eksekutif negara, namun juga lembaga yudikatif, legislatif, bahkan sebagai penyeimbang pada level kemasyarakatan, adalah pers. Telah lama bangsa Indonesia terpuruk, keterpurukan yang membuat kehidupan berbangsa pun mengalami krisis. Banyak air mata, banyak penderitaan, banyak orang yang tak tahu apa-apa harus meninggal. Bangsa Indonesia lebih dikenal sebagai bangsa buruh dengan mental buruh, oleh sebab jumlah TKI (tenaga kerja Indonesia) ke luar negri melimpah. Semua ini harus berubah, suatu perubahan untuk masa depan Indonesia yang cerah.

 

Identitas Penulis :

 

Nama : Andreas Rahmadi

Tempat/tanggal lahir : Malang / 01 Oktober 1974

Universitas : Universitas Kristen Satya Wacana-Salatiga

Alamat Kampus : Jl. Diponegoro No 18 Salatiga 50711

Akun FB : Andreas Rahmadi

Hp : 087859459019

E-mail : This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it

 


Artikel Lainnya:

 

Pengamat Minta Mabes Polri Evaluasi Kinerja Kapolda Riau Brigjend Dolly Bambang Hermawan (I)
Rabu, 27 Mei 2015

Kopi, Pekanbaru- Lapor Komandan . Zaman sudah edan, aparat kepolisian dapat menangkap pelaku perampokan ,bandar narkoba dan teroris. Belum dapat menangkap Jamal dari tahun kemaren suami Nurazmi korban penganiayaan oleh istri bupati Kampar dulu  Eva  wakil ketua DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) kabupaten Kampar dari Partai Demokrat yakni Eva Yuliana aparat . Kedua , kasus dugaan Ijazah palsu wakil bupati Rokan Hilir Erianda anak dari... Baca selengkapnya...

ICW dan KRPK Blitar Berkomitmen Dukung KPK
Selasa, 26 Mei 2015

  Blitar, KOPI - Ribuan massa antusias menghadiri diskusi publik yang digelar oleh LSM KRPK Blitar bersama Fakultas Hukum UIB Blitar. Diskusi yang digelar di Aula Kampus III Universitas Negeri Malang, di Kota Blitar tersebut, mengambil tema Rakyat Bersama KPK Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan Bebas KKN.     Menurut M.Triyanto, koordinator pelaksana, bahwa diskusi tersebut digelar dalam rangka memberikan dukungan terhadap kinerja KPK... Baca selengkapnya...

Kombes Aries Syarief Hidayat Resmi Jabat Kapolresta Pekanbaru
Selasa, 26 Mei 2015

KOPI, Pekanbaru - Sertijab Kapolresta Pekanbaru dari Kombes Robert Haryanto Watratan S.Sos ke Kombes Aries Syarief Hidayat dilaksanakan di halaman Mapolresta Pekanbaru , Senen (25/5-15). Penyambutan Kapolresta Pekanbaru Kombes Aries Syarief Hidayat dihadiri oleh 12 orang Kapolsek se kecamatan Pekanbaru, serta beberapa orang Kasat , PNS dan aparat kepolisian di jajaran Polresta Pekanbaru. Pengalungan bunga dilakukan oleh Polisi cilik kepada... Baca selengkapnya...

Ditreskrimum Polda Riau Ringkus Empat Orang Perampok Sadis di Beberapa Propinsi
Selasa, 26 Mei 2015

KOPI, Pekanbaru – Jajaran anggota Direktur Reserse Kriminal Umum (Dit Reskrimum) Polda Riau, Kombes Arif Rahman Hakim, berhasil menangkap empat orang pelaku perampokan sadis Minggu (24/5/2015) yakni Tedi Kunyuk ditangkap Asahan propinsi Sumatera utara , AY alias Bagong, Eka dan Budi yang diringkus di Bandung, Propinsi Jawa Barat . Mereka ini adalah pemain antar kabupaten, dan provinsi. Keempat orang komplotan rampok tersebut beraksi dari... Baca selengkapnya...

Rahasia Dewi Soekarno Amak Tiri Megawati SP Merawat Kulit dan Wajah Tetap Kinclong
Senin, 25 Mei 2015

KOPI, Tokyo – Salut buat mendiang Presiden Republik Indonesia (RI) pertama yakni (alm) Ir Haji Soekarno. Memiliki beberapa orang istri dan satu-satunya presiden Indonesia pertama resmi memiliki istri orang asing berasal dari negara Matahari Terbit yakni Jepang. Mantab bro. Entalah mana tahu generasi Presiden yang akan datang  mewarisi dan memiliki istri resmi wanita asing untuk meneruskan jejak mantan presiden RI (red. jangan kalah Ji... Baca selengkapnya...

Oknum Perwira Menengah TNI AL Terlibat Kasus Pencucian Uang dari Bisnis Minyak
Jumat, 22 Mei 2015

KOPI, Pekanbaru- Pengamat Ajisutisyoso menyatakan  yang merusak nama institusi TNI (Tentara Nasional Indonesia) bukan berasal dari eksternal /luar, melainkan dari internal oknum anggota TNI tersebut. Kami meminta kepada Panglima TNI oknum anggota yang terlibat bisnis terlarang, pembeking , terlibat Bandar narkoba, pemakai narkoba, criminal, disersi, bisnis pengoplosan gas elpiji, pembeking bisnis minyak CPO/ minyak mentah,dll . Tangkap dan... Baca selengkapnya...

KPK Telusuri Surat Pengaduan Sengketa Pilkada Kuansing
Kamis, 21 Mei 2015

KOPI, Jakarta – Carut marut sengketa Pilkada semasa Akil Mochtar memimpin Makamah Konstitusi (MK) dulu. Berimbas kepada pasangan calon Kepala Daerah kabupaten Kuansing yakni Mursini-Gumpita. Mantan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kuansing Mursini-Gumpita, melaporkan pengusaha berinisial IP ke KPK. Kasus ini terkait dugaan suap Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang pernah ditangani Akil Mochtar, sewaktu masih menjabat Ketua Mahkamah Konstitusi... Baca selengkapnya...

INTERNASIONAL

Mulai Rabu, Raja Maroko Kunjungi Senegal.....
21/05/2015 | Anggi Pratama Lalengke
article thumbnail

KOPI, Rabat - Raja Maroko HM Raja Mohammed VI akan memulai kunjungan kerja dan persahabatan ke Republik Senegal, Republik Pantai Gading dan Republik G [ ... ]



NASIONAL

Pemkab,Latih Aparatur Desa Kelola Keuang.....
28/05/2015 | Syamsul Kamal

    Aceh Jaya - Program pembangunan desa tahun 2015 segera  dilaksanakan seluruh desa di Kabupaten Aceh Jaya. Hal ini sesuai dengan program b [ ... ]



DAERAH

Kembali,WTP Tersandung.....
28/05/2015 | Mardinal

KOPI,Sarolangun, - Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI Perwakilan Jambi. Kabupaten sarolangun kembali tersandung. Pasalnya tahun ini han [ ... ]



PENDIDIKAN

Jamran Dongkrak Kemandirian Cikal Bakal .....
25/05/2015 | Mardinal

KOPI, Sarolangun - Jambore ranting (Jamran) Tingkat Penggalang yang diadakan di halaman Pasantren Sarolangun, Senin (25/05), bertujuan mendongkrak ke [ ... ]



EKONOMI

Ueforia Batu Akik, Anggota DIM/0715 Kend.....
27/05/2015 | Bastomi
article thumbnail

KOPI, Kendal - Demam batu permata sepertinya sudah melanda berbagai kalangan. Ada yang menganggapnya hal biasa ada juga yang mengambil keuntungan dari [ ... ]



HANKAM

Mabes Polri Mutasi Jajaran Perwira Ting.....
15/05/2015 | Didi Ronaldo

KOPI, Pekanbaru- Berdasarkan telegram rahasia (TR) dari Trunojoyo I (red. Kapolri) beberapa perwira diantaranya berpangkat Komisaris Besar Polisi ( [ ... ]



OLAHRAGA

TVOne Siarkan Pertarungan Akbar Tinju Ma.....
28/04/2015 | Zohiri Kadir

KOPI, Jakarta - Penantian dan rasa penasaran panjang penggemar tinju dunia, kini mendapatkan jawaban, sebentar lagi dua pendekar kelas welter akan ber [ ... ]



PARIWISATA

Jelang Ramadhan, Disbudpar Gelar Bandun.....
28/05/2015 | Buddy Wirawan

KOPI, Bandung – Menjelang bulan suci Ramadhan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung menggelar event ‘Bandung Ramadhan festiv [ ... ]



HUKUM & KRIMINAL

Polsek Bangko Pusako Tangkap Empat Oran.....
26/05/2015 | Didi Ronaldo

KOPI, Rokan Hilir – Jajaran aparat kepolisian Polsek Bangko Pusako menangkap beberapa orang Bajing loncat alias perampok Tempat kejadia Perkara (TKP [ ... ]



POLITIK

Anggota Komisi IV DPRD Inhil, Yuliantini.....
21/05/2015 | Didi Ronaldo

KOPI, Tembilahan Carut marut dunia pendidikan di kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) belum juga mendapat respon dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) I [ ... ]



OPINI

Pengamat Minta Mabes Polri Evaluasi Kine.....
27/05/2015 | Didi Ronaldo

Lawyer Nurazmi Suharmansyah Minta Dialog Terbuka dengan Kapolda Riau     KOPI, Pekanbaru Pengamat Lapor Komandan, yang kami laporkan Penguasa [ ... ]



PROFIL

Oknum Perwira Polda Riau Bertindak Berin.....
07/05/2015 | Didi Ronaldo

KOPI, Pekanbaru - Oknum aparat keamanan harusnya memberikan contoh tauladan kepada masyarakat, tidak boleh bertindak beringas dan main hakim sendiri. [ ... ]



SOSIAL & BUDAYA

Lomba Gerak Jalan Cepat Perempuan Berkeb.....
24/05/2015 | Yeni Herliani

KOPI - Menyambut hari Kebangkitan Nasional yang diperingati setiap tanggal 20 Mei, Majalah Puan Pertiwi menggelar lomba “Gerak Jalan Cepat” menggu [ ... ]



ROHANI

Sambut Trisuci Waisak 2559, Sangha Thera.....
11/05/2015 | Yeni Herliani

KOPI - Menyambut Tri Suci Wesak 2559, Sangha Theravada Indonesia menggelar tradisi “Pindapata Gema Wesak Nasional 2559”, bertempat di Taman Museum [ ... ]



RESENSI

Jangan Dengerin Sendiri.....
27/04/2015 | UG DANI
article thumbnail

Resensi Buku Judul :Jangan Dengerin Sendiri
Penulis : Naomi Angelia Sea
Tebal. : 200
Penerbit : Bukune Juli 2014
Harga. : Rp 41 [ ... ]



CERPEN & CERBUNG

Impian yang Luruh.....
26/05/2015 | Agus Siroj Hudi

KOPI, Malang - Sebut saja namaku Iren 21 tahun. Aku berkulit kuning, berbadan tinggi di atas rata-rata cewek, rambut panjang sebahu. Aku asli kelahira [ ... ]



PUISI

Namun.....
18/05/2015 | Ratu Sintanggu
article thumbnail

Aku ingin bebas, namun banyak hal yang harus kujaga
Aku ingin lepas, namun ada titik yang harus kupelihara
Aku ingin bahagia, namun ada koma yang berm [ ... ]



CURAHAN HATI

Beras Miskin bagi Warga di Kendal Tak La.....
22/05/2015 | Bastomi
article thumbnail

KOPI, Kendal - Keberhasilan Program Raskin diukur berdasarkan tingkat pencapaian indikator 6T, yaitu: tepat sasaran, tepat jumlah, tepat harga, tepat  [ ... ]



HIBURAN

Takut Tertangkap Totil dengan Pacar Okn.....
25/05/2015 | Didi Ronaldo

KOPI, Kisaran – Nonton film gratis nih gue he..he.. seorang oknum mahasiswi AA (22) kuliah di sebuah perguruan tinggi swasta kota Kisaran, Kabup [ ... ]



KULINER

McDonald’s Tingkatkan Layanan Melalui .....
01/04/2015 | Yeni Herliani

KOPI – Kini menikmati McDonald’s terasa lebih nyaman dan menguntungkan dengan hadirnya layanan terbaru “Online McDelivery Cashless Promo”. Pel [ ... ]



HIDUP SEHAT

Inovasi “LIFESAVER® Bottle”, Ciptak.....
27/05/2015 | Yeni Herliani

KOPI - ARS-Indonesia, distributor eksklusif LIFESAVER®Systems, hari ini memperkenalkan salah satu produk inovatif LIFESAVER®Bottle, produk botol  [ ... ]



SERBA-SERBI

Setahun Tidak Ngantor, PNS Ini Malah Jua.....
28/05/2015 | M. Faridz Ragil Ramdhani

KOPI, SITARO, SULUT - Kendati sudah mem­punyai penghasilan tetap setiap bulannya, na­mun rupanya tidak mem­­buat Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kabu [ ... ]



Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.