Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
LOGIN & KIRIM WARTA

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?

YANG TERPINGGIRKAN
FWMB Gelar Aksi Damai Menolak Penggusura.....
30/08/2015 | Ahmad Syarip

KOPI, Jakarta -  Belum jelasnya pihak mana yang mengklaim serta akan menggusur area Kompleks hunian [ ... ]


GELORA SEPEDA
Tiga Pilar "Gowes Bareng" Bersama Masyar.....
01/08/2015 | Joe R Manalu

KOPI - Cengkareng - Sabtu pagi (01/08) kegiatan tiga Pilar "Gowes bareng" bersama dengan masyarakat ± 200 yang di hadiri Kapten inf Ober Purba (Danramil 04/Ckr) beserta jajarannya , Kompol Aji Sutarj [ ... ]



POLLING WARGA
Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
 

Kolom Pewarta Kriteria Presiden RI Kepemimpinan Nasional (498/M)

Kepemimpinan Nasional (498/M)

KOPI -  Indonesia seperti apa pun ceritanya, bisa memasuki kesempitan sekaligus merubah kesempitan itu menjadi kesempatan. Di balik berbagai krisis yang terjadi atas Indonesia, kepemimpinan nasional disebut-sebut sebagai hal primer untuk menjawab persoalan bangsa. Pada fase sejarah bangsa, negara kesatuan republik Indonesia diprakarsai oleh angkatan muda. Fakta sejarah mengungkap diera 1945 Bung Karno baru berusia 44 tahun, Bung Hatta 43 tahun, Prof Dr Soepomo 42 tahun, Sutan Sjahrir-Perdana Mentri termuda sedunia 35, M Natsir 33, Slamet Riyadi-komandan Resimen Solo 22, diplomat Soedjatmoko 23, budayawan Cornel Simandjuntak 26, Chairil Anwar 23, Pramoedya Ananta Toer 20 tahun. Banyak yang sulit diselesaikan angkatan muda. Adam Malik dengan kantor berita antara, Chaerul Saleh dengan konggres pemuda 1945, Bung Tomo melalui pertempuran Surabaya. Bila diperbandingkan dengan sekarang, tidak bisa dipungkiri apabila angkatan muda sekarang berbakat tidak bisa apa-apa. Sementara sekarang sangat berfasilitas dibanding masa itu, bahkan untuk melahirkan pemimpin muda yang baru.

Masa reformasi bergulir pun tidak menghasilkan kepemimpinan nasional yang cerdas, angkatan muda yang bergerak namun sekaligus terpuruk oleh konstelasi politik. Mengapa? Problem kebangsaan Indonesia berpijak pada soal empat pilar negara demokrasi; eksekutif, yudikatif, legislatif dan pers yang mengalami kelambanan kecerdasan. Pada petikan catatan Raden Ajeng Kartini tersampaikan, “Aku yang tiada mempelajari sesuatu pun, tak tahu sesuatu pun, berani-beraninya hendak ceburkan diri ke gelanggang sastra! Tapi bagaimana pun, biar kau tertawakan aku, dan aku tahu kau tak berbuat begitu, gagasan ini tak akan kulepas dari genggamanku. Memang ini pekerjaan rumit, tapi barang siapa tidak berani, dia tidak bakal menang; itulah semboyanku! Maju! Semua harus dilakukan dan dimulai dengan berani! Pemberani-pemberani memenangkan tiga perempat dunia!” — Kartini.

Lalu bagaiman dengan lembaga eksekutif Indonesia? Presiden yang memimpin seluruh kekuasaan keeksekutifan, dan kepemimpinan nasional lembaga eksekutif Indonesia sentral mengendalikan seperti apa negara dan bangsa dikemudiannya. Fenomena kekuasaan Indonesia terlalu Jawa Sentris. Telah sejak zaman kolonial pusat pemerintahan selalu berada di Jawa, konsentrasi kekuasaan di Jawa ini yang mengakibatkan banyak suku bermigrasi ke Jawa dengan anganggapan bahwa Jawa lebih baik dari pulau lain. Banyak warga bangsa lebih suka hidup di Jawa daripada hidup di daerahnya sendiri yang masih tertinggal dari Jawa. Konsep pemusatan kekuasaan nasional di Jawa cenderung menjadikan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang hanya bergerak ke dalam, tidak berani melakukan ekspansi dan menonjolkan kekutan di luar.Menjadi ciri khas bangsa yang hanya mencari aman, akibatnya terjadi banyak konflik internal yang tidak berkesudahan dalam perjalanan bangsa, bahkan sejak merdeka sampai era reformasi sekarang. Ketika masa Presiden Soekarno muncul wacana untuk memindah ibukota negara ke Palangkaraya, namun tidak terlaksana karena pemerintahan beralih ke rezim Soeharto. Wacana perpindahan ibu kota negara pun dicetus pada masa Presiden Susilo Bambang Yudoyono, terganjal oleh berbagai polemik politik baik tidaknya.

Masa depan Indonesia tergantung kreatifitas dan keberanian angkatan muda, dan harus bagaimana Indonesiaa kedepan? Angkatan mudalah yang bertanggung jawab. Masalah utama bangsa Indonesia adalah besarnya konsumsi serta tidak berjalannya pembangunan karakter. Suatu kelemahan nasionalitas bangsa yang melahirkan korupsi, kolusi, nepotisme. Dalam kerangka kreteria calon Presiden masa depan, bangsa Indonesia memerlukan pemimpin yang:

1.Peka melihat berbagai kemungkinan serta berani menyelinap ke dalamnya.

Dengan catatan bahwa dalam kesempitan, sesempit-sempitnya pun, di sana ada kesempatan. Dan kesempatan ini harus direbut, bukan untuk ditunggu, apalagi diminta-minta.

2. Mempunyai kemauan membuka kesadaran dan mengasah pikiran

Kriteria ini merupakan hal yang mendasar dalam rangka membuka segala yang tertutup, atau yang bahkan sengaja ditutup-tutupi. Sikap semeleh (pasrah), menurut semboyan Taman Siswa rumusan Ki Hajar Dewantara: meneng-wening–hanung–menang (diam/tenteram-hening-merenung-menang). Meneng disebut awal, padanan bahasa Indonesia yang mendekati adalah tenteram, yang dimaksud sama sekali bukanlah diam. Ki Hajar Dewantara menolak sikap dan pandangan nrima ing pandum (menerima apa adanya), dan bangsa Indonesia memerlukan pemimpin yang tidak membawa kehidupan berbangsa kita pada ranah menerima apa adanya.

3. Memiliki kemampuan seperti cita-cita pendidikan Ki Hajar Dewantara;

di depan menjadi teladan, di tengah membangun kehendak, di belakang mengikuti (ing ngarso sun tulodho, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani.).

3. Cerdas yang tidak hanya berilmu pengetahuan belaka

, namun juga tidak lepas perhatiannya dari berbagai problem kehidupan.

5. Mempunyai orientasi bertindak.

Artinya bahwa figur tersebut tidak mengandalkan kemampuan menghafal fenomena keIndonesiaannya, namun sigap membangun kreatifitas kebangsaan.

6. Berpribadi mau memberi tahu.

Seperti halnya dengan Multatuli (Edward Douwes Dekker) yang berjasa terhadap bangsa Indonesia, memberi tahu kepada bangsa Indonesia bahwa Indonesia adalah bangsa yang sedang dijajah. Bila era sekarang bentuk kolonialisasi masuk melalui perekonomian, budaya atau pendidikan. Bangsa Indonesia memerlukan pemimpin yang berkarakteristik pribadi yang mau memberi tahu, supaya bangsa ini tidak kian terpuruk ekonominya, pendidikannya dan budayanya.

7. Berkepribadian menumbuhkan generasi-generasi pemimpin baru.

Pribadi yang mau membuat seperti pengandaian Presiden Soekarno, sepuluh pemuda untuk Indonesia lebih maju. Membantu tumbuhnya tipe manusia-manusia yang nantinya memegang kendali perkembangan bangsa.

8. Mau mengajar dan membina untuk berpikir secara konsisten dan logis.

Dengan karakteristik pemimpin seperti ini, dia akan menyebut benar adalah benar dan salah adalah salah.

9.Tanggung jawabnya tanpa pamrih kepada kehendak rakyat.

Supaya dengan pribadi yang berkarakter tanggung jawab tanpa pamrih kepada rakyat, tidak akan memanfaatkan rakyat sebagai kurban politik.

10. Menjadi garansi keutuhan bangsa dan negara.

Tanpa pribadi yang berkarakter menjadi garansi keutuhan bangsa dan negara, bangsa dan negara hanya sebatas aset pribadi, yang dikemudiannya akan dikuasai oleh kelompok serta golongan tertentu.

11. Tidak menjadi rival.

Karakteristik yang tidak mudah menuduh siapa pun dan apa pun, hukum ditempatkan sebagai prioritas, bangsa dan negara adalah bagian mutlak hidupnya.

12. Bijaksana.

Pribadi yang sangat mungkin bila figur tersebut kesatria-brahmana, yang terjalin dalam pandangan dewasa akan arti pengabdian tanpa pamrih.

Bangsa Indonesia sudah sangat merindukan sosok pemimpin yang berkepribadian kebangsaan dan kenegaraan Indonesia, yang tidak lagi hanya mampu menyuguhkan janji-janji belaka. Bangsa dan negara Indonesia terlampau lama hidup dengan banyak keterpurukan, harus ada formula tepat untuk menyelamatkan masa depan Indonesia. Kepemimpinan nasional merupakan soal penting untuk pembenahan lebih lanjut dari keterpurukan yang disebut krisis global. Indonesia belum menggapai cita-cita UUD 1945, pancasila dan proklamasi kemerdekaan.

Barangkali semuanya merupakan rangkaian waktu, namun impian adalah kisah fakta jelaga bangsa Indonesia. Dulu pun semuanya dimulai dari impian tentang Indonesia yang bernusantara, juga terseok-seok oleh kisah fakta jelaga kolonialitas bangsa lain, pula kisah fakta jelaga kemelut kebangsaan sendiri. Seperti dahulu, bangsa Indonesia sekarang pun mengidamkan pemimpin nasional yang sosoknya adalah sosok rakyat, sosok Indonesia, sosok internasional, yang tidak berpihak pada kelompok tertentu. Sebagai sosok pemimpin nasional yang nyata, bukan manusia yang ada di angan-angan. Bila dulu bangsa Indonesia ini memiliki manusia Soekarno, bukanlah hal yang mustahil jika diseantero Nusantara ini ada sosok pemimpin nasional Indonesia. Namun yang disebut pemimpin nasional bukan saja pada lembaga eksekutif negara, namun juga lembaga yudikatif, legislatif, bahkan sebagai penyeimbang pada level kemasyarakatan, adalah pers. Telah lama bangsa Indonesia terpuruk, keterpurukan yang membuat kehidupan berbangsa pun mengalami krisis. Banyak air mata, banyak penderitaan, banyak orang yang tak tahu apa-apa harus meninggal. Bangsa Indonesia lebih dikenal sebagai bangsa buruh dengan mental buruh, oleh sebab jumlah TKI (tenaga kerja Indonesia) ke luar negri melimpah. Semua ini harus berubah, suatu perubahan untuk masa depan Indonesia yang cerah.

 

Identitas Penulis :

 

Nama : Andreas Rahmadi

Tempat/tanggal lahir : Malang / 01 Oktober 1974

Universitas : Universitas Kristen Satya Wacana-Salatiga

Alamat Kampus : Jl. Diponegoro No 18 Salatiga 50711

Akun FB : Andreas Rahmadi

Hp : 087859459019

E-mail : This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it

 


Artikel Lainnya:

 

Honor Tak Kunjung Cair, Honorer K2 Demo Gedung Dewan
Kamis, 03 September 2015

KOPI - Sedikitnya lima puluh orang tenaga Guru Honorer K2, melakukan aksi damai di depan Kantor DPRD Kabupaten Blitar, Kamis (3/9) sekitar pukul 14.00 WIB. kemarin. Mereka menuntut agar anggota dewan peduli terhadap nasib ratusan guru, yang hingga kini belum menerima honor. Bahkan honor mereka, mulai bulan Januari hingga kini belum dibayarakan. Dalam aksi tersebut massa juga membakar poster sebegai wujud kekesalan mereka.   Dari pantauan di... Baca selengkapnya...

Pernyataan Sikap PPWI Atas Kriminalisasi Dua Jurnalis Berita ATJEH
Kamis, 03 September 2015

KOPI - Dua Wartawan di Lhokseumawe, Umar Effendi, pemimpin redaksi media online Berita Atjeh.Net bersama Mawardi, wartawan di media online tersebut saat ini sedang menjalani proses hukum di Polres Lhokseumawe, Provinsi Aceh atas laporan dugaan pencemaran nama baik oleh seorang anggota DPR Aceh, Azhar alias Cage. Kasus tersebut bermula di saat hari Jum'at tanggal 24 April 2015 sekitar pukul 12.30 WIB, wartawan media online Berita ATJEH, Mawardi,... Baca selengkapnya...

Pencabutan Nomor Urut Tiga Pasang Calon Bupati Rokanhulu Periode 2016-2021
Rabu, 02 September 2015

KOPI, Rokanhulu- Komisi Pemilihan Umum (KPU) kabupaten Rokanhulu mengadakan pencabutan nomor urut pasangan calon bupati Rokan Hulu periode 2016-2021 bertempat di di Hotel Sapadia Pasirpengaraian, Selasa (25/8/2015). Tiga pasang calon Bupati kabupaten Rokan Hulu- propinsi Riau yaitu Hafit Syukri dengan Nasrul Hadi, pasangan Syafarudin Poti dengan Erizal, terakhir pasangan Suparman-Sukiman. Pencabutan nomor urut ketiga pasangan calon bupati... Baca selengkapnya...

Di Lhokseumawe, Awak Media Dikriminalisasi Polisi
Rabu, 02 September 2015

KOPI, Lhokseumawe - Di Indonesia sudah banyak kasus-kasus yang menyudutkan para insan jurnalis. Dan malah ada yang sebagian harus masuk ke dalam jeruji besi oleh karena karya tulisan pemberitaannya sendiri. Alhasil, implementasi Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik tidak berlaku bagi para awak jurnalis. Karena akhirnya mereka harus berhadapan ke meja hukum untuk... Baca selengkapnya...

Monumen Polwan Diresmikan Kapolri
Rabu, 02 September 2015

KOPI, BUKITTINGGI - Rakyat Sumbar - Kapolri Jendral Polisi Badrodin Haiti Resmikan Pemugaran Monumen Polisi Wanita, tepat di hari jadi Polwan ke 67 1 September 2015 yang bertempat di Jalan Sudirman Bukittinggi, Selasa (1/9) kemaren. Pemugaran monumen Polwan ini juga ditandai dengan pemutaran film sejarah Monumen Polwan, dan setelah itu Kapolri membubuhkan tanda tangan pada prasasti, sehingga resmilah Monumen Polwan ini digunakan sebagai... Baca selengkapnya...

Ibu Rumah-tangga Menderita Kanker Ganas Sebesar Bola Volley
Senin, 31 Agustus 2015

KOPI - Pujiasih (44), ibu rumah-tangga, warga Kelurahan Pakunden Kecamatan Sukorejo Kota Blitar, menderita kanker ganas yang jarang ditemui. Dia menderita kanker ganas tersebut, baru dua tahun, namun sudah sebesar bola volley. Sementara keluarga hanya bisa pasrah, karena tidak ada biaya dan berharap uluran dari pemerintah Kota Blitar, untuk mengobatkan penderita kangker ganas tersebut.   Dari pantauan dilapangan,  Pujiasih hanya bisa... Baca selengkapnya...

Anggota MPR Tabrani Maamun Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di SMPN 7
Jumat, 28 Agustus 2015

KOPI, Pekanbaru - Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan,  merupakan kegiatan dan kewajiban bagi seorang anggota DPR/MPR-RI, empat pilar itu yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar negara 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika. Kedatangan anggota DPR/MPR RI Tabrani Maamun ke Sekolah Menengah Pertama Negeri 7 pada hari Jum’at (28/ 8-15) untuk menerangkan kepada siswa-siswi tentang empat pilar kebangsaan. Ratusan orang siswa-siswi duduk bersimpuh di... Baca selengkapnya...

INTERNASIONAL

KNPB Dukung Forum Kepulauan Pasifik Baha.....
03/09/2015 | Gerson Wakerkwa

KOPI, Manado – Kegiatan Berlangsung di Asrama Mahasiswa Papua Cendrawasih V Kelurahan Bahu Lingkungan IX Kecamatan Malalayang Kota Manado akan dilak [ ... ]



NASIONAL

Indonesia Scouts Challenge 2015-2016 Sia.....
04/09/2015 | Muhyi

KOPI, Jakarta = Kwartir Nasional Gerakan Pramuka terus melakukan inovasi dalam proses transformasi gerakan pramuka. Indonesia Scout Challenge (ISC) [ ... ]



DAERAH

Ketua IDI Sarolangun, Kembali Di Jabat d.....
04/09/2015 | Mardinal

KOPI,Sarolangun,- Acara pembukaan Musyawarah cabang (Muscab) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sarolangun yang diselenggarakan di hotel abadi Sarola [ ... ]



PENDIDIKAN

The Body Shop Dan Omah Munir Bersama Duk.....
04/09/2015 | Yeni Herliani

KOPI – Selama lebih dari 20 tahun, The Body Shop secara konsisten terus mengkampanyekan isu – isu HAM. Hal inilah yang melatarbelakangi diluncurka [ ... ]



EKONOMI

Gubernur Jateng: Antisipasi dan Penangan.....
04/09/2015 | Sukarno

KOPI - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menghadiri Rapat Paripurna Lanjutan Tahap I pada Kamis, 3 September 2015. Rapat Paripurna dilaksanakan di l [ ... ]



HANKAM

Koordinator Parkir Babak Belur Kena Kero.....
29/08/2015 | Didi Ronaldo

KOPI, Pekanbaru - Yang merusak nama institusi TNI, bukan dari eksternal melainkan oknum anggota TNI tersebut yang merusak nama kesatuan. ini buktinya  [ ... ]



OLAHRAGA

APPI Adakan Touring Kemerdekaan Ke-70.....
31/08/2015 | Saepullah Bin Wahyudin
article thumbnail

      KOPI, Cibinong (30/8) - Aksi Pemuda Peduli Indonesia (APPI) adakan kegiatan touring kemerdekaan ke-70 Republik Indonesia (RI) ke Sawarna [ ... ]



PARIWISATA

Tiga Taman Surga di Puncara Pujon.....
29/08/2015 | Agus Siroj Hudi

KOPI, Malang - Pemerintah Kabupaten Malang saat ini sedang gencar menggali segala sumber daya alam yang ada di berbagai aspek untuk meningkatkan taraf [ ... ]



HUKUM & KRIMINAL

Gasak Perhiasan Tetangga Dipolisikan.....
03/09/2015 | Fajar Agustyono

Blitar, KOPI - Sri Lestariningsih (56), warga dusun Gaprang 1 Desa Gaprang Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, Rabu (2/9) sekitar pukul 22.00 WIB be [ ... ]



POLITIK

21 Kabupaten/Kota di Jateng akan Laksana.....
02/09/2015 | Sukarno

KOPI, Semarang - Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Tengah Ikhwanudin mengungkapkan ada 21 kabupaten/kota yang akan melaksanakan Pilkad [ ... ]



OPINI

Puncak Mahkota Bunga Orde Rahwana.....
01/09/2015 | Subagyo

KOPI - Rahwana Raja,  Rajanya kaum Yaksa,  beputera dengan Bidadari  pemberian para Dewa Indrajid – Lambang puncak keberhasilan Rahwana.  Orde B [ ... ]



PROFIL

Kenalan dengan Teguh Purnomo, Mengawal D.....
03/09/2015 | Sukarno

KOPI - Penampilannya tenang dan ramah. Tapi dilihat dari gaya bicaranya, tampak bahwa dia seorang yang berwawasan luas. H. Teguh Purnomo, SH, MHum ada [ ... ]



SOSIAL & BUDAYA

Tari Binies, Budaya Suku Gayo.....
25/08/2015 | Syaiful Anshori

KOPI, Aceh Utara - Indonesia memiliki beraneka ragam budaya dan kesenian. Terutama di wilayah Aceh sendiri yang memiliki beraneka ragam suku dan bahas [ ... ]



ROHANI

Kapolda Lampung Lepas Keberangkatan Jema.....
21/08/2015 | Feri Agustian

KOPI, Lampung - Kapolda Lampung Brigjen Pol Drs. EDWARD SYAH PERNONG, SH.melepas calon jamaah haji keluarga besar jajaran Polda Lampung, pelepasan  [ ... ]



RESENSI

Jangan Dengerin Sendiri.....
27/04/2015 | Ug Dani
article thumbnail

Resensi Buku Judul :Jangan Dengerin Sendiri
Penulis : Naomi Angelia Sea
Tebal. : 200
Penerbit : Bukune Juli 2014
Harga. : Rp 41 [ ... ]



CERPEN & CERBUNG

Mbah Sarlan dan Gerojokan Sewu.....
24/07/2015 | Agus Siroj Hudi

KOPI, Malang - Bendosari adalah satu di antara Desa yang berada di Kecamatan Pujon Malang Barat dan telah di tetapkan sebagai salah satu Desa Wisata u [ ... ]



PUISI

Puisi 'Mataku Menyertaimu' Karya : Sonny.....
13/08/2015 | Sonny H.Sayangbati
article thumbnail

  ______Mataku Menyertaimu________ By:Sonny H.Sayangbati   hi kawan aku melihatmu dari jauh sungguh aku selalu khawatir tentangmu sebab aku ja [ ... ]



CURAHAN HATI

Kepala Anjungan NTB Kecewa terhadap Peng.....
24/08/2015 | Dody Muhamad

KOPI, Jakarta - Kepala Anjungan Nusa Tenggara Barat (NTB) Drs, Syahril merasa kecewa atas Sikap pengelola tiket masuk Taman Mini Indonesia Indah (TMII [ ... ]



HIBURAN

Film “Jenderal Soedirman” Tayang Se.....
25/08/2015 | Yeni Herliani

KOPI - Berangkat dari rasa penasaran dan kepedulian tentang mengapa jalan protokol di berbagai ibukota provinsi tersemat nama Jenderal Soedirman tetap [ ... ]



KULINER

Pasar Santa Semakin Meriah Dengan Kehadi.....
03/09/2015 | Yeni Herliani

KOPI – Dua Belibis, saus yang terkenal memiliki cita rasa istimewa dan berkualitas tinggi, bekerjasama dengan para tenant di Pasar Santa, menggelar  [ ... ]



HIDUP SEHAT

5 Tips Hidup Sehat Ala Rasulullah Muhamm.....
03/09/2015 | Didi Ronaldo

1. 1. Rasulullah tidak makan sebelum lapar dan tidak berlebihan dalam makan.
Gaya hidup yang dijalani oleh Nabi Allah yang terakhir ini sungguh bisa  [ ... ]



SERBA-SERBI

Garnier Perkenalkan Rangkaian Produk Dan.....
04/09/2015 | Yeni Herliani

KOPI – Dua rangkaian produk teranyar Garnier diperkenalkan kepada publik, yakni New Garnier Pure Active 12 in 1 Foam/Scrub dan New Garnier Pure Acti [ ... ]



Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.