Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
LOGIN & KIRIM WARTA

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?

YANG TERPINGGIRKAN
Ketika Rasisme Dekat dengan Para Punggaw.....
26/06/2015 | Maulana Muhammad

“Il Club Più Titolato Al Mondo” merupakan sebuah ungkapan dalam bahasa Italia yang mengandung  [ ... ]


GELORA SEPEDA
Fun Bike Meriahkan HUT Ke-69 TNI di Aceh.....
29/09/2014 | Syamsul Kamal
article thumbnail

KOPI, Aceh Jaya - Dalam rangka memperingati hari ulang tahun Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang ke 69, Komando Distrik Militer (Kodim) 0114 Aceh Jaya, mengegelar acara sepeda santai (fun Bike)  [ ... ]



POLLING WARGA
Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
 

 

Kolom Pewarta Kriteria Presiden RI Kepemimpinan Nasional (498/M)

Kepemimpinan Nasional (498/M)

KOPI -  Indonesia seperti apa pun ceritanya, bisa memasuki kesempitan sekaligus merubah kesempitan itu menjadi kesempatan. Di balik berbagai krisis yang terjadi atas Indonesia, kepemimpinan nasional disebut-sebut sebagai hal primer untuk menjawab persoalan bangsa. Pada fase sejarah bangsa, negara kesatuan republik Indonesia diprakarsai oleh angkatan muda. Fakta sejarah mengungkap diera 1945 Bung Karno baru berusia 44 tahun, Bung Hatta 43 tahun, Prof Dr Soepomo 42 tahun, Sutan Sjahrir-Perdana Mentri termuda sedunia 35, M Natsir 33, Slamet Riyadi-komandan Resimen Solo 22, diplomat Soedjatmoko 23, budayawan Cornel Simandjuntak 26, Chairil Anwar 23, Pramoedya Ananta Toer 20 tahun. Banyak yang sulit diselesaikan angkatan muda. Adam Malik dengan kantor berita antara, Chaerul Saleh dengan konggres pemuda 1945, Bung Tomo melalui pertempuran Surabaya. Bila diperbandingkan dengan sekarang, tidak bisa dipungkiri apabila angkatan muda sekarang berbakat tidak bisa apa-apa. Sementara sekarang sangat berfasilitas dibanding masa itu, bahkan untuk melahirkan pemimpin muda yang baru.

Masa reformasi bergulir pun tidak menghasilkan kepemimpinan nasional yang cerdas, angkatan muda yang bergerak namun sekaligus terpuruk oleh konstelasi politik. Mengapa? Problem kebangsaan Indonesia berpijak pada soal empat pilar negara demokrasi; eksekutif, yudikatif, legislatif dan pers yang mengalami kelambanan kecerdasan. Pada petikan catatan Raden Ajeng Kartini tersampaikan, “Aku yang tiada mempelajari sesuatu pun, tak tahu sesuatu pun, berani-beraninya hendak ceburkan diri ke gelanggang sastra! Tapi bagaimana pun, biar kau tertawakan aku, dan aku tahu kau tak berbuat begitu, gagasan ini tak akan kulepas dari genggamanku. Memang ini pekerjaan rumit, tapi barang siapa tidak berani, dia tidak bakal menang; itulah semboyanku! Maju! Semua harus dilakukan dan dimulai dengan berani! Pemberani-pemberani memenangkan tiga perempat dunia!” — Kartini.

Lalu bagaiman dengan lembaga eksekutif Indonesia? Presiden yang memimpin seluruh kekuasaan keeksekutifan, dan kepemimpinan nasional lembaga eksekutif Indonesia sentral mengendalikan seperti apa negara dan bangsa dikemudiannya. Fenomena kekuasaan Indonesia terlalu Jawa Sentris. Telah sejak zaman kolonial pusat pemerintahan selalu berada di Jawa, konsentrasi kekuasaan di Jawa ini yang mengakibatkan banyak suku bermigrasi ke Jawa dengan anganggapan bahwa Jawa lebih baik dari pulau lain. Banyak warga bangsa lebih suka hidup di Jawa daripada hidup di daerahnya sendiri yang masih tertinggal dari Jawa. Konsep pemusatan kekuasaan nasional di Jawa cenderung menjadikan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang hanya bergerak ke dalam, tidak berani melakukan ekspansi dan menonjolkan kekutan di luar.Menjadi ciri khas bangsa yang hanya mencari aman, akibatnya terjadi banyak konflik internal yang tidak berkesudahan dalam perjalanan bangsa, bahkan sejak merdeka sampai era reformasi sekarang. Ketika masa Presiden Soekarno muncul wacana untuk memindah ibukota negara ke Palangkaraya, namun tidak terlaksana karena pemerintahan beralih ke rezim Soeharto. Wacana perpindahan ibu kota negara pun dicetus pada masa Presiden Susilo Bambang Yudoyono, terganjal oleh berbagai polemik politik baik tidaknya.

Masa depan Indonesia tergantung kreatifitas dan keberanian angkatan muda, dan harus bagaimana Indonesiaa kedepan? Angkatan mudalah yang bertanggung jawab. Masalah utama bangsa Indonesia adalah besarnya konsumsi serta tidak berjalannya pembangunan karakter. Suatu kelemahan nasionalitas bangsa yang melahirkan korupsi, kolusi, nepotisme. Dalam kerangka kreteria calon Presiden masa depan, bangsa Indonesia memerlukan pemimpin yang:

1.Peka melihat berbagai kemungkinan serta berani menyelinap ke dalamnya.

Dengan catatan bahwa dalam kesempitan, sesempit-sempitnya pun, di sana ada kesempatan. Dan kesempatan ini harus direbut, bukan untuk ditunggu, apalagi diminta-minta.

2. Mempunyai kemauan membuka kesadaran dan mengasah pikiran

Kriteria ini merupakan hal yang mendasar dalam rangka membuka segala yang tertutup, atau yang bahkan sengaja ditutup-tutupi. Sikap semeleh (pasrah), menurut semboyan Taman Siswa rumusan Ki Hajar Dewantara: meneng-wening–hanung–menang (diam/tenteram-hening-merenung-menang). Meneng disebut awal, padanan bahasa Indonesia yang mendekati adalah tenteram, yang dimaksud sama sekali bukanlah diam. Ki Hajar Dewantara menolak sikap dan pandangan nrima ing pandum (menerima apa adanya), dan bangsa Indonesia memerlukan pemimpin yang tidak membawa kehidupan berbangsa kita pada ranah menerima apa adanya.

3. Memiliki kemampuan seperti cita-cita pendidikan Ki Hajar Dewantara;

di depan menjadi teladan, di tengah membangun kehendak, di belakang mengikuti (ing ngarso sun tulodho, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani.).

3. Cerdas yang tidak hanya berilmu pengetahuan belaka

, namun juga tidak lepas perhatiannya dari berbagai problem kehidupan.

5. Mempunyai orientasi bertindak.

Artinya bahwa figur tersebut tidak mengandalkan kemampuan menghafal fenomena keIndonesiaannya, namun sigap membangun kreatifitas kebangsaan.

6. Berpribadi mau memberi tahu.

Seperti halnya dengan Multatuli (Edward Douwes Dekker) yang berjasa terhadap bangsa Indonesia, memberi tahu kepada bangsa Indonesia bahwa Indonesia adalah bangsa yang sedang dijajah. Bila era sekarang bentuk kolonialisasi masuk melalui perekonomian, budaya atau pendidikan. Bangsa Indonesia memerlukan pemimpin yang berkarakteristik pribadi yang mau memberi tahu, supaya bangsa ini tidak kian terpuruk ekonominya, pendidikannya dan budayanya.

7. Berkepribadian menumbuhkan generasi-generasi pemimpin baru.

Pribadi yang mau membuat seperti pengandaian Presiden Soekarno, sepuluh pemuda untuk Indonesia lebih maju. Membantu tumbuhnya tipe manusia-manusia yang nantinya memegang kendali perkembangan bangsa.

8. Mau mengajar dan membina untuk berpikir secara konsisten dan logis.

Dengan karakteristik pemimpin seperti ini, dia akan menyebut benar adalah benar dan salah adalah salah.

9.Tanggung jawabnya tanpa pamrih kepada kehendak rakyat.

Supaya dengan pribadi yang berkarakter tanggung jawab tanpa pamrih kepada rakyat, tidak akan memanfaatkan rakyat sebagai kurban politik.

10. Menjadi garansi keutuhan bangsa dan negara.

Tanpa pribadi yang berkarakter menjadi garansi keutuhan bangsa dan negara, bangsa dan negara hanya sebatas aset pribadi, yang dikemudiannya akan dikuasai oleh kelompok serta golongan tertentu.

11. Tidak menjadi rival.

Karakteristik yang tidak mudah menuduh siapa pun dan apa pun, hukum ditempatkan sebagai prioritas, bangsa dan negara adalah bagian mutlak hidupnya.

12. Bijaksana.

Pribadi yang sangat mungkin bila figur tersebut kesatria-brahmana, yang terjalin dalam pandangan dewasa akan arti pengabdian tanpa pamrih.

Bangsa Indonesia sudah sangat merindukan sosok pemimpin yang berkepribadian kebangsaan dan kenegaraan Indonesia, yang tidak lagi hanya mampu menyuguhkan janji-janji belaka. Bangsa dan negara Indonesia terlampau lama hidup dengan banyak keterpurukan, harus ada formula tepat untuk menyelamatkan masa depan Indonesia. Kepemimpinan nasional merupakan soal penting untuk pembenahan lebih lanjut dari keterpurukan yang disebut krisis global. Indonesia belum menggapai cita-cita UUD 1945, pancasila dan proklamasi kemerdekaan.

Barangkali semuanya merupakan rangkaian waktu, namun impian adalah kisah fakta jelaga bangsa Indonesia. Dulu pun semuanya dimulai dari impian tentang Indonesia yang bernusantara, juga terseok-seok oleh kisah fakta jelaga kolonialitas bangsa lain, pula kisah fakta jelaga kemelut kebangsaan sendiri. Seperti dahulu, bangsa Indonesia sekarang pun mengidamkan pemimpin nasional yang sosoknya adalah sosok rakyat, sosok Indonesia, sosok internasional, yang tidak berpihak pada kelompok tertentu. Sebagai sosok pemimpin nasional yang nyata, bukan manusia yang ada di angan-angan. Bila dulu bangsa Indonesia ini memiliki manusia Soekarno, bukanlah hal yang mustahil jika diseantero Nusantara ini ada sosok pemimpin nasional Indonesia. Namun yang disebut pemimpin nasional bukan saja pada lembaga eksekutif negara, namun juga lembaga yudikatif, legislatif, bahkan sebagai penyeimbang pada level kemasyarakatan, adalah pers. Telah lama bangsa Indonesia terpuruk, keterpurukan yang membuat kehidupan berbangsa pun mengalami krisis. Banyak air mata, banyak penderitaan, banyak orang yang tak tahu apa-apa harus meninggal. Bangsa Indonesia lebih dikenal sebagai bangsa buruh dengan mental buruh, oleh sebab jumlah TKI (tenaga kerja Indonesia) ke luar negri melimpah. Semua ini harus berubah, suatu perubahan untuk masa depan Indonesia yang cerah.

 

Identitas Penulis :

 

Nama : Andreas Rahmadi

Tempat/tanggal lahir : Malang / 01 Oktober 1974

Universitas : Universitas Kristen Satya Wacana-Salatiga

Alamat Kampus : Jl. Diponegoro No 18 Salatiga 50711

Akun FB : Andreas Rahmadi

Hp : 087859459019

E-mail : This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it

 


Artikel Lainnya:

 

Jajaran Satresnarkoba Polresta Pekanbaru, Ringkus 2 Orang Bandar Narkoba
Selasa, 07 Juli 2015

KOPI, Pekanbaru – Jajaran Satuan Reserse Narkoba ( Satresnarkoba) Polresta Pekanbaru, Minggu (05/07/15) telah berhasil menggagalkan transaksi narkoba bertempat di Hotel Hollywood Jalan Kuantan Raya Pekanbaru. Sebanyak 900 butir ekstasi dan 75 gram sabu disita petugas dari tangan 2 orang warga Selat Panjang Kabupaten Meranti, berinisial JA (47) dan JO (25) pada 2 lokasi berbeda. Saat Ekpose oleh Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Aries Syahrief... Baca selengkapnya...

Pembangunan Stadion Nglegok Dan Amphiteather Dilaporkan KRPK Ke Kejaksaan
Senin, 06 Juli 2015

§ Pembangunan Stadion Olahraga Nglegok, terdapat kekurang volume senilai Rp. 569,1 juta. § Pembangunan Amphiteater di Penataran, terdapat kekurangan volume senilai Rp. 107,2 juta Blitar, KOPI - Setelah minggu lalu, tepatnya hari Jum’at (3/7) pembangunan Stadion Olahraga di Kecamatan Nglegok kabupaten Blitar disidak Komisi I DPRD Kabupaten Blitar dan pembangunan Amphiteater yang berada di Desa Penataran disidak Badan Anggaran DPRD... Baca selengkapnya...

Kapolri : Buktikan Rekrutmen Polisi Pake Duit Laporkan, Saya Kasih Rp. 1 juta
Sabtu, 04 Juli 2015

KOPI, Jakarta — " Kalau ada yang bisa buktikan rekrutmen polisi pakai duit, saya kasih satu juta," ujar Badrodin Haiti saat menyampaikan sambutan dalam acara silaturahmi dan buka puasa bersama dengan sejumlah LSM dan kelompok masyarakat, Jumat (3/7/2015) malam di Jakarta. Kapolri Jenderal (Pol) Badrodin Haiti memastikan bahwa rekrutmen anggota Polri bebas dari pungutan liar ataupun uang pelicin. Ia menantang siapa pun yang bisa... Baca selengkapnya...

Mendagri Tjahyo Kumolo : Direktur IPDN Rohil Rizka Utama Telah Gagal
Jumat, 03 Juli 2015

KOPI, Pekanbaru- Kunjungan kerja (Kunker) Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahyo Kumolo ke bumi melayu Riau , hari Jum’at (3/7-15) memimpin rapat kerja Pemerintah Propinsi Riau dengan seluruh kepala daerah kabupaten/kota (red. Bupati, Walikota) di gedung daerah. Mendagri memberi warning kepada Direktur IPDN Rohil Rizka Utama telah gagal memimpin IPDN Rokan Hilir (Rohil), Mendagripun tidak mau membeberkan kesalahan Rizka Utama kepada Insan... Baca selengkapnya...

Pembangunan Stadion Olahraga Di Nglegok Menyalahi Perencanaan
Jumat, 03 Juli 2015

Blitar, KOPI - Komisi I DPRD Kabupaten Blitar, Jum’at (3/7) pagi, melakukan Inspeksi Mendadak (SIDAK) ke Pembangunan Stadion Olahraga yang berada di Desa Nglegok Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar, karena Pembangunan Stadion yang menghabiskan dana APBN hingga 56 milyar tersebut, kini proses pembangunannya dinilai belum maksimal. Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Blitar, Endar Suparno, SH.   olitisi dari PDI P ini,... Baca selengkapnya...

Badan Anggaran Rekomendasikan Bongkar Bangunan Gedung Amphi Theater
Jumat, 03 Juli 2015

KOPI, Blitar - Sementara Pembangunan Stadion Olahraga Nglegok mendapat sorotan dari Komisi I DPRD Kabupaten Blitar, kini Pembangunan Gedung Amphi Theater juga tak lepas mendapat  kritikan dan teguran dari Badan Anggaran DPRD Kabupaten Blitar, bahkan direkomendasikan untuk dibongkar, karena pengerjaannya dinilai asal-asalan.   Melihat kondisi bangunan gedung Amphi Theater di Desa Penataran Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar, tidak sesuai... Baca selengkapnya...

Presiden Jokowi Menginstruksikan : Sutiyoso Merekrut 1.000 orang Anggota BIN Baru
Jumat, 03 Juli 2015

KOPI, Jakarta- H.Sutiyoso mengatakan ia akan mengundurkan diri dari jabatan Ketua Umum (Ketum) Partai PKPI (Partai keadilan dan Persatuan Indonesia) bila terpilih jadi Kepala BIN sebagai penggantinya wakil ketua umum PKPI mantan Bupati Kutai Timur Isran Noor. Presiden Jokowi memanggilnya ke Istana bahwa dirinya akan segera menduduki jabatan kepala BIN (Badan Intelijen Negara) dan Jenderal Gatot Nurmantyo akan segera menjadi panglima TNI,... Baca selengkapnya...

INTERNASIONAL

Dinasti Bush yakni Jeb Bush Ikut Pilpre.....
17/06/2015 | Didi Ronaldo

KOPI, Washington - Pemilihan Presiden (Pilpres) negara Amerika Serikat (AS) dijadwalkan   pada November 2016, para capres dari Partai Republik m [ ... ]



NASIONAL

Pemerintah Harus Lindungi Perempuan Dala.....
06/07/2015 | Muhyi

KOPI, Jakarta – Tingkat kerentanan terhadap perempuan, anak perempuan dan remaja menghadapi resiko yang lebih besar ketika berada dalam situasi b [ ... ]



DAERAH

Pemkot Tegal Terima Tempat Sampah Three .....
05/07/2015 | Cahyo Nugroho

KOPI, TEGAL - Permasalahan sampah bukan hanya masalah perorangan saja bahkan sudah menjadi permasalahan dunia dan negara negara maju, Pekan lalu Pemer [ ... ]



PENDIDIKAN

Kadisdik Kota Pekanbaru Zulfadil Dibenta.....
02/07/2015 | Didi Ronaldo

KOPI, Pekanbaru – DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) kota Pekanbaru banyak menerima laporan yang masuk kekami dari para tenaga pengajar/guru pe [ ... ]



EKONOMI

Tekan Harga Sembako, Pemkab Brebes Gelar.....
05/07/2015 | Cahyo Nugroho

KOPI, Brebes – Alun-alun Brebes sejak pagi hari dipadati pengunjung untuk membeli paket sembako di pasar murah yang digelar oleh Pemerintah Kabupat [ ... ]



HANKAM

Pesawat Hercules Kanibal.....
04/07/2015 | Didi Ronaldo

KOPI, Medan- Bergugurnya prajurit dan anak bangsa bukan korban peperangan, melainkan jatuh siburung besi yakni pesawat Hercules C-1310 menelan korban [ ... ]



OLAHRAGA

Polres Meranti Gelar Turnament Badminton.....
14/06/2015 | Didi Ronaldo

KOPI, SELATPANJANG - Polisi Resort (Polres) Kepulauan Meranti menggelar Open Turnamen Badminton perdana, turnamen ini diselenggarakan di Gedung Ocean  [ ... ]



PARIWISATA

Pesan Hotel Di Ezytravel Diskon Hingga 4.....
02/07/2015 | Yeni Herliani

KOPI – Di bulan suci Ramadhan 1436 H, Ezytravel bersama 40 e-commerce di Indonesia ikut serta dalam event yang diselenggarakan oleh Lazada, Zalora d [ ... ]



HUKUM & KRIMINAL

Jamal Ginting Pelaku Perampokan Sadis Ta.....
04/07/2015 | Didi Ronaldo

KOPI, Pekanbaru – Yang memalukan warga Sumatera Utara (Sumut) tersebut bukan dari eksternal, melainkan oknum warga Sumut tersebut. Kita mengetahui  [ ... ]



POLITIK

Pilkada Toraja Utara, JK dan Jonny Arung.....
05/07/2015 | Tommy Tiranda

KOPI - Konstalasi politik jelang Pilkada Toraja Utara makin panas. Kandidat yang akan bertarung diprediksi maksimal 3 paket. Mereka adalah calon incum [ ... ]



OPINI

Pendidikan dari Jaman ke jaman.....
06/07/2015 | Subagyo

Pendidikan kita : Penuh dengan Kegoncangan akibat  Perubahan policy. Keberhasilannya tergantung pada ketulusan bathin guru-gurunya. Mulai dari jaman [ ... ]



PROFIL

Dirnarkoba Riau: Kuartal I Januari-Mei, .....
04/07/2015 | Didi Ronaldo

KOPI, Pekanbaru – Direktur Reserse Narkoba Polda Riau, Kombes (Pol) Hermansyah, mengatakan kuartal I bulan Januari-Mei 2015 Polda Riau menangani  6 [ ... ]



SOSIAL & BUDAYA

Maksud Logo “Naga Merah” Hut DKI ke-.....
25/06/2015 | Didi Ronaldo

KOPI, Jakarta – Pemprov DKI Jakarta mengeluarkan logo resmi HUT DKI Jakarta ke-488 Senen 22 Juni 2015 . Dalam logo yang bisa dilihat di situs resm [ ... ]



ROHANI

Pengurus DPD KNPI Propinsi Riau Menga.....
06/07/2015 | Didi Ronaldo

KOPI, Pekanbaru- Bertempat gedung DPD KNPI (Komite Nasional Pemuda Indonesia) Propinsi Riau jalan Diponegoro , Pekanbaru. Ratusan orang pengurus , [ ... ]



RESENSI

Jangan Dengerin Sendiri.....
27/04/2015 | UG DANI
article thumbnail

Resensi Buku Judul :Jangan Dengerin Sendiri
Penulis : Naomi Angelia Sea
Tebal. : 200
Penerbit : Bukune Juli 2014
Harga. : Rp 41 [ ... ]



CERPEN & CERBUNG

Soekarno: Mien Hessels “Bunga Tulip Be.....
19/06/2015 | Didi Ronaldo

KOPI, Tiga setengah abad atau 350 tahun negara Indonesia dijajah Belanda, berbagai penderitaan rakyat Indonesia zaman penjajah dahulu. Berbagai macam [ ... ]



PUISI

Guman Penyawang.....
03/07/2015 | Agus Siroj Hudi
article thumbnail

Di antah brantah... Tatapan sinis, acuh tak lega... Senyum tepis, hindar jika dinyana... Bungkam seribu bahasa....   Diantahbrantah. [ ... ]



CURAHAN HATI

Macapat, Kesenian Tradisional yang Hampi.....
04/07/2015 | Agus Siroj Hudi

  KOPI, Malang - Macapat adalah tembang atau puisi tradisional jawa. Tembang macapat merupakan warisan budaya yang di gunakan sebagai metode pengaja [ ... ]



HIBURAN

Konser Galang Dana, Raisa dengan Andre H.....
21/06/2015 | Didi Ronaldo

KOPI, Kuta Bali - Bersama dengan Yayasan Sole Men Indonesia yang berlokasi di Tabanan, Bali, malam ini (Sabtu, 20/6) Dua artis senior papan atas Ind [ ... ]



KULINER

McDonald’s Tingkatkan Layanan Melalui .....
01/04/2015 | Yeni Herliani

KOPI – Kini menikmati McDonald’s terasa lebih nyaman dan menguntungkan dengan hadirnya layanan terbaru “Online McDelivery Cashless Promo”. Pel [ ... ]



HIDUP SEHAT

Pola Hidup Sehat, Berpuasa Saat Ramadhan.....
16/06/2015 | Mardinal

KOPI,Sarolangun,- Puasa merupakan suatu kewajiban bagi Umat Islam yang beriman dan bertaqwa kepada Allah Swt firmanNYA “ Hai orang - orang beriman [ ... ]



SERBA-SERBI

Kompetisi Foto Berhadiah Tiket pesawat .....
06/07/2015 | Yeni Herliani

KOPI – Moment Lebaran rasanya sulit untuk diabaikan, terlalu menarik untuk dibiarkan berlalu begitu saja. Demi memeriahkan moment Lebaran di penghuj [ ... ]



Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.