Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
Silahkan Login & Kirim Warta

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?
Pewarta Online
None

Yang Terpinggirkan
Gaji Pensiun yang belum Terealisasi Juga.....
21/02/2013 | Husaeni Mabruri

KOPI - Mimpi manis untuk masa depan gaji pegawai pensiunan sipil hidupnya belum dirasakan oleh Bpk. [ ... ]


Gelora Sepeda
Fun Bike Meriahkan HUT Ke-69 TNI di Aceh.....
29/09/2014 | Syamsul Kamal
article thumbnail

KOPI, Aceh Jaya - Dalam rangka memperingati hari ulang tahun Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang ke 69, Komando Distrik Militer (Kodim) 0114 Aceh Jaya, mengegelar acara sepeda santai (fun Bike)  [ ... ]



Polling Warga
Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
 

Kolom Pewarta Kriteria Presiden RI Kriteria Presiden Berdasarkan Sejarah Bangsa dan Pancasila (517/M)
Redaksi Koran Online Pewarta Indonesia (KOPI) bersama segenap pengurus dan anggota PPWI se-Indonesia menyampaikan Selamat & Sukses atas Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Presiden dan Wakil Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo dan Drs. H. Muh. Jusuf Kalla pada tanggal 20 Oktober 2014. Semoga di bawah kepemimpinan beliau berdua, bersama-sama seluruh komponen bangsa, percepatan pencapaian tujuan bernegara Indonesia akan segera dapat dilaksanakan dengan baik dan lebih nyata.

Kriteria Presiden Berdasarkan Sejarah Bangsa dan Pancasila (517/M)

KOPI - Kriteria calon Presiden khususnya bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah pembahasan yang unik. Dikatakan unik, karena pembahasan kriteria ini akan berlainan dengan negara lainnya di dunia. Selain itu, agar kriteria ini menjadi objektif, maka pendekatan sejarah (historical approuch) adalah sebuah pendekatan yang cukup realistis dan objektif.

 

NKRI yang terletak diantara dua benua dan dua samudera dengan SDA yang berlimpah dengan kualitas yang cukup baik ditambah lagi dengan jumlah SDM yang signifikan dengan pertambahannya yang terus meningkat, membutuhkan sosok seorang presiden yang luar biasa. Hal ini sudah pasti berbeda dengan negara-negara lainnya di dunia.

Selain dari kondisi SDA dan SDM, fakta sejarah hingga menghasilkan struktur bagi NKRI dan negara lainnya juga berbeda. NKRI berdasarkan sejarahnya memiliki struktur Bangsa sebagai Pondasi, sedangkan Negara sebagai bangunan diatasnya. Sedangkan, negara-negara lain memiliki struktur Negara sebagai pondasi sedangkan Bangsa sebagai bangunan diatasnya.

Dalam pendekatan bangunan (konstruksi) kekuatan pondasi akan lebih diutamakan, karena kuat tidaknya sebuah bangunan di dasarkan kepada pondasinya. Apabila, sebuah pondasi pada bangunan bermasalah maka secara otomatis bangunan tersebut seluruhnya akan bermasalah. Berdasarkan struktur yang dimiliki oleh NKRI maka kekuatan Bangsa Indonesia harus lebih diutamakan, yang pada akhirnya bangunan NKRI akan kokoh. Akan tetapi pada negara lain dimana Negara sebagai pondasinya, memaknakan kekuatan negara akan lebih diutamakan.

Munculnya dua struktur yang berbeda antara NKRI dengan negara lainnya, didasarkan kepada perjalanan sejarah yang berbeda. Bangsa Indonesia sebagai Pondasi didasarkan kepada lahirnya Bangsa Indonesia terlebih dahulu pada tanggal 28 Oktober 1928 melalui momentum Sumpah Pemuda, kemudian Merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945 melalui pembacaan teks Proklamasi. Bangsa Indonesia yang sudah merdeka ini, kemudian mendirikan Negara yang berbentuk Republik dengan disahkannya Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 1945).

Sedangkan, negara lain memiliki pondasi adalah Negara bukan Bangsa. Dicontohkan dengan Amerika (USA), dimana Amerika dengan bentuknya United States terbentuk pada 4 Juli 1776 sedangkan yang dikatakan sebagai Bangsa Amerika ialah mereka yang bertempat tinggal setelah USA berdiri. Satu hal yang tidak bisa dikesampingkan, adalah penetapan Pancasila sebagai Dasar Indonesia Merdeka pada 1 Juni 1945 dalam sidang BPUPKI. Di tetapkannya Pancasila ini adalah sebagai sebuah landasan (Weltanschauung), batasan, arah dan tujuan bagi di merdekakannya Bangsa Indonesia dan di bentuknya NKRI. Sedangkan pada negara lain memiliki landasan yang sudah pasti berbeda, bik Komunis, Sosialis, Anarkis, Liberal, Humanis maupun Konservatif. Dari perbedaan struktur dan landasan (Weltanschauung) ini, sudah seharusnya setiap kebijakan-kebijakan yang terlahir tidak bisa melihat (mencontek) satu dengan lainnya, begitu pula dengan kriteria bagi Calon Presiden Republik Indonesia.

Peran dan Fungsi Pancasila NKRI tidak akan bisa dilepaskan dari keberadaan Pancasila. Karena Pancasila adalah sebagai Dasar Indonesia Merdeka yang di tetapkan oleh BPUPKI pada 1 Juni 1945 dan landasan bagi NKRI. Pancasila sebagai Dasar Indonesia Merdeka, bermakna bahwa Pancasila adalah sarana menegakkan Sifat Bangsa Indonesia. Sifat Bangsa atau yang dikenal dengan Mengangkat Harkat dan Martabat Hidup Bangsa Indonesia terbentuk pada saat terlahirnya Bangsa Indonesia melalui momentum Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928. Oleh karena Pancasila adalah sarana untuk menegakkan sifat Bangsa, maka Pancasila adalah juga Sifat Bangsa.

Pancasila yang berperan sebagai sifat Bangsa, maka ia berfungsi sebagai Sumber Dari Segala Sumber Hukum di Bangsa Indonesia yang kemudian akan menjadi Falsafah Bangsa (keyakinan standar yang distandarkan dari keyakinan yang beraneka ragam oleh Hukum yang Pasti, Tetap dan Diterima oleh siapapun/sifat Bangsa). Pancasila sebagai Keyakinan Standar (baku) tersebut pada akhirnya akan tercermin melalui sikap keberpihakannya kepada tiap sila di dalam Pancasila. Makananya, bahwa Bangsa Indonesia akan memiliki sikap keberpihakan kepada Tuhan Yang Maha Esa, berpihak kepada manusia yang adil dan beradab, berpihak kepada usaha menjaga Persatuan Indonesia, berpihak kepada Rakyat yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan serta berpihak kepada usaha mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia. Agar sikap keberpihakan ini dapat terbangun dan terukur, maka Pancasila membangun ukuran-ukuran (standar) nilai baik budaya, hukum, sosial, politik, ekonomi dan lingkungan yang dikenal dengan Pancasila sebagai Dimensi kehidupan berbangsa dan bernegara Bangsa Indonesia. Pancasila sebagai Dimensi ini pada akhirnya akan di realisasikan di dalam UUD Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Maknanya, bahwa pada saat semakin UUD yang didasarkan kepada Pancasila sebagai Dimensi dijalankan, maka Sifat Bangsa Indonesia akan semakin terangkat dan sila-sila didalam Pancasila akan semakin hidup.

12 Kriteria Calon Presiden RI Masa Depan

Berdasarkan dasar pemikiran diatas, maka penetapan 12 Kriteria Calon Presiden Masa Depan tidak dapat dilepaskan dari hal tersebut diatas. Dimana Presiden RI :

1.Mampu menjadi suri tauladan (Ingarso Sungtulodo) yang baik dengan ilmu,

Mampu menjadi penggerak (Igmadyo Magunkarso) kehendak rakyat dengan teknik dan mampu menjadi pendorong bagi rakyatnya (Tutwuri Handayani) melalui manajemen.

2. Memiliki pemahaman yang mempuni berkaitan dengan sejarah NKRI,

Baik itu sejarah yang positif (memperkuat struktur NKRI) maupun Negatif (melemahkan struktur NKRI). Hal ini disebabkan, bahwa sejarah yang bergulir di NKRI hingga detik ini, tidak sedikit momentum yang berakibat terhadap penguatan struktur atau bahwan melemahkan struktur NKRI. Pada akhirnya dari pemahaman sejarah tersebut, seorang pemimpin dapat menggambil Sari Hukum (inti) dari suatu kejadian.

3.Memiliki pemahaman akan poin-poin penting sejarah NKRI

Yakni 28 Oktober 1928 sebagai lahirnya Bangsa Indonesia, 1 Juni 1945 sebagai hari di tetapkannya Pancasila sebagai Dasar Indonesia Merdeka, 17 Agustus 1945 sebagai hari Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia (PKBI) dan 18 Agustus 1945 sebagai hari terbentuknya Negara Indonesia (Hut RI).

4.Memiliki pemahaman mengenai sejarah negara-negara lain di dunia,

Baik berkaitan dengan momentum-momentum yang terjadi pada negara tersebut ataupun pengalaman yang terjadi atas bangsa dan negaranya.

5.Memiliki pemahaman akan struktur negara lain.

6. Memiliki pemahaman mengenai Filosofi Dasar (negara tersebut juga menjadi pegangan wajib bagi pemimpin NKRI kedepan.

Hal ini sebagai dasar bagi seorang pemimpin di dalam menganalisa perkembangan pada sebuah negara / dunia dan juga arah kebijakan yang seharusnya bagi NKRI.

7.Memiliki pemahaman mengenai ilmu Sistem (Input, proses maupun output).

Hal ini sebagai dasar bagi seorang pemimpin dalam melihat fenomena dunia maupun fenomena NKRI yang terjadi. Selain itu juga, sebagai dasar bagi seorang pemimpin mempu menetapkan tujuan jangka panjang, menengah maupun jangka pendek yang saling berhubungan.

8. Memiliki pemahaman akan peran dan fungsi Pancasila.

9. Memiliki pemahaman akan pola pola Pelaksanaan Preambule UUD 1945.

Hal ini disebabkan bahwa Preambule adalah akumulatif dari sejarah bangsa, visi dan misi NKRI di bentuk serta peran dan fungsi di bentuknya pemerintah dan pemerintahan.

10. Presiden RI harus Orang Indonesia Asli, seperti dalam bunyi kalusul pasal 6 ayat 1 UUD 1945, “Presiden Republik Indonesia adalah Orang Indonesia Asli”. Hal ini disebabkan Bangsa Indonesia yang mayoritas adalah Orang Indonesia Asli sudah selayaknya dipimpin oleh juga Orang Indonesia Asli.

11. Tidak tersangkut tidak pidana KKN,

Narkotika, dan tindak pidana lainnya.

12. Sehat, baik jasmani maupun rohani.

Kategori sehat jasmani adalah sehat secara fisik, sedangkan sehat rohani dalam makna ber-etika dan ber-moral.

NKRI yang memiliki struktur dan filosofi yang berlainan dengan negara lainnya di dunia memaknakan bahwa di dalam penetapan kriteria calon pemimpinya tidak bisa di samakan. Penggunaan kriteria yang sama dengan negara lain dalam hal penetapan pemimpinnya akan berdampak terhadap kesinambungan NKRI, karena pemimpin yang terpilih tidak sepenuhnya paham mengenai sistem, struktur dan pola yang seharusnya di kembangkan di NKRI. Oleh karena itu, penetapan kriteria yang didasarkan kepada sejarah bangsa Indonesia dan Pancasila adalah satu hal yang mutlak bagi kesinambungan dan keberlangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara di NKRI.

 

BIODATA PENULIS

 

Nama Lengkap : Deden Ferdian

Tempat, Tanggal Lahir : Serang, 15 Desember 1985

Nama Universitas : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA)

Alamat Universitas : Jln Raya Jakarta KM. 4 Pakupatan Serang-Banten Phone (0254) 280330.

Alamat Rumah : Jln Natuna Blok C1 No. 36 Total Persada Raya, Kota Tangerang

No Tlp : 0813 8222 3341

Alamat e-mail : This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it

 

 

Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.