Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
Silahkan Login & Kirim Warta

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?
Pewarta Online

Yang Terpinggirkan
Gaji Pensiun yang belum Terealisasi Juga.....
21/02/2013 | Husaeni Mabruri

KOPI - Mimpi manis untuk masa depan gaji pegawai pensiunan sipil hidupnya belum dirasakan oleh Bpk. [ ... ]


Gelora Sepeda
Fun Bike Meriahkan HUT Ke-69 TNI di Aceh.....
29/09/2014 | Syamsul Kamal
article thumbnail

KOPI, Aceh Jaya - Dalam rangka memperingati hari ulang tahun Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang ke 69, Komando Distrik Militer (Kodim) 0114 Aceh Jaya, mengegelar acara sepeda santai (fun Bike)  [ ... ]



Polling Warga
Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
 

Kolom Pewarta Kriteria Presiden RI Pemimpin yang Ideal (543/M)
DIRGAHAYU PERSATUAN PEWARTA WARGA INDONESIA (PPWI), 11 NOVEMBER 2007 - 11 NOVEMBER 2014, SENANTIASA TEKUN BELAJAR DAN BERKARYA BAGI PENCERDASAN BANGSA-BANGSA DI NUSANTARA DAN SEANTERO BUMI BRAVO PPWI... BRAVO INDONESIA... BRAVO PEWARTA WARGA...!!!

Pemimpin yang Ideal (543/M)

KOPI - Negara Republik Indonesia merupakan suatu negara kepulauan yang terdiri dari pulau-pulau yag berjajar dari sabang hingga marauke. Masing-masing pulau memiliki kebudayaan, suku serta bahasa yang beragam.Untuk itu Republik Indonesia membutuhkan seorang pemimpin yang sangat tepat untuk memimpin sekaligus simbol suatu Negara yang dapat menjadi penyatu dari suku-suku yang ada dalam Negara republik Indonesia ini.

Sebagai seorang pemimpin suatu negara, selain harus mampu memimpin masyarakat Indonesia yang beragam suku dan budayanya, juga harus bisa menjadi pemimpin yang ideal yang selalu dijadikan panutan bagi seluruh masyarakatnya. Berikut ini penulis sajikan beberapa karakter seorang presiden yang ideal untuk jadi pemimpin masyarakat Indonesia.

Karakter-karakter seorang pemimpin yang ideal :

1. Bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa

Negara Indonesia merupakan Negara yang mayoritas penduduknya adalah beragama islam, Negara yang menghormati penduduknya untuk memeluk agama yang diyakininya, tentu seorang pemimpinnya juga haruslah seorang yang ta’at beragama agar mampu menjadi panutan bagi masyarakatnya dibidang kehidupan beragama. Sehingga dapat menimbulkan ketentraman bagi masyarakat untuk memeluk agama sesuai dengan kepercayaannya masing-masing, hal ini sesuai dengan Undang-Undang dasar 1945 pasal 27 yang mnyatakan bahwa negaa menjamin kemerdekaan penduduknya untuk memeluk agama dan kepercayaannya masing-masing. Untuk itu seorang presiden yang ideal haruslah orang yang taat beragama.

2. Sehat secara jasmani dan rohani

Seorang pemimpin selain dilihat dari kecakapannya memimpin masyarakat banyak, namun juga haruslah mampu menunjukkan wibawanya dihadapan masyarakat umum. Biasanya bentuk fisik sangatlah berpengaruh rasa hormat masyarakat kepada pemimpinnya. Contoh pemimpin yang berbadan tinggi justru lebih dihormati dibandingkan pemimpin berbadan pendek. Begitu pula pemimpin yang ideal haruslah memiliki kesehatan sacara lahir dan batin. Karena untuk menjalankan roda pemerintahan dibutuhkan pemimpin yang sehat secara luar dan dalam, karena ia merupakan pelayan masyarakat umum sekaligus seorang simbol dari suatu Negara.

3. Mampu menjadi seorang negarawan

Seorang presiden dipilih langsung oleh masyarakat umum melalu pemilihan dengan mekanisme bebas jujur dan adil. Untuk mencalonkan diri sebagai seorang presiden, maka seseorang calon tersebut harus memiliki tim sukses untuk memenangkannya dalam pemilihan presiden tersebut dengan berbagai cara yang dapat menarik simpatik masyarakat. Biasanya dalam pencalonan ini akan terjadi kelompok-kelompok kepentingan yang menjadi sumber kekuatan sang calon untuk menang dalam pemilihan presiden tersebut.ini adalah hal-hal dalam pencalonan presiden,namun ketika sudah menjadi seorang presiden maka pemimpin tersebut harus mampu meninggalkan kepentingan kelompoknya menjadi kepentingan masyarakat umum. Karena ia bukan hanya menjadi pemimpin dari kelompoknya,namun sudah menjadi presiden yang secara sah menjadi pemimpin dari masyarakat umum. Inilah fenomena yang terkadang sulit dikendalikan oleh seorang pemimpin ketika terpilih menjadi seorang presiden, ia sukar menjadi pemimpin untuk semua golongan karena ada kepentingan dari kelompoknya. Jika pemimpin tersebut masih menjadi politikus tentu ia akan lebih memikirkan kepentingan kelompoknya dan mengabaikan kepentingan masyarakat umum. Namun seorang pemimpin yang bijaksana ia akan jadi seorang negarawan yang memikirkan nasib masyarakat banyak dibandingkan mementingkan kepentinngan kelompoknya, karena ia sadar sudah menjadi pemimpin dari masyarakat umum.

4. Memiliki kecerdasan Intelektual yang tinggi

Syarat secara keilmuan untuk menjadi seorang pemimpin haruslah memiliki kecerdasan yang tinggi. Namun untuk menjadi seorang pemimpin yang ideal tidak hanya tinggi tingkat kecerdasan IQ nya namaun juga harus tinggin tingkat kecerdasan ESQ untuk menjadi seorang pemimpin yang berintelektual yang tinggi. Karena untuk mendapatkan suatu pengaruh didalam masyarakat itu bisa dilakukan dengan beberapa cara, namun dipandang secara umum dari sudut keilmuanlah yang paling utama. Berikut ini beberapa jalan untuk mendapatkan pengaruh ditengah masyarakat : 1) Ilmu Pengetahuan, 2) Kekuasaan, 3) Kekayaan. Secara logika orang yang tahu tentang sesuatu tentu bicaranya lebih didengar orang karena ia dihormati berdasarkan pengetahuannya. Begitu pula orang yang memiliki kekuasaan, tentu ia akan menjadi orang yang berpengaruh didaerahnya karena kekuasaannya. Tentu kita sering mendengar istilah “Dimana ada gula disitu ada semut” itu adalah gambaran yang tepat untuk keberadaan orang-orang yang memiliki harta yang berlimpah yang dibutuhkan oleh orang-orang sekitarnya. Ini adalah gambaran orang-orang yang berpengaruh berdasarkan kelebihan masing-masing. Namun untuk seorang pemimpin lebih ditekankan dengan pengetahuannya, karena dizaman sekarang ini yang menjadi tolak ukur menjadi pemimpin bukanlah kekuatan dalam bertarung, melainkan dinilai dari tingkat kecerdasan otaknya. Untuk itu sebagai seorang pemimpin tentulah kecerdasan dibidang ilmu pengetahuan haruslah menjadi tolak ukur yang utama.

5. Memiliki harta yang mapan untuk kehidupannya

Tentu karakter ini akan banyak membuat pembaca bertanya-tanya dan akan menjadi sesuatu bacaan yang kontrovesial , karena memberikan karakter kekayaan untuk seorang pemimpin terkadang jadi tanda tanya dan tekadang banyak yang tidak berani memberikan karakter ini. Namun penulis dapat menjelaskan mengapa manuliskan faktor kekayaan didalam syarat menjadi pemimpin yang ideal. Adapun alasan penulis adalah berkaca dari beberapa fenomena yang kasus yang terjadi menimpa beberapa orang pemimpin di negeri ini yang tersandung masalah korupsi. Jika kita teliti lagi mengapa banyak pemimpin yang bermasalah dengan korupsi, alasannya karena uang yang sangat dibutuhkan oleh pemimpin kita, karena untuk memenuhi kebutuhannya, baik secara jasmani maupun rohani. Untuk itulah alasan penulis memberikan harta sebagai syarat untuk jadi pemimpin yang ideal. Dengan pemikiran bahwa pemimpin yang sudah mapan ia akan fokus dengan bekerja tanpa banyak memikirkan uang dan tidak mudah disuap dengan uang dikarenakan harta yang ia miliki sudah lebih dari cukup, dan ia bekerja bukanlah demi uang melainkan karena pengabdian semata. Sedikit saran untuk calon-calon pemimpin dinegri ini untuk belajar menjadi seorang wirausaha sebalum menjadi seorang pemimpin, agar ketika menjadi pemimpin ia tidak mengharapkan uang untuk bekerja, melaikan semata-mata untuk pengabdian, karena uang hasil dari usahanya jauh dari cukup untuk membiayai keluarganya.

6. Memiliki sifat yang tegas

Seorang pemimpin selain tugasnya mengatur dan memberikan kesejahteraan kepada masyarakat, juga harus mampu memberikan rasa aman kepada masyarakat yang dipimpinnya. Untuk itu ketegasan seorang pemimpin sangatlah berpengaruh didalam kepemimpinannya. ketegasan yang dimakud bukan hanya dalam keamanan saja namun juga dengan harkat dan martabat bangsa ini. Seperti yang dilakukan “Bung Karno“ di era orde lama dengan ketegasannya Indonesia mampu ditakuti di tingkat Internasional, terbukti Indonesia beberapa kali keluar masuk PBB. Bahkan mampu menentukan sikaf ketika dua ideologi dunia membuat Blok di PBB justru Bung Karno hadir dengan membuat gagasan Non-Blok sebagai Negara yang tidak ikut blok-blok dari kedua Negara Superpower yang bertikai.ini adalah contoh kejayaan dimasa silam yang dibangun dari sebuah ketegasan yang dimiliki oleh presiden Republik Indonesia saat itu. Begitu juga presiden yang ideal yang kita harapkan saat ini dan dimasa yang akan datang adalah seorang presiden yang tegas yang mampu membawa bendera Merah Putih kembali ditakuti oleh dunia yang mampu mengaum keras di daratan Asia hingga Eropa. Melihat realita yang sering terjadi saat ini banyak sekali pekerjaan seorang presiden yang harusnya diselesaikan dengan ketegasan yang tepat untuk mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, bebrapa kasus diantaranya kasus Ambalat,dan masih banyak lagi masalah dengan perbatasan Republik Indonesia dengan Malaysia khususnya, tapi pemerintah kita saat ini hanya bisa diam saja dengan alasan Diplomasi kedua Negara, harusnya jika pemimpin yang tegas mampu menentukan sikap dengan memnunjukkan bahwa Indonesia Negara yang bermartabat. Jia dibiarkan penyelesaian masalah ini tanpa ketegasan maka semakin lama Indonesia akan selalu dipandang lemah oleh Negara lain.

7. Pribadi yang berdisiplin tinggi

Pemimpin adalah orang yang mampu memberikan contoh yang baik kepada bawahannya, hal ini juga harus dimiliki oleh seorang presiden juga berlaku untuk hal kedisiplinan, karena untuk memimpin suatu Negara yang besar seperti Indonesia maka presiden yang memimpinnya haruslah berdisiplin tinggi hingga didalam dunia kerja di kantor maka seluruh pagawai juga akan ikut disiplin karena memandang pamimpinnya yang disiplin. Selain itu juga di dunia diplomasi dengan Negara lain juga akan menimbulkan rasa segan dari orang tersebut. Satu hal yang paling jadi masalah di Indonesia masih lazimnya kita mendengar kata-kata jam karet, hal ini karena kebiasaan mayoritas orang Indonesia yang berprilaku indisipliner, untuk itu seorang pemimpin terutama harus memiliki disiplin yang tinggi agar bisa diterapkan dengan bawahannya. Begitu juga presiden yang akan memimpin Negara Indonesia ini harus orang yang berdisiplin yang tinggi hingga mampu membuat para mentrinya juga disiplin karna mencontoh dari presiden. Untuk itu disiplin yang tinggi juga berpengaruh dalam menentukan suatu hasil dari pekerjaan.

8. Mampu mementingkan kepentingan publik diatas kepentingan pribadi

Secara hak pemimpin adalah pelayan dari masyarakat. Begitu pula seorang presiden, bahkan Republik ini dibentuk adalah untuk melayani kepentingan masyarakat.untuk itu juga seorang presiden harus merelakan untuk kepentingann pribadinya tersisihkan karena untuk kepentingan masyarakat umum. Begitu juga didalam implementasinya sehari-hari seorang presiden harus dengan lapang dada melaksanakan tugas Negara sebagai seorang kepala pemerintahan sekaligus kepala Negara untuk memimpin Negara ini dengan mementingkan kepentingan publik diatas kepentingan pribadinya. Memang hal yang sangat berat yang biasa dialami oleh seorang pemimpin dalam menjalankan tugasnya adalah memilih antara kepentingan pribadi dan kepentingan umum. Namun sebagai seorang pemimpin meski berat kepentingan publik adalah hal yang utama karena itu merupakan kepentingan hidup orang banyak. Sangat laur biasa ketika ada kaputusan seorang pemimpin untuk tetap melaksanakan hukum secara sah meskipun itu dilakukan terhadap anaknya sendiri, namun itulah pemimpin sejati yang taat hukum dan labih mementingkann kepentingan umum daripada kepentingan pribadi.

9. Menguasai bahasa asing, terutama bahasa Inggris

Sejarah mencatat bahwa presiden pertama Republik Indonesia Ir.Sukarno adalah orang yang sangat sukses menjalankan politik luar negri dengan konsep bebas dan aktif hingga membuat Indonesia ditakuti dimata dunia. Namun hal itu tidak terlepas dari kemahiran Bung Karno dalam menguasai Bahasa Asing. Presiden yang berkarismatik sangat sempurna berdiplomasi dengan menguasai 5 bahasa asing terutama bahasa internasional bahasa inggris. Begitu juga untuk calon pemimpin bangsa Indonesia dimasa yang akan datang haruslah orang yang mahir menggunakan bahasa asing terutama bahasa inggrris selaku bahasa resmi internasional, secara logika bagaiman pemimpin kita dapat melakukan hubungan kerja yang baik dengan Negara luar jika unutuk berkomunikasi dengan bahasa Negara mereka pemimpin kita tidak bisa. Lebih buruknya lagi ketika dalam hal perundingan tentang hal yang penting kita hanya mengangguk saja tanpa tahu apa maksudnya hingga setelah selesai baru tahu kalau perundingan yang diadakan adalah cara Neo-impralisme untuk menguasai Negara kita. Untuk itu salah satu kriteria untuk orang yang akan menjadi presiden Republik Indonesia harus lah orang yang mampu menguasai bahasa asing terutama bahasa inggris.

10. Harus mampu menjadi seorang figur

Jika orang berpendapat bahwa seorang pemimpin adalah seorang figur maka pemikiran itu salah, karena banyak pemimpin yang tidak bisa menjadi figur. Tetapi seorang figur dimasyarakat meski ia bukanlah seorang pemimpin namun ia akan tetap dihormati masyarakat. Untuk Presiden Indonesia yang memimpin rakyat Indonesia yang beragam terdiri atas suku-suku dan bangsa-bangsa maka haruslah mampu menjadi pemimpin yang uswatun hasnah, contoh yang baik bagi seluruh rakyat Indonesia sehingga akan selalu menjadi panutan serta jadi buah bibir diseluruh negri karena prilakunya yang baik dan disenangi masyarakat.

11. Memiliki jiwa seni

Seorang pemimpin terkadang stress dengan pekerjaan yang menumpuk, tugas Negara yang banyak serta jadwal yang padat hingga waktu luangnya untuk bersantai terkadang sangatlah sedikit. Tetapi jika seorang yang memiliki jiwa seni tentu ia akan menggunkan sedikit waktunya meskipun hanya 5 menit untuk menyegarkan fikrannya dengan seni yang ia miliki, contohnya seni nyanyi tentu ini akan memberikan sedikit penyegaran terhadap fikirannya dari rasa stres. Namun seni yang paling penting adalah seni kepemimpinan, bagaimanacara seorang presiden memimpin Negara besar sepereti Negara Indonesia ini yang terdiri dari suku-suku dan bangsa-bangsa yang beragam dan berbeda pula. Tentu cara untuk mengatur mereka juga dengan metode yang berbeda pula. Hal yang sangat menyenangkan ketika pemimpin mampu menyesuaikan diri dengan kultur masyarakat yang beragam. Itulah mengapa seni kehidupan dan seni kepemimpinan dibutuhkan dalam menjalankan roda pemerintahan.

12. Berkepribadian sosial yang tinggi

Seorang presiden adalah pengambil keputusan tertinggi dinegara Republik Indonesia, jadi setiap ada gejala alam, yang berbentuk musibah baik didalam negri sendiri maupun di Negara luar maka presidenlah yang paling berhak untuk membuat keputusan untuk membantu warga yang terkena musibah. Disinilah kita melihat bentuk kepribadian sosial seseorang pemimpin, jika ia seorang yang berkepribadian sosial yang tinggi tentu ia akan cepat mengambil keputusan untuk ikut membantu orang-orang yang terkena musibah tersebut. Inilah yang diharapkan kepada masyarakat kedepannya untuk melihat bagaimana sosok kepribadian sosial seorang pemimpn bukan hanya disaat mau mencalonkan diri saja namu juga dilihat dari kehidupan sehari-harinya. Inilah beberapa karakter presiden yang ideal yang kami dapat utarakan, semoga dapat membuka mata seluruh masyarakat Indonesia dalam menentukan pilihannya didalam memilih pemimpin bangsa Indonesia kedepannya.


Biodata Penulis

Nama : Yulia Fitriani

NPM : 2010100

Tempat/tanggal lahir : Lawang agung 16 – 01 -1995

Jurusan : Pendidikan Bahasa dan seni

Program studi : Bahasa dan sastra

Alamat : Lawang agung Muara Rupit

 

Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.