Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
LOGIN & KIRIM WARTA

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?
PEWARTA ONLINE

GELORA SEPEDAJatuh Bangun Nadine Go wes Bersepeda den.....
20/06/2017 | Didi Ronaldo

KOPI, Jakarta – Aktris Nadine Chandrawinata menyukai olahraga seperti  Renang, Menyelam, Senam serta olahraga baru yang kini Ia geluti yakni bersepeda. Ditemui di acara Polygon Follow Your Own P [ ... ]



POLLING WARGA
Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
 

Kolom Pewarta Kriteria Presiden RI Indonesia Butuh Pemimpin yang Progresif (553/M)

Indonesia Butuh Pemimpin yang Progresif (553/M)

KOPI -  Menyitir istilah yang digunakan oleh Prof. Tjip, kata “progresif” sebenarnya tidak hanya diperlukan dalam ranah hukum, tetapi juga kepemimpinan. Mungkin muncul pertanyaan, kenapa dua entitas tersebut (hukum dan kepemimpinan) hampir-hampir tidak ada implikasinya sama sekali. Sebelum berkomentar lebih banyak, alangkah baiknya jika kita mengetahui terlebih dahulu makna dan seperti apa konsep progresif itu.

Progresif berasal dari kata progress yang berarti kemajuan. Pemimpin hendaknya mampu mengikuti perkembangan zaman, mampu menjawab perubahan zaman dengan segala dasar di dalamnya, serta mampu melayani masyarakat dengan menyandarkan pada konsep-konsep moralitas. Urgenitasnya tidak bisa dielakkan lagi. Namun jangan salah klaprah, fleksibel terhadap perkembangan zaman bukan berarti kita harus melupakan identitas yang dimiliki. Pancasila juga bersifat fleksibel, tidak rigit. Tetapi fleksibel yang dimaksud adalah mampu menjadi aktual di setiap masa dengan tetap memegang teguh karakternya.

Setelah kita bersama-sama mengetahui gambaran dari makna dan konsep progresif. Selanjutnya, gambaran yang masih sangat umum tersebut akan coba dimanifestasikan lewat “12 kriteria Presiden Indonesia masa depan” agar kita semakin jelas, semakin paham, sehingga tidak perlu lagi meraba-raba apa maksud progresif itu. Presiden punya andil besar terhadap perubahan nasib bangsanya. Indonesia bisa saja mengulangi kejayaannya dulu, tidak lain dan tidak bukan jika memiliki pemimpin yang tepat.

Ada satu hal yang menarik. Kursi presiden di Indonesia sebenarnya mempunyai “dualisme status”. Maksudnya, meskipun hanya dijabat oleh perseorangan (individu), namun dalam sistem ketatanegaraan Indonesia kedudukannya sejajar dengan lembaga-lembaga tinggi negara. Jadi selain sebagai perseorangan (individu), presiden juga dapat dianggap sebagai suatu lembaga. Itu yang menyebabkan kenapa posisinya sangat vital bagi Bangsa Indonesia. Saat ini Indonesia tengah menghadapi apa yang dinamakan krisi multidimensi. Menurut Prof. Dr. Musa Asy’rie, akar dari krisi multidimensi ini adalah krisis kepercayaan. Masyarakat sudah mulai frustasi dengan pemimpin-pemimpin yang lebih sering bohong daripada jujur, lebih sering curhat daripada bertindak, dan lain sebagainya. Dalam kehidupan politik, kepercayaan adalah mutlak. Hanya pemimpin progresif (peka akan perubahan) yang bisa menciptakan kepercayaan itu.

Berikut adalah 12 Kriteria Presiden Indonesia masa depan yang terdiri dari kepingan-kepingan pemikiran progresif, namun melekat secara interaktif satu dengan lainnya.

Bersikap otentik

Tidak banyak kesusaian antara das sollen (teori) dan das sein (kenyataan) di Indonesia. Bersikap otentik artinya presiden harus bisa bersikap sesuai dengan tujuan aslinya. Banyak Undang-Undang, peraturan-peraturan, maupun keputusan-keputusan yang kita miliki. Tetapi tidak jarang hanya berakhir sebagai kertas usang. Presiden yang bersikap otentik, akan secara konsisten melaksanakan apa yang menjadi tugas dan tujuannya. Bukan hanya dalam tataran teoritis, tetapi juga praksis.

Anti status quo

Kemapanan memang baik, namun kemapanan yang sekarang sedang dinikmati Indonesia tidaklah sebaik seperti arti sesungguhnya. Indonesia sedang terkurung dalam krisis yang berkepanjangan. Praktek KKN seolah-olah mulai mendapatkan legalitas dan kelumrahan. Jika tidak ada presiden yang anti terhadap status quo (semua non revolusioner), maka negara ini juga tidak akan pernah dapat beranjak dari krisis fundamental. Gawatnya lagi, pembangunan segala aspek kehidupan berbangsa dan bernegara bisa saja mengalami kemunduran (berada di gigi “R”)

Bertindak luar biasa

Krisis yang dihadapi Indonesia sekarang bukanlah krisis sembarangan. Krisis “luar biasa”, itu sebutannya. Mungkin agak sedikit lebih kasar kalau dibandingkan dengan istilah krisis “multidimensi”, krisis “fundamental”, atau justru sebaliknya. Entahlah, namun yang pasti krisis luar biasa tersebut juga harus dilawan dengan tindakan yang luar biasa pula. Presiden jangan berfikir ajek, datar, dan tetap. Pola fikir demikian akan membuat nasib Bangsa Indonesia terus-menerus seperti ini (jalan di tempat), bahkan lebih buruk.

Independen dari Parpol

Negara kita sedang dikaveling Parpol. Hal itu bukan isapan jempol belaka, lihatlah berbagai unsur kepentingan Parpol yang sangat kuat di sendi-sendi pemerintahan. Tidak ada kepentingan rakyat yang istimewa. Sebaliknya, justru kepentingan Parpol (golongan) yang selalu menjadi prioritas. Presiden harus independen dari Parpol. Meskipun terpilih karena diusung Parpol, tetapi ketika sudah menjadi presiden, kepentingan-kepentingan apapun harus disingkirkan, kecuali kepentingan rakyat. Di negara demokrasi, “suara rakyat adalah suara Tuhan”.

Berjiwa idealis

Menemukan pemimpin yang berjiwa idealis itu bukan perkara mudah. Pemimpin jenis ini akan berusaha bersikap istiqomah antara hati, fikiran, dan perbuatannya. Tidak peduli mau seperti apa hambatan atau tantangan yang menghadangnya. Indonesia butuh pemimpin yang seperti demikian. Ketiadaan figur Presiden Indonesia yang berjiwa idealis, membuat pemberantasan korupsi maupun penegakan hukum di negeri ini berjalan terengah-engah. Hampir macet dan kehilangan arah.

Visioner

Pemimpin yang visioner mampu memandang jauh ke depan. Dia akan mengurangi apa yang disebut tension gap, yaitu mendekatkan realitas dengan visi, atau sebaliknya. Kriteria ini sangat cocok untuk pemimpin di negara-negara yang sedang dilanda krisis. Indonesia akan 50 langkah lebih maju jika memiliki presiden seperti demikian. Akan ada banyak pandangan-pandangan komprehensif dari presiden yang visioner. Namun tetap dalam bingkai kesederhanaan, sehingga tidak sulit untuk dipahami dan diwujudkan

Inovatif (thinking outside the box)

Sering kali kita merasa bahwa pergantian presiden tidak menimbulkan efek yang signifikan. Artinya, masalah-masalah dari dulu sampai sekarang ya tetap sama saja. Kita perlu memiliki presiden yang inovatif, tidak selalu berfikir konvensional. Non konvensional bukan berarti mutlak menghindari mekanisme yang ada. Lebih tepatnya memposisikan mekanisme sebagai suatu referensi, bukan patokan. Pemimpin penuh inovasi akan membuat jalan yang sebenarnya panjang menjadi pendek, dan masalah yang sesungguhnya kompleks menjadi sederhana.

Berani mengambil resiko

Semakin besar resiko yang kita ambil, maka semakin besar pula keuntungan yang kita peroleh ketika berhasil, begitupun sebaliknya. Rata-rata orang sukses bisa berhasil karena berani mengambil resiko. Namun tetap konsisten mengupayakan tujuannya. Oleh karena itu, Indonesia juga membutuhkan sosok presiden yang berani mengambil resiko. Dengan catatan, tetap konsisten mengupayakannya bagi kepentingan rakyat. Rakyat sudah semakin cerdas, mereka akan selalu simpatik dan mendukung pemimpin yang berani.

Bertindak cepat (tapi cermat)

Pemimpin yang sangat mobile biasanya diahadapkan pada sebuah paradoks. Di satu sisi, dia dituntut untuk bisa bertindak cepat dalam menyelesaikan setiap masalah yang ada agar tidak terus menumpuk. Namun di sisi lain, dia tidak boleh gegabah atau grusa-grusu ketika bertindak. Seorang presiden memang harus bertindak cepat, namun juga dibarengi dengan kecermatan. Kecermatan akan meminimalisir dampak yang ditimbulkan jika tindakan yang diambil ternyata tidak tepat.

Responsif

terhadap sekitar Kita lebih suka mengobati daripada mencegah, itulah masyarakat Indonesia. Meskipun telah ada adagium yang mengatakan, “sedia payung sebelum hujan”. Jika ingin mencegah agar tidak kehujanan, kita harus sedia payung. Sebelum sedia payung, kita harus tahu apakah akan terjadi hujan atau tidak. Itu gunanya responsif terhadap sekitar. Presiden juga perlu responsif, peka terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat. Jangan represif “baru” setelah terjadi masalah. Kalau seperti demikian, namanya presiden Lola (Loading Lama).

Tegas (tanpa pandang bulu)

Tarik ulur kepentingan-kepentingan politik dipemerintahan memang nyata adanya. Kadang kala, berbagai kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah justru sangat kental oleh muatan lobby-lobby politik pihak tertentu. Salah satu kriteria Presiden Indonesia yang dibutuhkan sekarang adalah tegas. Ketegasan itu bersifat objektif, tanpa pandang bulu. Hal tersebut bertujuan agar tidak ada lagi kepentingan-kepentingan politik yang menjadi parasit kebijakan pemerintah, selain hanya kepentingan rakyat.

Transformatif penuh restorasi Kata transformatif mempunyai ambiguitas. Bisa berarti perubahan dari yang buruk menjadi baik, maupun sebaliknya. Oleh karena itu, di sini kata transformatif dipertegas dengan tambahan kata restorasi (pemulihan). Perubahan yang kita harapkan sekarang adalah perubahan dari kondisi krisis (buruk) menjadi sejahtera (baik). Hanya presiden transformatif dan penuh restorasi yang dapat mewujudkan hal itu. Masyarakat sudah teralalu muak dengan gaya kepemimpinan yang lambat, lama membawa perubahan.

Referensi

Mujiran, Paulus. 2003. Kerikil-kerikil di Masa Transisi (Serpihan Esai Pendidikan, Agama, Politik, dan Sosial). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Rahardjo, Satjipto. 2008. Membedah Hukum Progresif. Jakarta: Penerbit Buku Kompas.


Identitas Penulis

Nama : Arie Hendrawan

TTL : Kudus, 28 Agustus 1992

Universitas : Universitas Negeri Semarang (Unnes)

Alamat : Ds. Jepang, RT5/RW10, Kec. Mejobo, Kab. Kudus

No. HP : 085740228837

E-mail : This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it

Facebook : Arie Hendrawan


Artikel Lainnya:

 

Keluarga Lintas Atjeh Buka Bareng "Bu Lam Oen"
Jumat, 23 Juni 2017

KOPI, ACEH SELATAN - Loyalitas, Solidaritas, Soliditas Dan Jiwa Korsa terus dipupuk oleh keluarga besar Lintas Atjeh, moment kebersamaan dalam meningkatkan tali silaturahmi dengan Bukber. Ada hal menakjubkan yang dilakukan keluarga Lintas Atjeh bersama anggota PPWI Aceh Selatan pada saat berbuka puasa di rumah Rahmatillah di Desa Simpang Tiga, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Selatan, Kamis (22/06/2017), yang menyajikan menu buka puasa... Baca selengkapnya...

PPWI Media Grup Aceh Selatan Bagi Takjil Gratis Kepada Pengguna Jalan
Rabu, 21 Juni 2017

KOPI, ACEH SELATAN - Bulan Suci Ramadhan adalah penuh berkah, semua orang, organisasi atau komunitas berlomba - lomba memanfaatkan untuk berbuat kebajikan, tak terkecuali Komunitas Persatuan, Pewarta Warga Indonesia (PPWI) DPC Aceh Selatan. Setelah sebelumnya media Lintas Atjeh dan PPWI Aceh Selatan melaksanakan buka puasa bersama dan menyantuni anak yatim piatu di Desa Lhok Ruekam, Kecamatan Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan. Kali ini kembali... Baca selengkapnya...

Sucikan Hati, Bersihkan Jiwa, Media Lintas Atjeh Santuni Dhuafa
Rabu, 21 Juni 2017

KOPI, ACEH SELATAN - Dalam bulan puasa ini mari kita sucikan hati bersihkan jiwa, saling peduli dan mengasihi, masih banyak saudara kita yang butuh perhatian dan kasih sayang, terlebih kepada kaum dhuafa dan yatim piatu. Hal tersebut disampaikan oleh Pimred Lintas Aceh Ari Muzakki pada saat mengunjungi kediaman kaum dhuafa dan anak yatim piatu bersama rombongan dalam rangka buka puasa bersama dan menyantuni yatim piatu di Gampong Lhok Reukam,... Baca selengkapnya...

Cek Endra Beri Santunan Masyarakat Di Pasantren Miftahul Jannah
Selasa, 20 Juni 2017

  KOPI Sarolangun, Memberi santunan pada Anak yatim, orang tua Jompo serta masyarakat telah menjadi kebiasaan dimata publik dan semakin  melekat pada sosok Cek Endra yang kini juga menjabat sebagai Bupati Sarolangun. Pasalnya, Kegiatan Santunan tersebut kerab dilakukan Cek endra bukan hanya saat Bulan Ramadhan, akan tetapi telah menjadi kebiasaan, sebab berbagi dan bersodakoh adalah merupakan Amal yang Pahalanya terus mengalir. Kegiatan itu... Baca selengkapnya...

Presiden Joko Widodo Gelar Buka Puasa Bersama Anak Yatim di Istana
Selasa, 20 Juni 2017

KOPI, Jakarta - Buka puasa dilaksanakan secara lesehan di Istana Negara, Senen (12/6-17). Presiden mengundang anak yatim piatu dan penyandang disabilitas berbuka bersama di istana. Sebelum berbuka di awali pembacaan pemenang lomba Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) tingkat anak-anak digelar tadi pagi (red. Senen). Acara dilanjutkan dengan mendengarkan kultum dan buka puasa bersama. Presiden Jokowi beserta anak yatim menunaikan Shalat Maghrib... Baca selengkapnya...

Kordias Resmi Jabat Wakil Ketua DPRD Riau Sisa Masa Jabatan 2014-2019
Selasa, 20 Juni 2017

KOPI, Pekanbaru - Rapat paripurna DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) dipimpin oleh Ketua DPRD Riau Septina Primawati didampingi Wakil Ketua Sunaryo dan Noviwaldy Jusman bertempat di ruang paripurna gedung DPRD Riau ,Kamis (15/6-17 ) Ketua DPRD Riau Hj. Septina Primawati mengungkapkan, pelantikan dilakukan sesuai dengan SK Mendagri nomor 161.14-3247 Tahun 2017, perihal pemberhentian dengan hormat wakil ketua DPRD Riau atas nama Manahara... Baca selengkapnya...

Ketum PPWI Hadiri Undangan Buka Puasa Bersama di Kediaman Dubes Maroko
Minggu, 18 Juni 2017

KOPI, Jakarta – Ketua Umum PPWI Wilson Lalengke, yang adalah juga Ketua Persaudaraan Indonesia-Sahara-Maroko (Persisma), berkesempatan menghadiri undangan Iftar (berbuka puasa) bersama di Kediaman Resmi Duta Besar Kerajaan Maroko untuk Indonesia, H.E. Mr. Oubadia Benadbellah, Kamis, 15 Juni 2017. Acara yang dimulai sejak pukul 17.30 Wib itu diawali dengan temu-ramah dengan Bapak Dubes Maroko, sekaligus sebagai ajang perkenalan karena beliau... Baca selengkapnya...

NASIONALDPD RI Cek Kesiapan Final Pelabuhan Tanj.....
23/06/2017 | Yeni Herliani

KOPI, Tanjung Priuk - Wakil Ketua DPDRI Nono Sampono sambangi pelabuhan tanjung priuk dan terminal Pulogebang mengecek info kesiapan moda transportasi [ ... ]



PENDIDIKANObrolan Santai dengan Kepsek SMK I Sei K.....
19/06/2017 | Didi Ronaldo

KOPI, Pelalawan - Pak Kepsek (Kepala Sekolah) saya dengar dulu Sekolah ini milik yayasan alias swasta, kini sudah negeri bagaimana ceritanya. Betul ,  [ ... ]



EKONOMIHari ke-14, Pengunjung Jakarta Fair Menc.....
23/06/2017 | Yeni Herliani

KOPI, Jakarta - Malam muda-mudi yang diadakan dalam rangka menyambut hari ulang tahun Kota DKI Jakarta yang ke-490, berhasil digelar dengan meriah di  [ ... ]



HANKAMBeri Penyuhan Hukum, Yonif PR 502 Kostra.....
23/06/2017 | Yeni Herliani

KOPI, Kalimantan Barat - Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI – Malaysia Yonif Para Raider 502 Kostrad yang dipimpin oleh Letkol In [ ... ]



OLAHRAGAIni Dia Para Pemenang Wrangler True Wand.....
21/06/2017 | Yeni Herliani

KOPI, Jakarta - Sebuah petualangan besar tahun ini “Wrangler True Wanderer 2017” baru saja menemukan pemenangnya. Mereka telah menunjukan bahwa m [ ... ]



PARIWISATAJakarta Fair Kemayoran Tetap Buka di Har.....
23/06/2017 | Yeni Herliani

  KOPI, Jakarta - Penyelenggaraan Jakarta Fair Kemayoran (JFK) 2017 kini telah memasuki hari ke-15. Sebanyak 2.700 perusahaan yang tergabung dalam 1 [ ... ]



OPINIPeran dan Komitmen Pemerintah dalam Upa.....
21/06/2017 | Harjoni Desky

Jaminan Kesehatan Nasional atau yang lebih dikenal dengan sebutan JKN, hadir dalam rangka memenuhi hak masyarakat dalam bidang kesehatan. Pemenuhan ha [ ... ]



PROFILObrolan Santai dengan Camat Sentajo Agus.....
11/06/2017 | Didi Ronaldo

KOPI, Kuantan Singingi - Obrolan santai dengan Camat Sentajo Raya Agus Iswanto, SSTP dengan wartawan Pewarta- Indonesia di ruangan kerjanya, hari Jum [ ... ]



SOSIAL & BUDAYAYoesi Ariyani Lestarikan Tari Klasik Jaw.....
28/05/2017 | Yeni Herliani

KOPI, Jakarta - Dalam era globalisasi sekarang ini, nilai-nilai tradisi sudah mulai banyak ditinggalkan oleh masyarakat modern karena dianggap tidak s [ ... ]



ROHANIAl Quran dalam Seni Batik.....
13/06/2017 | Muladi Wibowo
article thumbnail

  KOPI -  Mengisi bulan dengan beragam amalan merupakan hal yang biasa dilakukan oleh kaum muslim dimana saja, hal yang berbeda terjadi di kawasa [ ... ]



RESENSIFilm Jailangkung: Dari Permainan, Beruba.....
15/06/2017 | Yeni Herliani

KOPI, Jakarta - PERMAINAN boneka jailangkung masih adakah yang memainkannya? Ada dan banyak. Ritual pemanggilan arwah sangat lumrah dilakukan. Apalagi [ ... ]



CERPEN & CERBUNGKetika Gunung Juga Punya Cara.....
22/03/2016 | Anjrah Lelono Broto

KOPI - Gunung memiliki cara sendiri untuk menunjukkan kediriannya. Gunung juga memiliki mulut dan lidah tersendiri untuk berbicara. Gunung adalah gunu [ ... ]



PUISIMenatap Rasa.....
07/06/2017 | Mas Ade

Masih di bulan Juni Angin mendatangi jendelaku Bisikkan rindu yang basah Oleh hujan bulan Mei Meski embun tetap nyenyak dalam tidurnya Mendekap s [ ... ]



CURAHAN HATISeptember Nanti Tembilahan Tuan Rumah Wo.....
06/06/2017 | Didi Ronaldo

KOPI, Pekanbaru - Indragiri Hilir (Inhil) merupakan daerah penghasil Kopra terbesar di Asia, 432 ribu Hektare kebun Kelapa milik rakyat maupun milik  [ ... ]



SERBA-SERBIMalam Muda Mudi Meriahkan Perayaan HUT J.....
23/06/2017 | Yeni Herliani

KOPI, Jakarta - Malam muda-mudi yang diadakan dalam rangka menyambut hari ulang tahun Kota DKI Jakarta yang ke-490, digelar dengan meriah. Pada dasarn [ ... ]


Other Articles

Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.