Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
Silahkan Login & Kirim Warta

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?
Pewarta Online
None

Yang Terpinggirkan
Gaji Pensiun yang belum Terealisasi Juga.....
21/02/2013 | Husaeni Mabruri

KOPI - Mimpi manis untuk masa depan gaji pegawai pensiunan sipil hidupnya belum dirasakan oleh Bpk. [ ... ]


Gelora Sepeda
“Nongkrong di Haus Berbonus” Raih MU.....
30/06/2013 | Arifin

KOPI - PT ABC President Indonesia menggelar serangkaian kegiatan “Nongkrong di Haus Berbonus”, Minggu pagi (30/6) di Plaza Utara Senayan, Jakarta. Event tersebut diselenggarakan serentak di tiga K [ ... ]



Polling Warga
Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
 

Kolom Pewarta Kriteria Presiden RI Sosok Sederhana Sang Nomor Satu (567/S)
Redaksi Koran Online Pewarta Indonesia (KOPI) bersama segenap pengurus dan anggota PPWI se-Indonesia menyampaikan Selamat Menjalankan Ibadah Puasa di bulan Ramadhan 1435 H, kepada seluruh umat Muslim dan Muslimat sebangsa dan setanah air dan di seluruh dunia. Semoga senantiasa dilimpahkan rahmat dan pahala yang berlimpah di bulan suci penuh rahmat ini bagi setiap anak negeri di segenap penjuru nusantara... Amin...

Sosok Sederhana Sang Nomor Satu (567/S)

KOPI -  “ Sebenarnya siapakah sosok yang baik untuk Indonesia ? Lalu apakah ditangannya nanti masa depan Indonesia akan cerah ? Apakah kami harus memilih ? Ataukah kami hanya bisa golput ? Kami bingung semua menebar janji pemerintahan yang indah. “

 

Pertanyaan – pertanyaan ini akan mulai berkecamuk dihati para rakyat Indonesia ketika genderang pemilu sudah ditabuh,semuannya ikut menggaet simpati rakyat yang sama. Rakyat miskin. Paradigma. Bukankah ini semua sudah basi ?. Janji-janji diobral kesana-sini dengan seenaknya,tanpa memperdulikan secercah harapan dari sang rakyat yang dijanjikan. Sebenarnya rakyat Indonesia ini tidak muluk dalam meminta Sang Nomor Satu ini. Hanya meminta orang yang sederhana,yang dapat membangkitkan Sang Garuda yang masih tertidur lelap dalam persembunyiannya. Bukan meminta sesosok orang yang sempurna. “ Dari rakyat,untuk rakyat,dan oleh rakyat “ sebuah kalimat yang khas bukan ?. Didalam hal ini rakyatpun tak ingin pula memaksa kehendaknya untuk Sang Nomor Satu ini. Kami hanya meminta Sang Nomor Satu itu setidaknya :

1. Mempunyai Pondasi yang Kuat.

Mempunyai pondasi yang kuat dapat dibentuk dengan :

a. Iman : Iman merupakan kata sering lalu lalang dikeseharian manusia. Iman disini berarti percaya. Sosok seorang pemimpin haruslah memiliki pondasi ini,dengan keimannya merupakan tolak ukur seseorang dalam berbuat.

b. Bersih : Bersih disini bermaksud bersih dalam pikiran,perbuatan,terutama dari NEPOTISME. Sedikit menyinggung menurut saya NEPOTISME adalah awal dari saudara-saudara seperjuangannya yaitu KORUPSI dan KOLUSI

c. Sehat jasmani dan rohani : Bukan berarti seseorang yang menderita penyakit tertentu tidak dapat menjadi pemimpin yang baik. Tetapi alangkah baiknya seorang pemimpin tidak mempunyai penyakit yang mematikan,karena mengurus masalah Negara sudah merupakan hal yang berat.

2. Memahami Benar Negara Indonesia.

Memahami bukanlah mengingat dimana mengingat merupakan suatu hal yang dingat dengan otak yang bisa saja suatu saat nanti terlupakan. Memahami ialah kata yang dapat diartikan dengan mengerti suatu hal tetapi memahami seluk-beluk hal tersebut. Jadi sosok pemimpin haruslah mengerti bagaimana negaranya mulai dari ekonomi,geografi,antropologi,dan sebagainya. Disini bisa diartikan pempimpin haruslah “Sayang Terhadap Negara “ walaupun suatu saat nanti ia akan turun,tetapi rasa sayang terhadap Negaranya harus tetap membahana didalam hatinya.

3. B3 ( Berbudaya,Benar,Berfikir Ala Remaja )

Berbudaya : Seorang budayawan mengerti benar nilai estetika dari negara itu sendiri,mulai dari keragaman suku,ras,bangsa,etnis. Seorang yang berbudaya dapat memciptakan satu ikatan dimana semua orang tanpa terkecuali dapat menjadi satu padan. Benar : Benar disini dimaksud dengan seseorang haruslah benar dalam bertindak,yang dibutuhkan Bangsa Indonesia bukannlah orang yang kaya melainkan orang yang benar. Karena dalam setiap tidakkan orang ini selalu diikuti kata benar yang positif. Bangsa Indonesia tahu betul kita membutuhkan sosok pemimpin yang benar dalam kejujuran,kedewasaan dalam memimpin dan benar dalam kebijaksanaanya. Berfikir Ala Remaja : Remaja bisa dikatakan sosok emas dengan segala pemikiran dan ide kreatifnya yang tumbuh dalam otak remajanya. Sosok pemimpin yang dapat menenrjemahkan segala sesuatu dan menyelesaikan sesuatu dengan kekreatifannya tanpa membuat sesuatu itu menjadi lebih sulit, dapat diartikan sebagai “ Berfikir Ala Remaja “.

4. Memiliki Orisinalitas Tinggi

Sebagai Seorang Pemimpin. Orisinalitas dapat diartikan berasal dari dalam dirinya sendiri. Orisinalitas dibutuhkan oleh seorang pemimpin karena dapat mencitakan inovasi baru,ide-ide spektakuler dalam memecahkan atau bahkan dalam memulai sesuatu yang baru.

5. Memiliki Nilai Kerelatifan.

Dalam setiap pemikiran seorang pemimpin haruslah seimbang,tidak memberatkan siapapun atau golongan apapun. Disinilah nilai kerelatifan itu muncul karena Sang Pemimpin ini harus memutar otak sedemikian rupa agar tidak memberatkan atau menguntungkan ( secara berlebihan ) perseorangan atau kelompok.

6. Berindak dan Berperilaku Layaknya Pelaku Sejarah.

Menjadi seorang superhero yang datang dikala genting,dan namanya tergores disetiap pemikiran rakyatnya. Disini bukan berarti seseorang harus menjadi orang yang selalu ingin dipuji tetapi menjadi orang yang berada digaris depan walaupun dia dicemooh oleh Pengamat Sejarah. Ia tetap pada dirinya sendiri yang Pelaku Sejarah tidak menjadi pecundang dan mundur sebelum perang dimulai.

7. Menanamkan Peribahasa “ Diam adalah Emas “ dalam Dirinya.

Kami sudah bosan dengan para pemimpin yang hanya bisa mengumbar janji tanpa adanya perubahan dan hasil. Kami merindukan sesosok orang yang “ kalem “ dan tidak mengumbar janji jikalau ia tidak dapat memenuhninya. Sesosok yang pendiam tetapi cepat dalam menangani segala macam kekacauan dalam ruang lingkupnya.

8. Memiliki Filosopi “ Tukang Abu Gosok “.

Bisa kita lihat tukang-tukang abu gosok,jika kita membeli abunya walaupun hanya Rp. 200,00 ia terlihat sedih ? justru tidak setelah ia mengambil abu yang kita minta masuk kedalam plastic,ia pasti akan bertepuk tangan. Disini bukan berarti tepuk tangan secara arti yang benar,ia hanya membersihkan sisa-sisa abunya yang menempel ditangannya. Apa yang kita bisa petik darinya ?. Ini sangat sederhana kita harus tetap berusaha walaupun hanya mendapatkan sedikit yang kita mau,tetapi setidaknya kita sudah berusaha. Dan CERIA bukankah tadi ia tetap menepuk tangannya ? itu tanda keceriaan yang harus dimiliki seorang pemimpin. Bukan berarti mereka harus menepuk tangan sepanjang waktu. Tetapi harus memiliki keceriaan dan tidak menampakan kekesalan. Bagaimana ia bisa berwibawa dimata rakyatnya,jikalau air muka menampakkan rasa kekesalan ?.

9. Tidak Menempatkan Diri Sebagai Pemimpin melainkan Sebagai “ Sahabat “.

Sahabat merupakan tempat kita menumpahkan segalanya mulai dari senang,sedih,cinta dan sebagainya. Pemimpin yang bisa menempatkan dirinya seperti sahabat rakyatnya merupakan pemimpin yang spektakuler. Karena sudah pasti merakyat dia juga dapat merangkul keseluruhan masyarakat. Bisa membagi keluh kesah kita pada sang Presiden merupakan hal yang sangat diidamkan banyak orang. Terutama lagi kalau dia dapat menjadi sahabat rakyatnya tanpa memerdulikan golongan,ras,agama,dan status sosial.

10. Agresif

Agresif disini bukan dalam arti yang sebenarnya,melainkan berarti cepat,tangkas,dan peka. Kenapa agresif dibutuhkan ?. Karena dengan keagresifan seorang pemimpin dapat mempercepat dalam sektor manapun. Dan yang paling diutamakan adalah sektor generasi-generasi calon Einstein dari Indonesia masa datang.

11.Anti Kata “ Stress “.

Sudah hal yang lumrah bagi Sang Nomor Satu sebagai pemikir handal,karena apa ? karena dia harus memikirkan masalah Negara yang kita sudah tahu itu berat. Disinilah peran Anti Kata Stress,ia haruslah bukan orang yang tempramen tinggi. Tidak mungkinkan Sang Presiden ini akan membiarkan rakyatnya hidup menderita,karena ia sudah terlalu stress memikirkan permasalahan yang bukannya berkurang malah justru bertambah setiap detiknya. Lalu apa gunanya presiden kalau begitu ?. Presiden disini dituntut untuk bertanggung jawab karena ia sudah diberi kepercayaan dari rakyat Indonesia ini. Haknya pulalah yang harus melakukan ini tanpa tersirat kata stress dalam benaknya.

12. Sebagai Contoh.

Bisa sebagai contoh bagi rakyatnya,merupakan hal yang terutama bagi pemimpin. Ada peribahasa yang berbunyi “Guru kencing berdiri murid kencing berlari. “,seperti anak balita yang sedang berusaha mengikuti peran orang-orang sekitar terutama orangtuanya. Beginilah rakyat mengikuti pemimpinnya. Kalau pemimpinnya saja doyan korupsi,tak memperdulikan rakyat. Lalu apa jadinya rakyat jika mereka mengikuti itu semua ?. “ Tiada Gading yang Tak Retak “ itulah peribahasa untuk manusia. Ya benar manusia tiada yang sempurna. Bukan berarti menjatuhkan,memojokkan,mencela seseorang atau suatu kelompok tertentu. Ini hanya bentuk dalam menyampaikan aspirasi yang membeludak di jiwa dan sebagai tempat mentafakurkan diri untuk para calon-calon pemimpin masa depan. Mulailah bertafakur dengan satu kalimat yaitu “ Sudahkan saya benar-benar siap ? “.

 

Biodata Penulis

 

Nama : Indriani Kusmanto

Tempat,tanggal lahir : Jakarta,23 Juli 1995

Alamat : Jl. Jatijajar I Rt 05/ Rw 03 no.46 Tapos,Depok,Jawa Barat

Nomor Telepon : ( 021 ) – 87910622 / 0857 7011 1271

Nama Sekolah : SMA Yaspen Tugu Ibu 1 Depok

Twitter : @indriaindi

 

 

Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.