Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
Silahkan Login & Kirim Warta
            Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?

Pewarta Online

Komentar Warga

Yang Terpinggirkan
Gaji Pensiun yang belum Terealisasi Juga.....
21/02/2013 | Husaeni Mabruri

KOPI - Mimpi manis untuk masa depan gaji pegawai pensiunan sipil hidupnya belum dirasakan oleh Bpk. [ ... ]


Gelora Sepeda
Remaja Kuningan Gagas Gerakan Gemar Bers.....
22/02/2013 | Andri Ana

KOPI, Kuningan – Untuk mengurangi kenakalan remaja di jalanan, memang dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya adalah dengan olahraga bersepeda. Hal tersebutlah yang dirintis oleh beberap [ ... ]



  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
Statistik
Anggota : 6153
Isi : 8596
Content View Hits : 2858841
mod_vvisit_counterPengunjung Hari ini1574
mod_vvisit_counterPengunjung Kemarin6413

Warga Online : 116
IP Kamu : 54.242.188.217
Polling Warga
Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
 

Kolom Pewarta Kriteria Presiden RI Karakter Calon Pemimpin Masa Depan (684/M)

Karakter Calon Pemimpin Masa Depan (684/M)

KOPI -  Kantor KIP Kabupaten Aceh Utara siang itu terpaksa dijaga oleh satuan Polisi dari Polres Kota Lhokseumawe, penjagaan tersebut dilakukan untuk menghindari terjadinya anarki oleh para demonstrasi, sebab pukul 2 siang akan ada demonstrasi besar-besaran yang dilakukan oleh para pendukung para calon bupati yang merasa calon bupati lain melakukan kecurangan pada masa kampanye yang telah ditetapkan KIP bagi seluruh calon bupati di Kabupaten Aceh Utara.

 

Dilain pihak Pemerintah Daerah Aceh dan DPRA Provinsi Aceh marah dan segera akan mengirim tim ke Jakarta setelah mengetahui calon anggota Panwaslu yang diusulkan ke pusat (KPU Pusat) ternyata masih mendapat sambutan negatif dikarena perbedaan sudut pandang dalam melihat persoalan sistem rekrutmen Panwaslu, KPU Pusat berpedoman pada Undang-Undang No 22 tahun 2007 tentang Penyelenggara Pemilahan Umum sedangkan Pemda Aceh dan DPRA perbatokan kepada Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh.

Cerita di atas adalah cuplikan dari kasus yang terjadi pada Pilkada Aceh Utara pada tahun 2007 dan persoalan PEMILU pada tahun 2009 yang lalu. Jujur, kasus-kasus tersebut telah menyedot perhatian publik khususnya masyarakat Aceh. Dan ketika kasus tersebut terjadi sedikit banyak telah mempengaruhi roda pemerintahan khususnya di daerah pada saat itu dan berdampak negatif bagi kehidupan masyarakat setempat. Untuk itu, hendaknya secuil persoalan Pilkada dan PEMILU di atas menjadi pelajaran bagi semua pihak yang berkompenten guna menyukseskan Pilkada pada tahun 2010.

Tulisan ini sedikit mencoba menggambarkan menu ujian demokrasi pada tahun 2010. Seperti telah diketahui, bahwa pada tahun 2010 bangsa Indonesia kembali akan diuji kemampuannya dalam menangani pesta demokrasi di daerah. Rasanya menu ujian demograsi 2010 tersebut tak kalah beratnya dengan persoalan yang dialami pada tahun 2009 ini misalnya saja kasus Chandra dan Bibit ataupun kasus Bank Century. Ujian demograsi tersebut, sekali lagi akan mempertaruhkan kredibilitas pemerintahan SBY. Tanda-tanda ini sudah terlihat mana kala 246 daerah yang terdiri dari 7 provinsi, 35 kota dan 204 kabupaten, tidak ada satu pun yang menyatakan siap melaksanakan Pilkada.

Persoalan kemudian apakah dengan ketidaksiapan daerah untuk melaksanakan Pilkada tersebut mendapat respon yang sama dari pemerintah SBY. Bila jawabannya “ia” maka hal ini akan menimbulkan banyak persoalan, diantaranya yakni roda pemerintahan dan pembangunan di daerah akan timpang dan berjalan ditempat, dikarenakan roda pemerintahan dijalankan hanya oleh seorang PJS (Pejabat Sementara). Banyak contoh yang bisa kita tambilkan khususnya pada tahun-tahun yang lalu manakala kepala daerah diberikan kepada Pjs Gubernur atau Pjs Bupati yang posisinya belum defenitif.

Demikian juga bila respon pemerintah SBY jawabannya “tidak setuju” dalam artian tetap melaksanakan Pilkada pada 246 daerah tersebut, maka hal tersebut juga akan menimbulkan banyak persoalan seperti bagaimana persoalan dana untuk pelaksanaan Pilkada tersebut? Sebab diketahui bersama bahwa Pilkada di daerah sekarang menjadi tanggung jawab daerah, pemerintah pusat sifatnya hanya membantu dengan wujud memberikan dana hibah. Soal dana kita bisa mengambil contoh daerah Jambi untuk pilkada, dimana Jambi menganggarkan Rp 54 miliar, tapi sampai saat ini Pemprov Jambi hanya punya 35 milyar. Artinya pemerintah (pusat) harus mencari cara menutupi 19 miliar. Persoalan tersebut tidak hanya berhenti sampai disitu, disebabkan anggaran pelaksanaan Pilkada bagi 246 daerah, tentunya berbeda satu sama lainnya, demikian juga kemampuan daerah soal penyediaan anggaran juga berbeda.

Oleh karena itu, perlu disadari dalam memilih pemimpin ada tanggung jawab yang akan dipikul di hadapan Allah SWT terhadap pilihan kita. Di sinilah pentingnya seorang pemilih mengenal calon pemimpinnya. Agar bisa mengetahui kesesuaiannya dengan karakter pemimpin ideal yang diatur oleh Islam. Kalau ternyata sesuai, maka jangan sungkan memberikan suara. Berikut karakteristik pemimpin dalam Islam yaitu :

1. Jujur

Pemimpin Islam haruslah jujur kepada dirinya sendiri dan pengikutnya. Seorang pemimpin yang jujur akan menjadi contoh terbaik. Pemimpin yang perkataan dengan perbuatannya senantiasa sejalan.

Di antara manusia ada yang mengatakan: "Kami beriman kepada Allah dan hari kemudian, " pada hal mereka itu Sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman. Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka Hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar. Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta. (Q.S. Al-Baqarah ayat 8 -10)

2. Kompeten

Kompotensi dalam bidangnya mutlak dimiliki oleh seorang pemimpin akan mengikuti seseorang jika ia benar-benar meyakini bahwa orang yang diikutinya benar-benar tahu apa yang sedang diperbuatnya. Setiap manusia tentunya diberikan kelebihan dan kekurangan.Kesalahan terbesar bagi seorang pemimpin adalah ketika dirinya tidak bisa melihat potensi seseorang dan menempatkannya pada tempat yang semestinya. Selain ia bisa melihat potensi pada diri seseorang, seorang pemimpin dengan caranya yang paling baik, ia bisa mengasah potensi mereka yang berada dalam kepemimpinannya. Mengasah potensi seseorang berbeda dengan "memaksa" seseorang untuk menjadi seseorang yang tidak di inginkannya.

3. Inspiratif

Seorang pengikut akan merasakan 'aman' jika pemimpinnya membawanya pada rasa nyaman dan menimbulkan rasa optimis seburuk apa pun situasi yang sedang dihadapi.

4. Sabar

Pemimpin Islam haruslah sabar dalam menghadapi segala macam persoalan dan keterbatasan, serta tidak bertindak tergesa-gesa dalam mengambil keputusan. Sebagai orang yang beriman dan telah menjadikan Islam sebagai pegangan dan tuntunan hidup, tentunya kita bisa belajar banyak dari keistiqomahan orang Jepang untuk mengajarkan kesabaran kepada generasi penerusnya. Jika di Jepang yang orang-orangnya menjadikan agama bukan sebagai prioritas kehidupannya saja bisa merekrut sikap sabar sebagai salah satu sendi moral yang harus dianut, tentu saja kita sebagai muslim harusnya bisa lebih baik lagi. Karena sabar di dalam Islam merupakan salah satu tuntunan akhlak Islam yang harus dilaksanakan dalam kehidupan ini. Sebagaimana firman Allah SWT : Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. selalu membantu orang-orang yang sabar” (QS. Al-Baqarah ayat 153). Menurut keterangan yang diambil dari buku tarjamah Riadhus Shalihin hadist diatas memberi pengertian bahwa kesopanan diri dan kesabaran itu terjadi dengan latihan dan usaha perjuangan melawan hawa nafsu. Kesabaran ada tidak semata-mata datang tanpa usaha ikhtiar. Dan Allah di samping ikhtiar usaha kita itu, akan membantu (menolong) sehingga terlaksana. Jadi jelaslah bahwa kesabaran merupakan tuntunan di dalam Islam.

5. Rendah hati

Seorang pemimpin Islam hendaklah memiliki sikap rendah hati. Tidak suka menampakkan kelebihannya (riya) serta tidak merendahkan orang lain. Ada sebagian orang yang bisa menerima kebenaran jika kebenaran itu bersumber dari orang yang lebih tinggi strata sosialnya daripada dirinya. Tapi jika kebenaran itu bersumber dari orang yang dianggapnya lebih rendah darinya, ia enggan untuk menerimanya. Berbeda dengan orang yang mempunyai sifat rendah hati, ia akan selalu menerima kebenaran dari siapapun sumbernya, baik dari orang miskin ataupun orang kaya, dari orang hina ataupun orang mulia, dari orang kuat ataupun orang lemah, dari kawan ataupun lawan.

6. Musyawarah

Musyawarah atau syura adalah sesuatu yang sangat penting guna menciptakan peraturan di dalam masyarakat mana pun. Setiap negara maju yang menginginkan keamanan, ketentraman, kebahagiaan dan kesuksesan bagi rakyatnya, tetap memegang prinsip musyawarah ini. Tidak aneh jika Islam sangat memperhatikan dasar musyawarah ini.

7. Mampu berkomunikasi dengan rakyatnya

Kapasitas ilmiah serta empati dan rasa sensitivitas yang baik akan mereka yang dipimpinnya, pada akhirnya akan melahirkan seorang pemimpin yang mampu berkomunikasi dengan baik kepada rakyatnya. Komunikasi yang baik kepada rakyatnya bukanlah sekadar kemampuan retorika yang baik, tetapi juga kemampuan memilih hal yang akan dilempar kepada publik serta timing yang tepat dalam melemparkannya. Kematangan seorang pemimpin akan membuatnya mampu berkomunikasi yang jauh dari sikap emosional. Dan yang terpenting dari semua itu adalah sang pemimpin akhirnya mampu mengambil sebuah kebijakan yang tepat dalam sebuah kondisi yang memang dibutuhkan oleh rakyat yang dipimpinnya. Dengan demikian seorang pemimpin dan calon pemimpin masa depan, amanah bukanlah suatu kemegahan dan kebanggaan, dan bagi yang akan memberikan pilihan dan selanjutnya akan dipimpin, marilah kita sadari bahwa kesempatan kita hanya sekali untuk melakukan pilihan dengan tepat. Setelah itu, kemampuan kita dalam menentukan arah kepemimpinan tidak sekuat di saat kita memilih. Setidaknya, kita telah berusaha melakukannya. Dan yang pasti, pilihan kita akan kita mampu pertanggungjawabkan seluruh amal perbuatannya di hadapan Allah SWT. Karena itu, akan senantiasa dibutuhkan seorang Muslim yang mampu menentukan pilihannya secara cerdas dan tepat.

 

BIODATA

 

Nama : Harrys Pratama Teguh

Tempat/tanggal lahir : Serang, 01 – 03 – 1989

Alamat : Komplek BPI Blok K no 05 RT/RW : 003/006

Desa/Kel : Panggung Rawi Kec.Jombang

Status : Pelajar/Mahasiswa.